Uji Apa Saja yang Wajib dilakukan Pada Regresi Linier ?

Dalam panduan ini, Anda akan belajar tentang uji apa saja yang wajib dilakukan pada skripsi regresi linier baik itu sederhana maupun berganda. Jika Anda menggunakan data panel, silahkan lihat Uji Wajib Pada Regresi Data Panel.

Dalam Regresi, tidak semua uji yang tersedia harus Anda lakukan. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan rumusan masalah, sample, jumlah variabel dan jenis data pada penelitian. Bagaimana caranya ?, mari pahami satu per satu.

Apa Itu Regresi Linier ?

Biar semakin paham, pertama-tama Saya jelaskan dahulu apa itu regresi. Regresi adalah salah satu metode analisis statistik untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel atau lebih. Regresi dapat menentukan hubungan sebab-akibat.

Penyebab. Merupakan Variabel Bebas / Variabel X / Variabel Independen / Variabel Explanatorik / Variabel Penjelas.

Akibat. Merupakan Variabel Terikat / Variabel Y / Variabel yang dipengaruhi / Variabel Dependen.

Dengan kata lain, dalam regresi, Variabel X dapat menentukan nilai Variabel Y. Setiap perubahan Variabel X akan merubah nilai Variabel Y (bisa mengurangi atau menambah nilai).

Analisis regresi memiliki persyaratan kelayakan (Uji Asumsi Klasik) terhadap data agar hasil Estimasi Model Regresi dapat dijadikan acuan untuk peramalan nilai Variabel Y.

Oleh karena itu, Anda harus tahu uji apa saja yang Wajib pada penelitian Regresi.

Uji Yang Wajib Dilakukan Pada Regresi Linier

Jika tidak mempertimbangkan jumlah variabel, sample, dan jenis data pada penelitian, berikut beberapa uji yang wajib:

  1. Validitas dan Reliabilitas. Untuk menentukan kualitas pengumpulan data. Wajib jika Anda menggunakan angket kuesioner dalam pengumpulan data.
  2. Method Successive Interval. Untuk mengubah data ordinal menjadi interval. Wajib dilakukan jika menggunakan angket kuesioner.
  3. Normalitas. Untuk melihat apakah data pada penelitian berdistribusi normal atau tidak. Wajib untuk semua penelitian regresi.
  4. Autokorelasi. Hanya akan terjadi pada model regresi linier data time series. Uji ini dilakukan untuk variabel terikat.
  5. Heteroskedastisitas. Untuk melihat apakah data terjadi gejala heteroskedastisitas atau tidak pada Cross Section
  6. Multikolinearitas. Untuk melihat korelasi antara variabel bebas (jika lebih dari 1)
  7. Uji t. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara partial (sendiri)
  8. Uji F. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan (bersamaan) jika variabel bebas lebih dari 1.
  9. Koefisien Determinasi. Untuk mengetahui besaran pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
  10. Estimasi Model Regresi. Untuk mengetahui persamaan regresi pada penelitian yang kemudian dapat berguna untuk mengestimasi nilai variabel terikat (Y)

Sekarang Anda sudah tahu, masing-masing uji memiliki tujuan tersendiri. Sementara itu, penelitian lebih spesifik dalam jenis data, jumlah variabel, sampel dll.

Saat ini, uji yang wajib pada regresi linier Saya bagi kedalam 6 jenis. Silahkan sesuaikan dengan penelitian Anda.

1 Variabel Data Time Series

Sebagai contoh, judul skripsi Pengaruh Return to Assets (ROA) Terhadap Net Profit Margin (NPM) pada PT MJURNAL.COM Periode 2010-2020. Penelitian menggunakan data laporan keuangan yang dipublikasikan pada website MJURNAL.COM

Dari judul tersebut, ada 4 point penting yang bisa Anda jadikan acuan untuk menentukan uji yang wajib.

Pertama, penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh ROA (Variabel Bebas) terhadap NPM (variabel terikat). Maka wajib lakukan Uji t, koefisien determinasi dan Estimasi Model. Sementara itu, jumlah variabel bebas (x) hanya 1. Maka tidak perlu uji F dan uji multikolinearitas.

Kedua, penelitian lebih spesifik untuk PT MJURNAL.COM. Terlihat hanya ada 1 objek penelitian yaitu PT MJURNAL.COM, maka tidak perlu Uji Heteroskedastisitas.

Ketiga, periode penelitian adalah 2010 sampai 2020. Terlihat penelitian ini menggunakan data Time Series. Oleh karena itu Anda wajib lakukan uji Autokorelasi.

Terakhir, pengumpulan data tidak menggunakan kuesioner. Maka tidak perlu lakukan Method Successive Interval, uji Validitas dan Reabilitas. Jadi uji yang wajib pada contoh ini sebagai berikut:

  1. Normalitas
  2. Autokorelasi
  3. Uji t
  4. Koefisien Determinasi
  5. Estimasi Model Regresi

Lebih Dari 1 Variabel Data Time Series

Sebagai contoh, judul skripsi Pengaruh Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) Terhadap Net Profit Margin (NPM) pada PT MJURNAL.COM Periode 2012 – 2017. Penelitian menggunakan data laporan keuangan yang dipublikasikan pada website MJURNAL.COM

Sama seperti 1 variabel data time series sebelumnya. Perbedaan hanya pada jumlah variabel (bebas). Anda hanya perlu menambahkan uji Multikolinearitas dan Uji F karena jumlah variabel (bebas) lebih dari 1. Maka uji yang wajib sebagai berikut:

  1. Normalitas
  2. Autokorelasi
  3. Multikolinearitas
  4. Uji t
  5. Uji F
  6. Koefisien Determinasi
  7. Estimasi Model Regresi

1 Variabel Data Cross Section

Sebagai contoh, judul skripsi Pengaruh Debt to Assets Ratio (DAR) Terhadap Net Profit Margin (NPM) pada Perusahaan Consumer Goods di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019. Peneliti menggunakan data sekunder pada website Bursa Efek Indonesia (BEI).

Fokus kembali pada 4 point yang saya beri highlight tersebut.

Pertama, penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh DAR (Variabel Bebas) terhadap NPM (variabel terikat). Maka wajib lakukan Uji t, koefisien determinasi dan Estimasi Model. Seperti sebelumnya uji F dan uji multikolinearitas tidak wajib karena jumlah variabel x hanya 1.

Kedua, penelitian dilakukan terhadap Perusahaan yang terdaftar pada Consumer Goods BEI. Daftar perusahaannya lebih dari 1. Maka wajib uji heteroskedastisitas.

Ketiga, peneliti menggunakan data tahunan (2019) dan hanya ada 1 tahun. Tidak akan ada sifat autokorelasi. Sehingga tidak perlu uji Autokorelasi.

Terakhir, Data sekunder sama dengan data yang sudah ada dan dapat diakses publik / didownload, maka tidak perlu lakukan Method Successive Interval, uji Validitas dan Reabilitas. Jadi uji yang wajib pada contoh ini sebagai berikut:

  1. Normalitas
  2. Heteroskedastisitas
  3. Uji t
  4. Koefisien Determinasi
  5. Estimasi Model Regresi

Lebih Dari 1 Variabel Data Cross Section

Sebagai contoh, judul skripsi Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) danDebt to Assets Ratio (DAR) Terhadap Net Profit Margin (NPM) pada Perusahaan Consumer Goods di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019. Peneliti menggunakan data sekunder pada website Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sama seperti contoh 1 variabel data cross section diatas. Perbedaan hanya pada jumlah variabel bebas. Pada contoh ini, jumlah variabel bebas ada 2 yaitu DER dan DAR. Maka Anda wajib menambahkan uji Multikolinearitas dan Uji F. Uji yanh wajib pada contoh ini sebagai berikut:

  1. Normalitas
  2. Heteroskedastisitas
  3. Multikolinearitas
  4. Uji t
  5. Uji F
  6. Koefisien Determinasi
  7. Estimasi Model Regresi

1 Variabel Data Cross Section + Angket Kuesioner

Dari tadi Method Successive Interval, Uji Validitas dan Reliabilitas ga di pake, lalu kapan di pake nya ?

Nah pada contoh ini peran Successive Interval dan Uji Validitas dan Reliabilitas berlaku.

Penelitian dengan Angket Kuesioner bisa juga di sebut penelitian dengan data cross section. Tapi, tidak semua penelitian dengan data cross section menggunakan Angket Kuesioner.

Sifat Cross Section terdapat pada jumlah responden, bukan jumlah perusahaan. Jumlah perusahaan hanya sebagai objek penelitian. Dan umumnya hanya dilakukan pada 1 perusahaan / objek.

Jika penelitian Anda menggunakan Angket Kuesioner, maka ada sedikit perbedaan uji yang akan dilakukan.

Sebagai contoh, judul skripsi Pengaruh Upah terhadap Kinerja Karyawan Pada PT WORLD.MJURNAL.COM Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan Angket Kuesioner untuk mendapatkan data upah dan kinerja karyawan dengan jumlah responden sebanyak 90 orang.

Perhatikan 4 point pentingnya tersebut. Saya tidak menandai objek sebagai acuan. Tapi menandai sample (responden) sebagai acuan. Perhatikan penjelasan berikut:

Pertama, penelitian bertujuan untuk mencari pengaruh Upah (Variabel X) terhadap Kinerja Karyawan (Variabel Y). Variabel Bebas hanya ada 1 (Upah), maka wajib dilakukan uji t, koefisien determinasi dan estimasi model. Sementara uji F dan Multikolinearitas tidak wajib.

Kedua, peneliti menggunakan data tahunan (2019) dan hanya ada 1 tahun. Tidak akan ada sifat autokorelasi. Sehingga tidak perlu uji Autokorelasi.

Ketiga, penelitian menggunakan Angket Kuesioner. Jenis data pada Angket kuesioner adalah data Ordinal. Angket kuesioner biasa menggunakan skala likert (pilihan 1-5). Skala likert pada data ordinal tidak bisa di uji secara langsung menggunakan regresi, jadi Anda wajib menggunakan Uji Reliabilitas dan Validitas serta Method Successive Interval (ubah data ordinal menjadi interval). Jadi uji wajib pada contoh ini sebagai berikut:

  1. Reliabilitas dan Validitas
  2. Method Successive Interval
  3. Normalitas
  4. Heteroskedastisitas
  5. Uji t
  6. Koefisien Determinasi
  7. Estimasi Model Regresi

Lebih Dari 1 Variabel Data Cross Section + Angket Kuesioner

Sebagai contoh, judul skripsi Pengaruh Upah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT WORLD.MJURNAL.COM Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan Angket Kuesioner untuk mendapatkan data upah dan kinerja karyawan dengan jumlah responden sebanyak 60 orang.

Sama seperti contoh-contoh yang menggunakan lebih dari 1 variabel sebelumnya. Jika Anda menggunakan lebih dari 1 variabel bebas, maka silahkan tambahkan uji Multikolinearitas dan Uji F. Jadi uji regresi ya g wajib pada contoh ini sebagai berikut:

  1. Reliabilitas dan Validitas
  2. Method Successive Interval
  3. Normalitas
  4. Heteroskedastisitas
  5. Multikolinearitas
  6. Uji t
  7. Uji F
  8. Koefisien Determinasi
  9. Estimasi Model Regresi

Jika Anda memiliki contoh kasus berbeda, silahkan coret-coret pada kolom komentar. Saya akan bantu Anda sesuai topik artikel ini. Lalu apa selanjutnya ? Silahkan gunakan pintasan panduan berikut untuk menyelesaikan skripsi Anda.

Pintasan Panduan Olah Data Skripsi Regresi

BAB Sebelumnya: Dasar-Dasar Skripsi Regresi

  1. Metode Analisis: (Anda Disini)
  2. Method Successive Interval: Lakukan Msi jika Anda menggunakan Quetioner dalam penelitian (abaikan jika tidak)
  3. Uji Asumsi Klasik E-Views: Cara uji Asumsi Klasik menggunakan Aplikasi E-Views
  4. Uji Asumsi Klasik SPSS: Cara uji Asumsi Klasik menggunakan Aplikasi SPSS
  5. Regresi E-Views: Cara Uji t, uji F, R2 dan Estimasi Model Regresi menggunakan Aplikasi E-Views
  6. Hasil E-Views: Cara baca hasil regresi E-Views
  7. Regresi SPSS: Cara Uji t, uji F, R2 dan Estimasi Model Regresi menggunakan Aplikasi SPSS
  8. Variable Dominan: Cara menentukan Variable Paling Dominan dalam Penelitian

Panduan Nyusun Skirpsi

List Artikel Terbaru

This Post Has 13 Comments

  1. hilda

    untuk materi atau penjelasan mengenai statistik deskriptif ada gak kak?

  2. efrin

    hallo kak mau tanya……saya kan ngambil judul skripsi “pengaruh kondisi keuangan sebelum dan sesudah covid-19 pada kepatuhan wajib pajak” tapi saya masih bingung cara menentukan uji apa yang harus saya gunakan.mohon di bantu kak

    1. R_Mardani

      Di sesuaikan dengan tujuan penelitian kak. Tujuan penelitian kakak ini apa ?
      Apakah ingin mencari hubungan sebab akibat antara 2 variabel atau lebih ?
      Apakah ingin membandingkan 2 data ?
      atau ada tujuan lain ?

      1. efriani

        tujuan saya ingin mengetahui apakah wajib pajak itu patuh atau tidak kalo di lihat dari sisi laporan keuangan nya yang saat ini dalam masa pandemi.dan ingin membandingkan 2 data yaitu sebelum dan sesudah terjadinya pandemi covid-19 kak.mohon di bantu.terimakasih sebelumnya

        1. R_Mardani

          Membandingkan 2 data (seblum dan sesudah) bisa pake Uji beda kak. Salah satunya T-Test.
          Ada berapa variabel yang digunakan untuk menghitung data wajib pajak yang patuh dan tidak ini kak ?

          1. efrin

            Saya cuman 1 variabel yang di gunakan kak

          2. R_Mardani

            Ooooh… jadi pake uji beda aja kak. Bisa pake T Test.
            Terus di judulnya ga perlu ada kata-kata “Pengaruh”.. Bisa diganti dengan komparasi atau perbedaan atau bisa juga analisis perbandingan.. yang penting disesuaikan aja dengan kata-kata lainnya pada judul

          3. efrin

            Berarti saya cuman pake 1 uji itu aja yah kak?
            Mohon maaf sebelumnya sudah merepotkan.terimakasih😇🙏

          4. R_Mardani

            Iya kak. Kan variabel nya cuma 1. Dan bertujuan untuk membandingkan. Sejauh ini, Saya liat tidak ada tujuan lain ataupun alasan lain untuk menggunakan uji yang lain.
            Oh ya, untuk diskusi lanjutan, Saya sarankan di Forum M Jurnal aja kak.
            Biar enak liat histori nya.

  3. Stefanny Christina Dharmady

    Halo kak, mau tanya dong.. penelitian saya menggunakan pengujian regresi linear berganda dengan data penelitian campuran time series & cross sectional, kata dosen pembimbing saya data yang diuji wajib lolos uji pooling, sedangkan data yang saya gunakan tidak lolos.. ada gak ya cara untuk memperbaiki data yang tidak lolos uji pooling? Makasih sebelumnya.

  4. anastasia

    Kak maaf mau tanya kalo nilai F signifikannya 0.08 gmn ya kak?:(

    1. R_Mardani

      Hmmm.. ya pengaruh nya tidak signifikan kak.
      Emangny kakak pengennya gimana ?
      Coba deh ceritain permasalahan kakak lebih rinci lagi.
      Lebih bagus ceritain di Forum Mahasiswa M Jurnal. Biar lebih enak diskusi nya kak.

Tinggalkan Balasan