Anda disini: M Jurnal » Skripsi » Cara Membaca Hasil Regresi Linier di SPSS Lengkap + Contoh

Cara Membaca Hasil Regresi Linier di SPSS Lengkap + Contoh

Sebetulnya tidak sulit membaca hasil Regresi Linier dari output SPSS. Meskipun banyak sekali hasil yang diberikan, Anda hanya perlu fokus pada tabel yang akan menjawab setiap Rumusan Masalah dan Hipotesis Penelitian.

Sebelumnya pada SUB-BAB Metode Analisis (Lihat Pintasan Panduan), Saya sudah ngebahas tentang uji apa yang dilakukan ketika Anda menggunakan Regresi Linier sebagai metode analisis.

Ads

Saya memberikan berbagai contoh yang berbeda-beda. Misalnya, penelitian yang menggunakan 1 variabel bebas (independen) hanya perlu melakukan uji F. Karena hanya ada 1 variabel bebas, maka hasil uji t dan F sudah pasti sama.

Sedangkan jika Anda menggunakan lebih dari 1 variabel bebas, tentu membutuhkan uji t, F, dan Koefisien Determinasi.

Selain itu, baik untuk Regresi Linier Sederhana maupun Berganda, Anda juga harus menginterpretasi model Regresi.

Jadi kita akan mencari tahu nilai-nilai yang dimasukkan kedalam persamaan regresi linier (sederhana): Y = α + βX atau Regresi Linier Berganda Y = α + β1X1 + β2X2

Note: Saya menggunakan contoh sebelumnya dengan Judul Pengaruh Upah dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai.

Jadi dalam contoh ini Saya menggunakan Regresi Linier Berganda. Jadi sesuaikan saja jika Anda menggunakan Regresi Linier Sederhana.

Ads

Membaca Hasil Uji F SPSS

Uji F dalam model Regresi dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas (secara simultan / bersama-sama) mempengaruhi variabel terikat. Dalam bahasa lain, untuk mengetahui apakah berpengaruh signifikan atau tidak.

Misalnya untuk menguji hipotesis ini:

  • H0: Variabel Upah dan Gaya Kepemimpinan secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
  • H1: Variabel Upah dan Gaya Kepemimpinan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

Umumnya ada 2 cara untuk menjawab hipotesis simultan tersebut yaitu membandingkan Sig dengan Alpha Penelitian atau membandingkan F hitung dengan F Tabel.

Penting! hasil dari ke 2 cara ini sudah pasti sama. Tidak mungkin beda. Jadi pilih salah satu cara saja. Jika Anda tidak yakin sudah pasti sama, silahkan kunjungi SUB-BAB Kesalahan Uji Hipotesis.

Dalam contoh ini, Saya menggunakan Sig vs Alpha Penelitian dengan Alpha penelitian sebesar 0.05 (5%). Dasar pengambilan keputusan uji F menggunakan Sig vs Alpha Penelitian:

  • Jika Sig > Alpha Penelitian, maka Terima H0 (Tidak Signifikan).
  • Jika Sig < Alpha Penelitian, maka Tolak H0 (Signifikan).

Kemudian untuk menguji hipotesis simultan ini, silahkan fokus pada Kolom Sig. dalam Tabel ANOVA seperti gambar berikut:

diskon-hosting

Cara Membaca Hasil Uji F Regresi Linier Berganda Menggunakan SPSS

Lihat hasilnya, Sig < Alpha Penelitian (0.000 < 0.05). Artinya Tolak H0. Dengan kata lain, Variabel Upah dan Gaya Kepemimpinan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

Note: Dalam Membaca Output Regresi SPSS, jika Anda menemukan hasil .000 itu artinya 0.000. Contoh lainnya jika Anda menemukan .034, itu artinya 0.034. Jadi jelas ya… jika ada titik didepan angka, artinya ada 0 sebelum titik itu.

Membaca Hasil Uji t SPSS

Uji t dalam Regresi bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara partial (sendiri-sendiri) terhadap variabel terikat.

Karena contoh penelitian ini menggunakan 2 variabel bebas, jadi juga ada 2 hipotesis yang akan dibuktikan kebenarannya.

Cara membaca hasil uji t dalam Regresi SPSS juga sama dengan Uji F. Anda bisa menggunakan perbandingan sig vs alpha penelitian atau t hitung vs t tabel.

Hasil uji t dari Software SPSS bisa Anda lihat pada Tabel Coefficients seperti gambar berikut:

Cara membaca hasil uji t Regresi Linier menggunakan SPSS

Saya kasih contoh perbandingan Sig vs Alpha untuk Variabel Upah.

Note: Dasar pengambilan keputusannya sama dengan Sig vs Alpha pada contoh Uji F diatas.

Hasilnya Sig < Alpha Penelitian (0.000 < 0.05), artinya Tolak H0. Dengan kata lain, Upah secara partial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

Ini Bukti: Hasil Sig vs Alpha = t hitung vs t tabel

Jika menggunakan t hitung vs t tabel, ini dasar pengambilan keputusannya:

  • Jika t hitung < t tabel, maka Terima H0 (Tidak signifikan).
  • Jika t hitung > t tabel, maka Tolak H0 (Signifikan).

Lihat, dasar pengambilan keputusan t hitung vs t tabel merupakan kebalikan dari sig vs alpha penelitian.

Untuk menerima H0, t hitung harus < t tabel atau sig > alpha. Jangan kebalik yaa…

Sekarang coba kita buktikan…

Nilai t hitung dapat Anda lihat pada Kolom t dalam Tabel Coefficient diatas.

Untuk Variabel Gaya Kepemimpinan, t hitung = 4.165.

Selanjutnya, untuk mengambil nilai t tabel yang benar, Anda harus menentukan df dan alpha. Dalam contoh ini, Alpha penelitian 5%. Sedangkan nilai df dapat Anda lihat pada Kolom df dalam Tabel ANOVA (baris Residual) seperti gambar berikut:

Menentukan Degree of Freedom dalam SPSS

Kemudian, buka t tabel… Ambil nilai pada df = 68, Alpha 5% untuk Uji 2 Sisi (Two Tailed).

Saya sudah cek, dan ini hasilnya:

Menentukan nilai t tabel

t tabel = 1.99547

Penting! Uji hipotesis t ada 2 jenis (1 sisi dan 2 sisi). Dalam t tabel, Anda akan menemukan header 2 baris berdasarkan Alpha penelitian. Baris pertama untuk uji 1 sisi dan baris ke 2 untuk uji 2 sisi. Untuk menambah wawasan, silahkan kunjungi SUB-BAB t Hitung Negatif.

Lanjut untuk pengujian, ini kesimpulannya:

t hitung > t tabel (4.165 > 1.99547), artinya tolak H0. Dengan kata lain, Gaya Kepemimpinan secara partial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan.

Coba bandingkan dengan hasil Sig vs Alpha untuk variabel Gaya Kepemimpinan yaitu Sig < Alpha Penelitian (0.000 < 0.05). Sama-sama berpengaruh signifikan bukan ?

Jadi… gunakan salah satu cara saja… Better, Saya lebih suka menggunakan Sig vs Alpha dalam membaca hasil Regresi SPSS, karena lebih cepat.

Membaca Hasil Koefisien Determinasi SPSS

Nilai Koefisien Determinasi dari Regresi Linier SPSS dapat Anda lihat dalam Tabel Model Summary > Kolom R atau R Square seperti gambar berikut:

Cara membaca hasil koefisien determinasi menggunakan SPSS

Note: Dalam buku Metode Riset Untuk Ekonomi dan Bisnis (Edisi ke 4) karangan Mudrajad Kuncoro, Gunakan R Square jika ada perubahaan variabel dalam model regresi. Perubahan yang dimaksud bisa berupa pengurangan / penambahan variabel penelitian.

Saya menggunakan Nilai pada Kolom R, yaitu sebesar 0.691. Artinya variasi seluruh variabel bebas dapat mempengaruhi perubahan Variabel Terikat sebesar 0.691 (69.1%). Sedangkan sisanya 30.9% (Note: dari 100% – 69.1%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

Ini maksudnya…

Upah dan Gaya Kepemimpinan secara simultan (bersama-sama) dapat mempengaruhi Kinerja Karyawan sebesar 69.1%. Hasil ini signifikan pada alpha 5% berdasarkan hasil uji F.

Ingat ya… Uji F itu untuk mengatahui apakah ada pengaruh signifikan antara variabel bebas dan terikat secara simultan. Sedangkan Koefisien determinasi untuk mengetahui berapa persen pengaruh nya.

Hasil ini bisa Anda masukkan ke dalam kesimpulan penelitian.

Lalu selanjutnya mengetahui besaran dan arah pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap terikat (uji t) dengan cara Interpretasi Model Regresi Linier.

Interpretasi Model Regresi Linier SPSS

Sebelum membaca hasil Regresi Linier SPSS, pertama-tama, lihat dulu Persamaan Regresi Linier itu Y = α + β1X1 + β2X2.

Dalam Persamaan Regresi Linier, besaran dan arah pengaruh setiap variabel bebas terdapat pada nilai Beta (β) > disebut juga koefisien regresi. Dalam contoh ini β1 dan β2.

Nilai Beta dalam output SPSS dapat Anda lihat pada Kolom Unstandarized Coefficients – B dalam Tabel Coefficients seperti gambar berikut:

Interpretasi Model Regresi Linier Berganda

Lihat, ada 3 nilai yaitu:

  • Constant = 15.382
  • Upah = 0.435
  • Gaya Kepemimpinan = 0.350

Constant merupakan nilai alpha dari persamaan regresi Y = α + β1X1 + β2X2. Sedangkan untuk baris Upah dan Gaya Kepemimpinan adalah koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas (β1 dan β2 dalam persamaan regresi linier).

Jadi, model regresi dalam contoh ini sebagai berikut: Y = 15.382 + 0.435X1 + 0.350X2

Note: Jika Anda mendapatkan Koefisien Regresi bernilai negatif, maka tulis tanda minusnya juga. Ini mempengaruhi arah hubungan.

Misalnya jika β1 = 0.435. Maka persamaan regresinya seperti ini: Y = 15.382 + (-0.435)X1 + 0.350X2 kemudian disederhanakan menjadi seperti ini Y = 15.382 -0.435X1 + 0.350X2. Ini hanya contoh jika koefisien regresi bernilai negatif.

Sementara Saya tetap menggunakan hasil yang sebenarnya Y = 15.382 + 0.435X1 + 0.350X2.

Lalu… Pahami Cara Membaca Model Regresi Linier Itu

Note: Dalam membaca model Regresi Linier, Anda harus mempertimbangkan arah hubungan. Jika positif, pengaruhnya adalah positif. Begitu juga dengan negatif.

Arah hubungan ini bisa Anda lihat (salah satu caranya) dalam persamaan regresi: Y = 15.382 + 0.435X1 + 0.350X2.

Penting! Untuk contoh koefisien regresi bernilai negatif (pengaruh negatif), bisa Anda lihat pada SUB-BAB Hasil Regresi E-Eviews.

Jadi cara baca model regresi untuk contoh ini seperti berikut:

  1. α = 15.382. Artinya apabila Upah dan Gaya Kepemimpinan sebesar 0, maka Kinerja Karyawan sebesar 15.382. Hasil ini signifikan pada alpha 5% (Lihat Kolom Sig dan Baris (Constant) pada Tabel Coefficent dari Output SPSS).
  2. β1 = 0.435. Artinya dengan asumsi Gaya Kepemimpinan bernilai tetap (tidak berubah), maka setiap peningkatan Upah sebesar 1 Satuan akan meningkatkan Kinerja Karyawan sebesar 0.586815. Hasil ini signifikan pada Alpha 5% dari hasil uji t.
  3. β2 = 0.350. Artinya dengan asumsi Upah bernilai tetap (tidak berubah), maka setiap peningkatan Gaya Kepemimpinan sebesar 1 Satuan akan meningkatkan Kinerja Karyawan sebesar 1.349839. Hasil ini signifikan pada Alpha 5% dari hasil uji t.

Mudah bukan ?

Lalu bagaimana jika ada variabel yang tidak berpengaruh signifikan ? Yaa tetap tidak signifikan.

Dalam kesimpulan, sertakan bahwa “Hasil ini tidak signifikan pada Alpha 5% dari hasil uji t” misalnya.

Penting! Tidak Signifikan itu bukan sebuah masalah. Karena hasil penelitian itu mutlak dan tidak bisa diganggu-gugat selama Anda tidak melakukan kesalahan. Ini sudah Saya bahas pada SUB-BAB Tidak Signifikan.

Kemungkinan Anda akan diminta untuk mencari justifikasi, kenapa bisa tidak signifikan ?

Pintasan Panduan Olah Data Regresi Linier

  1. Regresi Linier: Materi dasar (yang paling dasar) tentang Regresi Linier. Jangan abaikan materi ini, supaya tidak gagal paham.
  2. Metode Analisis: Uji apa saja yang wajib dilakukan pada Penelitian Regresi Linier ?
  3. Method Successive Interval: Lakukan Msi jika Anda menggunakan Quetioner dalam penelitian (abaikan jika tidak)

Selanjutnya, ikuti panduan sesuai software yang Anda gunakan. Saat ini, Saya sudah menyusun panduan dari 2 software.

Regresi SPSS

  1. Uji Asumsi Klasik SPSS: Cara uji Asumsi Klasik menggunakan Aplikasi SPSS.
  2. Regresi SPSS: Cara Regresi, Uji t, uji F, R2 dan Estimasi Model Regresi menggunakan Aplikasi SPSS
  3. Hasil SPSS: (Anda Disini).

Regresi E-Views

  1. Uji Asumsi Klasik E-Views: Cara uji Asumsi Klasik menggunakan Aplikasi E-Views
  2. Regresi E-Views: Cara Regresi, Uji t, uji F, R2 + Pengambilan keputusan Hipotesis.
  3. Hasil E-Views: Cara baca hasil Regresi E-Views (Interpretasi Model Regresi), + R-Square

Apakah Panduan ini Membantu Menyelesaikan Permasalahan Anda ?

Rolan Mardani

Traktir Saya secangkir kopi supaya kuat begadang untuk membuat konten-konten Panduan yang berkualitas dan membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Bantu Orang Lain... Share Panduan ini:

1 tanggapan pada “Cara Membaca Hasil Regresi Linier di SPSS Lengkap + Contoh”

Yakin Ga Mau Komen ?