Anda disini: M Jurnal » Insight » Kewirausahaan : Pengertian, Karakteristik, dan Tujuan

Kewirausahaan : Pengertian, Karakteristik, dan Tujuan

Saat ini, kewirausahaan sudah menjadi salah satu pondasi perekonomian. Semakin banyak usahawan yang sukses, perekonomian akan turut tumbuh.

Secara umum, pengertian kewirausahaan adalah kegiatan seseorang atau kelompok yang berkreatifitas dan berinovasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Bukan hanya pengertian kewirausahaan saja, masih banyak tentang kewirausahaan yang perlu Anda ketahui. Mari simak ulasan M Jurnal berikut.

10 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Pengertian kewirausahaan menurut para ahli

Kewirausahaan (dalam bahasa Inggris: entrepreneurship) berasal dari istilah Wira dan Usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, berbudi luhur, gagah berani, manusia unggul, teladan, dan berwatak agung. Sedangkan Usaha berarti bekerja atau melakukan sesuatu.

Sementara itu, arti kewirausahaan menurut para ahli berbeda-beda. Hal ini tergantung titik berat dan penekanan makna. Berikut M Jurnal rangkum 10 pengertian kewirausahaan menurut para ahli.

#1 Kewirausahaan Menurut Thomas W. Zimmerer

Menurut Thomas W. Zimmerer, Kewirausahaan merupakan penerapan dari inovasi dan kreativitas diri untuk memecahkan masalah serta memanfaatkan berbagai peluang dalam pengembangan bisnis.

#2 Kewirausahaan Menurut Drs. Joko Untoro

Menurut Drs. Joko Untoro, Kewirausahaan adalah sikap berani seseorang dalam mengambil keputusan guna memenuhi kebutuhan hidup. Dalam mengambil keputusan tersebut, wirausahawan memanfaatkan kemampuan serta potensi yang diri untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

#3 Kewirausahaan Menurut Eddy Soeryanto Soegoto

Eddy Soeryanto Soegoto mengungkapkan bahwa kewirausahaan adalah suatu usaha kreatif dan inovatif dengan tujuan menghasilkan sesuatu (karya) yang memiliki nilai jual dan dapat memberikan manfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain serta dapat menciptakan lapangan kerja baru.

#4 Kewirausahaan Menurut Ahmad Sanusi

Menurut Ahmad Sanusi, kewirausahaan adalah sesuatu yang bernilai dari sebuah perilaku seseorang untuk menjadi SDM dengan tujuan untuk sebuah bisnis.

#5 Kewirausahaan Menurut Soeharto Prawiro

Soeharto Prawiro mengungkapkan pengertian kewirausahaan adalah nilai-nilai dalam diri seseorang yang dibutuhkan untuk memulai usaha baru maupun usaha yang sudah ada.

#6 Kewirausahaan Menurut Peter Drucker

Peter Drucker mengungkapkan pengertian Kewirausahaan adalah keahlian seorang wirausahawan untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada ataupun mengembangkan sesuatu yang telah ada, sehingga menjadi berbeda dari yang lainnya dan memiliki nilai lebih.

#7 Kewirausahaan Menurut Siswanto Sudomo

Menurut Siswanto Sudomo, Kewirausahaan adalah sesuatu apapun itu yang terdapat dalam diri wirausahawan, seperti sifat pekerja keras, berkorban, bertekad kuat, serta berani mengambil resiko sebagai konsekuensi dari keputusannya dalam mewujudkan idenya.

#8 Kewirausahaan Menurut Robbin & Clouter

Menurut Robbin & Clouter, kewirausahaan adalah suatu proses untuk menciptakan sebuah peluang bisnis yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang secara terorganisir.

#9 Kewirausahaan Menurut Penrose

Penrose mengungkapkan pengertian kewirausahaan adalah kegiatan individu ataupun sekelompok individu yang menggunakan peluang teridentifikasi dalam suatu proses ekonomi. Penroses juga mengungkapkan bahwa kemampuan kewirausahaan tidak sama dengan kemampuan manajerial.

diskon-hosting

#10 Kewirausahaan Menurut Richard Cantillon (1775)

Menurut Richard Cantillon, kewirausahaan merupakan dalam suatu pekerjaan untuk menganalisa resiko dan mengambil keputusan dalam ketidakpastian.

Sebagai contoh, seorang wirausahawan membeli produk, kemudian menjualnya dengan harga yang tidak menentu.

10 Karakteristik Wirausahawan

Karakteristik Wirausahawan

Seorang wirausahawan memiliki karakter khusus seperti jujur, disiplin, mandiri, analytict thinking dll. Silahkan simak 10 karakter wirausahawan berikut:

#1 Jujur, Disiplin dan Mandiri

Seorang wirausahawan Wajib memiliki kejujuran. Karakter seperti ini akan membentuk calon wirausahawan sukses dalam berbisnis.

Memegang amanah baik dari rekan bisnis maupun konsumen serta menghindari semua perbuatan curang dalam persaingan bisnis dapat merupakan ciri khas wirausahawan sukses.

Jika Anda ingin menjadi Wirausahawan, maka mulailah disiplin dan mandiri. Wirausahawan tidak memiliki atasan yang terus mendorong Anda untuk bekerja.

Dengan disiplin dan mandiri, Anda dapat belajar menjalankan bisnis (usaha) dengan lancar serta mengasah kemampuan untuk memimpin orang lain.

#2 Berkomitmen Tinggi

Susunlah visi misi bisnis Anda untuk jangka panjang. Kemudian berkomitmen untuk menjalankannya. Karena tidak akan ada orang lain yang akan mengembangkan bisnis Anda, kecuali diri Anda sendiri.

#3 Kreatif & Inovatif

Kreativitas dan Inovasi dalam bisnis adalah harga mati. Setiap hari, persaingan bisnis semakin ketat. Pelaku bisnis lainnya terus membuat produk-produk baru serta mengembangkannya.

Untuk itu, Wirausahawan membutuhkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan bisnis untuk menciptakan produk-produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada.

Wirausahawan yang kreatif dan inovatf selalu berpikir kritis terhadap sesuatu. Kemudian mencari peluang untuk menciptakan atau membuat terobosan baru agar menarik minat konsumen terhadap bisnisnya.

#4 Keberanian dan Kreasi Tinggi

Wirausahawan yang sukses memiliki keberanian dalam menjalankan bisnis. Sebagai contoh, seorang wirausahawan harus berani dalam mengambil keputusan yang beresiko.

Keberanian dan kreasi dalam wirausaha sangat berhubungan erat. Memiliki kreasi yang tinggi namun tidak memiliki keberanian yang tinggi akan membuat seorang wirausahawan tertinggal.

Dengan keberanian dan kreasi yang tinggi, seoarang wirausahawan tidak akan takut dalam mengambil keputusan meskipun beresiko kegagalan.

#5 Semangat Tinggi dan Kemauan Keras

Keberanian tinggi tanpa semangat dan kemauan keras tidak akan menjadikan Anda sukses dalam berwirausaha.

Semangat yang tinggi serta kemauan keras dapat menciptakan rasa percaya diri dalam bisnis. Seorang wirausahawan memiliki keyakinan dalam dirinya bahwa suatu saat, bisnis yang ia kelola akan menghasilkan lebih dari yang ia harapkan.

#6 Analytic Thinking

Misalnya, pada bulan Januari Budi membuka usaha baru. Selama bulan Maret sampai Oktober budi selalu menciptakan terobosan baru dalam bisnis.

Namun, usaha Budi tidak memberikan hasil yang signifikan. Kemudian pada bulan November, semangat Budi mulai turun. Sehingga Budi menutup usahanya.

Tentu saja Budi melakukan kesalahan. Seharusnya, Budi mengevaluasi bisnisnya dan mencari apa yang kurang atau salah dalam strategi mengembangkan bisnisnya.

Solusi yang tepat, Budi bisa menganalisa pesaing dan pasar. Mencari tahu trend saat ini, kemudian menemukan peluang baru untuk menarik minat konsumen terhadap bisnisnya.

#7 Soft Skill Analytic

Tidak hanya wajib memiliki Analytic Thinking, seorang Wirausahawan juga harus memiliki Soft Skill Analytic yaitu kemampuan Analisis Data.

Dengan memiliki kemampuan Analisis Data, wirausahawan bisa mengambil keputusan penting untuk mengembangkan bisnisnya.

Misalnya, Budi memiliki data transaksi pembelian bahan baku dan penjualan produk. Dengan Soft Skill Analytic, Budi bisa menganalisa data tersebut untuk melihat trend pertumbuhan bisnis, total pendapatan, total pengeluaran, laba rugi dll.

Kemudian dari data tersebut, Budi bisa mengetahui sejauh mana perkembangan bisnisnya dan mengambil keputusan.

Budi bisa menggunakan Aplikasi Microsoft Excel untuk mengolah data dan mempelajarinya di Pusat Panduan Microsof Excel M Jurnal.

#8 Kepemimpinan dan Tidak Konsumtif

Wirausahawan yang sukses pasti memiliki jiwa kepemimpinan untuk memimpin diri sendiri maupun memimpin anggota team. Sementara itu, seorang wirausahawan tidak boleh memiliki sifat konsumtif. Sifat ini akan membawanya ke jurang kebangkrutan.

Sebagai contoh, katakanlah bisnis Budi berkembang pesat. Kemudian, gaya hidup Budi pun mulai berubah menjadi konsumtif. Budi membeli mobil mewah, smartphone mahal dan barang-barang lainnya. Istilah kerennya, hanya untuk “ngegaya”.

Sementara bisninya tidak membutuhkan mobil mewah maupun smartphone mahal. Melainkan membutuhkan mobil untuk transportasi serta komputer untuk administrasi.

Akan lebih baik jika Budi membeli mobil untuk transportasi dan komputer untuk administrasi bisnisnya. Budi juga bisa mengembangkan bisnisnya mengikuti era digital 4.0. Seperti menjual produknya secara online menggunakan website sendiri (Woocommerce)

#9 Take Action

Take Action (langsung bertindak) adalah termasuk karakter wirausahawan yang sukses. Percuma saja punya ide usaha / strategi bisnis, namun tidak menjalankannya.

Wirausahawan yang sukses mampu menganalisis persaingan serta membuat keputusan dengan efektif dan efisien serta langsung menerapkannya untuk meminimalisir hilangnya peluang.

#10 Berdedikasi Tinggi Terhadap Bisnis

Penting! Mungkin Anda sering mendengar pendapat bahwa “Menjadi Pebisnis itu Bebas dan Tidak Terikat”. Sementara kenyataannya Tidak demikian.

Bahkan menjadi pebisnis, Anda harus mengorbankan lebih banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk belajar, menganalisa dan menjalankan bisnis Anda.

Jika Anda bekerja diperusahaan, tentu jam kerja Anda sudah diatur. Sementara, seorang pebisnis memiliki jam kerja full 1 hari. Bahkan tengah malampun pebisnis akan memikirkan perkembangan bisnisnya.

Oleh karena itu, seorang wirausahawan wajib memiliki dedikasi tinggi terhadap bisnis yang ia jalani. Wirausahawan harus mampu mengesampingkan urusan lain yang tidak begitu penting daripada bisnisnya.

Tujuan Kewirausahaan

Tujuan Kewirausahaan

Dalam perekonomian suatu negara, Kewirausahaan dapat menggerakkan perekonomian. Semakin banyak Wirausahawan yang sukses, maka pertumbuhan perekonomian negara turut meningkat. Ini merupakan tujuan kewirausahaan secara makro.

Sementara dari sisi wirausahawan, kewirausahaan memiliki 3 tujuan umum tersendiri sebagai berikut:

  1. Image Branding (Daya Tarik Merek)

Jika Brand sudah terkenal, maka dapat dikatakan sebagian tujuan bisnis sudah terpnuhi. Misalnya, Pepsodent dari Unilever.

Strategi Pemasaran Unilever termasuk berhasil dalam menciptakan daya tarik merek.

Karena sebagian besar masyarakat Indonesia telah mengenal nama pepsodent dari sejak dulu. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tarik merek.

Pertama,mengadakan event atau roadshow. Tujuannya agar bisnis bisa langsung berinteraksi dengan pelanggan maupun calon pelanggan. Cara ini juga bisa berguna untuk mendapatkan saran atau masukan dari pelanggan atau calon pelanggan.

Kedua, Beriklan (Ads). Pebisnis bisa menggunakan beriklan secara offline maupun online. Secara offline bisa melalui Spanduk, Baliho dll. Sementara secara online bisa melalui Website Sendiri, Facebook Ads, Google Ads dll.

  1. Maximize Profits (Memaksimalkan Keuntungan)

Memaksimalkan keuntungan menjadi tujuan utama pengusaha. Semakin meningkat keuntungan usaha, semakin tinggi kemungkinan usaha tersebut berkembang pesat.

Namun, memaksimalkan keuntungan bukanlah hal mudah. Misalnya Anda mencoba untuk menaikkan harga jual. Tentu ini bukan pilihan terbaik. Anda harus analisa harga pasaran terlebih dahulu. Karena saat ini konsumen dapat dengan mudah membandingkan harga produk.

  1. Growth (Pertumbuhan)

Bagi pengusaha, pertumbuhan bukan hanya sekedar menambah jumlah cabang (ekspansi bisnis) saja. Tapi melainkan pertumbuhan secara keseluruhan.

Dari semua penjelasan di atas, Saya yakin Anda memiliki pemahaman berbeda. Silahkan sampaikan pendapat Anda pada kolom komentar.

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59.