Anda disini: M Jurnal » Wordpress » Setting Dasar SEO WordPress : Rekomendasi Untuk Pemula

Setting Dasar SEO WordPress : Rekomendasi Untuk Pemula

Melanjutkan Panduan sebelumnya, Panduan ini akan membahas bagaimana cara setting SEO WordPress untuk dasar SEO Website Anda.

Pada SUB-BAB Plugin (lihat Pintasan Panduan), Saya sudah menjelaskan Plugin-plugin yang paling penting untuk Website WordPress. Ada plugin untuk cache, SEO, security dan lain sebagainya.

Pada Panduan Setting SEO WordPress ini, Saya menjelaskan cara setting Plugin-plugin tersebut sebagai dasar SEO Website WordPress Anda.

Mengingat kembali panduan sebelumnya, Plugin yang Saya gunakan adalah:

  1. Advanced Ads.
  2. JetPack
  3. YOAST SEO
  4. Redirection
  5. LiteSpeed Cache
  6. Disable REST API
  7. Ocean Extra

Note: Plugin Ocean Extra adalah plugin bawaan dari Theme OceanWP. Jika Anda mengikuti panduan Saya dari awal dan menggunakan Theme OceanWP, tentu Anda membutuhkan Plugin ini. Jika tidak demikian, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Pentingkah Setting Dasar SEO WordPress ?

Pada Panduan ini Saya tidak akan menjelaskan apa itu SEO WordPress secara mendalam. Karena 1 buah artikel tidak akan cukup untuk menjelaskan semua tentang SEO.

Namun ada beberapa point penting yang menjadi alasan kenapa Anda harus Setting Dasar SEO WordPress. Setidaknya ada beberapa FAQ yang sering diajukan blogger WordPress Pemula sebagai berikut:

Apa itu SEO WordPress ?

Secara sederhana, SEO WordPress adalah teknik untuk mengoptimalkan Website Anda agar bisa muncul di halaman pertama hasil pencarian Search Engine seperti Google.

Kenapa Setting Dasar SEO WordPress itu Penting ?

Karena Setting Dasar SEO WordPress ini akan mengoptimalkan sebagian sisi SEO pada artikel / konten Anda agar bisa bersaing dengan Website lainnya.

Apakah Setting Dasar SEO WordPress menjamin Artikel Saya masuk ke halaman pertama ?

Tidak. Karena setting ini hanya sebagai dasar saja. Anda harus mengoptimalkan sisi SEO lainnya. Saya akan bahas secara bertahap. Silahkan Anda kunjungi Pusat Panduan WordPress M Jurnal.

Apa Saja yang perlu Saya setting untuk Dasar SEO WordPress ?

Anda hanya perlu melakukan Setting dari Plugin-Plugin yang sudah Anda instal sebelumnya. Panduan kali ini akan menjelaskan setting tersebut. Pastikan Anda mengikuti Panduan Saya dari SUB-BAB pertama.

Sulitkah mengatur Dasar SEO WordPress ?

Tidak. Anda hanya perlu mengikuti Panduan ini. Setiap bagian akan Saya jelaskan sesederhana mungkin.

Bolehkah Saya melewatkan setting dasar SEO untuk Website Saya ?

Saya rekomendasikan untuk melakukan Setting ini dari Awal sebelum Anda menerbitkan artikel / halaman / konten lainnya. Karena setting dasar ini akan berpengaruh terhadap kualitas konten Anda.

Apakah Pemilik Website Lain juga menerapkan bagian ini ?

Jika Anda memiliki keahlian khusus untuk SEO Website, Anda tidak perlu melakukan bagian ini. Bagian ini penting untuk Anda yang belum terbiasa mengoptimalkan konten Website agar bisa menang dari persaingan antar Website.

Setting dasar SEO WordPress ini merupakan hasil pengalaman Saya pribadi selama mengelola Website.

Setting Dasar SEO WordPress

Tidak semua plugin yang kita Instal pada Panduan sebelumnya yang akan mengurus pengoptimalan SEO WordPress Anda.

Setting SEO dasar hanya terdapat pada Plugin Jetpack, YOAST, Redirection, dan LiteSpeed Cache. Namun untuk Plugin LiteSpeed Cache akan Saya bahas terpisah karena artikel ini akan terlalu panjang.

Untuk melanjutkan, silahkan aktifkan semua plugin tersebut terlebih dahulu. Jika Anda lupa atau belum tahu caranya, silahkan kembali ke Panduan Instal Plugin WordPress.

Setting SEO Jetpack WordPress

Plugin JetPack tidak hanya mengurus security pada Website WordPress Anda. Plugin ini juga mengatur sebagian dasar SEO WordPress Anda.

Secara default ketika Anda mengaktifkan plugin, sebagain besar plugin akan meminta Anda untuk melakukan setting awal agar plugin bisa berjalan dengan baik.

Untuk plugin jetpack, kurang lebih Anda akan menemukan Wizard seperti gambar berikut:

Setting SEO Jetpack WordPress

Anda hanya perlu klik Siapkan Jetpack. Namun, jika Anda tidak sengaja close Wizard tersebut, silahkan masuk ke menu Plugin > Plugin Terpasang. Kemudian klik Jetpack tepat di bawah nama Plugin Jetpack oleh WordPress.com. Selanjutnya klik Siapkan Jetpack.

Penting! Untuk menghubungkan Website WordPress Anda dengan Jetpack, Anda harus memiliki akun di Website WordPress.com terlebih dahulu.

Biar lebih mudah, Anda bisa memilih Lanjutkan Dengan Google. Atau jika Anda sudah memiliki Akun WordPress, silahkan klik Lanjutkan dengan WordPress.com.

Selanjutnya, jetpack akan menawarkan program mereka. Silahkan scroll kebagian paling bawah dan pilih Start For Free atau pilih Free Plan.

Selanjutnya menu JetPack akan muncul di dashboard WordPress Anda. Silahkan pilih menu Jetpack > Pengaturan. Disini kita akan setting 6 bagian.

#1 Fitur Keamanan Jetpack

Untuk fitur keamanan / security dari Jetpack, Saya hanya mengaktifkan bagian Perlindungan Terhadap Serangan Paksa. seperti gambar berikut:

Setting Fitur Keamanan Jetpack

Jika Anda mengaktifkan fitur ini, Jetpack akan melindungi Website WordPress Anda dari login paksa yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, Saya tidak mengaktifkan fitur Pemantauan waktu tidak aktif. Karena menurut Saya sendiri fitur ini tidak begitu optimal kecuali Anda menggunakan fitur Premium.

#2 Fitur Performa Jetpack

Untuk Performa, silahkan aktifkan Akselerator situs dan fitur Lazy Load

Fitur Akselerator situs dari Jetpack akan mempercepat proses pemuatan gambar dan file statis agar loading Website Anda tidak terlalu lambat.

Sedangkan fitur Lazy load berguna untuk menunda browser pengguna untuk nge-load gambar yang belum terlihat pada layar sehingga loading halaman website Anda bisa lebih cepat.

Bagian ini sangat penting untuk Dasar SEO WordPress Anda. karena ketika loading untuk membuka halaman Website Anda terlalu lama, pengguna akan cenderung pergi sebelum halaman tersebut tampil.

Sangat disayangkan karena jika hal ini terjadi, Anda cenderung lebih sering kehilangan viewers. Fitur Akselerator dan Lazy Load dari JetPack ini sudah cukup membantu Website Anda.

#3 Fitur Tulisan Jetpack

Pada bagian ini, silahkan centang Tulis menggunakan shortcode untuk menyematkan media dari situs populer pada bagian Menulis seperti gambar berikut:

Setting Fitur Tulisan Jetpack

Fitur ini berguna jika Anda ingin Embed / menyematkan layanan lain seperti Embed Video Youtube ke dalam artikel Anda.

Selanjutnya centang semua fitur yang terdapat pada bagian Widget seperti gambar berikut:

Conditional WIdget Jetpack

Fitur ini berguna untuk membuat Conditional Widget. Atau dengan kata lain, Anda bisa membuat Widget Website hanya tampil pada kondisi tertentu saja.

Misalnya, ketika Anda mengunjungi Artikel pada Website M Jurnal menggunakan PC / Desktop, maka iklan Google Adsense akan tampil pada Widget sebelah kanan layar seperti gambar berikut:

Contoh Conditional Widget Jetpack

Namun, Widget untuk iklan Adsense akan tersembunyi secara otomatis ketika Anda mengunjungi halaman Pusat Panduan Microsoft Excel M Jurnal seperti gambar berikut:

Contoh Conditional Widget Jetpack

Khusus untuk halaman Pusat Panduan, Saya menyembunyikan iklan pada Sidebar (widget). Tapi Saya menggunakan Widget Share in Social untuk sidebar.

Anda bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengoptimalkan konten Anda. Jika Anda menggunakan fitur ini dengan optimal, Anda bisa membuat Viewers atau Pengguna yang mengunjungi betah dan bertahan di Website Anda.

Atau dalam contoh lain, Anda juga bisa menggunakan conditional widget untuk mempromosikan konten terbaru di Website WordPress Anda.

#4 Fitur Berbagi Jetpack

Ada 2 fitur yang cukup membantu mengoptimalkan dasar SEO Website WordPres Anda. Pada bagian ini, Anda hanya perlu centang bagian Membagikan Pos Secara Otomatis ke Jejaring Sosial dan Tambahkan Tombol Berbagi seperti gambar berikut:

Setting Fitur Sharing Jetpack

Silahkan klik Sambungkan Akun Media Social Anda. Jika Anda menggunakan fitur ini, secara otomatis Jetpack akan mempublikasikan artikel yang baru Anda terbitkan ke social media seperti Fans Page Facebook dll.

Sementara itu, jika Anda mengaktifkan fitur Tombol Berbagi, Anda akan melihat Tombol Share di akhir artikel seperti gambar berikut:

Button Share Plugin Jetpack

Seilahkan setting bagian ini sesuai kebutuhan Anda. Saya sarankan jangan terlalu banyak menggunakan tombol share. Cukup menggunakan tombol yang paling populer saja seperti WA, Facebook, LinkedIn, Twitter dan lain sebagainya.

Karena sepengalaman Saya, semakin banyak tombol share, maka semakin kecil kemungkinan pengunjung menggunakannya. Mereka cenderung bingung dan tidak jadi share artikel Anda.

#5 Fitur Diskusi Jetpack

Setting ini hanya untuk mengatur tampilan kolom komentar dan beberapa fitur tambahan. Silahkan centang beberapa bagian penting berikut ini saja:

Optimalkan SEO dan Cegah Spam Komentar menggunakan Jetpack WordPress
  1. Fitur Komentar

Pada bagian ini, Anda bisa mengatur apakah pengguna bisa menggunakan akun WordPress.com / Google / Twitter / Facebook untuk meninggalkan komentar pada artikel Anda.

Selain itu, Anda juga bisa membuat Custom Judul Form Komentar. Secara default, WordPress akan menggunakan kata “Tinggalkan Komentar”.

Di M Jurnal, Saya mengubah bagian ini menjadi Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 🙂. Anda bisa menggunakan kata-kata menarik lainnya untuk meningkatkan Interaksi Pengguna.

Jika semakin banyak pengguna yang meninggalkan komentar pada Artikel Anda, Saya yakin Artikel Anda memiliki nilai yang cukup baik. Walaupun penilaian bukan hanya dari jumlah komentar saja.

  1. Markdown Komentar

Anda juga bisa mengaktifkan fitur Markdown jika Anda yakin bagian ini penting. Namun perlu diingat, jika target audiens / pengunjung Anda tidak familiar dalam menggunakan markdown, Anda tidak perlu mengaktifkan fitur ini.

  1. Berlangganan

Fitur berlangganan cukup mampu meningkatkan interaksi pengguna pada Website WordPress Anda.

Misalnya ketika pengguna ingin berlangganan komentar, maka ketika Anda atau orang lain membalas komentar mereka, secara otomatis, jetpack akan mengirimkan Email ke pengguna tersebut bahwa ada balasan komentar mereka di Website Anda.

Fitur ini cukup berguna untuk membuat pengunjung kembali ke Website Anda.

#6 Fitur Lalu Lintas Jetpack

Untuk bagian ini, Saya tidak mengaktifkan fitur apapun. Saya tidak ingin jetpack menggunakan resource website terlalu banyak sehingga membebankan kinerja server.

Namun jika Website WordPress Anda masih baru, ada 1 fitur yang cukup membantu yaitu fitur Pos Terkait.

Sebetulnya Theme OceanWP juga support fitur ini, namun menurut Saya masih kurang optimal.

Fitur konten terkait ini bisa Anda tampilkan pada akhir artikel. Fitur ini cukup bagus untuk meningkatkan Engagement di Website WordPress Anda.

Namun jika Website Anda sudah berkembang, Saya yakin Anda tidak lagi menggunakan fitur ini. Contohnya, Jika Website Anda sudah di Approve Google Adsense, fitur pos terkait / konten terkait juga tersedia pada Adsense. Malahan Anda bisa mendapatkan penghasilan dari fitur tersebut.

Sementara itu, Saya tidak menggunakan fitur penting lainnya seperti Peta Situs (Site Map) dan Verifikasi Situs karena bisa dioptimalkan menggunakan cara lain. Saya akan bahas bagian ini pada SUB-BAB Search Console.

Setting YOAST SEO WordPress

Plugin YOAST SEO WordPress merupakan inti dari pengoptimalan SEO Website Anda.

Note: Jika Anda sudah terbiasa membuat Artikel yang SEO Friendly, Anda tentu akan berpikir 2x untuk menggunakan plugin SEO manapun. Kenapa ? Karena sebetulnya, SEO itu bisa Anda lakukan tanpa plugin sekalipun. Plugin-plugin ini hanya membantu Anda menjelang terbiasa saja.

Karena plugin YOAST SEO merupakan plugin khusus membantu mengoptimalkan SEO Website, maka semua setting bertujuan untuk mengoptimalkan SEO Website Anda.

Namun, Anda tidak Wajib menggunakan semua fitur pada YOAST. Kenapa ? Karena ada beberapa fitur yang tidak begitu berguna.

Lalu bagian mana yang paling penting ? Ada 3 setting utama yang akan kita setting. Namun pada setiap bagian, tidak semua fitur yang akan kita gunakan.

Setting Umum YOAST SEO WordPress

Setting umum YOAST SEO ada 4 bagian yaitu ada Dashboard, Fitur, Integrations, dan Webmaster Tools.

Dashboard berisi notifikasi jika ada pembaruan terbaru atau issue terkait Website Anda menurut Plugin YOAST SEO.

Sementara Webmaster Tools berisi fitur untuk mendaftarkan Website Anda ke Search Console (Google, Bing, Baidu atau Yandex). Fitur ini sama dengan milik Jetpack yang sudah Saya sebutkan pada Fitur Lalu lintas Jetpack diatas.

Sama seperti fitur Webmaster Jetpack, Saya juga tidak merekomendasikan menggunakan fitur Webmaster Tools YOAST.

Kenapa ? Karena jika Anda menggunakannya, Anda akan ketergantungan dengan plugin tersebut. Jika suatu saat Anda tidak menggunakan plugin YOAST SEO lagi, tentu Anda harus memverifikasi ulang Website Anda ke search console.

Tentu pekerjaan Anda jadi 2x. Jadi pada SUB-BAB selanjutnya akan Saya jelaskan cara terbaik mendaftarkan Website Anda ke Search Console.

Lanjut ke setting YOAST, Saya hanya merekomendasikan gunakan Fitur Umum dan Integrations saja.

#1 Setting Fitur YOAST SEO

Setting YOAST SEO untuk dasar WordPress

Saat ini ada 10 fitur umum yang terdapat pada Plugin YOAST SEO. Menurut Saya, hanya ada 6 fitur terpenting dan 2 fitur optional. Sementara itu 2 fitur lainnya tidak begitu penting.

Silahkan aktifkan beberapa fitur berikut: Analisis SEO, Analisis Keterbacaan, Konten Landasan (Optional), Penghitung Tautan Teks, Peta Situs XML, Menu Bar Admin (Optional), Keamanan, dan REST API.

Sementara itu untuk fitur Pemantauan Pengguna dan Enhanced Slack Sharing tidak begitu penting.

Sementara itu, kegunaan masing-masing fitur bisa Anda lihat dengan cara klik tanda tanya disamping nama fitur.

#2 Setting Integrations YOAST SEO

Integrations YOAST SEO ini maksudnya YOAST SEO akan menggunakan pihak ke tiga untuk mengoptimalkan konten di Website Anda.

Saat ini ada 2 Integrasi yaitu Integrasi SEMrush dan Ryte. Silahkan aktifkan kedua fitur ini.

Setting Integrations YOAST SEO WordPress

Integrasi SEMrush adalah fitur yang bisa Anda gunakan untuk mencari Related Keyword secara langsung pada dashboard New Post / Page atau ketika Anda membuat artikel.

Fitur ini cukup membantu dan nanti pada SUB-BAB selanjutnya akan kita pelajari lebih dalam.

Sementara itu Integrations Ryte akan membantu Anda untuk menganalisa situs dari sisi peng-index-an search console.

Setting Tampilan Pencarian YOAST SEO WordPress

Setting tampilan pada YOAST SEO berguna untuk membuat Tampilan Website Anda di hasil pencarian search engine (seperti google). Anda bisa menambahkan bagian judul default atau meta descriptions default.

Kurang lebih tampilan hasil pencarian itu seperti gambar berikut:

Tampilan Pencarian Search Engine untuk YOAST SEO WordPress

Coba Anda cari di Google dengan kata kunci Rumus Statistik Excel seperti gambar di atas. Ada 4 bagian yang harus Anda pahami sebagai berikut:

  1. Judul. Untuk judul yang tampil di hasil pencarian bisa Anda setting menggunakan YOAST SEO. Jika judul di artikel Anda terlalu panjang, Anda bisa membuat judul custom (yang lebih pendek) di hasil pencarian. Sementara judul pada artikel di Website Anda lebih panjang.
  2. Meta Descriptions merupakan ringkasan dari isi seluruh artikel Anda. Bagian ini juga bisa Anda setting melalui Plugin YOAST SEO.
  3. Link Artikel. Anda masih ingat bagian setting permalink yang Saya bahas pada SUB-BAB Setting DashBoard WordPress ? Nah, permalink ini akan tampil seperti gambar. Anda juga bisa mengaturnya melalui plugin YOAST SEO.
  4. Hasil Kaya dari Sub-Heading. Bagian ini tidak bisa Anda setting melalui YOAST SEO. Namun bisa Anda buat dan optimalkan melalui editor Pos / Laman.

Oh ya, Anda juga “hasil pencarian kaya” seperti gambar berikut:

Hasil pencarian kaya di search engine google menggunakan YOAST SEO WordPress

Caranya bisa Anda optimalkan ketika membuat konten / artikel di WordPress. Tapi tetap google yang menentukan sendiri hasil kaya.

Saat ini ada 7 fitur ang terdapat pada bagian Tampilan Pencarian YOAST SEO. Namun Anda hanya perlu setting SEO Dasar pada bagian Umum, Taksonomi, dan Breadcrumbs. Sementara untuk bagian lainnya biarkan saja default.

#1 Setting Umum YOAST SEO

Pada bagian ini, silahkan pilih pemisah judul pada Website Anda. Gunakan karakter yang umum saja seperti – dan |

Contohnya seperti M Jurnal, Saya menggunakan | sebagai pemisah Artikel dan Nama Website di Hasil Pencarian seperti gambar berikut:

Setting Hasil Pencarian SEO WordPress menggunakan YOAST

Selanjutnya silahkan pilih Knowledge Graph & Schema.org. Sesuaikan saja dengan Website Anda.

#2 Setting Taksonomi YOAST SEO

Secara default, WordPress menyediakan Taksonomi Kategori, Tag dan Format. Semua taksonomi ini juga akan terindex oleh search engine.

Untuk mengoptimalkan artikel Anda di hasil pencarian, Saya hanya merekomendasikan untuk setting kategori menjadi Ya (Index). Sementara untuk Tag dan Format tidak perlu terindex (non-index) dengan cara berikut:

Non Index tag untuk kualitas SEO WordPress
  1. Tampilkan Kategori di hasil pencarian menjadi “YA”
  2. Silahkan ubah SEO Title default untuk semua kategori di Website Anda. Anda bisa menggunakan fitur Insert Variabel.
  3. Silahkan atur meta descriptions sesuai yang Anda inginkan. Upayakan unik.

Sementara itu, silahkan ubah Tampilkan Tag di hasil Pencarian menjadi “TIDAK”. Begitu juga dengan Format (jika Anda tidak menggunakan format artikel khusus).

Note: Kenapa Saya mengecualikan Tag untuk masuk ke hasil pencarian (seperti google) ? Karena kemungkinan besar akan terjadi persaingan keyword internal yang tidak bagus untuk SEO Website Anda.

Misalnya, Anda membuat Tag dengan nama “WordPress”. Otomatis Keyword pada Tag tersebut adalah WordPress.

Kemudian, Anda membuat artikel dengan keyword WordPress. Lalu apa yang terjadi ? Tag dan Artikel Anda akan saling bersaing (internal) untuk merebutkan posisi 1 google.

Terlebih lagi, saat ini Google membatasi hanya 2 jumlah hasil pencarian untuk masing-masing domain.

Artinya, jika orang lain / pengguna mencari informasi di google dengan kata kunci tertentu, maka paling banyak hanya 2 link yang muncul dari Website Anda di hasil pencarian google.

Sementara itu sepengalaman Saya, Tag cenderung mendapatkan posisi yang lebih bagus ketimbang Artikel.

Strategi untuk membuat Tag menjadi non-index (tidak tampil di hasil pencarian) ini cukup bagus untuk meningkatkan posisi artikel Anda di hasil pencarian seperti google.

Oh ya, Tentang URL Kategori

Saya hampir lupa. Dari awal (BAB Instal WordPress), Saya sudah jelaskan tentang setting Permalink WordPress. Ada banyak pilihan dan tergantung dengan tujuan Website Anda.

Secara default, WordPress menggunakan struktur berikut untuk URL kategori https://namadomain.com/category/link-kategori/

Jika Anda membuat kategori dengan slug (link) rumus-excel, maka link kategori tersebut adalah https://namadomain.com/category/rumus-excel/

Jika Anda ingin menghilangkan /category pada permalink tersebut, silahkan pilih hapus pada URL Kategori seperti gambar berikut:

Hapus URL Kategori WordPress menggunakan YOAST SEO

Bagian ini berguna jika Anda menggunakan permalink yang sama dengan M Jurnal, yaitu berdasarkan kategori. Sehingga link artikel Anda akan konsisten untuk setiap kategori nya seperti link artikel ini https://mjurnal.com/web-wordpress/seo-wordpress-pemula/

#3 Setting Breadcrumb YOAST SEO WordPress

Google menggunakan Breadcrumb sebagai salah satu penilaian kualitas suatu Website. Jadi penting dong ? Iya sangat penting. Buktinya apa ? Lihat gambar ini:

Breadcrumb sebagai hasil kaya di Google Search Console

Laporan itu dari Dashboard Search Console Google. Dan menurut google, Breadcrumb termasuk penyempurnaan / pengoptimalan sebuah website.

Jika website Anda tidak memiliki Breadcrumb, tentu kualitas Website Anda kurang bagus dimata google.

Sebenarnya di Website, yang mana sih breadcrumb itu ? Coba lihat gambar berikut:

Breadcrumb untuk SEO WordPress

Bagian yang Saya beri tanda merupakan breadcrumb. Sebenarnya tergantung Theme Anda apakah support breadcrumb atau tidak. Selain itu posisi nya juga bisa berbeda antara setiap situs.

Untuk mengaktifkan Breadcrumb pada Website Anda, silahkan pilih Aktifkan pada Enable Breadcrumb YOAST SEO.

Jika Anda ingin breadcrumb seperti M Jurnal, silahkan setting seperti berikut:

Setting Breadcrumb untuk tingkatkan SEO WordPress
  1. Pada bagian Tampilkan Laman Blog, pilih sembunyikan.
  2. Pada Taksonomi bagian Pos, silahkan pilih Kategori.

Dengan begini, Breadcrumb Website Anda akan terstruktur seperti berikut: Beranda > Kategori > Judul Artikel

Ingat! Google suka sesuatu yang terstruktur rapi.

Note: Untuk Breadcrumb Arsip Konten Taksonomi bisa Anda sesuaikan dengan keinginan.

Oke Setting dasar SEO WordPress untuk Plugin YOAST sudah selesai.

Setting Plugin Redirection Untuk SEO

Plugin Redirection merupakan salah satu plugin yang berguna untuk membuat Redirect 301 dari link lama ke link terbaru.

Plugin ini tidak secara langsung meningkatkan kualitas SEO Website Anda. Namun, salah satu kemampuan plugin ini dapat mencegah posisi artikel Anda di search engine menurun karena ada perubahan link atau permalink di Website Anda.

Kenapa perubahan link bisa membuat posisi artikel menurun di search engine ?

Saya kasih contoh saja. Link artikel ini adalah https://mjurnal.com/web-wordpress/seo-wordpress-pemula/

Artikel ini sudah terindex di Google dengan link tersebut. Namun dalam kondisi tertentu Saya tidak sengaja ataupun sengaja merubah link artikel ini menjadi https://mjurnal.com/web-wordpress/seo-wordpress-dasar/

Note: Google tidak secara otomatis merubah index artikel ke link yang baru. Melainkan, Anda harus memberi tahu google bahwa link lama dipindahkan ke link baru.

Bayangkan jika Anda harus (mau-tidak-mau) merubah permalink website ! Sedangkan Anda sudah menerbitkan lebih dari 100 artikel. Berapa banyak laporan ke google yang harus Anda buat ? belum lagi link untuk kategori, laman dan lain sebagainya.

Nah, Plugin Redirection ini bisa mempermudah pekerjaan Anda dengan cara membuat redirect 301 secara otomatis jika terjadi perubahan permalink / link pada artikel Anda.

Cara settingnya cukup mudah. Silahkan pilih menu Peralatan > Redirection. Halaman Welcome Redirection akan muncul seperti gambar berikut:

Setting Plugin Redirection WP

Note: Saat ini bagian Source URL dan Target URL tidak perlu di isi. Silahkan scroll ke bawah kemudian klik Start Setup kemudian ikuti setting berikut.

#1 Cara Setting Redirection

Setting Plugin Redirection WP
  1. Monitor permalink changes in WordPress posts and pages. Centang bagian ini jika Anda ingin plugin memonitor perubahan link pada Post dan Laman. Jika terdapat perubahan, maka plugin redirection akan membuat redirection 301 secara otomatis.
  2. Keep a log of all redirects and 404 errors. Bertujuan untuk membuat log (histori) penggunakan yang menggunakan link redirects dan mengunjungi halaman 404 (yang tidak ditemukan)
  3. Store IP information for redirects and 404 errors. Bertujuan untuk mengetahui IP pengguna yang mengunjungi redirects dan 404. Kedepannya Anda akan butuh informasi ini. Kemudian Klik Continue Setup untuk melanjutkan.

Selanjutnya Plugin Redirection akan cek REST API WordPress Anda. Silahkan klik Finish Setup dan tunggu proses sampai selesai kemudian klik Finished.

#2 Setting Spesifik Plugin Redirection

Setting Spesifik ini bertujuan untuk mencegah khilaf :D. Yang namanya manusia terkadang ada lupanya.

Jadi setting ini maksudnya adalah untuk Ignore trailing slashes atau mengabaikan tanda garis miring di akhir URL (Link) artikel Anda.

Contohnya, Anda bisa mengakses artikel yang Anda baca ini dari 2 link (tanpa dan dengan slash terakhir) berikut:

https://mjurnal.com/web-wordpress/seo-wordpress-pemula/
dan
https://mjurnal.com/web-wordpress/seo-wordpress-pemula

Jika Saya membuat redirect 301 untuk link https://mjurnal.com/web-wordpress/seo-wordpress-pemula/ ke link https://mjurnal.com/web-wordpress/seo-wordpress-dasar/

Tentu saja pengguna akan masuk ke halaman 404 ketika mengakses artikel saya dari link tanpa slash terakhir.

Loh kan plugin Redirect sudah membuat Redirect 301 secara otomatis ? Iya betul. Tapi hanya otomatis membuat redirect 301 dari link dengan slash terakhir. Sementara link tanpa slash tidak dibuat.

Untuk mencegah hal ini, silahkan ikuti tahap berikut:

Setting Spesifik Redirection
  1. Klik menu Peralatan > Redirection. Setelah loading halaman selesai, silahkan pilih Options.
  2. Scroll sampai ke bagian Grup URL, kemudian centang Ignore trailing slashes pada Default URL Settings

Jika sudah, klik update untuk menyimpan.

Lalu apa selanjutnya ? Silahkan gunakan Pintasan Panduan Dasar SEO & Analytic berikut untuk mempelajari tentang Setting Dasar SEO & Analytic. Atau kunjungi Pusat Panduan WordPress M jurnal untuk mempelajari Semua Tentang WordPress.

Pintasan Panduan Plugin dan Dasar SEO WordPress

  1. Permalink: Setting dan Optimasi Permalink WordPress terbaik. Jangan salah pilih !
  2. Plugin: Mengenal Plugin, Cara instal dan rekomendasi plugin yang harus ada di Website WordPress Anda.
  3. Setting SEO: (Anda Disini).
  4. Cache: Setting Plugin Cache yang Anda gunakan.
  5. Setting Search Console: Wajib Setting Search Console agar Website Anda bisa muncul di hasil pencarian Google / Bing.
  6. Setting Google Analytics: Setting Analytic untuk analisa pengunjung (Viewers) website Anda. Hasilnya bisa Anda gunakan untuk mengevaluasi dan mengembangkan Website untuk kedepannya.

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)