Anda disini: M Jurnal » Wordpress » Plugin WordPress Yang Paling Penting (Wajib Instal)

Plugin WordPress Yang Paling Penting (Wajib Instal)

Apakah Setting Plugin WordPress di Awal pembuatan Website itu penting ? Ya memang benar. Intinya, WordPress tanpa Plugin adalah smartphone tanpa aplikasi.

Bayangkan jika SmartPhone Anda sudah canggih, namun Anda hanya menggunakan beberapa aplikasi saja. Tentu sesuatu yang sangat mubazir. Anda tidak mengoptimalkan kemampuan SmartPhone tersebut.

Dengan plugin, Anda bisa mengoptimalkan kemampuan Website yang menggunakan CMS WordPress. Itulah kerennya WordPress.

Saat ini ada banyak sekali plugin-plugin yang dapat mengoptimalkan kinerja Website WordPress Anda. Ada plugin gratis, ada juga plugin premium (berbayar).

Anda bisa menggunakan sebanyak apapun plugin WordPress. Namun, Saya tidak merekomendasikan hal tersebut.

Kenapa ? Coba lihat kembali ke SmartPhone Anda. Semakin banyak aplikasi yang Anda Instal, tentu SmartPhone akan lemot, kadang Hang, kadang juga Crash.

Begitu juga Website WordPress. Semakin banyak jumlah plugin yang Anda gunakan dapat menyebabkan Website Anda lemot, bahkan dalam beberapa kasus, website Anda tidak bisa diakses.

Terus gimana solusinya ? Panduan Inilah Solusinya. Saya sudah melakukan Riset kecil-kecilan tentang plugin apa yang paling penting (harus ada) dalam sebuah Website WordPress.

Hasil Riset ini sudah hanya coba untuk beberapa tahun terakhir. Saya udah gonta-ganti plugin. Pasang Plugin A, kemudian uninstal lagi, coba Plugin B, kemudian Uninstal lagi. Cukup memakan waktu, biaya, tenaga dan pikiran.

Sebenarnya artikel-artikel seperti ini tidak gratis. Banyak pebisnis lain yang memberlakukan sejumlah harga tertentu untuk panduan seperti ini. Namun, hanya untuk Anda (Pengunjung Setia M Jurnal) Saya berikan GRATIS.

Jika Anda masih pemula dalam membangun Website, Ada baiknya ketahui dahulu apa itu Plugin WordPress.

Apa itu Plugin WordPress ?

Plugin WordPress adalah sekumpulan kode yang dipasang (plug) untuk menambahkan kemampuan khusus pada pada Website WordPress.

Dengan kata lain, Plugin WP berarti sebuah ekstensi atau aplikasi yang memiliki kemampuan khusus untuk menambahkan fitur tertentu pada Website Anda.

Misalnya, Plugin untuk mengelola komentar seperti JetPack. Sebetulnya, CMS WordPress Sendiri sudah memiliki Fitur bawaan untuk mengelola komentar.

Namun, Plugin JetPack memberikan fitur yang lebih lengkap dari pada fitur bawaan WordPress yang terkadang dibutuhkan oleh pengembang website.

Begitu juga dengan plugin lainnya. Plugin-Plugin lain dapat mengoptimalkan Website WordPress Anda.

Cara Instal Plugin WordPress ?

Jika Anda sudah tahu cara instal Plugin, silahkan lewati bagian ini. Jika belum tahu, silahkan simak baik-baik cara instal berikut:

Cara Instal Plugin Website WordPress
  1. Pertama, pada dashboard WordPress, silahkan klik Menu Plugin kemudian klik Tambahkan Baru.
  2. Kedua, ketik nama plugin yang Anda cari pada kolom pencarian. Misalnya jetpack.
  3. Ketiga, klik Instal Sekarang, dan tunggu proses instal sampai selesai.
  4. Terakhir, klik Aktifkan. Kemudian Anda bisa setting plugin tersebut.

Selain cara ini, Anda juga bisa menggunakan cara Upload Plugin melalui dashboard atau melalui File Manager Plesk Panel / CPanel. Caranya sama saja dengan Cara Instal dan Contoh Customize Theme WordPress pada Sub-BAB sebelumnya.

Cara Hapus / Uninstal Plugin

Jika Anda sudah terlanjur menginstal plugin dan ingin menghapusnya, silahkan ikuti tahap-tahap berikut:

Cara hapus Plugin WP
  1. Pertama, Jika plugin sudah aktif, silahkan non-aktifkan terlebih dahulu dengan cara klik Non-Aktifkan yang dibawah nama plugin.
  2. Kedua, untuk menghapus silahkan Centang Box disamping nama plugin yang akan Anda hapus. Misalnya Saya ingin menghapus plugin Akismet Anti-Spam dan Hello Dolly.
    Note: Anggap saja plugin Akismet pada gambar sudah non-aktif
  3. Ketiga, ubah menu dropdown “Tindakan Massal” menjadi Hapus
  4. Terakhir, klik terapkan dan tunggu hasilnya sampai selesai.

Note: Sebagian plugin mungkin akan mengirimkan form polling ketika Anda ingin menon-aktifkan / uninstal plugin tersebut. Silahkan berikan jawaban Anda atau Skip saja.

Sama seperti cara instal plugin, Anda juga bisa menghapus Plugin melalui File Manager pada Plesk Panel / CPanel.

Next… Silahkan instal Rekomendasi Plugin WordPress yang Paling Penting untuk Website WordPress berikut:

7 Plugin WordPress Yang Paling Penting

Penting! List Plugin Paling Penting ini khusus untuk tipe Website Blog, Personal maupun Bisnis saja. Jika Anda ingin membuat Website Toko Online (menggunakan Woocommerce), silahkan kunjungi Panduan Plugin Penting Untuk Website Toko Online (Woocommerce)

Untuk meningkatkan keamanan, kinerja dan fungsionalitas website WordPress Anda, Saya merekomendasikan Website Anda menggunakan 7 Jenis Plugin berikut:

#1 Security (Keamanan)

Keamanan pada dunia Online hukumnya WAJIB. Teknologi semakin hari semakin berkembang. Kemampuan manusia juga turut berkembang.

Awal Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup pahit bagi Saya. Salah satu website WordPress Saya terinfeksi malware.

Waktu itu Saya cenderung ceroboh karena tidak menggunakan plugin Security (keamanan) serta lupa membuat backup data WordPress. Alhasil, semua upaya keras Saya menjadi sia-sia.

Semua link atas domain website Saya tidak bisa diakses melainkan redirect ke website si pembuat malware tersebut.

Dari pada hal ini juga terjadi pada Website Anda, silahkan sediakan payung sebelum hujan, alias gunakan Plugin Security untuk menjaga keamanan Website WordPress Anda.

Saat ini udah banyak Plugin Security berkualitas. Ada yang gratis dan ada juga yang berbayar seperti 12 plugin berikut:

  1. Wordfence
  2. All in One WP Security & Firewall
  3. iThemes Security
  4. Acunetix WP Security
  5. Sucuri Security
  6. WP Antivirus Site Protection
  7. Keyy Two Factor Authentication
  8. Google Authenticator
  9. Brute Force Login Protection
  10. Bulletproof Security
  11. WordPress File Monitor
  12. JetPack

Kenapa Saya masukkan Plugin JetPack kedalam list ? Karena memang Jetpack juga memiliki fitur keamanan WordPress yang bagus. Selain itu, JetPack merupakan plugin yang dikembangkan oleh developer WordPress.

Note: Jangan gunakan lebih dari 1 plugin security. Tidak akan ada gunanya. Karena masing-masing plugin memiliki struktur kode tersendiri. Sehingga dapat terjadi bentrok antar setiap plugin. Sehingga bisa membuka celah keamanan pada Website Anda.

Pilih saja salah satu lalu lakukan setting yang tepat. Anda bisa lihat dokumentasi masing-masing plugin.

Untuk panduan setting plugin-plugin tersebut akan Saya bahas pada artikel terpisah.

#2 Cache

Apa itu Cache ? Intinya, Cache ini adalah sebuah file kecil yang dibuat oleh sistem untuk mempercepat proses yang sama untuk kedua kali dan seterusnya.

Ilustrasi sederhananya, Ketika Anda mengakses artike ini. Secara otomatis, Website M Jurnal membuat Cache pada browser Anda. Jadi ketika Anda mengakses artikel ini untuk kedua kalinya atau lebih, browser Anda akan membuka artikel ini lebih cepat.

Note: Kepadatan jumlah trafik Website dan Kualitas Jaringan internet pada waktu yang sama juga menentukan hasilnya.

Terus Plugin Cache apa yang terbaik ? Bagi Saya, sangat tergantung dengan server yang Anda gunakan.

Dari awal Sub-BAB Panduan ini Saya menggunakan Plesk Panel pada RumahWeb yang menggunakan Server LiteSpeed. Maka silahkan gunakan Plugin LiteSpeed Cache.

Lalu dari mana bisa tahu bahwa Anda menggunakan Server LiteSpeed atau bukan ? Cara terbaiknya, tanyalah pihak customer service penyedia layanan Host Anda.

Jangan lupa minta saran menggunakan plugin Cache yang tepat. Kenapa begitu ? Karena Saya perna menggunakan Plugin W3 Total Cache untuk salah satu Web Saya yang menggunakan Server LiteSpeed.

Alhasil, plugin tersebut bentrok dan tidak bisa optimal pada website Saya. Terlebih lagi, plugin tersebut membuat cache dengan size yang terlalu besar sehingga membebankan space hosting Saya.

Tapi bukan berarti W3 Total Cache itu tidak bagus. Plugin W3 Total Cache itu sangat bagus. Namun, Plugin LiteSpeed Cache lebih cocok untuk server yang Saya gunakan.

Berikut beberapa plugin Cache yang terbaik menurut Saya:

  1. WP Rocket
  2. WP Fastest Cache
  3. W3 Total Cache
  4. LiteSpeed Cache
  5. WP Optimize
  6. WP Super Cache
  7. Cache Enabler
  8. JetPack

Loh, jetpack masuk list lagi ? Iya, jetpack juga menyediakan fitur Cache untuk website Anda. Namun tidak selengkap plugin-plugin lainnya serta tidak semua fitur gratis.

Jetpack memang bagus, tapi Saya tetap merekomendasikan Anda menggunakan plugin Cache sesuai server yang Anda gunakan.

#3 Disable REST API WP JSON

REST API WP JSON ini sebenarnya fitur yang sangat bagus bagi pengembang Website. Namun dalam beberapa kasus, bisa disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Disalah gunakan seperti apa ? Kurang lebih, orang lain bisa membuat Cloning (tiruan) Website Anda. Bahkan ketika Anda update artikel baru, Website tersebut otomatis ter-update juga. Bahaya bukan ?

Bayangkan, Anda sudah membuat artikel 100% original, sudah optimasi sana sini, kemudian ada oknum yang tidak bertanggung jawab membuat cloningan Website Anda.

Sakitnya tuh… disini…

Saya ketik ini serius loh, tidak main-main. Buktinya ? Coba Anda tonton video berikut:

Seperti yang disarankan dalam video tersebut, Anda bisa menggunakan plugin Disable REST API. Plugin ini cukup mudah digunakan. Anda hanya perlu Instal dan tidak perlu setting apapun untuk mengnon-aktifkan WP JSON.

#4 Plugin SEO (Search Engine Optimization) WordPress

SEO (Search Engine Optimization) menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang Web. Agar Anda bisa bersaing untuk tampil di halaman pertama (Page 1) search engine seperti Google, Anda harus mengoptimalkan SEO Website.

Contohnya, seperti salah satu artikel yang Saya tulis berikut:

Optimasi Plugin SEO

Dengan kata kunci “Skripsi Manajemen Keuangan”, artikel tersebut tampil di halaman pertama Search Engine Google.

Apa keuntungannya ? Logikanya, ketika seseorang mencari tahu informasi di Search Engine (seperti Google), tentu mereka lebih tertarik mengunjungi Website yang tampil pada hasil pencarian pertama.

Jika artikel-artikel Anda masuk ke halaman pertama, otomatis jumlah pengunjung juga akan semakin banyak. Dan tentunya Website Anda semakin dikenal.

Jika Anda me-monetisasi Website WordPress menggunakan Google Adsense, tentu penghasilan Anda semakin meningkat.

Saya sudah uji coba beberapa plugin SEO WordPress. Masing-masing menawarkan fitur yang sangat bagus. Saya sarankan Anda hanya memilih salah satu saja dari 3 Plugin SEO berikut:

  1. Yoast SEO
  2. All in One SEO Pack
  3. Rank Math

Note: Untuk BAB Panduan Selanjutnya, Saya menggunakan Plugin Yoast SEO. Saya akan berikan trik setting SEO Website WordPress terbaik. Silahkan lihat Pintasan Panduan pada akhir halaman ini.

#5 Plugin Redirection

Apa itu Redirection ? Kenapa Redirection itu penting ?

Secara umum, redirection itu adalah pengalihan. Kenapa Saya jadikan plugin ini penting ? Oke, Saya jelaskan sedikit.

Ketika Anda membuat suatu artikel lalu mempublikasikannya dengan link seperti berikut: https://namadomain.com/judul-artikel-yang-sangat-panjang/.

Katakanlah dengan teknik SEO yang tepat, akhirnya artikel Anda masuk No.1 Halaman 1 di Google. Pengunjung udah banyak dong tentunya.

Lalu pada waktu tertentu, karena Anda mendapatkan informasi dari para master SEO bahwa link yang terlalu panjang tidak bagus untuk SEO, maka Anda merubah link artikel tersebut menjadi https://namadomain.com/judul-artikel/.

Atau Anda mengubah Permalink Website Anda menjadi https://namadomain.com/categories/judul-artikel/.

Kemudian apa yang terjadi ? Saya jamin, Peringkat Artikel Anda di Google akan turun.

Loh kenapa begitu ? Karena link artikel Anda yang terindex di Search Engine google adalah link awal https://namadomain.com/judul-artikel-yang-sangat-panjang/. Sedangkan Anda mengubah link atau permalink Website Anda.

Sehingga, ketika pengguna klik link artikel awal Anda pada Search Engine Google, apa hasil nya ? Pengguna akan diarahkan ke halaman 404 atau artikel tidak ditemukan.

Padahal artikelnya ada toh ? cuma ngerubah link atau permalink doang. Saya ingatkan, ini bukan permsalahan biasa. Masalah ini akan menurunkan kualitas Website WordPress Anda.

Google tidak menyukai halaman 404. Oleh karena itu, Anda harus mengatasi hal ini sejak awal pembuatan Website.

Note: Jika Anda membaca semua Sub-BAB panduan WordPress M Jurnal, tentu sekarang Anda tahu Alasan kenapa Saya menyarankan Anda Setting Permalink dari Awal pembuatan Website.

Untuk mencegah pengguna / pengunjung masuk ke halaman 404, silahkan instal Plugin Redirection. Plugin ini secara otomatis memantau link artikel Anda. Jika ada perubahan, maka secara otomatis membuat redirect ke link yang terbaru.

Bagi Saya ini sangat-sangat membantu. Terlebih lagi jika Anda memiliki jumlah artikel yang sangat banyak dan terpaksa merubah permalink website.

Bukan cuma sebatas perubahan permalink saja. Bahkan ada kondisi tertentu yang membuat Anda untuk harus merubah link suatu konten.

#6 Tag & Ads Manager

Intinya, Plugin Tag & Ads Manager ini dapat membantu Anda untuk menyisipkan sebuah kode / script ke bagian Header, ataupun Body.

Contohnya kode seperti apa sih ? Salah satu nya kode verifikasi Webmaster dari Google, Bing, Yandex atau Search Engine Lainnya.

Contoh lainnya, Script iklan Google Adsense. Jika Anda ingin memonetisasi Website WordPress dengan Google Adsense atau sejenisnya. Plugin ini akan memudahkan pekerjaan Anda tanpa perlu repot-repot edit file tema (cara tradisional).

Anda bisa coba salah satu dari 7 Plugin Tag & Ads Manager berikut:

  1. Ad Inserter
  2. Ad Rotate
  3. Advanced Ads
  4. WP-Insert
  5. WP Quads
  6. Quick AdSense
  7. Simple Ads Manager

Sebenarnya sebagian theme sudah menyediakan Fitur Insert Headers & Footer Code. Namun, banyak manfaat lain yang bisa Anda dapatkan menggunakan Plugin-Plugin diatas. Saya akan jelaskan lebih lanjut pada BAB Dasar-Dasar SEO & Analytics

Dari ke tujuh contoh plugin tersebut, saat ini Advanced Ads yang masih nyantol di hati Saya. Jadi untuk SUB-BAB Panduan selanjutnya, Saya menggunakan Plugin Advanced Ads untuk mengatur Tag Header dan Ads Website WordPress.

#7 Plugin Bawaan Theme WordPress

Beberapa Theme WordPress cenderung menyarankan untuk menggunakan plugin tertentu. Hal ini terjadi karena sebagian fitur pada Theme tersebut dapat lebih optimal menggunakan plugin yang mereka sarankan.

Namun Saran Saya, Jika Anda tidak terlalu membutuhkan fitur tersebut, Anda boleh-boleh saja tidak menginstalnya selama Theme yang Anda gunakan tidak mewajibkan instal plugin tersebut.

Kenapa ? Karena ada beberapa plugin hanya sebagai saran untuk peningkatan fitur Theme yang terkadang tidak Anda butuhkan.

Lalu apa selanjutnya ? Silahkan gunakan Pintasan Panduan Instal WordPress berikut untuk mempelajari Dasar-Dasar Instal Website WordPress yang terbaik. Atau kunjungi Pusat Panduan WordPress M Jurnal untuk mempelajari Semua Tentang WordPress.

Pintasan Panduan Plugin dan Dasar SEO WordPress

  1. Permalink: Setting dan Optimasi Permalink WordPress terbaik. Jangan salah pilih !
  2. Plugin: (Anda Disini).
  3. Setting SEO: Setting Dasar SEO dan Semua Plugin Terlebih dahulu sebelum Anda membuat Sebuah Artikel / Laman / Konten Lainnya.
  4. Cache: Setting Plugin Cache yang Anda gunakan.
  5. Setting Search Console: Wajib Setting Search Console agar Website Anda bisa muncul di hasil pencarian Google / Bing.
  6. Setting Google Analytics: Setting Analytic untuk analisa pengunjung (Viewers) website Anda. Hasilnya bisa Anda gunakan untuk mengevaluasi dan mengembangkan Website untuk kedepannya.

2 tanggapan pada “Plugin WordPress Yang Paling Penting (Wajib Instal)”

  1. Biasanya saya memasang plugin yang gampang disetup/tidak ribet saat settingan. Makanya, kalau disuruh milih antara Yoast SEO vs All In One SEO, pasti akan rekomendasikan Yoast SEO. Tampilan dan Kemudahan dalam penggunaan adalah yang utama bagi pemula, menurut saya.

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)