Anda disini: M Jurnal » Skripsi » Estimasi Model Regresi Data Panel Menggunakan E-Views

Estimasi Model Regresi Data Panel Menggunakan E-Views

Mungkin Anda sudah pernah mendengar regresi data panel menggunakan EViews atau bahkan sudah expert dalam hal ini.

Akan tetapi, tak sedikit pula teman-teman kita yang sedang melakukan penelitian membutuhkan tutorial ini. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kita coba latihan kembali menggunakan EViews untuk analisis regresi data panel.

Sebelum kita masuk pada tahap 1 pada tutorial kali ini, Saya punya pertanyaan. Apa itu data panel ?. Secara ringkas, data panel adalah gabungan dari data time series (runtut waktu) dan cross section (Silang Tempat). Jadi data pada penelitian harus memiliki sifat dua data tersebut (time series dan cross section).

Selengkapnya mengenai jenis data sudah Saya bahas sebelumnya. Silahkan klik disini untuk membacanya.

Regresi Data Panel Berlaku jika Data Seluruh Variabel berupa Data Panel

rolan mardani

Jadi jika salah satu variabel bukan data panel, maka tidak dapat dilakukan analisis regresi linier data panel.

Pada tutorial kali ini, Saya menggunakan Contoh 4 yaitu Penelitian yang bertujuan mencari “Pengaruh CAR, NPL, dan BOPO terhadap ROA periode 2007-2015. Objek penelitian (jumlah perusahaan) sebanyak 4 perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI yaitu BBNI, BBRI, BBTN, dan BMRI.

Di sini kita sudah mendapatkan gambaran bahwa variabel independen (bebas) pada Contoh 4 ini ada 3 yaitu CAR (X1), NPL (X2), dan BOPO (X­3). Sedangkan variabel dependen (terikat) yaitu ROA (Y).

Ads

Selanjutnya, sebelum memulai tahap analisis, persiapkan data penelitian serta buka Excel dan EViews. Jika sudah, mari kita eksekusi data tersebut.

Penting! Saya juga menulis Tutorial Belajar Excel dari level dasar, rumus, analisis data dan vba. Jika Anda menemui kendala dalam menggunakan Excel, silahkan kunjungi Pusat Panduan Microsoft Excel M Jurnal.

Tabulasi Data Panel

Kenapa Tabulasi data penting ? Karena data yang tersusun rapi akan memudahkan kita untuk menganalisis. Tabulasi data ini dilakukan pada Ms. Excel. Perlu diperhatikan, lakukan susunan data sesuai instruksi yang Saya berikan. Caranya sebagai berikut:

Regresi Data Panel
Image: M Jurnal
  1. Urutkan data dengan kolom (EMITEN atau Perusahaan, TAHUN, CAR (X­1), NPL (X2), BOPO (X3), dan ROA (Y)). Kemudian masukkan data setiap variabel pada Emiten (perusahaan) pertama. Urutkan data berdasarkan time series (data variabel setiap tahun) seperti yang terlihat pada gambar di atas.
  2. Lanjutkan dengan Emiten atau Perusahaan kedua. Urutkan data berdasarkan time series seperti langkah di atas. Lalu lanjutkan cara ini sampai Emiten terakhir pada penelitian.

Setelah selesai melakukan tabulasi data, maka data penelitian siap di-import ke E-Views. Akan tetapi, Anda juga dapat menyusun data ini langsung pada lembar kerja EViews. Sekarang kita akan meng-import data ke lembar kerja EViews.

Persiapan Data Panel E-Views

Untuk dapat melakukan analisis regresi linier data panel pada EViews, Anda mesti membuat template data panel pada Lembar Kerja EViews. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Regresi Data Panel
Image: M Jurnal
  1. Pertama-tama kita akan dihadapkan pada jendela Workfile Create. Pada menu Workfile Structur Type, tentukan tipe workfile Untuk data panel, silahkan pilih Balanced Panel.
  2. Pada menu Panel Specification, pilih Frequency penelitian, yaitu data yang kita gunakan. Sehubungan Contoh 4 ini menggunakan data tahunan, maka pilih Annual. Sesuaikan dengan data yang Anda gunakan, jika data bulanan, maka pilih monthly, dan begitu pula bila menggunakan data mingguan, pilih Weekly. Selanjutnya, isi kolom Start date, yaitu periode awal penelitian. Isi kolom End date, yaitu periode akhir penelitian. Sedangkan pada kolom number of cross sections, isi berapa banyak data cross section yang ada pada penelitian. Pada contoh ini, Saya menggunakan 4 perusahaan (emiten), maka ketik 4. Sesuaikan dengan jumlah data cross section yang Anda gunakan.
  3. Pada menu Workfile names (optional), isi kolom WF dengan nama yang bebas saja.
  4. Terakhir, klik OK untuk melanjutkan. Jika berhasil maka workfile data panel telah terbentuk. Selanjutnya masuk ke Tahap 3.

Input Data Panel ke E-Eviews

Input data Saya lakukan dengan cara Copy-Paste. Perhatikan gambar berikut:

Data Panel Eviews
Image: M Jurnal
  1. Pertama-tama, kita harus membuat Template seluruh variabel. Caranya, pada Workfile, klik Object, lalu klik New Object.
  2. Muncul jendela New Object, pada menu Type of Object, pilih Series.
  3. Pada kolom Name for object, ketik nama variabel (tanpa spasi). Boleh menggunakan X1, X2, X3, dst.
  4. Klik OK untuk melanjutkan.
  5. Jika benar, maka variabel akan muncul pada Workfile Lakukan 1-4 untuk membuat template variabel lainnya juga.

Template variabel telah kita buat, sekarang saatnya input data dengan cara Copy-Paste. Perhatikan Langkah-langkah berikut:

Image: M Jurnal
  1. Kembali pada tabulasi data di Ms. Excel. Blok semua data variabel (X dan Y) dimulai dari Emiten (Perusahaan) pertama hingga Emiten terakhir. Lalu tekan tombol keyboard ctrl dan c.
  2. Ingat susunan kolom variabel yang dimulai dari CAR (X1), NPL (X2), BOPO (X3), dan ROA (Y). Lalu kembali pada workfile EViews dan lakukan langkah-langkah berikut:
Image: M Jurnal
  1. Ingat susunan kolom pada variabel pada Excel tadi ?, Oke silahkan klik template variabel secara berurutan sesuai urutan kolom variabel pada Excel tadi yaa. Caranya, pada Contoh ini, Klik template variabel CAR, lalu sambil menekan tombol ctrl, klik template variabel NPL, BOPO, dan ROA.
  2. Klik kanan pada salah satu template variabel, pilih Open.
  3. Klik as Group.
  4. Pada jendela Group Klik Cell di bawah kolom CAR, dan paste data dari Excel tadi di sana.
  5. Jika ada pemberitahuan untuk memasuki Edit Mode, klik saja OK.
  6. Terakhir, Close jendela Group. Jika ada pemberitahuan Delete Untitled GROUP ?, klik saja OK, karna kita belum membutuhkan Template Group.

Sampai disini apakah ada yang ditanyakan ? Saya rasa kita sudah sama-sama memahaminya. Namun jika ada pertanyaan, silahkan ajukan melalui kolom komentar. Baiklah, mari kita lanjut pada tahap selanjutnya.

Ads

Estimasi Model Regresi Data Panel E-Views

Regresi data panel terdiri dari 3 metode yaitu Common Effect (CE), Fixed Effect (FE), dan Random Effect (RE). Ketiga metode tersebut dapat dilakukan pada lembar kerja EViews dengan mudah.

Cara mengestimasi model regresi data panel dengan metode CE, FE, dan RE tidak berbeda jauh. Perbedaan hanya terdapat pada pengaturan Panel Option nya saja. Berikut langkah-langkahnya.

Image: M Jurnal
  1. Blok seluruh template variabel seperti cara input data pada Tahap 3 di atas. Akan tetapi, urutan template variabelnya dimulai dari Y, X1, X2, X3 sampai Xn.
  2. Klik kanan pada salah satu template variabel, lalu pilih Open.
  3. Klik as Equation.
  4. Muncul jendela Equation, perhatikan kolom equation spesification. Pastikan urutan variabel dimulai dari Y, X1, X2, X3 sampai Xn dan diakhiri C. Sedangkan pada kolom Estimation Setting, pastikan menggunakan metode LS – Least Squares (LS and AR). Sampai disini, langkah estimasi model regresi pada ketiga metode sama saja.
  5. Sedangkan cara perbedaan estimasi model regresi data panel terdapat pada Panel Option. Berikut penjelasannya.

#1 Common Effect (CE)

Pada jendela jendela Equation Estimation menu Panel Option, perbedaan ketiga metode terletak pada Effects Spesification bagian Cross-Section.

Sedangkan bagian Period, GLS Wight, dan Coef. Covariance Method merupakan optional tambahan tergantung kebutuhan tertentu pada penelitian. Berikut Cross-Section untuk CE.

Image: M Jurnal
  1. Pada Cross-sections, pilih None.
  2. Klik OK untuk melanjutkan.
  3. Muncul jendela Equation Model CE, dan harus disimpan dengan cara klik tombol Close.
  4. Muncul pemberitahuan Delete Untitled EQUATION? Klik Name untuk memberikan nama.
  5. Muncul jendela Object Name, pada Name to identify object, berikan nama model (tanpa spasi). Disini Saya memberikan nama CE untuk Common Effect.
  6. Untuk melanjutkan, Klik OK.
  7. Lihat pada Workfile, muncul estimation model dengan nama CE atau yang telah Anda buat tadi.

#2 Fixed Effect (FE)

Untuk metode Fixed Effect, cara mengestimasi tidak jauh berbeda. Perhatikan langkah-langkah berikut:

Image: M Jurnal
  1. Pada Cross-section, pilih Fixed.
  2. Klik OK untuk melanjutkan.
  3. Muncul jendela Equation Models FE dan harus disimpan. Caranya sama dengan menyimpan Equation Models CE.
  4. Jika berhasil menyimpannya, maka mucul Estimation Model dengan nama FE atau yang telah Anda buat.

#3 Random Effect (RE)

Image: M Jurnal
  1. Pada Cross-section, pilih Random.
  2. Klik OK untuk melanjutkan.
  3. Muncul jendela Equation Models RE dan harus disimpan. Caranya sama dengan menyimpan Equation Models CE dan FE.
  4. Jika berhasil menyimpannya, maka mucul Estimation Model dengan nama RE atau yang telah Anda buat.

Dengan menyimpan estimation model CE, FE, dan RE, kita sudah memiliki modal dasar regresi linier data panel menggunakan EViews. Selanjutnya Anda harus memilih metode mana yang paling tepat untuk digunakan dalam penelitian.

Lalu bagaimana cara menentukan metode mana yang paling tepat ? Silahkan lihat pada pintasan panduan data panel berikut:

Pintasan Panduan Regresi Data Panel

  1. Metode Analisis: Uji apa saja yang wajib dilakukan pada Regresi data Panel ?
  2. Method Successive Interval: Lakukan Msi jika Anda menggunakan Quetioner dalam penelitian (abaikan jika tidak)
  3. Uji Asumsi Klasik : Uji Asumsi Klasik apa saja yang Wajib dilakukan pada Data Panel
  4. Estimasi Model: (Anda Disini)
  5. Memilih Model: Cara memilih model Regresi data panel (CEM, FEM, atau REM) menggunakan Chow Test, Hausman Test, dan LM Test.
  6. Variable Dominan: Cara menentukan Variable Paling Dominan dalam Penelitian Regresi data Panel

Apakah Panduan ini Membantu Menyelesaikan Permasalahan Anda ?

Rolan Mardani

Traktir Saya secangkir kopi supaya kuat begadang untuk membuat konten-konten Panduan yang berkualitas dan membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Bantu Orang Lain... Share Panduan ini:

118 tanggapan pada “Estimasi Model Regresi Data Panel Menggunakan E-Views”

  1. Selamat siang kak. Izin bertanya. Penelitian saya menggunakan data panel dari 10 bank umum syariah dengan periode tahun 2016-2020 (triwulanan), dan ada 4 variabel bebas. Namun saat ingin melakukan REM muncul pop up “Random effects estimation requires number of cross sections>number of coefs for between estimator for estimate of RE innovation variance.” Bagaimana solusinya ya kak ?

    1. Coba kurangin objek penelitiannya nya kak. Dari 10 bank menjadi 3 bank.
      Atau minimal jumlah objek < variabel. Terus test Estimasi REM nya.

  2. mohon maaf kak, izin bertanya lagi..
    untuk sumber literaturnya karya siapa ya kak?. soalnya ini penelitian skripsi saya, dan dosen penguji saya menanyakan tentang sumber literatur mengenai jumlah n (jumlah data)

    mohon dibantu ya kak

  3. mohon maaf kak, izin bertanya lagi.
    sumber yang mnegatakan tidak harus min 30 dari sumber literartur apa ya kak?
    Mohon di jawab, sebab dalam penelitian skripsi saya menggunakan dat 25. dan ditanyakan sumber literatur terkait

    1. Pengalaman kak…
      Untuk case kakak ini, fokus Saya bukan jumlah n…
      Tapi jumlah cross section vs time series..
      di data panel, khususnya E Views, jumlah cross section harus lebih kecil dari jumlah time series.
      Kalo enggak, bakal error saat estimasi model FE.

  4. Selamat malam kak…
    Mohon izin bertanya..
    Apakah untuk pengujian data panel mengharuskan min 30 data (n = 30)??

    Dalam skripsi saya menggunakan cross section 5 dengan waktu time series 5 tahun (tahunan) jadi 25 data..

    Mohon jawabannya ya kak 🥺

    1. Enggak juga…
      Tapi Banyak data Cross Section < Time Series. Tambah aja periode nya... Misal Cross Section 5, Time Series 6 atau 10 juga oke...

  5. putri ayu firawati

    Kak saya mau nanya lagi kak… kan kbtulan saya akuntansi syariah kak nah variabel saya saya ada suku bunganya… dosen saya nanya kak (kamu makek suku bunga padahal didalam syariah tidak ada suku bunga) dosen saya nany behitu kak… saya bingung jawabnya himana

  6. putri ayu firawati

    Kak izin bertanya kak… itu untuk harga saham… itu lebih baik ambil
    1) rata rata pertahun
    2) closing price
    3) (5 hari sblum terbit laporan keuangan & 5 hari stlah terbit laporan keuangan)
    Soalnya bingung kak mau makek yang bagaimana

    1. pake close tanggal akhir tahun (sesuai tanggal terakhir bursa). Biasanya tanggal 27 / 28 / 29 Desember… Tergantung tanggal merah atau bukan…
      Itu untuk data tahunan ya kak…

      Kalo data rata2 pertahun, Saya belum pernah analisis pake data itu…
      Mungkin ada teori yg bilang pake itu (mungkin ya)… Saya juga ga tau persis…

      Sedangkan yg ke 3 nih… 5 hari sebelum dan setelah…
      Biasanya, laporan keuangan tahunan setelah audit terbit bulan 3 tahun berikut nya…
      Kelamaan kalo pake data itu…

      Tapi kalo ada tujuan khusus terkait ini… ya sesuaikan aja…

      Kalo Saya… lebih cocok pake closing price..

  7. Siang kak, izin bertanya. Penelitian saya dengan variabel independen: nilai tukar, harga batubara acuan, serta dependen: harga saham dengan total perusahaan sampel 25. Maka ini adalah data time series ya tidak bisa pake data panel?

    1. Tidak kak. Pake Regresi Linier Time Series aja…
      Kalo Regresi Linier Data Panel wajib semua variabel berupa data panel.

      1. Kak kalau saya diminta pake event study dengan variabel tersebut apakah bisa ya? Dan kalau pakai event study berarti tidak pakai regresi lagi ya

        1. Bisa… Tapi di rombak sepenuh nya deh… Tujuan penelitian yang pake regresi dengan event study ga sama kak.

  8. Selamat pagi. Izin bertanya kak. Penelitian saya menggunakan data panel dari 3 negara dan dengan periode tahun 2014-2019, namun saat ingin melakukan REM muncul “Random effects estimation requires number of cross sections>number of coefs for between estimator for estimate of RE innovation variance.” Bagaimana solusinya ya kak ? bukankah kata kakaknya cross section harus lebih sedikit dari time series ? Mohon dibantu ya kak, terimakasih 🙂

    1. Itu namanya bilangan Eksponen kak..
      Misalnya 1.21E-06, itu sama dengan 0.0000012
      Kalo mau liat angka detil nya, copas aja ke Excel.
      Caranya, Blok data yang mau di copy (Di Eviews). Terus copy (bisa pake CTRL + C)

      Terus nanti ada pilihan. pada bagian copy numbers, pilih “Using highest precision” terus Ok.

      Paste ke Excel. Terus ubah Format Number menjadi Number.

      Setidaknya kakak jg harus paham gimana cara ngatur Format Number di Excel.
      Kalo belum tau, coba baca Panduan Format Cell Excel
      Lihat bagian Format Number Scientific. Di Excel, Bilangan Eksponen = Scientific

  9. Hai kak mau tanya, saya waktu memasukkan data ke eviews kok angka tidak muncul ya..kira-kira ada permasalahan di windows atau apa kak? Terimakasih

    1. Mungkin permasalahan titik atau koma sebagai pemisah ribuan / desimal.
      Coba ubah titik ke koma atau sebaliknya.. terus copas deh

        1. Ini balesan kakak untuk permasalahan titik dan koma ya.. bukan masalah bilangan Eksponen (E-6)
          Saya mau mastiin dulu nih.. soalnya ga bisa nerawang2 gitu..
          Kakak input data ke Eviews dari copy paste excel atau ketik langsung ke eviews satu2 ?

          1. Import ya..
            Benerin dulu data di file sumber nya.
            Yg di import file apa ? Excel kah ?

          2. Iya.. dibenerin dulu data sumber nya kakak… file Excel itu…
            Ada banyak kemungkinan kesalahan..
            1. Kalo sumber data (file Excel) berisi angka berupa bilangan desimal.. Pastikan angka tersebut menggunakan operator pemisah bilangan desimal yang tepat. Di Excel, 2,125 dalam format English sama dengan dua ribu seratus dua puluh lima. Kalo dalam format Indonesia, 2,125 sama dengan dua koma satu dua lima. Cek dulu, komputer kakak menggunakan titik atau koma. Coba baca Panduan titik koma Excel. Terus sesuaikan dengan format yang benar. Biasanya Eviews menggunakan Format English. Tapi kalo gagal juga, ganti aja ke format Indonesia.
            2. Pastikan angka di file Excel tersebut menggunakan format number yang bener (menggunakan number bukan text). Sebelumnya udah Saya kasih link Panduan Format Number Cell
            3. Pastikan data pada File Sumber tersusun dalam format yang sama dengan template Eviews. karena kakak input data melalui import.. Jadi kalo susunan data nya ga sama, ada kemungkinan terjadi kesalahan.

            Kalo belum paham cara import data, lebih baik pake cara copy paste aja kak. Artikel ini kan ngebahas cara copas tuh… ikuti aja cara itu..
            Tapi cek dulu point 1 dan 2 yang Saya sebutkan di atas.

  10. Tri purwaningsih

    Selamat malam,

    Saya ingin bertanya kak,
    Saya menggunakan data cross section yaitu tahun 2010-2019 dengan jumlah observasi 37.
    Waktu saya ingin menginput untuk analisis statistik deskriptif di program Eviews ada tulisan “Insufficient number of observations”, itu artinya apa ya kak? dan bagaimana solusinya ?

    Mohon penjelasannya,
    Terima kasih ^^

  11. Kak mau tanya dong, penelitian saya variabel independennya ROA, EPS, DPR, dan inflasi untuk variabel dependennya harga saham. Sampel menggunakan 24 perusahaan dari tahun 2015-2019.
    Itu bisa pakai data panel gk ya kak

    1. Untuk regresi data panel, semua data variabel harus berupa data panel.
      Menurut kakak, variabel Inflasi berupa data apa ? Data panel atau time series atau cross section kah ?

  12. Halo kak, mau bertanya. Saya variabel dependen: harga saham, independen: nilai tukar, inflasi, harga emas, vlm perdagangan saham. Perusahaannya 18. Waktu 12 bulan. Lalu di pengujian hausman invalid dan normalitas tidak normal. Apakah pengaruh karena cross section saya lebih banyak? Terima kasih. Mohon bantuannya ya kak, sudah dicoba berkali-kali begitu..

    1. Untuk regresi data panel, semua data variabel harus berupa data panel.
      Menurut kakak, variabel Nilai tukar, inflasi dan harga emas berupa data apa ? Data panel atau time series atau cross secrion kah ?

      1. Time series, lalu apakah vlm perdagangan saham jg tidak apa jika ngikut time series? Terima kasih ya jawabannya..

        1. Ya ga apa2 kak.
          Harga Saham dan Vlm Perdagangan Saham kan berupa data panel tuh… (12 bulan dan 18 perusahaan)
          Solusinya… diubah menjadi data time series…
          Misalnya data Vlm Perdagangan Saham untuk Bulan Januari, ambil aja data Rata-Rata Vlm Perdagangan Saham dari 18 Perusahaan untuk Bulan Januari
          Begitu juga untuk bulan berikutnya…
          Jadi data yang akan diolah ke Software (SPSS / Eviews / lainnya) menggunakan data Rata-rata (khusus Variabel Harga Saham dan Vlm Perdagangan)

          1. Baik kak, sudah mengerti. Kalau perusahaan 18, periode 12 bulan. Kan lebih banyak perusahaannya ya kak. Jawaban2 kakak di bawah, kata kakak tidak boleh sampel lebih banyak dari periodenya ya? Saya berarti tidak bisa juga ya kak? Terima kasih..

        2. Iya bener.. ga bisa kalo sample >= periode. Kemungkinan akan terjadi error (Singular matrix bla bla bla) saat estimasi FEM

          1. Terima kasih sekali kak atas infonya, ini sangat membantu saya. Semoga ilmu bermanfaat berkahnya tidak terputus..

  13. kak mau tanya kalau data saya ada yang kosong apakah akan mempengaruhi hasil regresi data panel nya? kalau iya, solusinya bagaimana kak? terimakasih

    1. Iya dong. Harusnya ga boleh kosong. Saya mengartikan kosong adalah tidak ada.
      Bukan Nol ya kak. Solusinya… ya harus ada data nya…

  14. Maaf Bang izin bertanya. Apakah untuk syarat regresi data panel itu harus terdapat 30 data? Atau di bawah 30 juga bisa? Kasusnya saya yaitu menggunakan data panel, terdiri dari 6 perusahaan dan periodenya 4 tahun saja, naah berarti data yang didapatkan dari 6 perusahaan selama 4 tahun yaitu hanya 24 (Masing-masing variabel) . Naah apakah dengan data 24 (masing-masing variabel) bisa dilakukan regresi data panel? Mohon jawabannya Bang, terimakasih

    1. Engga ada Syarat itu.
      Tapi yang perlu di perhatikan, jumlah data cross section (perusahaan) tidak boleh lebih banyak daripada jumlah data time series (tahun). Kalo di paksa, bakal ketemu “Warning Singular Matrix” ketika estimasi Fixed Effect Model.
      Seperti kasus kakak ini.. 6 perusahaan vs 4 tahun.
      Kalo data time series pake data tahunan, berarti 6 > 4.
      Saran Saya, kalo banyak perusahaan ada 6, maka gunakan periode minimal 7 tahun
      Tapi kalo time series pake data kuartal, tentu data time series 4 tahun udah cukup. 4 tahun x kuartal = 16 data

  15. Tapi intinya sama saja ya Bang dari type of objek series terus kemudian dijadikan grup, ataupun di grup kan langsung? Kalau untuk di tab quick kemudian klik empty group juga sama saja ya Bang?

    Tapi sepertinya hasilnya akan sama saja ya Bang? Karena kan yang menentukan hasil tu dari data, bukan bagaimana cara metode memasukkan data ke eviews nya? Mohon balesannya Bang🙏

    1. Podo maas..
      Ada orang yang menulis pake tangan kanan, ada yang pake tangan kiri. Hasilnya sama-sama tulisan.
      Pake cara yang paling disukai aja mas.
      Cuma 1 yang mau Saya koreksi. untuk langsung group
      Object > New Object > Group…
      Ini ga bisa kalo series belum di buat.

  16. Kak mau nanya dong kok pas saya klik equation estimation nya pilihan panel optionnya kok ga ada ya kak?
    Hanya ada pilihan spesification dan option kak 🙁

      1. Untuk workfile type nya saya pilih yg unstructured/ undated kak, soalnya penelitian yang saya lakukan pada perusahaan yang melakukan right issue dalam jangka waktu 2015-2019 dan tabulasinya menjadi setiap perusahaan hanya 1 tahun dan penelitian selama 5 hari setelah right issue
        Contoh : AALI melakukan right issue tgl 3 Juni 2019, di tabulasi menjadi 4-8 Juni 2019 untuk perusahaan AALI. dan itu berbeda” setiap perusahaan kak tahun sama tanggalnya, apakah saya bisa menggunakan data panel kak? Soalnya dospem menyuruh saya menggunakan data panel kak dan saya bingung input nya ke eviews untuk star date dan end datenya..
        Gimana ya kak solusinya? Mohon pencerahannya kak 🙏

        1. Template nstructured / undate itu bukan untuk data panel kak.
          Kalo terkait penelitian kakak Saya belum tahu variabel penelitiannya apa aja ? Metode analisis nya apa ?
          Dari yang kakak jelaskan, Saya kurang yakin penelitian ini bisa menggunakan regresi data panel.
          Coba pelajari tentang event study deh kak. Saya pikir lebih mengarah ke sana.

          1. Variabel independen nya harga saham, frekuensi perdagangan saham, volume perdagangan, return saham dan variabel dependen nya bid ask spread kak, kalau event study itu pakai aplikasi apa ya kak?

          2. Izin bertanya kak data saya itu variabel independenya inflasi,jmlh uang beredar,suku bunga,pdb dan nilai tukar terhadap harga saham periode waktunya 3 tahun terus jumlah perusahaannya 25 pas udh masuk ke as equation pasti muncul tulisan singular matrix itu kenapa ya kak? Mohon pencerahannya🙏🏻

          3. Liat dari variabelnya, ga mungkin kakak pake data panel.
            Saya rasa cukup pake data time series.
            25 perusahaan ini data cross section dan hanya tersedia untuk variabel Y (harga saham).
            Kalo inflasi, jumlah uang beredar, suku bunga, pdb, dan nilai tukar kan cuma data time series.

  17. Ijin bertanya, saya melakukan tahap yang Random tetapi tidak bisa. Muncul pop up “Random effects estimation requires number of crowa section>number of coef for between estimator …” Itu bagaimana ya? Trimakasih

    1. Banyak data cross section harus lebih sedikit dari banyak data time series. Biasa nya itu yang terjadi kak.
      Misalnya, data time series 2010 – 2020 jadi total ada 11 data
      Terus, data cross section (objek penelitian) maksimal 10. Tidak boleh lebih.

  18. Bang saya mau nanya mohon bantuannya 🙏🏻. Saya kan menggunakan data harga saham penutup perbulan JII DIJEU DJIJP DJMY DJIM Periode 2017-2019. Dengan 36 sampel. Saya menggunakan data panel, saya masih bingung untuk frequency nya bagaimana.?? Mohon bantuannya terima kasih🙏🏻

    1. Maksudnya data closing price dari JII DIJEU DJIJP DJMY DJIM untuk 1 variabel ya kak ?
      Kalo iya, itu kan pake data bulanan. Jd frequency nya pake bulanan juga. Data crossectiom nya ada 5

      1. Iya benar kak. Tapi pas saya masukin frequensi nya bulanan. Selama 3 tahun. Dan crossectionnya 5. Obs nya jadi 180 kak. Sedangkan data saya hanya 36 saja kak. Itu bagaimana ya kak?? Mohon batuannya lagi🙏🏻 Terima kasih

        1. Obs itu banyak data dari semua cross section dan time series nya kak.
          1 tahun = 12 bulan
          3 tahun = 36 bulan.
          Cross section ada 5. Jadi Obs = 36 bulan x 5 = 180

          1. Iyaa kak tapi saya bingung masukinnya :(. Berarti JII datanya ada 180?? Sedangkan saya mempunyai data selama 3 tahun hanya 36 kak. Itu bagaimana kak? Saya pusing bgtt 🙁

          2. Sepertinya penelitian kakak ini bukan pake dat panel deh..
            Saya mau tau dulu, variabel independen dan dependen nya apa ?

          3. Variabel independen saya JII. Variabel dependen saya DJIEU DJIJP DJMY DJMI. Kira kira itu data panel atau data crossection yaa kak?? Dan sampel saya 36 atau 180?? Mohon bantuannya🙏🏻 Terima kasih

          4. Variabel independen saya JII. Variabel dependen saya DJIEU DJIJP DJMY DJMI. Kira kira itu data panel atau time series yaa kak?? Dan sampel saya 36 atau 180?? Mohon bantuannya🙏🏻 Terima kasih

          5. Ooh.. itu data time series kak.
            Terus sample 36 yang kakak maksud ini periode ya ?
            Itu time series.. jd pake regresi data time series aja kak.

          6. Oke kak terima kasih atas bantuannyaaa 🙂 sangat membantu bgt. Sampel maksud saya untuk di bab 3 kak itu di tulisnya 36 sampel atau 180 ya kak??

  19. Selamat malam kak, saya ingin bertanya. Saat saya estimasi model, ce dan re berhasil, tetapi fe terdapat tulisan “near singular matrix”. Hal itu terjadi pada sampel 60, lalu saya perkecil jadi 45 juga tetap begitu kak. Apakah saya bisa lanjut dengan re atau bagaimana kak? Mohon bantuannya, terimakasih.

      1. Saya sudah cek multikol dengan spss dan eviews tapi tidak terjadi multikol kak. Untuk nilai vif pada spss semua hasilnya 1 dan nilai r-squared 0.05, f-statistic 0.87. Jadi bagaimana ya kak?

          1. Saya ujinya pakai CE kak, nilai r-squared 0.05 dan f-statistic 0.87. Dan saya ada 2 variabel dummy. Nilai prob untuk dummy 1 (kepemilikan keluarga) 0.81. Nilai prob dummy 2 (koneksi politik) 0.71. Untuk variabel lainnya ada komite audit dengan nilai prob 0.23 dan profitabilitas nilainya 0.72.

          2. Maksud Saya bukan hasil uji t dan F nya kak. Tapi hasil uji multikolinearitas nya.
            Tadi kakak bilang udah uji multikolinearitas pake SPSS dan EViews..
            Penelitian kakak ini kan pake Data panel. Jadi kalo pake SPSS ga bisa kak (belum support data panel).

          3. kak, mohon maaf. apa saya bisa konsultasi lebih jauh via platform lain seperti twitter atau telegram?

          4. Kalo diskusi public terkait semua konten di M Jurnal bisa lewat Forum M Jurnal Kak. Semuanya disediakan 100% Gratis. Dan ada team yang akan ikut diskusi, termasuk Saya.
            Tapi kalo untuk diskusi private hanya tersedia khusus Layanan dan Jasa yang ada di M Jurnal saja dan butuh biaya. Akan ada CS teknis yang akan memandu nantinya.

  20. Kak mohon dijawab, ini kok setelah saya klik open as equiation dapat error’ message yang isinya insufficient number of observation. Jadi gimana ini kak

  21. selamat malam ka, saya sedang melakukan penelitian skripsi. Saat melakukan pengujian model uji hausman dan lm memenangkan REM, namun saat dilihat data REM saya nilai R nya kecil hanya 5,7% dan prob F nya diatas 0,05. Solusinya bagaimana ya?

    1. Apakah setelah 3 pengujian (Chow, Hausman dan LM Test) yang terpilih adalah REM ? Benar begitu kak ?
      Kalau benar begitu, Selama model regresi lolos uji asumsi klasik yang dibutuhkan, maka berapapun nilai R Square bahkan hasil uji F tidak signifikan pun tidak masalah kak. Itu lah hasilnya.
      Kenapa begitu ? Coba baca artikel Saya tentang Apakah Penelitian Harus Signifikan ?

        1. Hasil dari Eviews ke Word maksudnya kak ?
          Kalo iya, copy paste aja…
          1. Buka dulu hasil Estimasi model nya…
          2. Blok semua isinya…
          3. Klik Kanan, terus pilih Copy
          4. Kalo muncul window Copy Option, Pilih As Displayed terus klik Ok. (Ini kalo muncul ya)
          5. Paste ke Word. cara nya klik kanan, pilih Paste. Atau pake CTRL + V juga bisa
          Ntar di Word tinggal ngatur ukuran nya aja.

  22. Maaf kak, kalau untuk data panel dengan 6 variabel independen, namun ada satu variabel independen yang dummy variabel (tipe auditor yaitu kap dan non kap). apakah perlu dilakukan uji chow, hausman, dan lagrange? atau ada saran lain misal menggunakan spss. makasih sebelumny

  23. Kak mau tanya, kalau mau transformasi data dalam bentuk log di e views itu yang di log variabel terikat atau variabel bebas kak?

      1. Kak. Data itu harus di lakukan uji normalitas biar apa kak??? Saumpama data nya tidak normal apa pengaruhnya atau dampak terhadap penelitian selanjutnya???

        1. Untuk menguji apakah sebaran data berdistribusi normal atau tidak.
          Ini salah satu Syarat yang digunakan sebelum analisis regresi linier.
          Uji normalitas berkaitan dengan sample penelitian.
          Dalam melakukan penelitian, tentu peneliti mengambil sejumlah sample dari satu populasi.
          Kalo jumlah data kurang dari atau sama dengan 30, maka data dari sample tersebut cenderung tidak berdistribusi normal.
          Tapi kalo jumlah data >30, maka sudah dapat diasumsikan data berdistribusi normal karena termasuk dalam jumlah data yang besar.

          Mengenai dampaknya, data tidak berdistribusi normal tidak ada pengaruh / dampak terhadap penelitian selanjutnya. Hanya saja hasil uji regresi linier cenderung bias sehingga tidak bisa dijadikan patokan.

  24. Selamat pagi kak, kak mau tanya. Data saya terkena masalah multikolinearitas. Saya sudah coba semua perbaikan seperti tranformasi data, ke pooling data. Namun hasilnya tetap sama. Data saya dikumpulkan dalam bentuk time series metode ols.

    1. Ada 2 Cara lain:

      • Coba tambah variabel baru. Tapi harus berdasarkan teori. Cari teori yang mendukung untuk memasukkan variabel tersebut kedalam penelitian.
      • Kurangi 1 Variabel yang memiliki korelasi paling tinggi. Tapi sebagian dospem jarang setuju mengurangi variabel. Biasanya minta tambah variabel. :D.

      Jadi sesuaikan dengan tipe dospem nya ya.

  25. Selamat siang kak, saya Irene mahasiswa tingkat akhir.
    Mau bertanya dibagian paste kedalam template variabel di eviews mengapa angka variabel
    dependen saya tidak keluar ya? Hanya bertuliskan NA. Apakah ada solusi untuk permasalahan ini? Terimakasih

  26. Lili Nurkhamidah

    saya lili mhs tingkat akhir, ingin bertanya mengenai olah data dengan eviews.

    Saya sudah melakukan estimasi model.
    Uji chow= FEM diterima
    Uji hausman= REM diterima
    Uji LM= CEM diterima
    Sebaiknya, saya harus menggunakan model yg mana?
    Saat menggunakan CEM, data tidak normal dan terjadi heteroskedastisitas.
    Kemudian saya perbaiki dengan menggunakan gls crosssection weight Dan hasilnya data normal dan lebih signifikan hasilnya dibanding dengan pls
    Namun data tetap heteroskedastisitas Dan terjadi autokorelasi. Apa yang harus saya lakukan?

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih

    1. Assalamu’alaikum kak Lili.
      Terkait case ini, ada beberapa hal penting:
      1. Uji Autokorelasi tidak diperlukan pada Data Panel.
      2. Hasil estimasi model seharusnya memilih 1 model yang paling tepat.

      Saran saya, terlebih dahulu lakukan penyembuhan Heteroskedastisitas. Kakak bisa pake salah satu dari 2 cara ini:

      1. Menggunakan Logarithma (log)
      Silahkan log semua data pada variable x dan y. Kalo di excel, Bisa pake Fungsi =Log(pilih cell yang akan di ubah menjadi log)
      Lalu gunakan data yang telah di logarithma kan dan ulangi proses estimasi model mulai dari input data ke eviews

      2. Menggunakan Metode Weighted Least Square (WLS)
      Data yang dibutuhkan:
      – Semua data variable
      – Residual Kuadrat setiap data. Gunakan data residual kuadrat yang dihitung menggunakan LM pada model pertama (yang terkena masalah heteroskedastisitas).

      Caranya:
      Kali-kan semua data dengan 1:σei
      σei = residual kuadrat pada perusahaan e dan periode i

      Contoh:
      Variabel X1 = Rasio Net Profit Margin (NPM)
      Periode penelitian = 2011 – 2019
      Jumlah Perusahaan = 5
      Data NPM tahun 2011 perusahaan 1 = 6%

      Maka WLS = 6% x 1 : σei

      Silahkan ubah semua data perusahaan pada masing-masing periode dan untuk semua variabel dengan metode WLS ini.
      Kemudian lakukan estimasi model menggunakan data variabel yang telah di ubah menggunakan Metode WLS

      Insya Allah Heteroskedastisitas bisa di atasi dan pemilihan model juga akurat.

    1. Selamat malam ka,
      Saya Yuni Anisa. Mau tanya, saya kan menggunakan data panel dengan variabel y (Rp), X1,2,3 (Rp), z (%). Transformasi data yang dilakukan, untuk semua variabel atau variabel z (%) saja ya? Terimakasih sebelumnya.

      1. Malam Kak Yuni.
        Untuk transformasi data, bisa dilakukan pada 1 variabel.
        Tapi, sering terjadi bias pada hasilnya. Terkadang juga terjadi konflik pada asumsi klasik.

        Jd, sebisa mungkin dilakukan untuk semua variabel.
        Transformasi data nya bisa pake logarithma natural (kalau tidak ada nilai negatif pada masing2 variabel)

        1. Untuk regresi data panel (bukan mra) variabel z nya ikut dimasukin ga ya kak? Apa cuma variabel x y saja?
          #maaf banyak tanya kak. Masih awam soalnya

          1. Untuk data panel, tidak perlu kak. Kalo dimasukin, nanti variabel z dianggap sebagai variabel x.
            #terimakasih udah bertanya kak 😊

  27. bagaimana kalo sebaliknya kak, data saya tahun 2015 terdiri dari banyak emiten/perusahaan, apakah sama menggunakan regresi ini? terima kasih

    1. Kalau data nya tahunan.. cuma 2015 tok. Bukan data bulan januari 2015, februari 2015, dst.. lalu perusahaan nya buanyaak.. maka ngga perlu regresi data panel.
      Pakai regresi data cross section aja. Cara nya sama aja dengan regresi data time series.. semoga membantu ..

  28. Marsia Michelle

    selamat sore, pada saat saya ingin melakukan fixed test selalu muncul error box “Positive or non-negative argument to function expected”. Apa ada solusi untuk permasalahan ini?

  29. Selamat siang mas Mardani

    Saya udah coba setiap tahapannya namun ketika masuk ke tahapan fixed effect selalu muncul peringatan “near singular matrix”. Mohon petunjuknya ,

    terima kasih

    1. kak mohon maaf, jika data saya terdiri dari 32 perusahaan dan dimulai dari tahun 2015 sampai 2019, apakah itu juga termasuk data panel kak? terimakasih

      1. Bisa jadi kak. Tergantung variabel juga. Data semua variabel harus diambil dari setiap perusahaan.
        Jd kalo ada data salah satu variabel yg tidak diambil dari 32 perusahaan tsb, maka tidak bisa pake data panel.
        Misal, variabel nya ROA, DAR, NPM dan Inflasi. Data Variabel ROA, DAR dan NPM diambil dari setiap perusahaan. Sedangkan data Inflasi hanya ada 1 dan tidak ada data untuk setiap perusahaan. Kalo ini kondisinya, ga bisa pake data panel.
        Oh ya, perhatikan juga untuk data panel.. Minimal harus memenuhi ini: Jumlah Data Cross Section (Perusahaan) tidak boleh lebih banyak dari Jumlah data time series.
        Note: Data Cross Section yang Saya maksud sample data setelah teknik sampling ya.. yang udah siap untuk di olah menggunakan Regresi Data Panel.
        Misal, Populasi ada 32 perusahaan. Setelah teknik sampling, ternyata hanya 20 Perusahaan. jadi data cross section ada 20 perusahaan. Maka minimal data time series harus ada 21. Kalo pake data bulanan, bisa pake minimal data 21 bulan. Kalo pake data tahunan ? 😀 😀 21 tahun deh hahaha.

        1. putri ayu firawati

          Halo kak izin bertanya… judul saya Pengaruh arus kas operasi, laba akuntansi, suku bunga dan uang beredar terhadap harga saham… kemudian apakah itu termasuk data panel kak??? Saya masih bingung dengan data panel dan bagaimana persamaannya kak

          1. Coba pelajari dulu SUB-BAB Panduan Jenis Data kak.
            Salah satu Syarat regresi data panel = semua variabel harus berupa data panel.

          2. putri ayu firawati

            Trimakasih sebelumnya kak… saya jujur masih bingung…boleh konsul via email kak??? Dan oh iya untuk data panel sudah paham kak…. tapi saya pengen melakukan penelitian yang tidak menggunakan data panel ddngan judul diatas kak… caranya gimana ya kak

          3. Hm… Saya ga selalu buka2 email kak…
            Dari komentar ini aja ya…
            Insya Allah setiap hari Saya bales komen yg masuk..
            Oh ya, untuk judul kakak, juga bisa kok kalo ga mau pake data panel.
            Gunakan data rata2 berdasarkan time series nya aja..
            Misal ada 10 perusahaan.
            Dari judul penelitian kakak ini kan cuma 3 variabel yg kemungkinan berupa data panel (Arus kas operasi,laba akuntansi dan Harga Saham)
            Sementara 2 lainnya berupa data time series…
            Jd 3 variabel yg berupa data panel itu diubah menjadi time series..
            Gunakan data rata2 semua perusahaan dalam 1 periode per masing2 variabel.
            Misalnya, periode penelitian 2010-2020. Jumlah perusahaan ada 10..
            Data untuk variabel arus kas operasi th 2010, gunakan rata2 dari 10 perusahaan itu..
            Begitu juga untuk thn 2011, ambil nilai rata2 dari 10 perusahaan..
            Begitu seterus nya untuk thn 2012 sampe 2020.
            Dan gitu juga untuk variabel Laba Akuntansi dan Harga Saham.
            Kalo udah… data itu lah nanti yg bakal di olah bersama 2 variabel (suku bunga dan uang beredar).
            Mudah2an bisa dipahami ya…

          4. Oke kak baik..m aku banyak tanya yaa… maaf ya kak…
            nah untuk periode aku makek 3 tahun kak yakni 2018-2020
            Untuk mengganti dari data panel ke time series maka semua variabel diambil nilai rata-ratanya dalam satu tahun ya kaka??? Nah dari tahun 2018-2020 apakah perlu menambah tahun lagi kak menjadi 6 tahun misalkan atau lebih gitu yakak??? Nah kalo misalkan saya makek 10 tahun kemudian kan tidak semua perusahaan dapet laba nah otomatis sampel perusahaan saya juga bakalan sdikit itu kira kira bagaimana ya kak

          5. Iya.. tambah lagi periode nya.. minimal 6 thn deh…
            Kalo periode nya terlalu pendek… unjung2 nya nanti ada aja masalah…
            Kalo 10 thn. Lebih bagus lagi..
            Tp jangan khawatir kalo onbject penelitian (perusahaan) nya berkurang…
            Ga masalah mah..
            Cukup gunakan perusahaan yg punya data lengkap…
            Nah disini lah salah satu peran teknik sampling dalam penelitian.

          6. Dan kak kmrin dosen saya nanya… knapa harga saham kamu makek tahunan knapa bukan harian gitu kak… saya bingung jawabnya gimana…. oh iya kak untuk data panel apakah hanya bisa diubah ke time series kak??? Kalo di ubah ke cross section apakah tidak bisa kak???

          7. Variabel lainnya kan pake data tahunan kak..
            Mana ada data harian untuk Arus Kas Operasi, laba akuntansi dll..
            Ga mungkin dong harga saham nya pake data harian.

            Data panel juga bisa di ubah ke cross.. tergantung konsep penelitian nya seperti apa.. Mau Cross atau time…
            Jd perlu di pertimbangkan juga variabel lainnya kak…
            Mungkin ga variabel lain di ubah ke data cross section ?
            Kalo variabel Arus Kas Operasi, Laba Akuntansi dan Harga Saham mah bisa bisa aja..
            Kalo variabel Suku Bunga sama Uang Beredar bisa ga ?

          8. putri ayu firawati

            Jadi kalau misalkan variabel 1 makek data tahunan… semuanya juga makek data tahunan… begitu ya kak?? Oke kak saya bakal nambah tahun kayaknya soalnya agak bingung jika menggunakam data panel kak… oh iya kak apakah ada bimbingan yang lebih privat lagi ridak kak??? Soalnya butuh banyak arahan kak… maklum masih terlalu bocil kak… soal penelitian

          9. Hehehe, maaf kak.. untuk penelitian, Saya ga buka jasa… 🙏🏻
            Di Komentar ini aja yaa.. atau di forum juga boleh..
            Insya Allah bisa selesai..

          10. putri ayu firawati

            Saya berencana menambah tahun dari tahun 2017-2020 tidak apa-apa kan kak??? Itu kan 7 tahun kak… apakah untuk ke SPSS itu tidak masalah kak??? Kan variabelnya nanti hanya ada 7 data itu kak

            Atau apakah bisa kak misal 2018 ke 2020 semua variabel di triwulankan apakah itu termasuk time series kak??

          11. 7 thn mungkin maksudnya dari 2014-2020 ya ? Bagus kok kak.
            Ga masalah kok.. yg 5 atau 6 tahun aja ada juga…
            Kalo berdasarkan waktu, itu nama nya time series kak..
            Kan udah ada artinya setiap jenis data dari panduan yang Saya kasih sebelum nya..

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)