Anda disini: M Jurnal » Skripsi » Cara Menghitung Portofolio Optimal Menggunakan Excel – Tutorial Lengkap

Cara Menghitung Portofolio Optimal Menggunakan Excel – Tutorial Lengkap

Portofolio Optimal

Analisis Portofolio Optimal merupakan salah satu strategi investasi yang cukup populer untuk menghasilkan return yang tinggi dengan risk yang cukup rendah.

Dalam dunia pendidikan, banyak peneliti yang mengembangkan teori-teori asset pricing ini. Salah satu teori yang cukup populer ialah Portofolio Optimal menggunakan Single Index Model.

Pada kesempatan kali ini, Saya akan memberikan tutorial cara menghitung portofolio optimal menggunakan excel.

Sebelum masuk ke pembasannya, bagi Anda yang masih bingung dalam menentukan judul penelitian, silahkan lihat daftar contoh judul penelitian / skripsi manajemen keuangan yang dapat Anda download file pdf nya sebagai referensi dalam penelitian.

Download File Excel yang Digunakan

Data Yang Saya Gunakan:

Sebelum Anda mempelajari panduan ini sampai habis, silahkan download terlebih dahulu File Excel yang Saya gunakan atau gunakan File Excel Online Berikut:

Note:
Klik Icon FullScreen pada sudut kanan bawah file excel online untuk menggunakan semua fitur.
Klik icon download pada baris sudut kanan bawah layar untuk download file.

Persiapkan Data Anda

Silahkan persiapkan data-data berikut untuk di olah.

  1. Closing Price, yaitu harga penutupan saham sesuai periode penelitian
  2. Indeks Harga Saham, yaitu indeks yang dapat menggambarkan objek penelitian secara umum. Jika Anda melakukan penelitian dengan objek saham-saham syariah, maka dapat menggunakan Jakarta Islamic Index (JII) dan sebagainya.
  3. Risk Free, Anda bisa menggunakan suku bunga yang ditetapkan bank central. Jika objek penelitian adalah perusahaan go-public IDX, maka Anda dapat menggunakan suku bunga acuan dari Bank Indonesia yaitu BI Rate (sekarang menjadi BI 7 Days Repo Rate).

Sebagai contoh, Saya akan menggunakan 11 perusahaan yang konsisten masuk kedalam daftar 50 perusahaan terbesar (memiliki kapitalisasi pasar terbesar) di IDX dengan periode dari 2005 – 2015.

Saya menggunakan Ms Excel 2013 dalam memproses data. Mungkin akan terdapat sedikit perbedaan jika Anda menggunakan versi lama atau terbarunya. Jika Anda masih belum tahu cara menggunakan Excel, silahkan pelajari di Pusat Panduan Excel M Jurnal.

Tabulasi Data di Excel

Tabulasi data ini bertujuan agar mempermudah kita dalam mengolah data. Saya sarankan, Anda menyusun data seperti berikut ini:

Portofolio Optimal
Image: M Jurnal
  1. Untuk  memudahkan perhitungan selanjutnya, susun Data Emiten yang menjadi sampel penelitian secara horizontal.
  2. IHSG merupakan indeks pasar. Sebelum melakukan analisis portofolio optimal, Anda harus memilih indeks pasar yang paling tepat menggambarkan data sample secara keseluruhan.
    Contoh pertama, Saya menggunakan sample 11 perusahaan terbesar yang terdaftar IDX. Menurut Hartono (2008:98), perusahaan berkapitalisasi besar lebih mendominasi fluktuasi IHSG. Maka Saya menggunakan IHSG sebagai index pasar.
    Contoh kedua, jika Anda menggunakan sampel emiten-emiten syari’ah, maka indeks pasar yang paling tepat adalah indeks syari’ah seperti JII atau ISSI.
  3. Rf (risk free) adalah tingkat keuntungan (return) bebas risiko. Pada contoh ini, Saya menggunakan BI Rate.

Selanjutnya kita mulai mengolah data. Silahkan gunakan pintasan panduan berikut untuk membuka setiap Sub Bab Panduan. Di akhir setiap Sub Bab, Anda akan menemukan Pintasan Panduan yang sama.

Pintasan Panduan Olah Data Skripsi Portofolio Optimal

  1. Data & Tabulasi: (Anda Disini)
  2. Return: Menghitung Actual Return dan Expected Return masing-masing emiten, market dan risk free.
  3. Risk: Menghitung Variance (σ2), Alpha (α), Beta (β), dan Unsystematic Risk (ei) masing-masing emiten dan market
  4. Risk Free: Menghitung Excess Return dan Expected Excess Return dari Risk Free
  5. Ai, Bi, dan Ci: Menghitung nilai Ai, Bi, Ci dan Excess Return to Beta (ERB)
  6. Optimal: Mengurutkan Emiten berdasarkan ERB, Menghitung Cut-off Point dan Menentukan Emiten yang masuk kedalam Portofolio Optimal
  7. Pembobotan: Menghitung Zi, Wi, Alpha Portofolio, Beta Portofolio, dan Unsystematic Risk Portofolio Optimal.
  8. SIM or CAPM ?: Menghitung Single Index Model (SIM) dan Capital Asset Pricing Model (CAPM) lalu memahami hasilnya

Panduan Nyusun Skirpsi

List Artikel Terbaru

41 tanggapan pada “Cara Menghitung Portofolio Optimal Menggunakan Excel – Tutorial Lengkap”

  1. mohon infonya, bukankah rumus untuk mencari excess return yaitu ekspektasi return dikurang risk free? tp kok yang kk hitung return?

  2. Halo kak, mau tanya. Kalau misalnya setelah perhintungan hanya 1 saham yang masuk kategori optimal dan memiliki proporsi 1 artinya kan 100%. Nah, 100% itu maksudnya apa ya kak?

    1. artinya, 100% risk/return di hasilkan dari saham tsb..
      Arti lainnya, bisa juga 100% dana yang dimiliki di investasikan ke saham tsb untuk mendapatkan keuntungan sesuai perhitungan Expected Return CAPM atau SIM atau model asset pricing lainnya

      1. makasih sebeulmnya kak. maaf kak, saya mau tanya lgi, model SIM kan merupakan salah satu model yg digunakan investor dalam pengambilan keputusan investasi. jadi bagaimana jika misalkan investor ingin berinvestasi sepanjang tahun 2021-2023 tapi belum mendapatkan datanya untuk menghitung model SIM tersebut, jdi pengambilan keputusannya gimana ya kak? mohon infonya kak, terima kasih

        1. Ya pake hasil dari data historis yg udah ada kak (sebelum 2021).
          Misalnya seperti contoh di Panduan ini, hasil perhitungan dari model SIM kan berupa Expected Return Portofolio perbulan.
          Hasil Expected Return Portofolio itu yang jadi gambaran seberapa besar keuntungan yang bisa di dapatkan dari kombinasi saham yg di hasilkan untuk menentukan keputusan investasi berikut nya.
          Note: Expected Return = Return yg diharapkan

  3. Eniya alfinawati putri

    Assalammualaikum wr wb, pak saya mau nanya untuk menghitung varian residual itu apa emng rumus nya seperti itu? Soalnya saya liat dibuku jogiyanto tidak seperti itu rumusnya , mohon bantuannya pak

    1. Wa’alaikumsalam kak Eniya. Iya kak. Itu penyederhanaan rumus agar sesuai dengan tabulasi data yang Saya pake pada contoh ini. Coba baca buku Karangan Suad Husnan.

      1. Eniya alfinawati putri

        Buku suad husnan judul nya tentang apa pak?
        Dan tahun berapa pak? Soalnya saya liat banyak buku suad husnan

        1. Maaf ya kak Eniya, baru bisa Saya bales.
          Judul nya ini kak.
          Husnan, Suad. 2015. Dasar-dasar Teori Portofolio & Analisis Sekuritas. Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN
          Bisa juga baca2 buku karangan Tandelilin

  4. Apakah untuk menghitung expected return dengan menggunakan model pasar, langkah-langkahnya sama? Hanya, pada langkah perhitungan terakhirnya saja yang berbeda, yaitu dengan menggunakan rumus model pasar. Mohon penderahannya. Terima kasih sebelumnya

  5. Apa alasan mengeliminasi perusahaan yang konsisten berada dalam 50 big cap karena stock averse atau stock split?

    1. Stock Split membagi harga saham sesuai rasio stock split sehingga jumlah saham beredar menjadi lebih banyak. Stock Averse kebalikannya. Karena Perhitungan Portofolio optimal menggunakan data (mentah) harga saham, maka perubahan data harga saham akibat stock split dan/atau stock averse akan merubah hasil perhitungan return dll menjadi keliru.
      Yang ke 2, mengeliminasi perusahaan yang konsisten berada dalam 50 big cap, itu karena target penelitian adalah emiten2 yang konsisten masuk dalam list 50 big cap. Yang tidak konsisten, tentu tidak masuk dalam kriteria penelitian.

  6. Kalo perusahaan dalam kategori optimal tapi bobotnya negatif itu bagaimana cara mengatasi nya ya?, terus kalo data mingguan rf nya di bagi 50 atau 52?

    1. Seleksi lagi perusahaan yang masuk portofolio optimal. Perusahaan yg memiliki ERB dan beta negatif, tidak masuk dalam portofolio optimal. Bobot itu harus antara 0 sampai 1 mbak. Jika ada bobot yang negatif, artinya ada kesalahan dalam menentukan perusahaan yg masuk ke dalam portofolio optimal
      Untuk rf mingguan di bagi 52 aja mbak.

  7. Fatmawati Lestari

    permisi kak, saya mau menanyakan kenapa ang dipakai itu data bulanan yah? apakah ada alasannya data bulanan itu lebih baik digunakan saat melakukan perhitungan terhadap portofolio karna seperti yang kita tau harga saham saja setiap setiknya bisa berubah. terimakasih kak

    1. Itu semua tergantung si pengguna data mbak. Melihat tujuan dari si pengguna. Apakah untuk analisa jangka Panjang / pendek. Kalau portofolio untuk investasi akan lebih baik menggunakan data dengan time frame besar, missal Daily, Weekly, Monthly. Kalau jangka pendek (trader), lebih baik menggunakan time frame kecil.

      Jika dihubungkan dengan judul artikel ini. “Portofolio optimal”. Model asset pricing yang digunakan CAPM. Dalam pembentukan portofolio optimal menggunakan CAPM memerlukan data Risk Free (dalam hal ini BI Rate).
      Pertanyaannya:
      Apakah BI Rate bisa berubah setiap detiknya seperti harga saham ? Tentu tidak. BI membutuhkan waktu untuk menganalisa makro ekonomi untuk menentukan arah kebijakan BI Rate.
      Dalam penelitian statistik tentunya kita tidak bisa meneliti data yang menggunakan time frame berbeda. Kita harus menyamakan time frame nya. Maka dari itu menggunakan data Bulanan.

  8. Halo om, mau tanya kenapa Rf per bulan harus dibagi 12 sedangkan BI Rate nya sudah ada per bulan ?

    1. Maaf.. saya baru aktif kembali untuk kelola web ini. Mungkin jawaban saya saat ini telat. Tapi mudah2an bisa membantu teman2 yang lain bila membaca komentar ini.
      Rf memang di bagi 12. 1 tahun = 12 bulan. BI rate akan berubah terus setiap bulannya. contoh. BI Rate Bulan 11. Ini adalah suku bunga acuan untuk 12 bulan kedepan. Selanjutnya, Bulan 12 akan ada BI Rate lagi. BI Rate bulan 12 ini adalah suku bunga acuan untuk 12 bulan kedepan. terhitung tanggal di terbitkannya BI Rate. Dan begitu seterusnya bila ada terbitan suku bunga acuan selanjutnya di bulan2 berikutnya.

  9. Dwi Septina Sari

    selamat siang, saya mau menanyakan rumus Varians (σ2) excel jika dihitung menggunakan rumus manual hasilnya berbeda dengan menggunakan excel.
    misal hasil varians (σ2) AALI di excel anda hasilnya 0,0158
    namun setelah saya hitung menggunakan rumus manual hasilnya 0,05448

    mohon penjelasannya terimakasih

  10. Iryani Wulandari

    Mohon maaf bapak, bolehkah membagi ilmu bapak untuk metode diganti menjadi metode Markowitz yaitu tidak menggunakan alpha dan Beta melainkan koefisien korelasi. Juga mohon untuk cara atau tahap tahap secara excel. mohon bantuan. Terimakasih

  11. selamat sore pak, saya mau bertanya jika mencari return riskfree harian dalam srtahun sebaiknya dibagi 360 atau 365 ya terima kasih

  12. Saya mau tanya, ada beberapa sumber memakai suku bunga SBI, kenapa disini memakai BI rate?
    Lalu bagaimana cara mencari nilai IHSG? Terima kasih

    1. BI Rate itu suku bunga acuan bagi seluruh bank di Indonesia mbak. Jd, rata2 bank akan memberikan bunga sekitar besaran BI Rate. Sumber nya bisa baca buku suad husnan atau jogiyanto hartono mbak.
      Selagi ada sumber yg jelas, kita bisa pertahankan penggunaan BI Rate.

      Untuk mencari nilai IHSG, bisa di download di situs IDX mbak.. atau bisa juga download melalui finance.yahoo.com.

      1. Christian Adhi Natanegara

        Rumus Excel Variance Residual Errornya masih salah, Pak. Tidak sesuai dengan ilustrasi Excel di bawahnya. Mohon bantuannya ditinjau kembali. Terima kasih

    1. Hallo mas Adi.
      Kami juga sering mendengar keluhan dari teman-teman yang pake ms 2010. Kami belum tahu apa penyebab yang pasti ms 2010 banyak kendala. Namun sebetulnya fungsi slope dan intercept udah didukung pada Ms. 2007 sampai 2016.
      Ada baiknya di coba kembali. Pastikan format formulanya udah benar. Misalnya penggunaan tanda “titik koma” (;) atau tanda “koma” (,) sebagai pemisah range data.
      Jika masalah masih berlanjut, tolong mas kirimkan ss nya ke kami ya.

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)