Anda disini: M Jurnal » Skripsi » Cara Membuat Latar Belakang Penelitian / Proposal / Skripsi

Cara Membuat Latar Belakang Penelitian / Proposal / Skripsi

Ketika menyusun proposal skripsi, wajar jika Mahasiswa Tingkat Akhir sedikit kesulitan dalam membuat latar belakang penelitian. Namanya juga baru pertama kali, tentu belum menemukan gambaran seperti apa sih latar belakang pada BAB 1 ini ?

Pada SUB-BAB Panduan sebelumnya, Anda sudah belajar bagaimana cara menentukan Judul skripsi yang tepat serta 200 contoh penelitian terdahulu yang bisa Anda download. Setelah menentukan judul, kali ini Saya berikan gambaran detail tentang bagaimana cara membuat latar belakang penelitian. Saya akan bahas berdasarkan judul, metode analisis dll… Sudah siap ? Mari kita mulai.

Apa yang Harus Anda Ketahui Tentang Latar Belakang Penelitian ?

Note: Bagaian ini sangat-sangat penting!. Jangan sampai gagal paham apabila Anda melewatkan bagian ini.

Latar Belakang Penelitian adalah dasar suatu penelitian yang menjelaskan alasan-alasan, masalah, “perbedaan” hingga apa yang akan diteliti dalam suatu penelitian. Permasalahan yang diteliti harus dijelaskan dalam lingkup yang lebih luas hingga sedetil mungkin.

Selain itu, peneliti juga harus menyatakan bahwa belum ada peneliti terdahulu yang memecahkan permasalahan yang terjadi atau jika sudah ada peneliti terdahulu yang melakukan penelitian tersebut, maka peneliti harus menyatakan perbedaan antara penelitian yang ia lakukan dengan peneliti terdahulu.

Dengan kata lain, Latar belakang penelitian bukan hanya sekedar tentang alasan peneliti tertarik untuk meneliti masalah tersebut, melainkan penjelasan yang lebih detail baik secara luas yang bisa berisi data pendukung (tabel / grafik) ataupun Fakta yang terkait dengan variabel (sesuatu yang diteliti).

Cara Membuat Latar Belakang Penelitian yang Benar

Ada yang bilang, cara membuat latar belakang penelitian (proposal / skripsi) harus seperti segitiga terbalik. Apa sih maksudnya ? Lalu gimana cara menerapkannya pada judul Penelitian Saya ?

Ads

Sebetulnya gak begitu sulit. Yang terpenting, pahami dahulu variabel penelitian Anda baik secara mikro (detil) maupun makro (luas). Cari tahu hal-hal yang terkait dengan variabel penelitian.

Untuk kesederhanaan, Saya rangkum cara membuat latar belakang penelitian menjadi 5 tahap utama berikut:

#1 Apa yang Harus di Bahas Pertama Kali Pada Latar Belakang Penelitian ?

Mulai pembahasan secara luas terlebih dahulu yang berkaitan dengan Tujuan Penelitian Anda. Jika Saya bicara secara umum, tentu akan bervariasi. Misalnya ada penelitian yang bertujuan mencari tahu hubungan sebab-akibat antara variabel, ada juga yang bertujuan untuk membandingkan 2 data dan ada juga berbagai tujuan lainnya.

Note: Karena ada banyak tujuan penelitian yang berbeda-beda, Saya berikan 2 contoh judul sebagai gambaran.

Contoh Pertama: Pengaruh Profitabilitas dan Leverage terhadap Return Saham pada PT…

Pada judul tersebut sudah terlihat bahwa penelitian tersebut bertujuan untuk mencari tahu hubungan sebab-akibat yaitu Profitabilitas dan Leverage sebagai Sebab, dan Return Saham sebagai Akibat.

Jadi fokus pembahasan pertama adalah variabel yang menjadi akibat yaitu Return Saham. Dari sini, tugas Anda cukup mencari tahu hal-hal yang terkait dengan Return Saham secara luas (makro).

Caranya, coba pikirkan lebih mendalam, Return Saham itu membahas tentang apa ? Aset Perusahaan kah ? Keuntungan dalam Perdagangan Saham ? Atau Laporan Laba/Rugi ? Tentu yang benar tentang Keuntungan dalam Perdagangan Saham.

Selanjutnya, coba pikir lebih luas lagi… karena Return Saham merupakan keuntungan dalam perdagangan saham, lantas dimana Anda bisa membelinya ? Apakah di Bank Indonesia, Minimarket atau Pasar Modal ? Tentu Pasar Modal dong.

Ads

Anda juga bisa mencari tahu istilah-istilah yang terkait dengan Return Saham. Misalnya Trading, Analisa Teknikal, Analisa Fundamental, Rasio Keuangan, Investasi, Laporan Keuangan dan lain sebagainya.

Namun dari beberapa istilah tersebut, tidak semua “cocok” Anda masukkan pada bagian awal latar belakang penelitian. Lihat kembali yang paling terkait dengan Return Saham serta Berhubungan dengan Penelitian Anda secara keseluruhan.

Misalnya, apakah penelitian Anda juga membahas tentang Trading, Analisa Teknikal, Analisa Fundamental, dan Laporan Keuangan ? Dalam contoh ini tentu saja tidak. Tidak ada topik khusus tentang istilah-istilah tersebut.

Bagaimana dengan Rasio Keuangan ? Ya, dilihat dari semua variabel, penelitian ini juga menggunakan Rasio Keuangan sebagai variabel Independen yaitu Profitabilitas dan Leverage. Namun, tidak cocok jika Anda bahas pada bagian awal latar belakang. Simpan dulu istilah ini, Saya akan bahas pada Tahap 2 di bawah

Terakhir, bagaimana dengan istilah Investasi ? Saya pikir topik ini sangat cocok dimasukkan ke dalam bagian pertama pembahasan latar belakang penelitian. Karena Return Saham merupakan bagian dari Investasi.

Jadi secara berurutan, mulailah pembahasan latar belakang dari Investasi > Pasar Modal > Saham > Return Saham.

Note: Penjelasan ini bukan ilmu Pasti, Anda bisa merangkai bagian awal latar belakang dari topik lainnya yang terkait. Tujuan Saya agar Anda bisa mendapatkan gambaran seperti apa menulis latar belakang penelitian itu.

Contoh Kedua: Perbandingan Return Saham Sebelum dan Selama Covid 19 Pada PT…

Untuk contoh judul ini (perbandingan), hanya ada 1 variabel yaitu Return Saham dengan 2 periode data yang berbeda (sebelum dan selama). Karena tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan 2 data dari 1 variabel, maka Anda bisa fokus ke variabel utama yaitu Return Saham.

Jika Saya ulangi penjelasan pada contoh pertama diatas, tentu bakal membosankan. Ujung-ujungnya urutan bagian pertama latar belakang seperti ini Investasi > Pasar Modal > Saham > Return Saham.

Tapi ingat… tidak ada ilmu pasti. Yang jelas mulailah dari pembahasan yang lebih luas sebelum Anda masuk ke variabel utama. Dalam contoh ini, Anda boleh-boleh saja memulai pembahasan dari topik Covid 19 > Pasar Modal > IHSG > Saham > Return Saham.

Loh.. Apa hubungannya Covid 19 dengan Return Saham ?

Jangan tanya itu.. Justru karna itu lah penelitian ini dilakukan. Coba lihat kembali judul pada contoh kedua ini. Periode Penelitian adalah Sebelum dan Selama Covid 19. Artinya, penelitian ini bertujuan membandingkan data sebelum masa Covid 19 dan selama masa Covid 19.

Anda ingat pada Tahap Pertama Saya jelaskan: “mulailah pembahasan secara luas terlebih dahulu yang berkaitan dengan Tujuan Penelitian Anda“. Lupa ? Baca Lagi

Note: Anda juga bisa menyertakan Teori terkait seperti berikut:

“Kristiana dan Sriwidodo (2012) menyatakan bahwa saham adalah instrumen investasi yang paling banyak diminati para investor karena mampu memberikan tingkat pengembalian atau return tertentu.”

Dengan teori terkait, tentu latar belakang penelitian Anda semakin kuat.

Sejauh ini Saya harap Anda sudah mendapatkan gambaran seperti apa bagian Awal Latar Belakang Penelitian. Selanjutnya saya bahas bagian yang agak mendetail (tahap 2) berikut:

#2 Bahas Variabel Satu Persatu + Sertakan Teori dan Hasil Penelitian Terdahulu

Selain Variabel Return Saham, pada contoh pertama juga terdapat 2 variabel lainnya (Profitabilitas sebagai variabel X1 dan Solvabilitas sebagai variabel X2). Sedangkan contoh kedua hanya menggunakan 1 variabel (Return Saham).

Jika ada variabel lainnya, mulai lah pembahasan dari variabel tersebut. Anda bisa mulai dari Profitabilitas (X1) lalu Solvabilitas (X2). Jangan lupa meyertakan teori terkait dan Hasil Penelitian Terdahulu.

Untuk teori terkait, minimal Anda bisa menggunakan teori yang menyatakan bahwa salah satu variabel independen (bebas / x) mempengaruhi variabel dependen (terikat / y). Misalnya seperti teori berikut:

“Menurut Kasmir (2012:204), Rasio Return on Equity dapat memberikan gambaran seberapa besar laba bersih setelah dikurangi pajak dibandingkan dengan modal saham perusahaan”

Teori tersebut dapat menjelaskan alasan Anda untuk menggunakan Rasio Return on Equity sebagai indikator pengukur nilai variabel Profitablitas. Jadi ketika Anda membahas tentang variabel Profitabilitas, maka sertakan teori yang terkait. Begitu juga dengan variabel lainnya.

Sementara itu, untuk hasil penelitian terdahulu yang benar adalah penelitian terdahulu yang menggunakan minimal 1 variabel independen dan 1 variabel dependen yang sama (untuk contoh pertama) atau minimal 1 variabel yang sama untuk contoh 2. Misalnya seperti hasil penelitian berikut:

“Hasil penelitian yang diperoleh Olowoniyi dan Ojenike (2012), Kabajeh et al., serta Haghiri dan Haghiri (2012) menunjukkan ROE memiliki pengaruh yang positif serta signifikan terhadap return saham.”

Untuk variabel X1, Anda bisa menyertakan hasil penelitian tersebut. Bagaimana, apakah ada kesulitan pada bagian ini ? Mudah-mudahan tidak ya…

#3 Sertakan Pro dan Kontra atau Issue Terkait Pada Latar Belakang Penelitian

Pada Tahap kedua, bisa saja Pro dan Kontra sudah Anda tampilkan dari hasil Penelitian terdahulu. Karena pada dasarnya, tidak semua penelitian memberikan hasil yang sama meskipun menggunakan variabel yang sama serta teori yang sama.

Penting! Hal itu wajar saja, karena penelitian tidak wajib memberikan hasil yang sama. Terkait ini, Saya sudah membahas lengkap pada Panduan: Apakah Penelitian Harus Signifikan ?

Jika tidak ada pro dan kontra dari hasil penelitian terdahulu, Anda juga boleh menambahkan issue yang terkait dengan variabel penelitian. Issue seperti apa ?

Misalnya, katakanlah Anda melakukan penelitian tentang Financial Distress (Prediksi Kebangkrutan) pada Perusahaan A. Kemudian Anda mendapatkan berita buruk tentang perusahaan yang mana berita tersebut menyatakan Perusahaan A diambang kebangkrutan.

Issue terkait seperti ini boleh saja Anda masukkan ke dalam latar belakang. Yang terpenting jangan lupa sertakan sumber issue tersebut.

Note: Sebetulnya issue terkait juga bisa Anda masukkan ke bagian akhir pada pembahasan pertama kali. Namun akan tergantung bagaimana Anda menulis kalimat disetiap paragrafnya. Yang terpenting setiap paragraf harus nyambung dan enak di baca

Lalu bagaimana jika tidak ada issue terkait ? Tidak apa-apa. Karena menurut Saya issue terkait hanya sebagai pelengkap yang membuat latar belakang penelitian Anda menjadi lebih kuat.

#4 Data atau Grafik Apa yang Harus Ditampilkan pada Latar Belakang Penelitian ?

Data, data dan data. Ini yang sering ditanyakan member M Jurnal di Forum. Saya rasa, data tidak wajib ada pada bagian latar belakang. Sama seperti issue terkait, data pada latar belakang penelitian juga sebagai pelengkap saja dan bukan sebuah kewajiban. Kenapa ? Karena tidak semua data variabel mudah ditemukan.

Misalnya seperti penelitian yang menggunakan angket kuesioner. Padahal Anda baru menulis Proposal Skirpsi. Di ACC aja belum, apa mungkin harus nyebar kuesioner hanya untuk menampilkan data di latar belakang ? Saya pikir kurang efisien.

Demikian juga untuk penelitian tanpa menggunakan angket kuesioner. Ada variabel yang mengharuskan peneliti untuk melakukan perhitungan tingkat lanjut untuk mendapatkan nilai variabel tersebut. Ada juga variabel yang mudah mendapatkan datanya.

Contoh variabel yang memerlukan perhitungan tingkat lanjut misalnya seperti Manajemen Laba yang dihitung menggunakan 2 komponen: discretionary dan nondiscretionary. Menghitung kedua komponen tersebut melalui 4 tahap.

Bahkan untuk tahap ke 2 saja (menghitung nilai accruals) menggunakan estimasi persamaan Regresi OLS (Ordinary Least Square). Tentu harus menggunakan software statistic seperti SPSS, E-Views ataupun Excel.

Sudah, tidak perlu pusing mikirin variabel yang kompleks seperti itu. Yang jelas, Saya berikan gambaran, data apa yang bisa Anda gunakan untuk latar belakang dari berbagai kondisi tersebut.

Jika Data Tidak Memerlukan Perhitungan Lanjutan

Jika variabel penelitian Anda tidak memerlukan perhitungan lanjutan dan mudah mendapatkannya (bisa download), Anda boleh menggunakan data variabel tersebut.

Misalnya, untuk contoh judul pertama (mencari hubungan sebab-akibat). Anda bisa menggunakan data Return Saham (variabel Y). Kemudian dari data tersebut Anda bisa menarik sedikit kesimpulan. Misalnya, dari data tersebut terlihat Return Saham pada PT A dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Return Saham terendah terjadi pada tahun 2020.

Penting! Anda bisa menghitung Return Saham menggunakan rumus pertumbuhan. Saya juga menulis Panduan cara menghitung pertumbuhan data menggunakan persentase Excel. Silahkan kunjungi Panduan Persentase Excel

Contoh lainnya… Misalnya, Variabel Y pada penelitian Anda adalah Total Penjualan. Jika Anda melakukan penelitian untuk perusahaan go-public tentu data bisa di download. Jadi tampilkan saja data total penjualan tersebut. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan data Persentase Pertumbuhan Penjualan.

Penting! Selain menampilkan data dalam bentuk tabel, Anda juga bisa menampilkan data dalam bentuk Grafik (Chart). Tidak sulit kok membuat grafik. Saya juga menulis Panduan Cara membuat Grafik di Excel. Silahkan kunjungi Panduan Chart Excel

Contoh Tabel dan Grafik Data untuk Latar Belakang Penelitian
Contoh Tabel dan Grafik Data untuk Latar Belakang Penelitian

Selanjutnya tergantung Anda, apakah ingin menampilkan data dalam bentuk tabel atau dalam bentuk grafik (chart) ? Silahkan pilih yang terbaik.

Jika Data Memerlukan Perhitungan Lanjutan atau Menggunakan Angket Kuesioner

Untuk penelitian seperti ini, menurut Saya tidak wajib menampilkan tabel / grafik data pada latar belakang. Misalnya (untuk penelitian dengan angket kuesioner) penelitian dengan judul “Pengaruh Jenjang Pendidikan, Jenis Kelamin, Usia, dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT MJURNAL.COM”.

Untuk mendapatkan data setiap variabel tentu harus menyebarkan angket kuesioner terlebih dahulu. Apakah bisa menyebarkan angket kuesioner ke perusahaan tanpa surat pengantar dari kampus ? Tentu perusahaan menolak.

Contoh yang kedua, seperti penelitian yang menggunakan variabel yang rumit (membutuhkan perhitungan lanjutan) seperti Variabel Manajemen Laba yang Saya sebutkan di atas. Judul seperti ini pun tidak wajib menyertakan Tabel / Grafik data dalam latar belakang.

Untuk 2 contoh kasus tersebut, Anda bisa menggantikan tabel / grafik data menggunakan issue terkait seperti yang Saya jelaskan sebelumnya. Namun, jika kampus mewajibkan data, Anda bisa gunakan tips Saya:

Tips #1: Gunakan Data Terkait

Tetap fokus pada Variabel utama, misal variabel Dependen Kinerja Karyawan. Coba pikirkan, data apa yang mudah di dapatkan serta berhubungan dengan Kinerja Karyawan (pikirkan secara global). Apakah Total Pengangguran, Gaji, Jumlah Tanggunan, atau Persentase PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ?

Tidak mudah mendapatkan data Gaji dan Jumlah Tanggunan. Tentu ini bukan solusi yang tepat. Sementara cukup mudah mendapatkan data Total Pengangguran dan Persentase PHK. Cukup pilih 1 yang paling tepat.

Saya rasa Total Penggangguran kurang erat kaitannya dengan Kinerja Karyawan. Karena belum tentu Pengangguran tersebut adalah orang yang memiliki Kinerja yang buruk. Sementara, Saya pikir Persentase PHK jauh lebih tepat.

Alasannya, ketika Kinerja Karyawan sangat buruk, maka Karyawan tersebut berpotensi terkena sanksi PHK. Cukup masuk akal bukan ??? Selanjutnya Anda bisa menggunakan data ini dan rangkailah kata-kata yang mudah dimengerti.

Contoh kedua, variabel dependen Manajemen Laba. Untuk mendapatkan data cukup mudah (bisa download). Kesulitannya hanya butuh perhitungan lanjutan.

Jika ini yang Anda alami, lakukan hal yang sama seperti variabel Kinerja Karyawan. Pikirkan apa yang terkait dengan variabel Manajemen Laba. Apakah Harga Saham, Total Asset, Total Hutang, atau Pertumbuhan Penjualan ?

Jika Saya harus memilih, Saya pikir lebih cocok menggunakan data Pertumbuhan Penjualan. Kenapa ? Karena Saya pikir, Pertumbuhan Penjualan yang baik berasal dari Manajemen Laba yang baik pula.

Note: Mencari tahu data terkait mungkin akan sedikit sulit, apa lagi jika Anda belum betul-betul memahami variabel tersebut secara global. Selain itu, Anda butuh upaya ekstra untuk mencari data tersebut.

Solusi lainnya, gunakan Tips ke dua berikut:

Tips #2: Gunakan Data Mentah

Untuk menggunakan data mentah, Saya hanya punya tips untuk contoh yang ke 2 (variabel Manajemen Laba / data bisa didownload). Tipsnya, Anda harus tahu rumus apa yang digunakan untuk menghitung nilai variabel tersebut.

FYI, tahap 1 (dari 4 tahap) dalam menghitung Nilai Variabel Manajemen Laba menggunakan Rumus berikut:

Total Accrual (TAC) = laba bersih setelah pajak (net income) – arus kas operasi (cash flow from operating)

Namanya juga menggunakan data mentah, tentu menggunakan data yang belum diolah. Jadi Anda bisa menggunakan Data “Laba Bersih Setelah Pajak (Net Income)” atau “Arus Kas Operasi (Cash Flow From Operating)”. Silahkan pilih salah satu dan yang terbaik menurut Anda.

Note: Tips ini juga bisa Anda gunakan jika Anda menggunakan Variabel Rumit yang lain, misalnya seperti Financial Distress yang menggunakan Z-Score dll. Banyak yang lain, sulit menyebutkannya satu per satu.

Lalu berapa banyak Tabel / Grafik Data Yang Harus Anda masukkan ke dalam Latar Belakang ?

Tidak ada jawaban pasti. Setiap kampus bisa memiliki kebijakan masing-masing. Akan lebih baik jika Anda belajar dari Skripsi Kakak Tingkat. Sementara itu, menurut Saya, menggunakan 1 Tabel / Grafik data dari Variabel Utama (dependen) juga sudah cukup dan tidak perlu data untuk variabel lainnya (independen).

Tapi jika Anda membutuhkannya, silahkan gunakan tips-tips di atas. Sesuaikan saja dengan variabel penelitian Anda.

Next, kita masuk ke tahap terkahir dalam membuat Latar Belakang Penelitian (Proposal / Skripsi), yaitu:

#5 Nyatakan, Anda Melakukan Penelitian Dengan Judul Apa

Sertakan pernyataan bahwa Anda melakukan Penelitian dengan judul apa pada 1 Paragraf terakhir dalam Latar Belakang. Upayakan mengaitkannya dengan Latar Belakang secara keseluruhan. Misalnya seperti ini:

“Berdasarkan adanya kontradiksi hasil penelitian sebelumnya serta dari data Return Saham yang cenderung meningkat, maka peneliti bertujuan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Profitabilitas dan Solvabilitas terhadap Return Saham pada Sektor Food and Beverages di Bursa Efek Indonesia Periode 2011 – 2020” dengan asumsi bahwa dengan data sepuluh tahun tersebut telah mencerminkan perubahan sehingga dapat dilakukan analisis pada variabel penelitian yang digunakan.

Clear deh… 1 Latar Belakang Penelitian sudah selesai. Panduan ini bisa Anda gunakan baik untuk menulis latar belakang proposal maupun skripsi. Namun terkadang ketika judul sudah di ACC dan lanjut bimbingan dengan dospem, mungkin Anda akan mendapatkan beberapa kali revisi tergantung bagaimana dospem melihat penelitian Anda.

Tetap semangat dan terus belajar. Mudah-mudahan Cepat Wisudah. Aamiin…

Bagaimana, sejauh ini apakah Anda masih merasa kesulitan ? Mudah-mudahan tidak, dan silahkan lanjutkan ke tahap berikutnya melalui Pintasan Panduian Skripsi Sebelum Olah Data berikut. Atau kunjungi Pusat Panduan Nyusun Skripsi M Jurnal.

Pintasan Panduan Proposal Skripsi Sebelum Olah Data

Sebelum Anda memulai Penelitian, pahami SUB-BAB ini terlebih dahulu sebagai dasar dan sebelum masuk ke tahap analisis data.

  1. Judul Skripsi: Daftar judul skripsi Ekonomi (Manajemen, Akuntansi, dsb) + Cara menentukan judul penelitian yang benar.
  2. Latar Belakang: (Anda Disini)
  3. Identifikasi Masalah: Cara menyusun Indentifikasi proposal penelitian / skripsi yang benar.
  4. Rumusan Masalah: Cara membuat Rumusan Masalah Penelitian.
  5. Kerangka Pemikiran: Cara membuat Kerangka Pemikiran + 4 Contoh
  6. Hipotesis: Cara membuat Hipotesis Penelitian Regresi Linier.
  7. Jenis Data: Jenis-Jenis data pada Penelitian Ekonomi dan Bisnis
  8. Teknik Sampling: Teknik Sampling apa yang paling tepat untuk penelitian Anda ? + 10 Jenis dan Pemahaman Mendalam.
  9. Page Number: Cara membuat halaman di Microsoft Word
  10. Microsoft Excel: Panduan Cara Menggunakan Microsoft Excel (Lengkap)

Apakah Panduan ini Membantu Menyelesaikan Permasalahan Anda ?

Rolan Mardani

Traktir Saya secangkir kopi supaya kuat begadang untuk membuat konten-konten Panduan yang berkualitas dan membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Bantu Orang Lain... Share Panduan ini:

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)