Anda disini: M Jurnal » Skripsi » Cara Membuat Kerangka Pemikiran Proposal Penelitian / Skripsi

Cara Membuat Kerangka Pemikiran Proposal Penelitian / Skripsi

Kerangka Pemikiran penelitian baik pada proposal maupun skripsi adalah sebuah diagram yang menggambarkan secara garis besar tentang apa penelitian tersebut. Suatu kerangka pemikiran harus dibuat berdasarkan permasalahan apa yang akan dipecahkan.

Dalam Penelitian (Proposal / Skripsi / Thesis), umumnya Kerangka Pemikiran terdapat pada BAB 2 setelah SUB-BAB Tinjauan Pustaka / Landasan Teori. Jika Anda tidak menemukan Kerangka Pemikiran dalam sebuah penelitian, bisa saja peneliti menggunakan istilah lain seperti Kerangka Konsep, Kerangka Berpikir, ataupun Kerangka Konsep Penelitian.

Note: Selain bisa menggunakan istilah yang berbeda, ternyata kerangka pemikiran setiap penelitian tidak selalu sama persis dan akan tergantung dengan berbagai macam hal. Oleh karena itu, pada Panduan ini, Anda akan belajar bagaimana cara menyusus kerangka Pemikiran Penelitian.

Seperti yang sudah Saya jelaskan pada SUB-BAB Latar Belakang (Lihat Pintasan Panduan), Anda harus betul-betul memahami Apa tujuan penelitian Anda. Setelah memahami tujuan penelitian, Anda bisa menentukan apa saja variabel dan metode analisis serta apa saja objek yang dijadikan sample penelitian.

Setelah memahami ke tiga hal tersebut, tentu membuat kerangka pemikiran akan jauh lebih mudah. Karena konsepnya hampir sama dengan menyusun latar belakang penelitian. Kurang lebih seperti segitiga yang mengerucut ke tujuan penelitian.

Note: Karena ada banyak sekali tujuan penelitian, maka dalam panduan ini Saya berikan beberapa contoh berdasarkan tujuan penelitian yang mudah-mudahan bisa memberikan gambaran bagaimana cara menyusun kerangka pemikiran. Kemudian silahkan Anda modifikasi sesuai dengan penelitian Anda.

Ke 2 Contoh berikut untuk penelitian yang menggunakan metode analisis statistik seperti Regresi Linier, Path, t-test dll). Jika penelitian Anda tidak menggunakan metode analisis statistik, silahkan skip ke contoh terakhir.

Ads

Sudah siap??? Mari kita mulai…

Kerangka Pemikiran Penelitian yang Bertujuan Mencari Hubungan Sebab-Akibat

Penelitian dengan tujuan mencari hubungan sebab-akibat umumnya menggunakan Metode Analisis Regresi Linier (data time series / cross section / data panel). Meskipun demikian, ada juga penelitian yang menggunakan ANOVA maupun Analysis Path.

Contoh pertama akan Saya fokuskan untuk Metode Analisis Regresi Linier, namun masih bisa Anda sesuaikan untuk Metode Analisis ANOVA.

Sebagai contoh, untuk penelitian dengan judul Pengaruh Price Earning Ratio (PER) dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham pada Industri Perkebunan yang Terdaftar di BEI Periode 2011 – 2015”. Untuk membuat kerangka pemikiran penelitian tersebut, silahkan pikirkan 4 point berikut:

  1. Apa tujuan penelitian tersebut ? Sudah jelas, mencari hubungan sebab-akibat.
  2. Tentukan variabel apa saja yang digunakan ? Hanya ada 2 Jenis variabel yaitu Variabel Independent (PER dan EPS) dan Variabel Dependent (Harga Saham).
  3. Apa Objek / Sample Penelitian tersebut ? Perusahaan yang termasuk Industri Perkebunan di BEI (optional).
  4. Cari dan hubungkan hal-hal terkait dengan Variabel secara global (optional).

Note: Dalam penelitian yang bertujuan mencari hubungan sebab-akibat (istilah umumnya mencari pengaruh), Anda harus memahami bahwa variabel Independen berkedudukan sebagai penyebab dan variabel Dependen sebagai Akibat.

Untuk membuat kerangka pemikiran, minimal Anda harus berpatokan pada Point 1 dan 2. Sehingga, kerangka pemikiran pada contoh ini sebagai berikut:

Kerangka Pemikiran Skripsi regresi Linier

Biar Saya jelaskan…

Pertama, sisi kiri grafik sebagai kedudukan variabel Independent (penyebab) dan sisi kanan sebagai kedudukan variabel dependent (akibat). Tidak selalu disusun seperti ini, bisa juga disusun secara vertikal.

Ads

Kedua, Jangan Lupa membuat Panah 1 arah dari masing-masing variabel Independent menuju variabel dependent.

Ketiga, Simbol Beta (β) pada setiap panah adalah koefisien regresi yang menjelaskan “besaran pengaruh” Variabel Independent terhadap Variabel Dependent. Saran Saya, sertakan juga simbol beta (β) disetiap panah.

Sejauh ini, diagram tersebut sudah sah dianggap sebagai kerangka pemikiran yang cukup sederhana. Namun, jika Anda ingin kerangka pemikiran yang lebih kompleks, silahkan gunakan point ke 3 dan 4 yang Saya sebutkan diatas. Berikut tipsnya…

Bagimana Jika Saya Juga Menggunakan Point ke 3 dan 4 ?

Coba pahami beberapa penjelasan berikut…

Pada contoh ini, “Investasi” bisa Saya katakan sebagai tujuan secara global dalam penelitian ini. Kemudian Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu tempat berinvestasi (tentunya berkaitan dengan penelitian ini / objek penelitian).

Contoh Penelitian ini menggunakan Perusahaan yang termasuk dalam Industri Perkebunan di BEI yang menggunakan Rasio Keuangan sebagai Variabel Independent dan Harga Saham sebagai Variabel Dependent.

Dari hal-hal yang terkait dengan variabel penelitian secara global ini, Saya bisa menyusun Kerangka Pemikiran dengan urutan Investasi > Bursa Efek Indonesia > Rasio Keuangan > (Tahap 1 – 2). Kurang lebih jika di gambarkan, Kerangka Pemikiran akan seperti berikut:

Kerangka Pemikiran Penelitian Lengkap

Note: Kerangka Pemikiran Penelitian berguna agar pembaca bisa memahami konsep penelitian Anda secara keseluruhan. Dari gambar tersebut, terlihat bahwa dari mana object penelitian untuk contoh ini, menggunakan variabel apa, dan bisa juga diketahui menggunakan metode analisis apa.

Jadi pilihlah yang terbaik untuk penelitian Anda, apakah hanya sebatas point 1 dan 2 atau juga menyertakan point 3 dan 4. Carilah hal-hal yang terkait dengan variabel penelitian secara global.

Bagaimana, apakah sejauh ini ada kesulitan ? Saya harap tidak ada… Karena selanjutnya Saya berikan contoh yang mungkin sedikit lebih kompleks.

Kerangka Pemikiran Untuk Variabel Intervening dan Moderating (Tujuan juga Sebab-Akibat)

Penelitian yang menggunakan Variabel Intervening dan Moderating umumnya menggunakan metode analysis path. Jika penelitian Anda juga menggunakan variabel Intervening ataupun Moderating, maka Kerangka Pemikiran akan sedikit berbeda.

Satu-satunya perbedaan terdapat pada point ke 2 dari 4 point yang Saya sebutkan sebelumnya (Lupa ? Baca Lagi). Dalam Analysis Path, ada 1 tambahan kedudukan variabel yaitu Intervening dan Moderating. Mari pelajari satu per satu.

#1 Kerangka Pemikiran Variabel Intervening

Variabel Intervening adalah variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independent dan dependen. Posisi Variabel Intervening berada diantara variabel independen dan dependen sehingga mengubah pengaruh variabel independen terhadap dependen menjadi hubungan tidak langsung.

Misalnya, judul pada contoh pertama sedikit Saya modifikasi menjadi “Pengaruh Price Earning Ratio (PER) dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham dengan “AAA” Sebagai Variabel Intervening pada Industri Perkebunan yang Terdaftar di BEI Periode 2011 – 2015”.

Sehingga Kerangka Pemikiran pada contoh judul tersebut dapat digambarkan seperti berikut:

Kerangka pemikiran untuk analisis Path

Seperti yang Anda lihat, ada panah satu arah dari setiap variabel independent menuju variabel intervening (warna merah). Kemudian dilanjutkan pahan 1 arah dari intervening menuju dependent (warna hijau). Inilah yang disebut dengan mengubah pengaruh variabel independen ke variabel dependen menjadi tidak langsung.

Sementara itu, ada juga panah satu arah dari setiap variabel independent menuju variabel dependent (warna biru). Hubungan ini menggambarkan pengaruh langsung variabel independent terhadap variabel dependent.

Note: Cukup sesederhana itu… Mudah bukan ? Yang terpenting, pahami kedudukan setiap variabel pada penelitian Anda.

Lalu bagaimana jika kerangka pemikiran juga menyertakan point 3 dan 4 ? Untuk tujuan tersebut, silahkan berkreasi dengan kerangka pemikiran penelitian Anda. Yang penting, Anda harus memikirkan hal-hal terkait dengan setiap variabel secara global. Saya yakin Anda bisa.

#2 Kerangka Pemikiran Variabel Moderating

Variabel Moderating (variabel contingency) adalah variabel yang mempengaruhi besaran / arah hubungan variabel Independent terhadap variabel dependent. Ingat! Saya garis bawahi “mempengaruhi besaran / arah hubungan”.

Arah hubungan variabel independent terhadap variabel dependent bisa saja positif ataupun negatif. Dengan demikian, peran Variabel Moderating dapat memperlemah atau memperkuat hubungan variabel independent terhadap dependent.

Misalnya, judul pada contoh Saya modifikasi menjadi “Pengaruh Price Earning Ratio (PER) dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham dengan “AAA” Sebagai Variabel Moderating pada Industri Perkebunan yang Terdaftar di BEI Periode 2011 – 2015”.

Biar lebih jelas, coba perhatikan kerangka pemikiran penelitian dengan variabel moderating berikut:

Desain berpikir penelitian untuk variabel moderating

Apa perbedaannya dengan variabel intervening ? Panah… perhatikan panahnya…

Pada variabel intervening, ada panah dari variabel independent ke intervening dan intervening ke dependent.

Sementara pada variabel moderating hanya ada panah tambahan yaitu dari Variabel Moderating menuju ke Panah dari variabel Independent ke Dependent.

Note: Arah panah menggambarkan arah hubungan sebab-akibat.

Cara Membuat Kerangka Pemikiran Penelitian yang Bertujuan Membandingkan 2 Data

Penelitian yang bertujuan membandingkan 2 data (komparasi) biasanya menggunakan metode analisis t test. Penelitian seperti ini biasanya membandingkan 2 data berbeda dari sekelompok sample yang sama ataupun sekelompok sample yang bebeda.

Misalnya seperti penelitian dengan judul “Analisis Perbandingan Return Saham Sebelum dan Selama Covid 19 (Studi Kasus, Industri Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”.

Proses membuat kerangka pemikiran untuk penelitian komparasi ini kurang lebih hampir sama dengan beberapa contoh sebelumnya. Perbedaannya hanya pada jumlah variabel dan sample.

Pada contoh ini, hanya ada 1 variabel yaitu Return Saham dengan 2 data berbeda yaitu Return Saham sebelum Covid 19 dan Return Saham selama Covid 19.

Selain itu, object dan hal-hal yang terkait dengan variabel penelitian juga bisa menjadi patokan untuk kerangka pemikiran yang lebih detail.

Misalnya, jika kerangka pemikiran hanya berdasarkan tujuan penelitian, variabel dan sample, maka Anda bisa membuat seperti ini:

Desain berpikir untuk penelitian uji beda / komparasi / perbandingan / t test

Biar Saya jelaskan…

Return Saham adalah satu-satunya variabel pada penelitian ini. Kemudian dari return Saham, contoh ini akan membandingkan 2 data (sebelum dan selama covid19). Anda bisa membuat 2 kotak sejajar dan jangan lupa memberikan panah timbal balik dari sebelum dan selama.

Kemudian, untuk memperjelas tujuan pada kerangka pemikiran, Anda bisa menyertakan teks seperti “Komparasi” atau “Bandingkan” ataupun “t-test” pada panah antara sebelum dan selama.

Kerangka Berpikir seperti ini sudah cukup jelas menggambarkan konsep penelitian Anda secara keseluruhan. Tapi Anda juga bisa membuatnya jauh lebih detail lagi seperti berikut:

Cara membuat kerangka pemikiran untuk penelitian komparasi / uji beda / membandingkan data

Note: Sama seperti contoh-contoh sebelumnya, Anda hanya perlu sedikit memikirkan hal-hal apa yang terkait dengan variabel pada penelitian.

Bonus: Bagaimana Jika Penelitian Saya tidak Menggunakan Metode Analisis Statistik ?

Pada Pusat Panduan Nyusun Skripsi M Jurnal, Saya juga berikan tutorial cara menyusun skripsi yang tidak menggunakan metode analisis statistik alias tidak menggunakan Regresi, analysis path ataupun t test dll..

Penelitian ini biasa Saya sebut ‘Analisis With Theory’. Tapi mungkin sebagian orang menyebutnya skripsi analisis. It’s Okay… itu hanya penyebutan. Tapi yang penting, penelitian ini tidak memiliki hipotesis sehingga juga tidak menggunakan metode analisis statistik.

Lalu tujuan penelitian seperti ini apa ? Tergantung… Tergantung teori yang digunakan.

Misalnya Penelitian dengan judul” Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Menggunakan Single Index Model pada Emiten yang Termasuk ke dalam Indeks LQ-45 Periode 2011 – 2016″

FYI, Portofolio Optimal memiliki teori tersendiri. Begitu juga dengan Single Index Model. Kedua teori ini sering digabungkan untuk menganalisa data dengan tujuan mendapatkan kombinasi saham-saham apa yang dapat memberikan keuntungan yang maksimal atau meminimalkan risiko dalam berinvestasi.

Oh ya.. ada juga contoh penelitian analysis with theory lainnya dengan judul “Analisis Financial Distress menggunakan Altman Z-Score pada Sub Sektor Farmasi di Bursa Efek Indonesia periode 2010 – 2020″

Sama seperti contoh judul portofolio optimal di atas, Financial Distress dan Altman Z-Score juga memiliki teori tersendiri dan proses menghitungnya pun tidak mudah. Ada tahap demi tahap. Mungkin Anda pernah mendengarnya … Belum pernah ya ? … Ya sudah, abaikan saja.. kita fokus ke Portofolio Optimal.

Penelitian Analysis with Theory selalu memiliki tahapan perhitungan yang panjang. Seperti Teori Portofolio Optimal, ada tahapan yang dimulai dari menghitung Return, Excess Return, Alpha, Beta, Pembobotan dan seterusnya…

Tipsnya… Gunakan Tahapan-Tahapan Perhitungan Portofolio Optimal tersebut sebagai dasar penyusunan Kerangka Pemikiran Penelitian Anda. Kemudian pikirkan juga hal-hal terkait (secara global) yang berkaitan dengan penelitian Anda dan buat kerangka pemikiran yang detail.

Kurang lebih kerangka pemikiran akan tampak seperti berikut:

Kerangka Pemikiran Untuk penelitian analisis with teori. Contoh Portofolio Optimal

Penting! Selanjutnya jika Anda ingin olah data Portofolio Optimal, Saya juga menulis Panduan tersebut. Silahkan mulai dari SUB-BAB Pertama: Tabulasi Data Portofolio Optimal

Bagimana, mudah bukan ? Saya yakin Anda bisa membuat kerangka pemikiran yang lebih kompleks. Namun ada yang jauh lebih menarik: Ada Jalan Pintas Membuat Kerangka Pemikiran ! Lihat Kesimpulan berikut…

Kesimpulan Menyusun Kerangka Pemikiran

Yang namanya nyusun skripsi tentu butuh tenaga, waktu, dan pikiran. Biar tidak membuang-buang waktu, pahami lebih dalam tentang Tujuan Penelitian, Variabel dan Metode Analisis yang digunakan, Object dan Sample, serta hal-hal yang terkait dengan variabel penelitian Anda.

Ga mau Repot Mikir ? Ambil Jalan Pintas… Lihat Kerangka Pemikiran Penelitian Terdahulu Dengan Metode Analisis yang Sama, lalu ATM (Amati Tiru Modifikasi)

#deritamahasiswatingkatakhir

Pintasan Panduan Proposal Skripsi Sebelum Olah Data

Sebelum Anda memulai Penelitian, pahami SUB-BAB ini terlebih dahulu sebagai dasar dan sebelum masuk ke tahap analisis data di setiap metode.

  1. Judul Skripsi: Daftar judul skripsi Ekonomi (Manajemen, Akuntansi, dsb) + Cara menentukan judul penelitian yang benar.
  2. Latar Belakang: Cara membuat latar belakang seperti segitiga terbalik + Contoh.
  3. Identifikasi MasalahCara menyusun Indentifikasi proposal penelitian / skripsi yang benar
  4. Rumusan Masalah: Cara membuat Rumusan Masalah Penelitian.
  5. Kerangka Pemikiran: (Anda Disini)
  6. Hipotesis: Cara membuat Hipotesis Penelitian Regresi Linier.
  7. Jenis Data: Jenis-Jenis data pada Penelitian Ekonomi dan Bisnis
  8. Teknik Sampling: Teknik Sampling apa yang paling tepat untuk penelitian Anda ? + 10 Jenis dan Pemahaman Mendalam.
  9. Page Number: Cara membuat halaman di Microsoft Word
  10. Microsoft Excel: Panduan Cara Menggunakan Microsoft Excel (Lengkap)

Apakah Panduan ini Membantu Menyelesaikan Permasalahan Anda ?

Rolan Mardani

Traktir Saya secangkir kopi supaya kuat begadang untuk membuat konten-konten Panduan yang berkualitas dan membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Bantu Orang Lain... Share Panduan ini:

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)