Anda disini: M Jurnal » Skripsi » Hipotesis Penelitian: Jenis + 4 Contoh Cara Membuat Hipotesis

Hipotesis Penelitian: Jenis + 4 Contoh Cara Membuat Hipotesis

Cara Membuat Hipotesis Penelitian / Skripsi Regresi, Komparasi, dll

Note: Tidak Semua Penelitian Wajib memiliki Hipotesis. Hanya penelitian yang menggunakan Metode Analisis Statistik (seperti Regresi Linier, t-test dll) yang wajib menggunakan Hipotesis.

Panduan Hipotesis ini Saya upayakan disusun tidak menggunakan bahasa teknis yang mudah-mudahan bisa dapat Anda mengerti dengan baik. Terlebih lagi jika Anda baru pertama kali menyusun penelitian.

Sudah siap ??? Pertama-tama, pahami dulu arti hipotesis…

Pengertian Hipotesis: Ini dia Dasarnya…

Pertama-tama, coba simak dahulu pengertian Hipotesis dari beberapa ahli berikut:

Menurut Donald Ary (1992, 120), Hipotesis adalah suatu pernyataan sementara yang diajukan untuk memecahkan suatu masalah, atau untuk menerangkan suatu gejala.

Menurut Moh. Nazir (1998: 182), Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris.

Sumadi Suryabrata (1991, 49) menyatakan bahwa secara teknis, hipotesis adalah pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sample penelitian.

Okee… cukup pengertian dari 3 ahli dulu… Sekarang, ini pengertian hipotesis menurut Saya:

Hipotesis adalah dugaan sementara atas suatu permasalahan yang sedang diteliti. Karena masih berupa “dugaan sementara”, maka hipotesis harus dibuktikan kebenarannya menggunakan data yang dikumpulkan dan diolah menggunakan metode analisis statistik.

Jika hipotesis telah terbukti kebenarannya, maka disebut sebagai “Teori”.

Ingat baik-baik ya… Hipotesis ini baru dugaan dari rumusan masalah penelitian yang harus dibuktikan kebenarannya… bukan kenyataan…

Misalnya, hari ini, bibir Ayu terlihat pucat (tidak seperti biasanya). Kemudian, Saya menduga bahwa Ayu saat ini sedang sakit. Ini sebagai hipotesisnya…

Yang menjadi permasalahannya adalah… Apakah Ayu benar-benar sedang sakit ? Nah, ini sebagai rumusan masalahnya…

Untuk membuktikan kebenaran hipotesis Saya, maka dilakukan pengujian.

Ayu pergi kerumah sakit. Setelah diperiksa dokter, ternyata Ayu masih sehat (tidak sakit). Artinya… hipotesis Saya tidak terbukti benar (keliru).

Namun apabila hasil pemeriksaan dokter menyatakan Ayu sedang sakit, maka hipotesis Saya dinyatakan benar.

Hasil analisa ini bersifat FINAL dan tidak bisa diganggu-gugat!

Hanya sesederhana itu… paham kan ?

Seperti Apa Bentuk Hipotesis Penelitian ?

Bentuk hipotesis dapat ditinjau dari 2 keadaan, yaitu:

Berdasarkan Perumusan terbagi menjadi 2:

  1. Hipotesis Alternatif / Kerja (biasanya disingkat H1 atau Ha), yaitu dugaan sementara berdasarkan dari hasil kajian teoritis.
  2. Hipotesis Nol / Statistik (biasanya disingkat H0), yaitu dugaan sebaliknya dari hipotesis alternatif dan berupa pernyataan yang menyatakan tidak terdapat hubungan / pengaruh dan semacamnya.

Berdasarkan Jenis Penelitian terbai 2:

  1. Hipotesis Induktif (pada penelitian Kualitatif), yaitu perumusan hipotesa berdasarkan pengamatan mendalam dari suatu kajian untuk menciptakan teori baru.
  2. Hipotesis Deduktif (pada penelitian Kuantitatif), yaitu perumusan hipotesa berdasarkan kajian teori yang sudah ada.

Umumnya, hipotesis yang paling sering digunakan (khususnya penelitian ekonomi dan bisnis) adalah Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis Nol (H0).

Note: Setelah mengetahui bentuk – bentuk hipotesis, sekarang pahami dahulu jenis – jenis hipotesis. Karena hipotesis pada setiap penelitian tidak bisa sama dan akan tergantung dengan tujuan penelitian.

Jenis – Jenis Hipotesis Penelitian

Pada SUB-BAB Rumusan Masalah (Lihat Pintasan), Saya juga menjelaskan jenis-jenis Rumusan masalah… Saya juga menjelaskan bahwa Rumusan Masalah akan berhubungan dengan hipotesis penelitian.

Jika Anda memahami dengan cermat tentang Pengertian Hipotesis, tentu Anda paham maksud Saya.

Sama seperti jenis Rumusan Masalah, hipotesis penelitian juga terbagi dalam 3 jenis (tentunya sesuai dengan tujuan penelitian) sebagai berikut:

#1 Hipotesis Asosiatif

Hipotesis Asosiatif adalah dugaan / jawaban sementara atas rumusan masalah yang bertujuan untuk mencari tahu apakah terdapat hubungan antara 2 variabel atau lebih.

Rumusan Masalah dan Hipotesis Asosiatif juga sama-sama terbagi 3 yaitu Simetris, Kausal (Sebab-Akibat) dan Interaktif (Reciprocal / Timbal Balik).

Hipotesis inilah yang paling populer dalam kalangan mahasiswa tingkat akhir 😀 … Karena sepengetahuan Saya, kebanyakan penelitian mahasiswa itu bertujuan mencari hubungan sebab-akibat (kausalitas)… Alias menggunakan Regresi Linier, Analysis Path dan lain sebagainya…

#2 Hipotesis Komparatif

Hipotesis Komparatif adalah sebuah dugaan / jawaban sementara atas rumusan masalah yang bertujuan untuk membandingkan (komparasi) 2 sample dari 1 variabel atau lebih, baik untuk waktu yang sama maupun berbeda.

Gunakan hipotesis ini jika penelitian Anda bertujuan membandingkan data. Misalnya menggunakan t test untuk menganalisa data.

#3 Hipotesis Deskriptif

Hipotesis Deskriptif digunakan untuk penelitian kualitatif yang berupa dugaan sementara terhadap permasalahan yang bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan dari sebuah variabel tunggal.

Penting! Jika penelitian Anda berupa Analisis by theory, misalnya Analisis Portofolio Optimal, maka Anda tidak perlu membuat hipotesis. Lihat saja contoh penelitian terdahulu.

Kecuali jika Tujuan Utama Penelitian Anda adalah untuk membandingkan hasil Return tanpa menggunakan vs dengan menggunakan portofolio optimal.

Jika ini keadaannya, tentu Anda bisa menggunakan Hipotesis Komparatif.

Biar semakin paham, silahkan ikuti beberapa contoh membuat hipotesis penelitian berikut:

Cara Membuat Hipotesis Penelitian Yang Benar

BUAT HIPOTESIS BERDASARKAN RUMUSAN MASALAH PENELITIAN

ROLAN MARDANI

Yaa.. itulah dasar nya…

Pahami bunyi dari Rumusan Masalah. Apabila Rumusan Masalah berupa pertanyaan yang ingin mencari tahu hubungan antara 2 variabel, maka gunakan hipotesis Asosiatif.

Sedangkan jika Rumusan Masalah berupa pertanyaan yang ingin memandingkan 2 data, maka gunakan hipotesis Komparatif.

Biar semakin paham, kita masuk ke contoh.

#1 Hipotesis Jika Penelitian Bertujuan Mencari Hubungan Sebab-Akibat (Asosiatif)

Note: Penelitian yang bertujuan mencari hubungan Sebab-Akibat umumnya menggunakan Metode Analisis Regresi Linier dan Analysis Path. Jadi contoh ini bisa Anda gunakan untuk penelitian seperti itu.

Misalnya, Penelitian yang menggunakan Variabel Intervening dengan judul Pengaruh Price Earning Ratio (PER) dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham dengan “AAA” Sebagai Variabel Intervening pada Industri Perkebunan yang Terdaftar di BEI Periode 2011 – 2015.

Karena penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan sebab-akibat, maka Anda bisa menggunakan hipotesis Asosiatif – Kausal (Sebab-Akibat).

Note: Bentuk Hipotesis Asosiatif dapat berupa Ha dan H0.

Pada SUB-BAB Rumusan Masalah, sudah kita susun 5 Rumusan masalah. Saya ingatkan kembali… Harap pahami panduan tersebut.

Saya ambil Rumusan Masalah Pertama dari Judul tersebut:

Apakah Price Earning Ratio (PER) secara partial berpengaruh Signifikan terhadap “AAA” pada Industri Perkebunan yang Terdaftar di BEI Periode 2011 – 2015″

Untuk rumusan masalah ini, silahkan buat hipotesis dengan cara berikut:

  1. Pertama, Buat 2 buah hipotesis (Ha dan H0)
  2. Kedua, Buat Hipotesis dalam 1 Kalimat Pernyataan yang singkat dan jelas (menyertakan kedua variabel).
  3. Ketiga, Jangan Sertakan Arah Hubungan (positif atau negatif) pada Hipotesis.
  4. Keempat, Karena Rumusan Masalah mempertanyakan hubungan variabel secara “partial” serta ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh yang “signifikan”, maka sertakan pula teks tersebut dalam hipotesis.
  5. Kelima, Hipotesis Alternatif (Ha atau H1) harus berisi kalimat yang menyatakan terdapat hubungan signifikan antara ke dua variabel.
  6. Keenam, Hipotesis Nol (H0) harus berisi kalimat yang menyatakan tidak terdapat hubungan signifikan antara ke dua variabel.

Sehingga Hipotesis untuk 1 rumusan masalah ini adalah:

H0 = Variabel Price Earning Ratio (PER) secara partial tidak berpengaruh signifikan terhadap “AAA”

Ha = Variabel Price Earning Ratio (PER) secara partial berpengaruh signifikan terhadap “AAA”

Ini baru hipotesis untuk 1 rumusan masalah. Silahkan buat hipotesis untuk rumusan masalah lainnya. Ingat! Sesuaikan makna partial dan simultan ya…

Apa Benar Hipotesis Tidak Perlu Menyertakan Arah Hubungan (Positif / Negatif) ?

Ketika menyusun hipotesis, pada mulanya, kita akan berpatokan ke hasil penelitian terdahulu. Namun hati-hati dengan cara ini…

Terkadang, ada Hasil Penelitian terdahulu yang menyertakan arah hubungan variabel.

Note: Arah Hubungan tidak didapatkan dari hasil pengujian hipotesis. Melainkan dari Interpretasi Model. Misalnya Nilai Beta (koefisien) Regresi Linier.

Mungkin Anda pernah melihat hasil penelitian terdahulu seperti ini:

Variabel X secara partial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Y.

atau

Variabel X secara partial berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel Y.

Makna Negatif dan Positif itu adalah Arah hubungan yang didapatkan dari nilai koefisien regresi.

Sementara…

DALAM PENELITIAN ASOSIATIF, HIPOTESIS TIDAK BERTUJUAN MENGETAHUI ARAH HUBUNGAN ANTAR VARIABEL

ROLAN MARDANI

Jadi, jangan sertakan arah hubungan ke dalam hipotesis penelitian. Jika Anda memaksa, kemungkinan besar Anda akan menemukan kegalauan hasil seperti ini:

Misal Hipotesis ini:

H0 = Variabel X secara partial tidak berpengaruh signifikan terhadap Variabel Y.

Ha = Variabel X secara partial berpengaruh positif signifikan terhadap Variabel Y.

Dalam contoh ini, Ha disesuaikan dengan hasil penelitian terdahulu.

Permasalahannya ada pada Ha. Karena menyertakan arah hubungan (positif) dalam hipotesis.

Kenapa jadi masalah ?

Karena jika uji t menunjukkan hasil berpengaruh negatif signifikan, gimana pengambilan kesimpulan dari uji hipotesisnya ?

Hayooo…

Menolak atau menerima H0 tidak mungkin, karena bunyi H0 tidak menyatakan arah hubungan (berpengaruh negatif signifikan).

Begitu juga dengan Ha… Tidak ada hipotesis yang menyatakan arah hubungan negatif.

Jadi coba pikirkan lagi deh… mau jalan mulus atau berlubang ?

#2 Hipotesis Jika Penelitian Bertujuan Membandingkan 2 Data (Komparatif)

Jika penelitian Anda bertujuan membandingkan 2 data, Anda juga bisa menggunakan hipotesis Komparatif bentuk Ha dan H0.

Konsepnya sama dengan menyusun hipotesis asosiatif. Biar semakin paham, coba perhatikan contoh berikut:

Saya menggunakan contoh judul yang sudah kita bahas pada SUB-BAB Rumusan Masalah: “Analisis Perbandingan Return Saham Sebelum dan Selama Covid 19 (Studi Kasus, Industri Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Periode 2010-2020”

Hanya ada 1 Rumusan masalah yaitu: Apakah Terdapat Perbedaan Signifikan antara Return Saham Sebelum dan Selama Covid 19 pada Industri Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Periode 2010-2020 ?

Rumusan Masalah mempertanyakan tentang “Apakah Terdapat Perbedaan Signifikan atau tidak”. Jadi Anda bisa menyusun H0 dan Ha seperti berikut:

H0 = Tidak Terdapat Perbedaan Signifikan antara Return Saham Sebelum dan Selama Covid 19.

Ha = Terdapat Perbedaan Signifikan antara Return Saham Sebelum dan Selama Covid 19

DALAM HIPOTESIS ASOSIATIF DAN KOMPARATIF, H0 SELALU BERUPA HIPOTESIS YANG MENYATAKAN TIDAK ADA HUBUNGAN / PERBEDAAN

rOLAN mARDANI

Lalu Seberapa Banyak Hipotesis Penelitian yang Harus Dibuat ?

Tergantung… yaa… tergantung seberapa banyak Rumusan Masalah yang ada. Yang terpenting, pahami bunyi Rumusan Masalah.

Apakah Anda harus menduga-duga terlebih dahulu untuk menjawab Rumusan Masalah atau tidak. Apakah Rumusan Masalah yang ada termasuk dalam jenis Asosiatif atau Komparatif ?

Seperti contoh Rumusan Masalah ini: Apakah Variabel X Berpengaruh Signifikan Terhadap Y ?

Kuncinya ada pada “Berpengaruh Signifikan Terhadap”.

Mengenai tentang pengaruh secara simultan dan partial, itu hanya akan terjadi jika ada 2 atau lebih variabel independent pada penelitian Anda.

Jika hanya ada 1 variabel independent (menggunakan Regresi Sederhana), maka seharusnya tidak ada Rumusan Masalah secara simultan. Sehingga tidak ada hipotesis simultan. Alias tidak ada uji F.

Karena hasil uji t pada Regresi Sederhana juga mewakili hasil uji F.

Oh ya… ada tambahan nih…

Terkadang, ada penelitian terdahulu yang membuat Rumusan Masalah tentang Statistik Deskriptif. Misalnya:

Bagaimana Deskriptif Data Variabel X1, X2, dan Y?

Note: Contoh ini bukan termasuk jenis Hipotesis Deskriptif. Tujuan Rumusan Masalah seperti ini hanya ingin melihat gambaran data seperti Rata-Rata, Standar Deviasi, N dll.

Jadi, Anda tidak perlu membuat Hipotesis untuk rumusan masalah ini. Karena hasil Statistik Deskriptif akan sangat beragam dan tidak bisa dilakukan uji hipotesis.

Sampai disini, apakah Anda menemui kesulitan ? Mudah-mudahan lancar jaya yaa… Jika ada pertanyaan, silahkan coret-coret kolom komentar.

Next, lanjutkan penelitian Anda ke materi berikutnya…

Pintasan Panduan Proposal Skripsi Sebelum Olah Data

Sebelum Anda memulai Penelitian, pahami SUB-BAB ini terlebih dahulu sebagai dasar dan sebelum masuk ke tahap analisis data di setiap metode.

  1. Judul Skripsi: Daftar judul skripsi Ekonomi (Manajemen, Akuntansi, dsb) + Cara menentukan judul penelitian yang benar.
  2. Latar Belakang: Cara membuat latar belakang seperti segitiga terbalik + Contoh.
  3. Identifikasi MasalahCara menyusun Indentifikasi proposal penelitian / skripsi yang benar
  4. Rumusan Masalah: Cara membuat Rumusan Masalah Penelitian.
  5. Kerangka Pemikiran: Cara membuat Kerangka Pemikiran + 4 Contoh
  6. Hipotesis: (Anda Disini)
  7. Jenis Data: Jenis-Jenis data pada Penelitian Ekonomi dan Bisnis
  8. Teknik Sampling: Teknik Sampling apa yang paling tepat untuk penelitian Anda ? + cara menggunakannya.
  9. Page Number: Cara membuat halaman di Microsoft Word
  10. Microsoft Excel: Panduan Cara Menggunakan Microsoft Excel (Lengkap)

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)