Cara Menentukan Saham yang Masuk ke dalam Portofolio Optimal

Pada panduan sebelumnya, Kita sudah belajar bagaimana cara menghitung Ai, Bi, Ci, dan Excess Return to Beta (ERB) Saham untuk Portofolio Optimal. Saya harap Anda sudah betul-betul memahami panduan tersebut sebelum melanjutkan materi panduan ini.

Pada panduan kali ini, kita akan belajar cara mengurutkan saham berdasarkan ERB, menghitung Cut-Off Point dan menentukan saham yang masuk kedalam Portofolio Optimal. Mari pelajari satu per satu.

Tabulasi Data Saham Portofolio Optimal

Agar Anda dapat menentukan saham apa yang akan masuk kedalam portofolio optimal, maka diperlukan tabulasi data yang baru dengan cara mengurutkannya berdasarkan nilai ERB.

Silahkan gunakan file Excel Online yang saya bahas pada Sub-Bab sebelumnya. Saya membuat Tabel baru di samping kiri tabel Excess Return dengan urutan Header: Emiten – Alpha – Beta – Unsystematic Risk – ERB – Ci – Cut-Off Point – Keputusan. Tabel akan tampak seperti berikut:

Tabulasi Data

Lalu gimana cara menyalin data dari table sebelumnya ke tabulasi data kita yang baru ? Ada 3 point yang mesti Anda ketahui:

  1. Data Emiten pada tabulasi data sebelumnya disusun secara horizontal. Sementara pada tabulasi data kita yang baru, data emiten disusun secara vertikal. Untuk menyalin data tersebut, Anda bisa menggunakan Paste Special (Transpose).
  2. Data Alpha, Beta, Unsystematic Risk, ERB dan Ci pada tabulasi data sebelumnya disusun secara horizontal dan menggunakan Rumus / Fungsi Excel. Anda tidak bisa menggunakan Copy – Paste biasa. Pada panduan ini, Saya akan menggunakan Fungsi HLOOKUP Excel untuk mengurangi kesalahan menyalin data.
  3. Data C* dan Keputusan tidak ada pada tabulasi data sebelumnya. Kita akan hitung secara manual menggunakan Fungsi MAX dan Fungsi IF Excel. Mari kita pelajari satu per satu.

Copy – Transpose Data Emiten

Copy - Transpose Tabulasi Data
  1. Pertama, Blok daftar Saham (Emiten) pada tabel sebelumnya. Anda bisa menggunakan data dari tabel Excess Return ataupun Actual Return. Lalu copy (tekan tombol ctrl dan c pada keyboard).
  2. Kedua, Klik Cell di bawah Header Emiten (pada contoh ini Cell AO6).
  3. Ketiga, Klik “Tab Home”, Pilih Paste (icon nya, bukan tulisannya). Kemudian klik Paste Transpose. Hasilnya akan tampak seperti gambar berikut:
Copy - Transpose Tabulasi Data

Tentukan Row Number Reference

Anda hanya perlu memasukkan Fungsi pada bari Emiten AALI saja. Selanjutnya kita akan menggunakan Fitur AutoFill Excel untuk mempercepat proses.

Sebelum menggunakan Fungsi HLOOKUP, Anda harus menghitung ROW Number Reference. Caranya, perhatikan langkah-langkah berikut:

Tentukan Row Number Rumus Fungsi HLOOKUP
  1. Pertama, perhatikan sumber data pada tabel sebelumnya. Kolom Emiten = Header. Dalam Fungsi HLOOKUP di sebut juga dengan ROW 1.
  2. Kedua, hitung dan tentukan ROW Reference data yang akan kita ambil. Baris di bawah header (Kolom Emiten) di sebut ROW 2 dan seterusnya ROW 3, 4, 5, 6, sampai ke ROW 137, 138, 139, 142, dan 143 dimana data Alpha, Beta, Unsystematic Risk, ERB dan Ci berada.
  3. Terakhir, berikan nomor baris (biar ga lupa) di samping data tersebut seperti contoh gambar di atas. Nomor baris ini akan kita masukkan kedalam Fungsi HLOOKUP.

Gunakan Fungsi HLOOKUP untuk Mengambil Data

Cara menggunakan Fungsi HLOOKUP Excel untuk Portofolio Optimal
  1. Pertama, contoh Fungsi HLOOKUP data Alpha pada Emiten AALI. Caranya ketik Fungsi =HLOOKUP($AO6;$O$6:$Y$148;137;FALSE) pada Cell AP6 (tepat di bawah kolom Alpha pada tabulasi data yang baru). Penjelasan singkat mengenai Fungsi HLOOKUP
    $AO6 adalah Cell Reference (Nama Emiten) dimana sebagai Header pada Tabel Sumber yang akan kita ambil datanya.
    $O$6:$Y$148 adalah Range data yang akan kita ambil nilai nya. Dalam hal ini, blok semua data sumber (mulai dari header) sampai ke baris 143 (data ERB). Jangan lupa menyisipkan nilai absolut (symbol $) di antara nama Row dan Baris (contoh: O6 menjadi $O$6)
    137 adalah nomor baris data Alpha yang sudah kita hitung sebelumnya.
    FALSE adalah perintah Fungsi Excel untuk mencari nilai yang benar-benar tepat.
  2. Kedua, Fungsi HLOOKUP untuk data Beta, Unsystematic Risk, ERB, dan Ci, Anda hanya perlu mengubah nomor baris saja. Nomor Baris Alpha = 137, Beta = 138, Unsystematic Risk = 139, Ci = 142, dan ERB = 143. Jika sudah benar, Fungsi HLOOKUP untuk masing-masing data sebagai berikut:
    Alpha =HLOOKUP($AO6;$O$6:$Y$148;137;FALSE)
    Beta =HLOOKUP($AO6;$O$6:$Y$148;138;FALSE)
    Unsystematic Risk =HLOOKUP($AO6;$O$6:$Y$148;139;FALSE)
    ERB =HLOOKUP($AO6;$O$6:$Y$148;143;FALSE)
    Ci =HLOOKUP($AO6;$O$6:$Y$148;142;FALSE)

Gunakan AutoFill Excel untuk Isi Otomatis

AutoFill Excel Portofolio Optimal
  1. Pertama, Blok data AALI yang sudah kita hitung menggunakan Fungsi HLOOKUP.
  2. Kedua, lakukan AutoFill Excel. Caranya, Arahkan Kursor ke sudut kanan bawah Cell sampai Kursor berubah menjadi tanda +. Kemudian Klik-Tahan-Tarik ke bawah sampai Emiten terakhir (UNVR). Silahkan pelajari semua tentang AutoFill pada Panduan AutoFill Excel M Jurnal.

Mengurutkan Saham Berdasarkan ERB

Di Excel, Anda bisa menggunakan Fitur Filter untuk mengurutkan data tanpa mengubah Rumus ataupun Fungsi. Perhatikan cara berikut:

Mengurutkan Saham Berdasarkan ERB Portofolio Optimal
  1. Pertama, Blok Header Tabel pada Tabulasi data yang baru.
  2. Kedua, Klik Tab Home, Pilih Sort & Filters. Kemudian Klik Filter. Secara otomatis icon Filter akan muncul pada header. Selanjutnya, untuk mengurutkan saham berdasarkan ERB, lakukan cara berikut:
Mengurutkan Saham Berdasarkan ERB pada Excel Portofolio Optimal
  1. Pertama, Klik Button Filter pada Kolom ERB.
  2. Kedua, Klik Sort Descending untuk mengurutkan data berdasarkan nilai tertinggi terlebih dahulu. Hasilnya tampak seperti berikut:
Mengurutkan Saham berdasarkan ERB Portofolio Optimal pada Excel

Menghitung C* (Cut-Off Point)

C* (Cut-off Point) menurut Husnan (2015) adalah nilai Ci terbesar dari semua Ci setiap emiten. Pada Excel, hitung Ci dengan fungsi MAX yaitu =MAX(blok_data_yang_akan_dicari_nilai_tertingginya). Jangan lupa gunakan nilai Absolut sebelum nama baris Cell. Perhatikan contoh berikut:

Cara menghitung Cut-Off Point Portofolio Optimal
  1. Pertama, ketik Fungsi MAX berikut =MAX(AT$6:AT$16) pada Cell AU6. Nilai absolut saya sisipkan sebelum nama Cell (AT$6 dan AT$16)
  2. Kedua, lakukan AutoFill Excel seperti cara sebelumnya. Otomatis, semua baris pada kolom C* akan terisi dengan angka yang sama.

Menentukan Saham yang Masuk Kedalam Portofolio Optimal

Saham yang memiliki ERB>Ci adalah saham yang akan masuk kedalam portofolio optimal. Pada Excel, Anda dapat menggunakan fungsi IF seperti berikut: =IF(nilai_yang_akan_di_uji ; hasil_yang_diinginkan ; hasil_alternatif). Perhatikan tahap – tahap berikut:

Menentukan Saham masuk Portofolio Optimal menggunakan Excel
  1. Pertama, Contoh menguji apakah Saham AALI masuk ke Dalam portofolio Optimal. Ketik Fungsi IF Berikut =IF(AS6>AU6;”Optimal”;”-“)
  2. Kedua, gunakan fitur AutoFill untuk menentukan apakah Saham lainnya juga masuk kedalam Portofolio Optimal. Hasilnya pada gambar berikut:
Menentukan Saham masuk Portofolio Optimal menggunakan Excel

Anda bisa cek secara manual, saham yang memiliki ERB > Ci akan masuk ke dalam portofolio optimal. Sedangkan saham BDMN dan ISAT memiliki ERB < C­i, maka tidak masuk ke dalam portofolio optimal.

Next kita Akan belajar cara Pembobotan Saham pada Portofolio Optimal. Pastikan Anda tidak melewatkan panduan ini. Karena sedikit lagi, kita akan menyelesaikan Panduan ini. Silahkan gunakan pintasan panduan berikut:

Pintasan Panduan Olah Data Skripsi Portofolio Optimal

  1. Data & Tabulasi: Persiapan dan Tabulasi Data untuk mempermudah proses analisis Serta Download Contoh Soal
  2. Return: Menghitung Actual Return dan Expected Return masing-masing emiten dan market
  3. Risk: Menghitung Variance (σ2), Alpha (α), Beta (β), dan Unsystematic Risk (ei) masing-masing emiten dan market
  4. Risk Free: Menghitung Excess Return dan Expected Excess Return dari Risk Free
  5. Ai, Bi, dan Ci: Menghitung nilai Ai, Bi, Ci dan Excess Return to Beta (ERB)
  6. Optimal: (Anda Disini)
  7. Pembobotan: Menghitung Zi, Wi, Alpha Portofolio, Beta Portofolio, dan Unsystematic Risk Portofolio Optimal.
  8. SIM or CAPM ?: Menghitung Single Index Model (SIM) dan Capital Asset Pricing Model (CAPM) lalu memahami hasilnya

Panduan Nyusun Skirpsi

List Artikel Terbaru

Tinggalkan Balasan