Apakah Penelitian Harus Signifikan ?
Apakah penelitian harus signifikan. Image by Pixabay
  • Post author:
  • Post comments:182 Comments
  • Reading time:8 mins read
  • Post last modified:2020-11-21

Hasil penelitian mu signifikan ga sob ?
Gimana, signifikan semua ga ?
Duuh,, ga ada satupun yang signifikan nih. Mana pembimbing bilang harus signifikan.

Pertanyaan di atas adalah beberapa pertanyaan yang Saya dengar ketika menyelesaikan penelitian dulu. Bukan soal jawaban dari pertanyaan tersebut. Tapi lebih ke bagaimana solusi yang terbaik.


Ketika bimbingan ke dosen pembimbing, kita bawa tuh penelitian dengan harapan bisa di ACC hari itu. Mumet juga kalo harus bolak-balik, revisi lagi, ketemu pembimbing lagi. Mendingan jika pembimbingnya mudah di temui. Kalo sulit di temui ?, Dosen terbang ?, dan istilah-istilah lainnya.

Yaa.. disini Saya akan membahas, “Apakah Penelitian Harus Signifikan ?“.

Back to content. Berhubung konten ini sangat panjang, untuk mempermudah navigasi, silahkan pilih menu dan sub menu konten ini pada Daftar isi berikut:

Apa itu Signifikan ?

Apakah Penelitian Harus Signifikan
Image: By Pixabay

Ketahui terlebih dahulu dasarnya. Apa itu signifikan ? “Signifikan adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari suatu persoalan“. Signifikan sangat sering dikaitkan dengan hasil dari suatu penelitian / riset. Contohnya, Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.

Konten Terkait:
Cara Membuat Halaman di Word dan Mengatur Posisinya
Cara Uji Asumsi Klasik Menggunakan SPSS


Dengan bahasa sendiri, signifikan dapat dikatakan sebagai
Contohnya…
“Variabel Kinerja Karyawan (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Gaji (Y). Artinya:

  • Variabel X1 berpengaruh nyata terhadap variabel Y. atau,
  • Perubahan nilai pada variabel X1 dapat merubah nilai pada variabel Y. Atau,
  • Variabel X1 ini loh yang dapat merubah nilai pada variabel Y.


Nah, jika belum paham pengertian Signifikan, silahkan coret-coret pada kolom komentar. Next kita lanjut.

Apakah Penelitian Harus Signifikan ?

Apakah Penelitian harus Signifikan
Image: By Pixabay

Sangat sering Saya menerima pertanyaan ini, baik itu dulu (2 tahun yang lalu sebelum konten ini dibuat) sewaktu Saya sedang menyelesaikan kuliah, hingga sekarang teman-teman pembaca setia M Jurnal sering bertanya. Apakah Penelitian Harus Signifikan ?

Jawabannya : “Tidak Harus” dan “Boleh Signifikan” ataupun “Tidak Signifikan”
Dengan catatan, Anda tidak salah melakukan seluruh prosedur penelitian.

Mari kita bahas lebih dalam ..

Penelitian, baik itu jurnal, skripsi, tesis, dsb menggunakan metode ilmiah, maka peneliti harus realistis, tidak boleh memihak, tidak boleh bertindak atas tujuan lain yang memberikan keuntungan kepada pihak lain.

Tujuan Anda meneliti itu adalah untuk menguji apakah teori yang telah ada dapat di aplikasikan pada objek penelitian dan pada periode penelitian yang telah Anda tentukan. Peneliti pun sah-sah saja memiliki keraguan yang muncul atas sebuah pernyataan atau kesimpulan pada hasil penelitian lain. Dengan kata lain, peneliti bertujuan untuk menguji teori tersebut.

Meskipun penelitian terdahulu menyatakan bahwa variabel X berpengaruh signifikan terhadap variabel Y, bukan berarti hasil penelitian Anda juga harus signifikan. Karena hasil penelitian harus terbuka terhadap kritik meskipun hasil penelitian satu sama lain bertentangan. Itu lah tujuan meneliti, yaitu mencari tahu kebenaran.

Karena, cara berfikir ilmiah seorang peneliti itu adalah ragu, lalu membuktikan. Artinya, Anda harus ragu terlebih dahulu dari teori yang telah ada, lalu membuktikannya terhadap kondisi nyata saat ini.

Naah, jika masih ada yang mendengar pendapat bahwa “Penelitian harus signifikan !”, Saya hanya bisa kasih saran, “Mending gak usah di teliti deh, karena udah yakin 100% signifikan“.

Logika sederhanya, kalau Anda udah yakin bahwa hubungan Variabel X dan variabel Y tersebut sudah pasti signifikan, buat apa di teliti lagi ? Buat apa dilakukan pengujian hipotesis dan statistik lagi ?. Cukup yakin dan katakan saja bahwa variabel X dan Y itu udah pasti signifikan. jadi ga perlu di teliti lagi.

Bagaimana Solusinya Jika Penelitian Tidak Signifikan ?

Apaka Penelitian Harus Signifikan ?
Image: By Pixabay

Karena penelitian sifatnya adalah menguji, maka hasil penelitian tidak perlu sama. Namun, mengapa sebagian dosen pembimbing seolah-olah ingin hasil penelitian itu harus signifikan ?

Jawabannya: Karena belum yakin apakah Anda melakukan prosedur penelitian dengan benar.

Sebagian besar Pembimbing tidak akan terima hasil penelitian yang tidak signifikan. Apalagi jika Anda tidak memiliki pengalaman meneliti secara ilmiah sebelumnya. Yaa.. bisa dikatakan, “Pemula cenderung melakukan kesalahan sebelum menjadi mahir“. Hal ini wajar.

Naah, jika kasus ini yang Anda alami. Maka sebelum bimbingan penelitian lanjutan kepada pembimbing, ada baiknya cek kembali penelitian Anda. Mulai dari awal sampai akhir.

Karena, Jika hasil penelitian Anda tidak signifikan, maka Anda harus bisa menjelaskan pertanyaan berikut:
1. Mengapa penelitian tersebut tidak signifikan ?
2. Apakah Anda sudah melakukan prosedur penelitian dengan benar ?

Jika sudah cek ulang dan tahu jawabannya, silahkan bimbingan kembali. Naah berikut beberapa hal yang harus Anda cek terlebih dahulu sebelum bimbingan lanjutan hasil penelitian kepada pembimbing:

1. Hipotesis yang diajukan Tidak Mendukung Secara Statistik ?

Pada prinsipnya, Pengujian hipotesis adalah untuk menguji signifikansi variabel. Signifikansi dalam artian adalah taraf kesalahan yang mungkin terjadi ketika peneliti menganalisa objek yang dijadikan sampel pada penelitian. Dengan kata lain, Anda harus melakukan penaksiran parameter populasi berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari objek yang dijadikan sampel pada penelitian.

Jika sudah dilakukan, tetapi hasil penelitian tetap tidak signifikan, sedangkan teori menyebutkan ada keterkaitan yang signifikan. Maka artinya adalah Data objek yang dijadikan sampel pada penelitian tidak berhasil membuktikan hubungan antara variabel X dan variabel Y. It’s ok.

Dengan kata lain, bukan berarti Variabel X tidak berpengaruh terhadap Variabel Y. Hanya saja sampel penelitian tidak berhasil membuktikan teori tersebut.

Lalu mengapa hal ini bisa terjadi ? Penyebabnya adalah:

  1. Data sampel penelitian memang tidak berhasil membuktikan hipotesis.
    Jika hal ini terjadi, maka Anda harus melaporkan hasil penelitian yang sebenarnya. Atau bisa melakukan penambahan data (seperti menambah periode penelitian / objek (sample) penelitian / menambah varaibel penelitian yang termasuk dalam teori). Karena ada kalanya teori hanya dapat didukung dengan sample / periode yang lebih besar.
  2. Kesalahan dari si peneliti.
    Kesalahan peneliti yang paling sering terjadi adalah kesalahan dalam pengambilan sample, kesalahan memilih teknik analisis, salah meng-input data, hingga salah dalam menginterpretasikan penolakan / penerimaan hipotesis (kesalahan tipe 1 dan 2). Saran Saya, telitilah terlebih dahulu yaa..

Baca Juga:
1. Cara Regresi Linier Data Time Series Menggunakan E-Views
2. Cara Regresi Data Panel Menggunakan E-Views

2. Kesalahan Dalam Pengambilan Sample Penelitian

Mengapa ada teori dalam pengambilan sampel (teknik sampling) ? Karena bertujuan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam memilih sampel dari sejumlah populasi.

Contoh 1: Katakanlah Anda ingin meneliti mengenai Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT ABCDEFG. Kesalahan yang sering terjadi dalam pengambilan sampel adalah ketika sampel yang Anda gunakan tidak mempertimbangkan aspek-aspek utama seperti pengalaman kerja, jenis kelamin, pendidikan, dsb.

Logikanya begini, seorang karyawan dengan Pendidikan terakhir adalah Strata 2 (S2) tentu memiliki harapan yang tinggi terhadap promosi jabatan di bandingkan dengan karyawan dengan pendidikan terakhir SMA.

Contoh 2: Katakanlah Anda ingin meneliti mengenai Pengaruh Rasio Likuiditas dan Solvabilitas terhadap Harga Saham Pada Emiten Yang Terdaftar dalam Index LQ45 Periode 2010 – 2019.

Dalam kasus ini, seiring bertumbuhnya harga saham, Emiten cenderung melakukan Stock Split (pemecahan harga saham) atau Stock Averse (penggabungan harga saham).

Jika selama periode penelitian terdapat emiten yang melakukan Stock Split atau Stock Averse, maka ada baiknya melakukan penyesuaian harga saham atau mengeliminasi emiten tersebut dari sampel penelitian menggunakan teknik sampling –>> Purposive Sampling.

Hal-hal sederhana seperti ini lah yang sering di abaikan dan menjadi kesalahan yang membuat hasil penelitian tidak signifikan (mendukung teori).

3. Kesalahan Input Data Penelitian

Kesalahan dalam memasukkan data penelitian sangat tidak dapat di tolelir. Jadi telitilah terlebih dahulu dalam memasukkan data penelitian seperti data yang memiliki nilai negatif, jangan sampai tertulis dengan nilai positif. Kalau perlu cek beberapa kali ya..

4. Salah Memilih Teknik Analisis

Sebelum menentukan teknik analisis yang benar, perbanyaklah membaca buku terutama buku-buku mengenai Metodology Penelitian.

Jangan sampai Anda memaksakan data yang digunakan untuk di analisa menggunakan teknik tertentu. Akan lebih baik lagi Anda meminta pendapat dari Pembimbing sebelum menentukan Teknik Analisis.

Karena dalam statistik, prinsip kesederhanaan (parsimony) sangat diutamakan. Semakin Sederhana suatu penelitian, maka akan semakin baik.

5. Kesalahan Dalam Menerima atau Menolak Hipotesis Penelitian

Terdapat 2 tipe kesalahan dalam menerima / menolak hipotesis:

  1. Kesalahan Tipe I adalah kesalahan jika peneliti menolak hipotesis nol (Ho). Sedangkan sebenarnya Ho di terima.
  2. Kesalahan Tipe II adalah kesalahan jika peneliti menerima hipotesis nol (Ho). Sedangkan sebenarnya Ho di tolak.

Bagaimana Cara Menjelaskan Hasil Penelitian Tidak Signifikan ?

Skripsi tidak
Image: By Pixabay

Jika Anda sudah lakukan pengecekan ulang dari proses analisis di atas, namun hasil penelitian tetap tidak signifikan, maka solusi terbaiknya adalah melaporkan hasil penelitian apa adanya.

Laporkan lah penelitian tanpa mengubah apapun hasil dari penelitian dan berikan alasan yang tepat mengapa data yang digunakan tidak mendukung toeri/hipotesis (tidak signifikan).

Baca Juga:
1. Cara Mudah Menentukan Variabel Paling Dominan
2. Cek dan Download Durbin Watson Online Lengkap (N=2000 K=20)

Agar lebih mudah di terima oleh Pembimbing. Saya sarankan poin – point berikut:

  1. Cari penelitian lain yang memiliki hasil sama dengan penelitian Anda (sama-sama tidak signifikan).
  2. Cari penelitian lain yang memiliki hasil berbeda dengan penelitian Anda (hasil penelitian signifikan).

Contohnya,
Hasil Penelitian dari “M JURNAL INDONESIA” menunjukkan bahwa ROA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Namun, hasil penelitian dari “M JURNAL ENGLISH” menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham.

Dengan adanya tinjauan dari penelitian terdahulu seperti yang disebutkan diatas, Anda bisa menjelaskan bahwa paling tidak hasil penelitian ini relevan dengan penelitian M JURNAL INDONESIA dan berbeda dengan hasil penelitian dari M JURNAL ENGLISH.

Naah, sekian saran dan penjelasan mengenai Apakah Penelitian Harus Signifikan ?. Saya yakin Anda sudah paham dan jauh lebih mengerti daripada Saya. Namun, jika ada pertanyaan, silahkan coret-coret di kolom komentar yaa.

Panduan Nyusun Skirpsi

List Artikel Terbaru

R_Mardani

"Write based on Experience"

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)

This Post Has 182 Comments

  1. Indah Nur Fazriah

    Hallo ka, slmt malam.
    Saya ingin bertanya, jika uji linear & signifikan berhasil (f), tapi korelasinya tidak signifikan (t) itu dugaan hipotesisnya bagaimana ya ka? Terimakasih

    1. R_Mardani

      Maksud signifikan berhasil (f) dan korelasi tidak signifikan (t) ini apa kak ? Ini hasil uji apa ?

  2. yasin

    Apakah Artikel ini Membantu Anda ?: Ya

    Silahkan Berikan Kami Saran Terbaik Anda:: Bagimana jika data penelitian ada yang kosong?
    misalnya ingin mengambil data dari tahun 2010-2019 namun data 2016 ternyata tidak tersedia apakah bisa dilanjutkan ?

    1. R_Mardani

      Hehe untuk komentar ga perlu di ketik pooling nya kak. Bagian itu form saran untuk website M Jurnal.
      Terkait pertanyaan kakak nih.
      Untuk data, kakak menggunakan objek penelitian (perusahaan) tunggal atau banyak ?
      Kalo banyak perusahaan, eliminasi aja perusahaan yang tidak memiliki kelengkapan data.

      Kalo cuma 1 perusahaan, Saya mau nanya lagi. Data variabel apa yang ga lengkap ?
      Kakak udah nyari dimana aja ?

  3. MJurnal.com

    DEAR ALL! Kami Himbau menggunakan Forum M Jurnal Untuk Diskusi.

    Berhubung komentar pada artikel ini sudah cukup banyak, kami sarankan diskusi menggunakan Forum M Jurnal aja ya.

    Kenapa ? Karena kasian kawan-kawan yang baru datang, tapi artikel nya terlalu panjang. Dari pada sulit scroll2 ke bawah, maka dari itu sesi tanya jawab lebih baik di Forum Mahasiswa M Jurnal saja.

    Forum M Jurnal memiliki Fitur diskusi yang lebih lengkap.
    Kami membangun Forum M Jurnal dengan Konsep Q&A.
    Semua team (Penulis, Editor, maupun Administrator) dan semua member M Jurnal akan membantu menjawab pertanyaan Anda.

    Silahkan kunjungi Forum M Jurnal

    Terima kasih. Semoga harimu menyenangkan πŸ™‚

  4. alvinaa

    halo kak, maaf nnya lagi hehe
    misalnya dalam teori disebutkan ada 4 variabel X mempengaruhi variabel Y tapi penelitian saya hanya mengambil 2

    nnti klo diuji, ditnya kenapa variabel yg lain tidak diambil, itu bagaimana kak? πŸ™

    1. R_Mardani

      Halo kak…
      Seharusnya menyesuaikan dengan teori yang digunakan kak. Jadi kalo teori pake 4, kita pake 4 juga.
      Tapi, teori itu kan bukan cuma ada 1. Banyak teori2 lain. Ada teori A mengatakan 3 variabel, sedangkan teori B mengatakan 4 variabel. Pake aja salah satu.

      Jadi menurut Saya coba kakak cari teori terkait yang mendukung penelitian kakak.

      Kalo ga ada, Saya punya solusi lainnya.

      Sedikit cerita deh… ada beberapa alasan kuat kenapa penelitian tidak menggunakan jumlah variabel yang sama dengan jumlah variabel pada teori.
      1. Data tidak tersedia.
      Sepengalaman Saya, tidak semua data variabel tersedia di lapangan. Ga mungkin peneliti menghabiskan waktu mencari data yang tidak tersedia.

      2.Mengembangkan hasil penelitian terdahulu.
      Dalam penelitian terdahulu, kan ada tuh bagian Kesimpulan dan Saran. Di bagian Saran, peneliti terdahulu memberikan saran kepada penelitian selanjutnya. Saran ini beda-beda isi nya. Ada yang memberikan saran untuk menambah jumlah variabel, menambah periode penelitian, ada juga yang memberikan saran untuk mengurangi jumlah variabel penelitian. Ini bisa dijadikan alasan yang kuat kok.

      3. Keterbatasan Peneliti.
      Kalo jumlah variabel terlalu banyak dan tidak memungkinkan dilakukan seorang diri dalam waktu yang tidak panjang. Boleh – boleh aja mengurangi jumlah variabel.

      4. Hasil penelitian cenderung bias (tidak signifikan / tidak sesuai teori).
      Banyak hasil penelitian yang tidak signifikan. Salah satu nya disebabkan oleh gejala multikolinearitas antar variabel bebas. Kalo variabel bebas saling berkorelasi, hasil penelitian tidak bisa dijadikan patokan / acuan / tidak bisa digunakan. Salah satu solusi nya, sembuhkan terlebih dahulu multikolinearitas. Jika sudah melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan multikol tapi hasil nya tetap tidak berubah, lakukan cara terakhir. “Singkirkan salah satu Variabel Bebas yang terkena multikol”

      Misalnya, X1 dan X2 berkorelasi tinggi sementara X3 tidak. Maka singkirkan X1 atau X2. Misal mau singgkir kan X1, maka peneliti hanya menggunakan variabel X2 dan X3.

      Nah, untuk mempertanggung jawabkannya, peneliti udah ada pegangan yang kuat. Bahwa variabel X1 dan X2 itu berkorelasi tinggi. Sehingga salah satu dari variabel tersebut tidak mungkin di masukkan dalam penelitian.

      Ini juga alasan kenapa di komentar2 sebelumnya Saya pernah bilang bahwa “Teori tidak selalu 100% sama dengan lapangan / realita”. Teori itu menjadi patokan kita untuk penelitian, tapi tidak harus 100% ikut teori. Karena “Beda Orang, akan Beda Rasa”, “Beda Peneliti, Beda hasil”

      Ohya kak @alvinaa , Diskusi nya pindah ke Forum M Jurnal aja ya biar lebih gampang :D.
      Tadi Saya dapat notifikasi balasan komentar dari kakak. Saya scroll2 kebawah kok ga nemu2.. Eeeeh rupanya paling atas. wkwkwkwk

      1. Alvina

        uda ke forum sblmnya kak, trus binggung cara diskusi disitu kak wkwkwkwk

        1. R_Mardani

          Oooh.. gitu toh.. Lihat Panduan nya aja kak. Ada tutorialnya tuh kalo masih bingung.
          Ini link Panduan Forum

  5. Yulia

    Hallo kak, aku mau tanyaa .. Penelitian ku pake data panel pda eviews .. Aku udh chow hasilnya fem , dan uji haustman nya rem . Sedangkan yg uji rem itu tidak ada yg signifikan sdngkan yg uji fem ada yg signifikan walaupun cuma 1 . Jadi itu bgmana kak ..

    1. R_Mardani

      Data panel kan ada 3 pengujian kak.

      • F test (Chow Test)
      • Hausman Test
      • Langrangge Multiplier (LM) test

      Udah dilakukan apa belum ketiga-tiga nya ? Kalo belum, Saya ada nulis panduannya di Cara Memilih Model Regresi Data Panel E-Views
      Hasil ketiga uji tersebut kan menentukan model mana yang akan terpilih (CEM, FEM atau REM).
      Walaupun yang terpilih REM sementara tidak ada hasil yang signifikan sekalipun. Tetap pake REM kak. Asalkan, harus dipastikan data lolos uji asumsi klasik dan tidak terjadi kesalahan selama proses olah data.

      Kalo mau diskusi lebih lanjut, lebih seru di forum kak. Ntar mampir aja ke Forum Mahasiswa M Jurnal ya.

  6. Aling

    Kak.. penelitian saya kan kalau mengacu pada penelitian terdahulu harusnya tidak signifikan. Akan tetapi karena data saya tidak berdistribusi normal maka harus saya log. Namun setelah saya log datanya kok jadi signifikan hasilnya……
    Gimana sih kak. Penggunaan log apakah memang akan membuat data signifikan apa gimana… t hitung juga berubah kesimpulan setelah saya log. Gmn nih kak????

    1. R_Mardani

      Ya ga papa kak. Itu hasil nya kok.
      Kalo sebelum log tapi data tidak berdistribusi normal, maka hasil uji Regresi tidak bisa digunakan.
      Tapi setelah log data berdistribusi normal. Apa pun hasil nya, hasil itu lah yang bisa dijadikan patokan pada penelitian kakak (khusus nya).
      Mengenai penggunaan log apakah membuat hasil menjadi signifikan ?
      Tidak Selalu kak.
      Karena regresi ini hanya mengolah data variabel X dan Y. Berubah aja salah satu data, hasil nya pun pasti akan berubah.

  7. Atalya

    Hallo kak.. Pada penelitian saya, saya menggunakan data primer. dari 4 variabel X yang saya gunakan ada 1 variabel yang dimna saat dilakukan uji t ternyata memiliki hasil yang tidak berpengaruh signifikan (sig>0,05) padahal rata-rata responden menjawab setuju dan sangat setuju pada kuesioner saya. kira-kira yang menyebabkan hal tersebut apa yah kak?

    1. R_Mardani

      Hallo kak Atalya. Meskipun rata-rata responden menjawab setuju dan sangat setuju pada quetioner, bukan berarti hasil olah data regresi akan signifikan pula.
      Regresi itu sebuah pola data kak dan hanya mengolah data. Jika data berubah, hasilnya pasti berubah.
      Ada juga teman-teman lain yang nanya case serupa dengan kakak. Saya pikir jawabah ini lebih lengkap.
      Coba kakak baca balesan komentar Saya ke kak Sitti Aisyah dibawah ya.

      1. Atalya

        Oh iya kak, saya menanyakan hal ini karena kemarin pada saat sya bimbingan skripsi dosen pembimbing saya menanyakan hal demikian, menyuruh saya mencari alasan atau justifikasi mengapa hal tersebut bisa terjadi, dimna pada hasil uji hipotesis variabel x sya tidak berpengaruh tetapi ketika melihat analisis deskriptif pernyataan ternyata nilai rata2 menunjukkan nilai yg baik (cenderung setuju dan sangat setuju). Dosen saya mengatakan jika data yg dimiliki bagus seolah2 variabel x yg dimaksud akan mendukung variabel Y. Tetapi ternyata tidak pada saat uji tidak.

        Berarti saya bisa menjawab jika data hasil kuesioner yg baik tidak menjamin bahwa variabel x tsbt akan berpengaruh terhadap variabel y yah kak?

        Untuk jawaban seblmnya terimakasih banyak kak. πŸ™

    2. R_Mardani

      Ooh, jadi dospem nya minta justifikasi kakak tentang hasil uji t yang ga signifikan itu ya.
      Bisa juga kakak jawab ke dospem ( Jika data hasil kuesioner yang baik tidak menjamin bahwa variabel x tsbt akan berpengaruh terhadap variabel y ). Boleh aja jawab gitu. Ini hanya salah satu nya.

      Saya ada tambahan melengkapi jawab tsb.

      Karena dospem nya minta alasan / pendapat dari kakak kenapa uji t tidak signifikan padahal secara deskriptif nilai nya bagus. Coba kakak

      Saran Saya jangan beranggapan bahwa responden memilih sangat setuju merupakan hal yang baik. Menurut Saya itu tidak tepat.
      Kenapa ? Karena akan tergantung dengan pertanyaan / pernyataan pada Quetioner. Coba bandingkan 2 pernyataan ini dengan Skala likert:
      1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju

      Pernyataannya:
      1. Gaji di PT A Sangat Kecil. (Jawaban Responden 5 = Sangat Setuju)
      2. Gaji di PT A Cukup Besar (Jawaban Responden 5 = Sangat Setuju).

      Pertanyaan Saya, apakah makna hasil quetioner kedua pernyataan di atas sama ? Tentu tidak kak.

      Terus tambahan lagi nih. Biar jawaban kakak ke dospem makin klop. Coba kakak lihat lagi kondisi internal perusahaan yang terkait dengan variabel x yang tidak signifikan itu.
      Berhubung Saya tidak tahu variabel apa yang kakak pake. Coba kakak baca balasan komentar Saya pada komentar kak Angga di bawah.
      Mudah-mudahan bisa membuka pandangan baru kak.

      Ohya terakhir, komentar di artikel ini udah cukup banyak kak. Kasian kawan-kawan yang baru datang kesulitan scroll2 kebawah. Sesuai himbauan dari @teameditor M Jurnal, kolom komentar akan ditutup hari minggu besok.
      Sesi diskusi bisa dilakukan di Forum M Jurnal ya kak.
      Kalo ada pertanyaan lagi, kakak sampaikan di Forum M Jurnal. Terima kasih πŸ™‚

  8. Sitti Aisyah

    Hallooo… gimana jika koefiesien detrminasinya lebih besar sisa variabel yang belum diteliti daripada yang sudah diteliti bahkan nilainya dibawah 50%…misalnya yang R sequernya 3% dan sisanya 97 %…apakah penyebab sehingga terjadi demikian dan solusinya gimana?

    terima kasih

    NB: semua prosedur penelitian telah sesuai dilakukan mislanya tabulasi dta benar, kuesioner valid dan realibel, lolos uji asumsi klasik

    1. R_Mardani

      Sebenarnya penyebab utamanya adalah data (note: sesuai NB yang kakak sampaikan pada komentar ini). Tapi ga masalah kak. Itulah hasilnya.
      Saya kasih gambaran tentang makna hasil penelitian aja ya kak.
      Hasil penelitian kakak ini bisa disimpulkan seperti berikut:
      Bahwa teori yang digunakan hanya mampu membuktikan pengaruh variabel X terhadap Y secara partial maupun simultan dengan koefisien determinasi sesuai hasil penelitian ini sebagai berikut… bla bla bla….
      Koefisien Determinasi sebesar 3% artinya 97% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
      Hasil ini hanya berlaku untuk Objek Penelitian (seperti: perusahaan / sample dll) pada Periode …… (jika menggunakan periode).
      Dan belum tentu hasil penelitian lain juga memberikan hasil yang serupa.
      Itu makanya setiap penelitian tidak memberikan hasil yang sama. Terkadang ada yang tidak sesuai dengan teori.

      Kenapa Saya sebut data yang menjadi penyebab nya ? Karena regresi itu hanya mengolah data. Tidak peduli teori variabel apa pun yang digunakan. Dan regresi itu, sebuah pola. Jika pola data variabel X mengikuti atau berlawanan arah dari variabel Y, maka bisa ditebak hasil nya akan signifikan dan koefisien determinasi akan mendekati 1.
      Coba kakak regresi kan data 3 variabel berikut:
      X1 = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
      X2 = 5, 6, 7, 8, 4, 9, 10, 11, 12, 13
      Y = 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20

      Lihat, pola data X1 dan X2 mengikuti pola data Y yaitu cenderung naik.
      Hasilnya udah pasti signifikan semua. dan Koefisien Determinasi = 1.

      Sebenarnya kakak boleh2 aja mempertahankan hasil penelitian tersebut. Karena itu sudah mutlak hasilnya. Dan memiliki kekuatan kok.
      Tapi, kalo kakak bener2 mau solusi. Coba tambah Variabel X nya. Atau tambah sample (kalo pake responden) atau periode penelitian.
      Tapi bukan berarti menambah variabel, sample atau periode penelitian bisa membuat hasil menjadi signifikan atau meningkatkan koefisien determinasi.

      1. Sitti Aisyah

        terima kasih banyak…sangat membantu

        1. R_Mardani

          Sama-sama kak. Semoga cepat rampung penelitiannya.

  9. sastra

    halo, kak.
    misalnya begini, untuk judul pengaruh x1, x2, x3 terhadap y pada Perusahaan yg terdaftar di BEI periode 2018-2019.
    akan lebih cocok pakai model apa ya?
    ini kan banyak datanya selama 2 tahin. saya bingung untuk pakai Regresi linier berganda tau data panel.

    1. R_Mardani

      Regresi Data Panel gak wajib kak.
      Tapi Di Rekomendasikan Menggunakan Regresi Data Panel dari pada Regresi linier berganda.
      Kakak kan udah tahu datanya bukan cuma time series. Tapi juga ada data cross section nya.

      1. Sastra

        Okay kak. Trims ya. Berkah selalu buat kakak, semoga selalu dalam lindungan Tuhan.

    2. R_Mardani

      Oh ya buat tambahan. Untuk periode data 2 tahun, lebih baik menggunakan data bulanan saja.
      Kalo pake data tahunan, hasilnya cenderung tidak akan bagus.
      Upayakan ambil 6 – 10 tahun.
      Kalo mau pake data panel, Syaratnya, jumlah periode data harus lebih banyak dari pada jumlah perusahaan yang dijadikan sample.

  10. Ika Nurul

    Brrti aku yg salah pengertian ini kak, R squared yg ditabel measures of association itu menjelaskan apa ya?

    1. R_Mardani

      Menjelaskan tentang porsi seluruh variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat.
      Misalnya gini
      Katakanlah nilai R Squared sebesar 0.421459, artinya variasi seluruh variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat sebesar 42.15% (0.421459). Sedangkan sisanya sebesar 57.85% (0.578541) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
      Kurang lebih gitu kak.

  11. mathias

    Halo, saya mau tanya kalimat “Data objek yang dijadikan sampel pada penelitian tidak berhasil membuktikan hubungan antara variabel X dan variabel Y.” bersumber dari mana ya?
    Kebetulan tempat saya tdk signifikan (>0.05)

    1. R_Mardani

      Ga ada buku nya kak.
      Itu sebuah kesimpulan Saya dari hasil penelitian.
      Itu juga cara mengartikan hasil penelitian.

  12. Ika Nur

    Malam kak may tanya, sya kan sdh mlakukan uji t 2 variabel tapi ad satu yg tidak signifikan. Pas saya lakukan uji F hasilnya signifikan. Apakah ini hal yang wajar? Kalau iya bagimana penjelasannya. Terimakasih

    1. R_Mardani

      Malam kak Ika.
      Gapap kok kak. Asalkan data lolos uji asumsi klasik serta proses olah data dilakukan dengan benar.
      Mengenai cara menjelaskannya udah Saya jelaskan dalam artikel Interpretasi Hasil Regresi SPSS atau EVIEWs.
      Lihat Pusat Panduan Skripsi ya kak. Di Menu utama website ini.

      Lalu silahkan baca2 lagi ya komentar2 dibawah kak. Banyak case yang sama kok.
      Tolong jangan buat Saya mengulang komentar ya kak πŸ˜€
      Ntar website kecil Saya ini di anggap spam komen, Maaf…

      1. Ika Nurul

        Oh iya kak mo nanya lagi, kan salah satu varibel yg saya teliti tdk signifikan artinya tdk ad pengaruh, tpi di koefisien determinasinya mampu menjelaskan 45,6% itu ad hubungannya kah kak?

        1. R_Mardani

          Hmm ga ada hubungan apa2 kok.
          Uji t dan Koefisien determinasi itu cuma temenan kok kak, ga lebih πŸ˜€
          Jadi uji t itu kan uji secara partial. Uji untuk 1 variabel X terhadap Y.
          Sementara koefisien determinasi ini secara simultan. Yaitu besaran pengaruh seluruh variabel X terhadap Y.
          Kalo uji F untuk uji secara partial atau simultan ? Simultan toh ?
          Jadi koefisien determinasi ini, memiliki hubungan yang spesial dengan si uji F itu.

  13. Amelia Fel

    Ka saya ingin bertama beberapa pertanyaan. Pertama, semisalnya data yang saya gunakan saat ingin menguji uji normalitas ternyata hasilnya yaitu data tidak berdistribusi normal, apa yang harus saya lakukan ya ka?. Kedua, bagaima jika menemukan hasil penelitian yang tidak sesuai dengan teorinya, apa yang harus kita lakukan dan haruskah mencari jurnal lagi?

    Terimakasih ka

    1. R_Mardani

      Coba transformasi data. Ubah satuan datanya.
      Ada banyak cara transformasi data.
      coba pakai logarithma natural. Jadi semua data diubah menggunakan logarithma natural, terus olah lagi dari awal (uji asumsi klasik dan regresinya.

      Selama prosedur olah data dilakukan dengan benar, terus data lolos uji asumsi klasik. Tidak signifikan pun tidak apa2 kak.
      Banyak contoh2 kasus yang serupa di tanyain. Coba scroll lagi ke bawah ya.. baca2 komentar nya.
      Ada juga saya bahas tentang kekuatan hasil penelitian, bahwa hasil penelitian itu adalah fakta.

  14. m e i i i

    kak saya stuck di uji hipotesis jadi penelitian saya ada 2 variabel bebas. untuk uji t (x1 berpengaruh sig thd y sedangkan x2 nya tidak berpengarug sig thd y) terus saat di uji f malah hasilnya x1 dan x2 berpengaruh secara sig. kemudian di bagian koef determinasi nya sumbangsih persentase sangat kecil hanya 6,8 %. itu gimana ya kak? apa ada yang salah?
    secara uji asumsi klasik sudah lolos semua dengan adanya perubahan data transformasi pada satu variabel yg tdk normal

    1. R_Mardani

      Transformasi data cuma untuk 1 variabel atau semua kak ?

  15. Alvina

    semoga saja beneren ga ngaruh rumus nya :’) btw terimakasih bnykkk ya kak buat jwbannya sebanyak ini dan mau menjelaskan juga.. semoga kakak bnyk dilimpahin berkah πŸ™‚ thankyou so much again

    1. R_Mardani

      Sama-sama kak Alvina.
      Mudah-mudahan cepat rampung penelitiannya. πŸ™‚
      Oh ya, Saya lihat penelitian kakak ini pake Data panel. Ada data time series (periode 2014 – 2018) dan Ada juga data Cross section (data masing-masing perusahaan).
      Tapi metode analisis nya Saya ga tau, apakah pake Regresi Linier Data Panel atau Regresi Linier aja.
      Kalo pake Regresi liner aja, Saya cuma mau kasih saran. Coba pake Regresi Linier Data Panel.
      Tapi ada Syaratnya. Minimal data Time Series harus lebih banyak dari pada data cross section.
      Misalnya,
      Data Time Series = 2014 – 2018 (ada 5)
      Data Cross Section = 4 perusahaan (ada 4).
      Kalo kondisi begini, jumlah perusahaan ga boleh lebih dari 4.
      Tapi kalo perusahaan lebih dari 4, misalnya ada 10. Periode penelitian nya di perpanjang.
      Buat minimal periode penelitian 11 tahun.
      Itu kalo kakak mau pake Regresi Data Panel.
      Soalnya, Tipe data gabungan (time series dan cross section) lebih efektif diolah menggunakan Metode Analisis Regresi Linier Data Panel ketimbang Regresi Linier biasa.
      Tapi ini kalo memungkinkan ya. Soalnya, kalo jumlah perusahaan terlalu banyak (misal 30). Apa mungkin data setiap variabel untuk 30 tahun tersedia ? Tambah lagi beberapa variabel di hitung manual (rumus nya panjang lagi).
      Bakal panjang banget penelitiannya nanti. 500 halaman atau lebih mungkin :D.

      Jadi dipilih aja dengan bijak ya. Regresi Linier Data Panel Ga Wajib. Tapi sangat disarankan untuk penelitian yang menggunakan data gabungan /data panel (time series + cross section)

      FYI, untuk tutorial olah data Regresi Data Panel pake Aplikasi E-Views udah Saya susun. Kunjungi aja halaman Pusat Panduan Skripsi M Jurnal ya.

      1. Alvina

        kak, dlm LK selalu disajiin dlm 2 tahun teruss klo yg disajikan dlm dollar mau diubah ke rupiah itu yg 2017 pake kurs pada tahun 2018 juga kah??
        *saya mengambil saldo 2017 itu dlm LK 2018 (krna dosen blg ambil yg terbaru/stlh disajikan kembali)

        1. R_Mardani

          Bisa juga ambil saldo 2017 dalam LK 2018.
          Kalo kursnya tetap pake yang 2017 kak.
          Kakak ambil data nya dari Annual Report atau Financial Statement Tahunan, atau Ringkasan Performa Perusahaan Tercatat ?

          Kalo di financial statement / annual report, biasanya data dalam satuan Rp.
          Di Ringkasan performa biasanya dalam dollar.
          Contohnya Punya EXCL barusan Saya liat. Financial Statement nya dalam Rp.

          1. Alvina

            saya ambil dri laporan tahunan, contoh perushaan yg pake dollar PT gas negara.. cmn ada 1 versi ga sih kak??

            klo ngambil data 2017 dri laporan 2018 otomatis ada angka yg berbeda antara yg ada di laporan 2017 dan di laporan 2018, klo kek gini kak bagaimana dong? klo pake kurs 2017 tkutnya malah beda ga sih? hmm…

        2. R_Mardani

          Penyajian LK setiap perusahaan ga sama persis kak.
          Ada yang membuat 2 versi (IDR dan USD). Ada juga yang 1 versi.
          Tapi… Seharusnya kalo perusahaan pake versi USD, ada keterangan Kurs / Nilai tukar yang di pake.
          Saya udah liat nih LK PGAS.
          Saya ambil disini Website IDX, ini Link nya
          Filter bagian ini:
          Jenis laporan: Laporan Tahunan
          Jenis Efek: Saham
          Kode: PGAS
          Tahun: 2018
          Period: Tahunan
          Download FS PT Perusahaan GAS Negara Tbk 31 Desember 2018 pdf kayak screen shoot ini nih
          Terus di file PDF nya, search kata kunci “Tukar” atau “Kurs” atau kata kunci yang berhubungan dengan nilai tukar.
          Saya coba search “tukar” dapet nih kurs yang di pake. Halaman 37 bagian Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian
          Kayak Screenshot ini
          Untuk data lainnya, disesuaikan aja. Harusnya ada keterangan mengenai kurs yang dipake kak.

          1. Alvina

            iya kak.. sudah lihat kursnya di laporan tahunan, cmn saya binggung pake kurs yg mana untuk itung 2017 nya…jadi walaupun ngambil saldo 2017 dri laporan tahunan 2018, trus pake kurs 2017 tu ga berpengaruh kak??

        3. R_Mardani

          gak kok kk.
          Itu kan udah ada keterangannya. Kalo data tahun 2018 pake kurs USD/IDR 14.481.
          Nah untuk data tahun 2017, data yang ditampilkan itu pake kurs USD/IDR 13.548
          Jadi kalo mau jadiin IDR, memang harus disesuaikan dengan kurs masing-masing tahun kak.

          1. Alvina

            soalnya saldo 2017 di laporan tahunan 2018 sma laporan thunan 2017 itu berbeda krna sudah di restatement, jdi tkut klo saldo 2017 itu ternyata uda diubah krna selisih kurs..

        4. R_Mardani

          Ya betul kak, ada sebagian yang seperti itu.
          Jadi usahakan kakak ngambil data dengan cara yang sama.
          Misalnya, seperti arahan pembimbing untuk ngambil data tahun 2017 dari LK 2018.
          Untuk data 2016, harus ngambil dari LK tahun 2017.
          Untuk data 2015, ambil dari LK thn 2016.
          Jadi seragam kak. Yang penting cara ngambil data nya gimana, gitu kak

          1. Alvina

            iyaa saya ambilnya begitu.. konsisten smua, cmn skrng malah stuck di kurs nya :’)
            jadi kurs dipake ttp pada thun itu? misal 2017 ttp pake 2017 wlaupun data dri 2018 lalu 2016 ttp pake 2016 wlaupun data dri 2017 begitu kah kak??

        5. R_Mardani

          Maksudnya kak ?
          Hmmm.. Saya ngeri salah paham nih. Coba kita samain dulu pemahaman kita kak.
          Kakak ngambil data gini kan:

          • Data thn 2017 –> Ambil di LK thn 2018 –> Pake Kurs data thn 2017 pada LK thn 2018.
          • Data thn 2016 –> Ambil di LK thn 2017 –> Pake Kurs data thn 2016 pada LK thn 2017.
          • Data thn 2015 –> Ambil di LK thn 2016 –> Pake Kurs data thn 2015 pada LK thn 2016.

          Kalo gini, Ya aman. Konsisten dan sumbernya jelas.

          1. Alvina

            iyaaa maksudnya begituuu kakk wkkwkwk

        6. R_Mardani

          Hahaha..
          udah selesai belum penelitiannya ?

          1. Alvina

            baru tahap sempro kak :’)

        7. R_Mardani

          Mantep2.. Good luck aja.
          Semangat biar cepat wisudah πŸ˜€

          1. Alvina

            aminn.. thankyou so much kak πŸ™‚

  16. Alvina

    nah solusi ujungnya juga menggunakan long term liabilities kan kak.. makanya saya tkut nnti malah menyebabkan rumusnya kurang akurat.. klo rumus variabel Y kurang akurat gini bisa pengaruh ke hasil akhir kak? nnti malah semua variabel ga berpengaruh :’)
    soalnya semalam saya coba 50 sampel ga berpengaruh semua :’) kata dosen coba naikkan sampelnya… emang perubahan sampel bisa mengubah hasil akhir kak? :’) syaa uji pake PLS

    1. R_Mardani

      Tidak signifikan sama sekali ga masalah kak. Karna memang itu hasilnya.
      Alaskan ga salah dalam prosedur pengolahan data. Serta data lolos uji asumsi klasik.

      Saya ngerti, kakak ga mau ada kesalahan yg menyebabkan hasil menjadi tidak signifikan, padahal jika tidak ada kesalahan hasil bisa saja signifikan.

      Regresi linier itu, mengolah data variabel Y dan X. Apakah ada hubungan linier antara 2 variabel tsb. Regresi tidak memandang variabel Y atau X menggunakan teori mana pun.

      Sedikit saja data berubah, hasil nya udah pasti berubah.
      Menambah / mengurangi sample, menambah / mengurangi variabel, menambah / mengurangi periode bisa merubah data. Yg selanjutnya hasil regresi juga ikut berubah. Tapi, belum tentu hasilnya bakal signifikan

  17. Melan

    halo.. selamat malam kak.
    sy mau bertanya, sy mempunyai variabel bebas ada 3. stelah sy uji untuk uji t gak ada satupun baik itu X1, X2, dan X3 gak ada pengaruhnya sama skli trhdap variabel Y otomatis untuk uji f juga gak ada pengaruhnya. tp untuk uji asumsi klasik lolos semua kak. menurut pendapat kk gimana ?
    sy sdh cari untuk penelitian sebelumnya smuanya berpengaruh sedangkan untuk analisis sy tdk berpengaruh sama skli, sy bingung kak. mohon bantuannya. trimakasih πŸ™‚

    1. R_Mardani

      Ga apa-apa kak. Sampaikan aja hasilnya.
      Insya Allah segera ACC.
      Sekedar Saran. Coba baca balasan komentar Saya ke kak Hafifah dibawah

      1. Melan

        kak.. sy sdh uji ulang utk X1 pada uji t berpengaruh negatif signifikan sedangkan utk X2 dan X3 pada uji t tdk berpengaruh signifikan, sedangkan X1,X2,X3 utk uji f tdk berpengaruh signifikan. krna sy bingung kak salah satu variabel X nya ada yg ‘berpengaruh’ negatif signifikan. yang mw sy tanyakan berarti untuk di bagian pengujian hipotesis baik itu uji t dan f ditolak kan hipotesisnya ?? apakah betul kak ???. mohon dijawab. mksih kak πŸ™‚

        1. R_Mardani

          Tidak masalah kalo tidak signifikan.
          Tapi Saya mau tanya dulu.
          Kakak lihat negatif signifikan untuk variabel X1 dari mana ? dari t hitung atau dari coeficient beta ?
          Terus bunyi hipotesis untuk variabel X1 seperti apa ?

          1. Melan

            dari t hitung kak.
            klw utk hipotesis sy gabung kak. ” diduga bahwa PAD, Angkatan Kerja, dan IPM mempunyai pengaruh parsial terhadap pertumbuhan eokonomi ”
            dan jujur sy bingung kak untuk masuk di pembahasan hasil analisis harus seperti apa nanti untuk yg tidak signifikan itu baik itu parsial maupun simultan. krna sy cari di penetian sebelumnya semuanya signifikan . sudah stuck . gimana ini kak, mohon bantuannya

          2. R_Mardani

            ooh gitu toh.
            Ada beberapa saran nih.
            1. Perbaiki Hipotesis nya dahulu. Buat per variable untuk secara partial. Dan Gabungan secara simultan
            Misalnya. untuk variabel x1
            Ho= Variabel X1 secara partial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.
            Ha= Variabel X1 secara partial berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.
            itu baru variabel X1. Buat lagi untuk variabel X2, X3 dst..
            Terus, buat hipotesis untuk semua variabel secara simultan. Nah, yang ini hipotesis yang digabung semua variabel itu kak. Tapi secara simultan.
            Biar nanti mudah dalam bab pembahasannya. Karena uji t itu kan dilakukan satu per satu untuk masing-masing variabel.

            2. Cara mengetahui pengaruh negatif atau positif
            Untuk mengetahui pengaruh negatif dan positif lihat dari coeficient beta kak. Kalo di spss itu coeficient B.
            Kalo nilai coeficient beta negatif. Artinya pengaruh nya aja yang negatif. Dan Bukan Sesuatu yang Buruk. Pengaruh negatif atau positif ini nanti bisa kakak bahas di bagian interpretasi hasil model regresi linier Y = a + B1(X1) + B2(X2) + e

            3. Untuk mengetahui pengaruh signifikan atau tidak
            Kalo mau lihat berpengaruh signifikan atau tidak, lihat dari t hitung atau kolom sig.
            t hitung negatif bukan berarti pengaruh nya negatif. Hanya saja pengujian dilakukan disisi kiri. Ga ada hubungannya dengan pengaruh positif maupun negatif kak Ini ada saya bahas di balasan komentar yang lain di bawah kak.

            Ada contoh-contoh yang serupa dengan kasus kak Melan ini. Coba scroll ke bawah. Baca-baca komentar yang lain.
            Kayak kasus kak Resaa, Angga, Vivian dll. Saya juga ada bahas tentang kekuatan hasil penelitian bahwa Hasil penelitian itu adalah FAKTA dan tidak bisa dibantah. Scroll aja kebawah ya kak πŸ™‚
            Sory ya kak. Saya ga bisa mengulang-ngulang komentar. Ntar web Saya dianggap Spam

  18. Alvina

    halo kak, saya stuck dihitung rumus variabel Y (kecurangan), jurnal” yg saya jadiin patokan pada pake rumus “sederhana” yg beda dri rumus asli penciptanya, krna rumus aslinya jauh lebih susah dan panjang. jadi saya binggung hrus mengikuti yg mana sementara tidak ada yg menjelaskan scr detail akun” mana yg hrus di gunakan dalm menghitung rumusnya (jdi hrus asumsi sndri) terkait pembahasan prosedur hrus tepat dalam melakukan uji yg kakak bahas, saya jadi tkut kesalahan menghitung variabel Y akan buat seluruh uji tidak berpengaruh kak, jdi sedikit kslhn dlm hitung rumus akan berpengaruh bnyk kak?
    mohon bantuannya kak, terimakasih

    1. R_Mardani

      Coba lihat lagi, jurnal2 itu pake teori yang mana ? Lihat landasan teori nya.
      Terkadang ada teori dari penemu yang diperbaharui oleh peneliti lain (note: peneliti yang saya maksud bukan penulis skripsi. Tapi lebih ke seorang ilmuan)
      Kalo jurnal-jurnal itu menggunakan teori yang diperbaharui, boleh-boleh aja ikuti jurnal itu. Asalkan teori yang diperbaharui ini sudah sah. Misalnya, seperti ada bukunya dll.
      Tidak bisa menggunakan asumsi sendiri. Harus ada landasan teori nya. Itu guna bab 2 (landasan teori) kan ? dan daftar pustaka sebagai sumber dasar penelitian ?

      Kalo ga ketemu sumber-sumber yang di pake jurnal itu. Pake aja teori dari penemunya.
      Menggunakan teori dari penemunya aja belum tentu hasilnya bakal signifikan.
      Tapi signifikan atau tidak, itu tidak penting.
      Yang penting, kakak harus punya landasan teori yang valid.

      1. Alvina

        dia ada rumus misalnya {total liabilities – current liabilitis – long term debt} dan tidak ada yg menjelaskan “long term debt” disini apakah menggunakan long term liabilities atau berbeda? dan akun pada tiap LK berbeda” dan sulit untuk diklasifikasikan, bagaimana menghitungnya kalau tidak boleh menggunakan asumsi kak?

        1. R_Mardani

          Iya betul kak Alvina.
          Ga semua LK perusahaan sama. Termasuk akun nya. Misal LK perbankan cenderung beda dengan LK perusahaan Manufaktur.
          Tapii.. tetap tidak bisa menggunakan asumsi sendiri. Terutama yg berhubungan dengan rumus perhitungan variabel. Itu udah ada teori nya, udah ada penemunya, udah ada pengembang nya.

          Misal kalo kakak masih ingin pake asumsi sendiri. Terus ditanyain penguji. Referensi kamu buat ngitung variabel Y ini dari mana ? Bisa tunjukkan sumber nya ?
          Terus kakak bakal jawab apa ?
          Sementara Penelitian itu harus memiliki sumber yang jelas dan akurat.

          Terus mengenai long term debt atau akun lainnya. Ada beberapa perusahaan yg ga pake nama akun long term debt, melainkan pake nama akun lain.

          Coba kakak share akun apa aja yg beda menurut kakak ? Untuk perusahaan apa aja dan tahun berapa ?
          Biar saya coba liat laporan keuangan nya.
          Kalo bisa share juga contoh jurnal yg kk jadikan patokan. Kirim aja link tempat kk download file jurnal nya di koment ini.

          Kalo memang data yg dibutuhkan tidak tersedia dalam LK perusahaan tsb, Eliminasi perusahaan itu pake metode sampling.

          1. Alvina

            saya pake infrastruktur, cth salah stu nya XL axiata, coba kakak lihat bagaimana menghitung short term debt & long term debt secara tepat? mohon kak bantuannya :’)

          2. Alvina

            tahun penelitian dri 2014 – 2018, tidak bisa dieliminasi kak, klo di eliminasi bearti smua sektor ga bisa diteliti dong, krna LK indonesia tidak ada yg membedakan long term debt dengan long term liabilities, https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/6495

          3. R_Mardani

            Saya udah baca2 contoh skripsi nya. Berarti variabel Y ini pake F-Score ya kak. Yang mana F-Score ini dihitung menggunakan akun Long Term Debt.
            Jadi ada 2 hal yang mau Saya kasih tahu dulu.

            • Short Term Debt = Current Liabilities
            • Long Term Debt = Long Term Liabilities

            Kalo mau baca-baca sumbernya di website Investopedia ya kak.
            Atau kalo kakak punya sumber yang mengatakan long term debt tidak sama dengan long term liabilities, tolong nanti di share di kolom koment ya. Mau Saya liat2 juga sumber nya.

          4. Alvina

            Tapi kak klo long term debt = long term liabilities, kenapa rumusnya {total liabilities – current liabilities – long term debt} auto hasilnya 0 dong? buat apa di hitung klo gitu kak?? bagaimana menjelaskan bagian ini ?:’)

          5. R_Mardani

            Oooh bagian ini jd biang kerok nya toh.
            Hm.. kita mulai dari Long term debt ya.
            Dalam suatu kondisi, long term debt bisa terbagi 2.

            • Long Term Debt (LTD): Merupakan kewajiban yg harus dibayarkan perusahaan dengan jatuh tempo lebih dari 1 tahun. Bisa 2 tahun, 5 thn, 10thn atau lebih
            • Current Portion of Long Term Debt (CPLTD): merupakan bagian dari LTD yg jatuh tempo kurang dari 1 tahun tanggal neraca. Seperti Biaya Pokok dari LTD

            CPLTD tidak termasuk LTD karena jatuh tempo pembayaran tidak lebih dari 1 tahun tanggal neraca. Dan juga bukan termasuk current liabilities karena CPLTD merupakan bagian dari LTD.
            Dalam neraca, CPLTD dicatat pada akun terpisah dari LTD dan Current Liabilities.

            Contoh:
            PT M JURNAL memiliki hutang pinjaman sebesar 5.000.000 yg akan jatuh tempo 5 tahun kedepan. Sementara Pokok pinjaman sebesar 1.000.000. Maka dalam neraca, 1.000.000 akan masuk ke akun CPLTD, sedangkan sisanya 4.000.000 masuk ke akun LTD.

            Dengan adanya akun CPLTD, perusahaan bisa menjaga agar LTD tidak diklasifikasikan sebagai current liabilities, melainkan bagian dari LTD yg dicatat terpisah karena jatuh tempo pembayaran tidak lebih dari 1 th tanggal neraca.

            Terus artinya ?
            Coba masukin rumus variabel kakak.
            Katakan current liabilities 400.000.
            Total liabilities = 5.400.000
            Jadi Total Liabilities – Current Liabilities – Long Term Debt = 5.400.000-400.000-4.000.000 = 1.000.000
            Kenapa selisih ? Itu dia CPLTD= 1jt

            Trus gimana kalo ga ada CPLTD dan LTD ? Pake Long Term Liabilitas
            Kenapa gtu ? Karna ga semua perusahaan punya CPLTD.

  19. Hani

    Selamat sore
    Saya melakukan uji f dan hasilnya signifikan (ada pengaruh) dan saya menyimpulkan scr simultan berpengaruh positif dengan dasar bahwa persamaan regresi saya bernilai positif Y = 14,435 + 0,626X1 + 0,463X2 + 1,093X3. Apakah benar begini menyimpulkanya? Atau uji f tidak bisa diketahui arah pengaruh positif/negatifnya? Terimakasih

    1. R_Mardani

      Kalo uji F ga ada arah pengaruh kak Hani.
      Yang ada cuma signifikansi dan koefisien determinasi.

      1. Hani

        Berarti untuk uji f hasilnya: secara simultan, variabel x berpengaruh terhadap y, ya? Hanya uji t yg bisa diketahui arah pengaruh positif/negatif
        Terimakasih informasinya

        1. R_Mardani

          Ya betul kak. Tapi lebih bagus kesimpulannya disebutkan semua variabel seperti ini:
          Secara simultan, variabel x1, x2,dan x3 berpengaruh signifikan terhadap variabel y.
          Mudah-mudahan cepat rampung penelitiannya ya πŸ™‚

          1. Hani

            Baik kak. Terimakasih atas informasi dan sarannya. Sukses selalu!

  20. RahayU

    Saya ingin bertanya, jadi hasil olah data sy untuk X1 menggunakan uji t ditemukan bahwa koefisien beta sebesar .122 yg menunjukkan arah positif.
    Dan thitung(1.066)<ttabel(1.991) dengan tingkat sig 0.289>0.05. Kesimpulannya bahwa hipotesis pertama ditolak yg berarti X1 menunjukkan arah positif namun tdk signifikan terhadap Y.
    β€’saya ingin bertanya mengenai apakah sudah betul kesimpulannya ?
    β€’apa arti dari X1 menunjukkan kearah positif ?
    Trimakasih

    1. R_Mardani

      Yaa bener kak
      X1 menunjukkan ke arah positif artinya setiap kenaikan nilai X1 dengan asumsi nilai variabel lainnya adalah tetap, maka nilai Y akan meningkat. Sebaliknya jika nilai X1 turun, maka Y akan turun.

      Kalo X1 menunjukkan ke arah negatif artinya:
      setiap kenaikan nilai X1 dengan asumsi nilai variabel lainnya adalah tetap, maka nilai Y akan menurun. Sebaliknya jika nilai X1 menurun, maka Y akan meningkat.

      1. Rahayu

        Baik kak, terimakasih atas jawabannya.

        1. R_Mardani

          sama-sama kak. Mudah-mudahan cepat rampung penelitiannya

  21. Erika Isnaini

    Selamat malam kak, Saya mau tanya kak, sekarang saya sedang mengerjakan skripsi kebetulan saya menggunakan beberapa uji analisis terus di sini ada beberapa kendala
    1. Saya menggunakan SPSS untuk menganalisis data yang saya peroleh ternyata setelah saya teliti antara hasilahasil dengan data pendukung yang ada itu tidak sinkron, hasil dari analisis saya menggunakan uji t-test bahwa rata-rata dari perolehan indeks prestasi kumulatif mahasiswa itu sama dengan 75% tapi ternyata data pendukung yang ada itu tidak sama dengan 75%
    2. Masih sama pakai t-Test, untuk keputusan hasil analisis data itu menggunakan dua cara yang satu bisa dilihat dari nilai t hitung dan yang kedua bisa dilihat dari nilai signifikansi, logikanya antara kita menggunakan t hitung maupun menggunakan signifikansi hasilnya sama tapi ternyata saat saya menggunakan keputusan t hitung dengan menggunakan keputusan signifikansi ternyata hasilnya berbeda

    Lalu bagaimana solusinya ya kak?? Terima kasih

    1. R_Mardani

      Malam juga kak Erika.
      Bisa beritahu t hitung dan t tabel nya berapa ?

      1. Erika Isnaini

        Untuk t hitungnya -13,928 dan t tabel nya 1,993 kak

        1. R_Mardani

          t hitung negatif artinya uji dilakukan disisi kiri.
          Kalo mau dibandingin dengan t tabel. Hilangkan minus nya. Hasilnya signifikan.
          Ada komentar dibawah dengan case serupa dengan kakak.

          1. Erika Isnaini

            Terima kasih kak buat jawabannya 😊

          2. R_Mardani

            Sama-sama kak Erika. Mudah-mudahan cepat rampung penelitiannya πŸ™‚

  22. Dera Miranda

    Maaf saya mau bertanya.

    uji f saya tida berpengaruh terhadap variabel dependen, solusinya gimana ya?a ap itu baik atau gimana butuh solusi banget udah buntu ga ketemu help, terimakasih banyak sebelumnya T_T

    1. R_Mardani

      Gapapa kak Dera.
      Selama prosedur olah data dilakukan dengan benar serta Data lolos uji asumsi klasik. Tidak signifikan pun tidak apa-apa.
      Karena itulah hasil pengujian dari data yang kakak gunakan.

      Saya pikir, pada artikel diatas udah saya jelaskan kalo Penelitian itu bertujuan untuk menguji Data (dari sample / objek) penelitian berdasarkan teori. Data tersebut diuji menggunakan statistik (misal: Regresi Linier).

      Jadi apapun hasilnya, itu lah kenyataannya. Asalkan kakak udah ngelakuin semua prosedur dengan benar serta data lolos uji asumsi klasik.

      Saran saya, Sampaikan hasilnya bahwa tidak signifikan. Kemudian coba cari penelitian terdahulu yang memiliki hasil sama dengan hasil penelitian kakak. Dan cari juga yang memiliki hasil berbeda dengan penelitian kakak. Kemudian bandingkan dengan hasil penelitian kakak. Masukin ke BAB pembahasan.

      Mungkin contoh kasus kak Hafifah di bawah bisa jadi inspirasi buat kk Dera.

  23. Sarry

    Kak, mohon bantu dijawab, apakah kakak punya referensi penelitian ttg variabel x terhadap variabel y yang mana Y adalah kesediaan membayar? sebagian besar orang variabel Y-nya tuh kepuasan pelanggan, saya kesulitan dengan dasar teori walaupun ini adalah model penelitian…please bantu kak.
    Pertanyaan kedua, jika uji t ternyata hasil x1 dan x3 tidak berpengaruh signifikan terhadap y, apakah dalam pembahasan disajikan saja atau dilakukan penelitian ulang agar hasil signifikan?
    atas perhatian dan jawabannya saya haturkan terima kasih ya kak

    1. R_Mardani
      1. Referensi Variable Y (Kesediaan membayar) ya, Saya belum punya sumber referensi nya kak. Saran saya, coba kakak cari di google pake keyword “Variabel Kesediaan Membayar”. Namun jika tidak ditemukan, baik itu penelitian terdahulu ataupun teori (buku2 dll), lebih baik tidak angkat judul tersebut.
      2. Tidak ada paksaan penelitian harus signifikan selama semua prosedur dilakukan dengan benar. Jadi sajikan hasil apa adanya. Banyak kok contoh-contoh kasus kawan-kawan lain tentang hasil penelitian yang tidak signifikan. Silahkan baca-baca lagi artikel diatas dan komentar-komentar kawan-kawan lainnya ya.
  24. chrysturyany

    Kak mau tanya judul skripsi saya: Pengaruh EWOM dan CITRA DESTINASI Terhadap minat kunjungan generasi Y ke wisata halal di Aceh dengan pendekatan TPB, nah hasil penelitian saya ini setelah di uji dengan menggunakan SmartPLS untuk yang variabel Citra destinasi hasilnya positif tapi tidak berpengaruh, lalu bagaimana ya kak cara saya interpretasi ke Dosen Penguji? kenapa kok bisa ga berpengaruh?

    1. R_Mardani

      Jawab aja: Karena datanya menunjukkan demikian (tidak signifikan). Mau diapain lagi coba hahaha.. Engga gitu juga ya.
      Case kakak ini udah hampir sama dengan case kak Ita Mufida.
      Untuk mencari alasan kenapa tidak berpengaruh, silahkan baca balasan komentar saya ke Kak Hafifah di bawah ya kak.
      Silahkan di baca-baca lagi komentar-komentar yang udah ada ya, banyak contoh kasus yang serupa dengan kakak.

  25. novenda

    Kak kalau misalnya saya melakukan suatu penelitian, namun penelitian saya adalah yg pertama dan tidak ada penelitian terdahulu, kira2 bagaimana ya kak. mohon bantuannya kak
    mohon maaf kalau pertanyaannya sedikit keluar

      1. novenda

        ada 2 kemungkinan judul kak
        1. KAMPANYE PEMUTUSAN RANTAI COVID 19 (STUDI KASUS PADA PROGRAM KAMPANYE KARANG TARUNA KOTA KUPANG KEPADA MASYARAKAT EKSTERNAL)
        2.STRATEGI HOTEL DALAM MENJAGA SAFETY DAN COMFORTABELITY PELANGGAN DITENGAH PANDEMI COVID 19 (STUDI KASUS PADA HOTEL SWISS BERLIN KRYSTAL KUPANG)

        kedua judul tersebut masih berupa opsi kak, mohon bantuannya karena saya baru pertama membuat proposal skripsi. terima kasih kak

        1. R_Mardani

          Variabel yang dipake apa kak ? Masih merujuk pada teori bukan ?
          Kalo ga ada teorinya, pasti akan sangat sulit. Karena tidak ada landasannya.
          Sekedar saran aja kak.

          • Kalo masih pertama kali nyusun skripsi, lebih baik angkat judul yang variabel didalam nya menggunakan teori-teori yang udah ada (bisa lihat dari buku atau jurnal juga bisa)
          • Kalo ingin angkat topik tentang covid, boleh-boleh saja. Tapi, variabel yang dipake harus merujuk ke teori yang udah ada.

          Ohya, kakak jurusan apa ?
          Kalo Ekonomi: Manajemen, Keungan, Pemasaran, Akuntansi dan sejenisnya, Silahkan kunjungi Artikel saya tentang Judul Skripsi Manajemen Keuangan, 200 Judul Terbaik. Saya juga bahas judul skripsi terkait tentang covid disana. Ada juga kawan-kawan lain yang nanya kasus serupa dengan kakak. Mudah-mudah membantu. Klik aja tulisan berwarna biru itu.

  26. Mayang

    Halo kak, saya mau mau tanya jika seluruh variabel X signifikan namun C tidak signifikan > o,o5. bagaimana interpretasinya dan apakah bisa dimasukkan kedalam model? lalu pengaruhnya terhadap hasil penelitian? Terimakasih

    1. R_Mardani

      Bisa kok dimasukin ke dalam model.
      Interpretasi nya seperti biasa tapi sampaikan tidak signifikan.
      Kalo pengaruh nya. Model regresi tidak bisa digunakan untuk estimasi nilai Y.
      Gapapa kok kak.
      Sampaikan aja hasil nya.

  27. chrysturyany

    Kak, kalau penelitian saya dari 5 variabel x ada 1 yang tidak berpengaruh yaitu variabel citra destinasi terhadap minat kunjungan wisatawan generasi Y ke wisata halal Aceh menjelaskannya bagaimana ya kak?

    1. R_Mardani

      Sampaikan aja hasilnya kak. Bahwa variabel x tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.
      Coba cari hasil penelitian lain yang memiliki hasil sama dan memiliki hasil berbeda dengan penelitian kakak.
      Kemudian bandingkan dan masukkan kedalam pembahasan

  28. YANTI TEDJU

    Selmat malam kak
    Kalau misalnya, dlam uji t, hnya stu variabel yg berpengaruh trus pas uju f tidak ada pengaruh.. itu bagaimana cara penjelasannya untuk uji f kal?? Mohon bantuannya kakπŸ™
    Terima kasihπŸ™πŸ™

    1. R_Mardani

      Ambil kesimpulan dari hasil kak.
      Kalo ga signifikan, tulis tidak signifikan. Gtu juga sebaliknya.
      Misal
      Dari hasil uji regresi linier berganda, var x1 berpengaruh signifikan terhadap var y. Hal ini ditunjukkan oleh nila prob. < alpha
      Sementara, hasil uji F menunjukkan var x1 dan x2 secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap var y. Dan seterusnya.

      Coba baca2 lagi komentar dari kawan2 sebelumnya. Ada case yg serupa kak

    2. Firdaniati

      Selamat malam kak, saya mau bertanya kalo pada uji t nilai t nya negatif tapi nilai signifikan nya lebih kecil dari pada 0,05 kan berarti signifikan ya. pada hasil hipotesis nya bagaimana ya kak? Apakah hipotesis diterima atau ditolak? Lalu pada hasil hipotesisnya itu jadi tidak berpengaruh atau berpengaruh ya kak? Mohon bantuan nya kak, soalnya aku masih bingung banget. Terimakasih

      1. R_Mardani

        Halo kak Firdaniati,
        Nilai t yang dimaksud coeficient regresi kan ya bukan t-hitung nya.
        Kalo iya, arti negatif itu hanya arah sebuah hubungan.
        Hasil uji t signifikan, maka tetap signifikan. Negatif atau positif hanya untuk menunjukkan arah hubungannya.
        Case kakak serupa dengan Case kak Kiki dibawah.
        Coba pahami balasan komentar saya ke Kak kiki ya.

        Untuk tambahan, kakak bisa baca konten saya tentang Interpretasi Hasil Regresi E-Views (kalo pake E-Views) dan Interpretasi Hasil Regresi SPSS (kalo pake SPSS)

        1. Firdaniati

          Itu kan saya x2 nya leverage y penghindaran pajak berarti kalo begitu hasil hipotesisnya variabel leverage berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak ditolak ya kak? Trs untuk signifikannya itu penjelesan tentang hipotesis tersebut kenapa tidak berpengaruh, begitu bukan ka? Atau aku salah tangkep? Hehe

        2. Firdaniati

          Kak kalo nilai t hitungnya yang negatif itu bagaimana penjelasannya?

          1. R_Mardani

            Agak panjang sih kalo saya jelasin t hitung negatif di koment. Ntar saya buatkan 1 artikel khusus aja ya.

            Untuk sekarang saya kasih cara cepat nya aja ya
            t hitung negatif artinya pengujian dilakukan disisi kiri.

            Terus gimana cara uji hipotesis nya ?
            Hilangkan tanda negatif pada t hitung kemudian bandingkan dengan t tabel.

            Contohnya ini hasil dari SPSS, lihat tabel coefficient ya.

            • Variabel X2 = Leverage
            • Variabel Y = Penghindaran Pajak
            • t hitung = -2,345 menjadi 2,345
            • t tabel = 1,546
            • Sig. = 0,021
            • Alpha Penelitian = 0,05
            • Coefficient B = -5,32

            Dari data itu, bisa disimpulkan:

            • t hitung > t tabel (2,345 > 1,546) artinya X2 berpengaruh signifikan terhadap Y
            • Sig. < Alpha (0,021 < 0,05) artinya X2 berpengaruh signifikan terhadap Y
            • Coeficient B = -5,32. Artinya X2 berpengaruh negatif terhadap Y

            Lihat, saya membandingkan t hitung dengan t tabel serta membandingkan Sig. dengan Alpha untuk menguji hipotesis signifikan atau tidak.

            Hasil perbandingan t hitung : t tabel udah pasti sama dengan hasil perbandingan Sig. : Alpha. Ga bakal beda.

            Terus, coefficient B bernilai -5,32. Ini yg saya maksud arah hubungan variabel X2 dan Y. Nilai negatif ini akan dimasukkan dalam persamaan regresi. Coeficient B tidak bisa digunakan untuk menguji hipotesis

            Maknanya, jika variabel X2 meningkat, maka variabel Y akan menurun. Itu maksud arah hubungan. Dan tidak ada sangkut pautnya dengan berpengaruh signifikan atau tidak.

            Hasil signifikan atau tidak, didapatkan dari membandingkan t hitung dan t tabel atau membandingkan sig. dan alpha.

  29. hafifah

    Malam ka, klo semisal ditanya oleh dewan penguji darimana kamu tahu bhwa penelitian kmu tdk berpengaruh atau tdk signifikan? Nah itu saya hrs menyajikan data seprtti apa kak terimakasih sebelumnya mohon dijwab ya kak

      1. Hafifah

        Ooh iya kak, tapi saya ingin memperkuat faktor yg mnyebabkn hasil penelitian ini tdk berpengruh dengan menambhkan data hasil wawancara kpd pihak instansi tntg judul yg saya angkat tdk berpengaruh gtu kak, jadi tidak hanya angka yg saya sajikan
        Apa itu diperbolehkan ? Dalam penelitian

        1. R_Mardani

          Waah bagus itu kak.
          Jadi case kakak ini udah hampir sama dengan case kak Angga dibawah
          Mencari faktor-faktor yang mendukung hasil penelitian.
          Ini bisa jadi landasan yang kuat juga kenapa hasil penelitian kakak tidak signifikan (tidak sesuai teori).

          Kakak bisa juga menambahkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang sama dengan penelitian kakak (sama-sama tidak signifikan).

  30. Titin

    Siang kak mau tanya, kalo jurnal panduan menggunakan regresi panel dengan eviews apakah penelitian kita juga harus menggunakann eviews juga ya kak, takutnya kalo menggunakan spss hasilnya tidak signifikan.
    Terimakasih

    1. R_Mardani

      Siang juga kak titi.
      Dalam panduan yang Saya susun itu, aplikasi yang Saya pake hanya eviews.
      Tutorial regresi data panel pake SPSS belum Saya buat.

      Kalo mengenai hasil, Eviews dan SPSS kurang lebih sama aja.

      Saya sarankan pake eviews aja. Biar mudah ikuti step by step nya.

  31. devi

    Maaf kak izin bertanya, hasil penelitian saya kan tidak ada perbedaan profesional guru berdasarkan kualifikasi akademik dan masa kerja. Sebelumnya saya menulis tidak ada perbedaan yang signifikan. Nah pas bimbingan boro2 diminta hrus signifikan. Malah ditanya kenapa dia signifikan? Dan saya udah baca beberapa artikel tapi ttp belum paham

    1. R_Mardani

      Halo kak Devi.
      Dosen nya mau tau tuh seberapa paham kakak dengan penelitian itu.

      Maksud nya gini,
      Penelitian kk mau nguji apakah ada perbedaan profesional guru berdasarkan kualifikasi akademik dan masa kerja.

      Tentu ada hipotesis yg menyatakan signifikan dan tidak signifikan.

      Nah si dosen nanyain hipotesis signifikan itu loh.
      Kenapa dia signifikan ?

      Ya dijawab aja. Bisa pake teori atau logika sendiri aja.

      Kalo pake logika misalnya

      • Semakin berilmu seseorang (kualifikasi akademik) tentu akan semakin profesional
      • Semakin berpengalaman seseorang (masa kerja), maka profesionalitas semakin terbangun

      Tapiii lebih baik gunakan teori yang mengatakan kualifikasi akademik dan masa kerja mempengaruhi profesional guru.

      Karna logika hanya sebatas opini. Sementara teori yg sah tidak bisa dibantah kecuali si pembantah memiliki teori berbeda yang sudah terbukti kebenarannya.

      Contoh pake teori:
      Dospem: Kenapa dia signifikan ?
      Saya: Karna menurut Teori M Jurnal, Kualifikasi Akademik dan Masa kerja dapat mempengaruhi Profesional Guru. Maka saya coba uji dengan sampel sekian org pada SMA 2 Negeri. Ternyata, hasil penelitian dengan sample yg tersebut berbeda dengan teori / tidak signifikan.

      Saya rasa jawaban gini aja udah klop kak.

      Gimana menurut kak devi ?

  32. ita mufidah

    selamat siang kak. saya ingi bertanya, koefisien regresi saya positif namun tidak signifikan. bagaiaman cara interpretasinya ya kak? kemudian saya juga bingung interpretasi koefisien regresi yang kurang masuk akal seperti Y = 14,167 + 0,020X2 (Y=kejadian stunting X2=cakupan ASI eks) klo diinterpretasikan jadinya jika cakupan ASI eksklusif meningkat, maka kejadian stunting akan meningkat sebesar 0,020.
    mohon bimbingannya kak. Terimakasih

    1. R_Mardani

      Halo kak ita.
      Meskipun koefisien regresi positif (berlawanan dengan teori / Tidak masuk akal), tidak dapat dijadikan acuan karena hasil uji hipotesis tidak signifikan.
      Untuk pengambilan kesimpulan, buat aja kesimpulan sesuai hasil.

      Misalnya, hasil uji t menunjukkan X2 berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Y.
      Jika X2 bertambah sebesar 1% dengan Asumsi nilai variabel lain tetap, maka Y akan bertambah sebesar 0,02%. Namun estimasi ini tidak bisa dijadikan acuan karena secara statistik, Variabel X2 tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y pada alpha 5%.

      Tipsnya: Tetap buat kesimpulan sesuai model regresi, lalu di akhir kalimat berikan penegasan pada hasil uji t tersebut.

      Case kakak hampir sama dengan case kak nadya. Silahkan klik disini untuk membacanya ya

  33. Mutia mutmainna

    Kak H1 saya tdk berpengaruh signifikan tetapi sy cari penelitian terdahulu tdk ada yang sama kak semuanya berpengaruh,btuh sarannya kak untuk berikan alasan

    1. R_Mardani

      Halo kak Mutia.
      Case nya hampir sama dengan case kak Angga.
      Karna saya ga tau variabel apa yg kk pake, jadi coba di pahami balasan komentar saya untuk kak Angga di bawah aja ya kak (Klik Disini)
      Mudah-mudahan bisa membantu.
      Kalo masih ragu, coret-coret aja dikolom komentar ini ya. Sampaikan semuanya biar kita selesaikan.

  34. Novanti

    Halo, saya mau tanya. kalo penelitian saya X1 terhadap Y uji t tidak signifikan, X2 terhadap Y uji t tidak signifikan, dan X1 X2 terhadap Y uji f tidak signifikan. Jumlahnya lebih besar (>) dari 0,05 (uji 2 tailed). Apakah itu gapapa? saya bingung banget, terimakasih sebelumnya

    1. R_Mardani

      Selama uji prasyarat lolos semua. Dan tidak ada terjadi kesalahan dalam olah data, tidak ada 1 pun yg signifikan gapapa kak.

  35. ramlah

    assalamualaikum wr wb
    hasil penelitian saya menunjukkan uji t kedua variabelnya tidak signifikan tapi uji f hasilnya signifikan, mohon bantuanya bagaimana menyimpulkan hasil tersebut.
    wassalamualaikum wr wb

    1. R_Mardani

      Wa’alaikum salam kak Ramlah.
      Silahkan lihat balasan komentar saya ke Kak Resa (klik disini) dan kak Angga (klik disini). Jawaban case ini udah ada di sana.
      Thanks 😁

  36. Rofi

    Malam kak. Kak penelitian saya menggunakan data sekunder dengan judul pengaruh laju pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan terhadap indeks pembangunan manusia. Tapi hasil kedua variabel tidak signifikan. Udah pakek spss sama eviews tetep sama kak. Bagaimana ya solusinya dan mohon bantuannya kak. Terima kasih

    1. R_Mardani

      Malam kak Rofi.
      Meskipun beda software, hasilnya akan tetap sama kak.
      Tidak signifikan sama sekali = tidak masalah kak.
      Case yang serupa ada dr beberapa komentar sebelum nya.
      Silahkan pahami isi nya ya kak πŸ™‚

  37. Adrian

    Assalamualaikum kak, mau nanya gimana cara menjelaskan dan solusi ke dosen pembimbing apabila uji t nya salah satunya tidk signifikan dan uji f ny signifikan. Disini saya menggunakan 2 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Mohon bantuannya…

      1. Kiki

        assalamualikum kak, kak hasil penelitian ku uji t parsial smua ditolak tpi uji f simultan diterima, udh konsultasi sama dosen pembimbing tidak masalah katanya, hanya diminta untuk mencari penelitian yang bisa mendukung penelitian ku ini. Cuma aku udh cari tpi gak nemu. Kira2 ada referensi buku yg mengatakan jika uji t ditolak tpi uji f diterima tidak menjadi maslah gak kak?
        Soalnya aku pernah baca asumsi kakak yg bilang kalo gak semua teori bisa diterima pada perusahaan dan periode tertentu, jdi wajar kalau ada penelitian yg tdk signifikan.
        Terimakasih sebelumnya kak..

      2. Syarifah

        assalamualikum kak, kak hasil penelitian ku uji t parsial smua ditolak atau tidak berpengaruh tpi uji f simultan diterima atau berpengaruh, udh konsultasi sama dosen pembimbing tidak masalah katanya, hanya diminta untuk mencari penelitian yang bisa mendukung penelitian ku ini. Cuma aku udh cari tpi gak nemu. Kira2 ada referensi buku yg mengatakan jika uji t ditolak tpi uji f diterima tidak menjadi maslah gak kak?
        Soalnya aku pernah baca asumsi kakak yg bilang kalo gak semua teori bisa diterima pada perusahaan dan periode tertentu, jdi wajar kalau ada penelitian yg tdk signifikan.
        Terimakasih sebelumnya kak..

  38. Nadya

    Assalamualaikum kak, selamat sore
    Saya mau bertanya terkait dengan skripsi saya. Judul saya “hubungan antara harga diri dengan kecenderungan narsistik pengguna instagram pada siswa SMA X. Hipotesis saya ada hubungan negatif antara harga diri dengan kecenderungan narsistik. Yaitu smakin tinggi harga diri maka kecenderungan narsistik semakin rendah. Namun setelah saya menganalis data hasilnya positif signifikan. Artinya hipotesis saya ditolak. Jika dilihat dr hasil analisis deskripsi saya kecenderungan narsistik ada di kategori rendah, sedangkan harga diri ada di kategori sedang. Dari uji hipotesis saya menunjukan hasil positif dan signifikan, uji normalitas dr kedua variabel hasilnya normal. Dan uji linieritasnya dikatakam bahwa kedua variabel tersebut memliki hub yg linier karna p<0,05.
    saya ada kendala dipembahasan bab 4 saya bingung untuk menjelaskan kenapa hipotesis saya ditolak. Mohon bantuan serta sarannya. Terimakasih kak😊

    1. R_Mardani

      Slamat malam kak Nadya.
      Terus terang, mengenai variabel yg kakak gunakan udah diluar bidang saya.
      Tapii.. Saya kasih gambaran scara garis besar aja ya kak.

      Variabel pd penelitian kakak itu kan, masing2 punya indikatornya.
      Misalnya, Harga Diri punya 7 Indikator penilaian. Sedangkan Narsistik punya 9 indikator penilaian.

      Di bagian pembahasan, coba jelaskan lebih rinci per indikator. Bukan per variabel. Hubungkan hasil analisis hubungan dengan indikator2 tsb.

      Jadikan statistik deskriptif sebagai gambaran data, lalu gunakan hasil uji hipotesis sebagai fakta yg berlaku khususnya untuk sample yg digunakan (Pengguna IG Siswa SMA X).

      Hasil

  39. Maha septia

    Selamat malam kak, mau nanya penelitian saya kan ada satu variabel tidak signifikan saat uji regresi linier sederhana, waktu saya mau uji berganda pembimbing saya bilang tidak bisa dilakukan uji berganda (simultan) di karenakan satu variabel sudah tidak signifikan, apa bener prosedurnya seperti itu kak ??

    1. R_Mardani

      Halo kak Maha.
      Saya mau menyamakan persepsi dahulu. Berikut pemahaman mengenai metode analisis:
      1. Penelitian dengan 1 variabel bebas (X) dan 1 variabel terikat (Y), metode analisis yg di pake regresi linier sederhana
      2. Penelitian dengan 2 atau lebih variabel bebas dan 1 variabel terikat, metode analisis nya regresi linier berganda

      Terus pertanyaan saya, kakak pake berapa variabel bebas ?
      Kalo cuma 1, cukup pake regresi sederhana aja.
      Kalo 2, cukup pake regresi berganda. Regresi sederhana ga perlu lagi kak.

      Atau maksud kakak, uji regresi sederhana itu = uji t ? Terus uji berganda = uji f ? Dan jumlah variabel bebas lebih dar 1 kah ?

      Kalo iya.
      Jika salah satu variabel pada uji t menunjukkan hasil tidak signifikan, maka hasil uji f masih bisa di lakukan.

      Kalo kakak olah data pake SPSS / E Views, hasil uji t dan uji f langsung terlihat dalam 1x proses.

      Kalo kakak mau tau lebih lanjut mengenai makna hasil uji t dan uji f, coba baca balasan komentar saya ke kasus kak Resaa di bawah (Klik disini) untuk scroll cepat kebawah.

    2. KIKI SUNDARI 2016052472-61201-P

      Ass, kak saya mau tanya disini saya pakai judul pengaruh cr, der, terhadap roa. Jadi x1 saya tidak ada pengaruh secara sig, x2 terdapat pengaruh negatif dan sig, x1x2 dan y terdapat pengaruh sig secara simulatan, disini saya masih bingung kak cara menjelaskan nya seperti apa kenapa bisa negatif terus kalo ditanya kenapa semua negatif secara teori ga berpengaruh terhaday y dong? Nah itu saya masih bngung harus menginterprestasikan nya gimana

      1. R_Mardani

        Halo kak Kiki. Untuk hasil negatif atau positif hanya sebuah arah hubungan. Beda dengan signifikan atau tidak

        Jadi, X2 (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Y (ROA).
        Artinya, Setiap kenaikan nilai DER akan mengurangi Nilai ROA
        Sebaliknya setiap penurunan nilai DER akan menambah nilai ROA
        Dan hasil ini signifikan pada alpha 0.05

        Signifikan = berpengaruh nyata / bahasa awamnya, bisa dijadikan acuan atau patokan

        Kalo hasil nya negatif tapi tidak signifikan, kesimpulan yg dibuat di atas itu ga bisa dijadikan acuan.

        Kakak bisa baca konten saya tentang Interpretasi Hasil regresi SPSS (kalo pake SPSS) dan Interpretasi Hasil Regresi Eviews (kalo pake Eviews)

  40. Rima

    Kak aku mau tanya
    Aku meneliti data sekunder mengenai pengaruh rasio lancar dan margin laba bersih terhadap rasio pembayaran dividen. Jumlah sample nya 35, uji asumsi klasik nya lolos semua.
    Tapi hasil regresi X1 negatif, kolerasi nya positif dan uji t tidak signifikan.
    Kak aku bingung menginterpretasikannya ketika regresi positif tapi kolerasi negatif. Gimana ya kak πŸ˜”

    1. R_Mardani

      Uji t X1 tidak sig & negatif = tidak ada arti apa2 / var. X1 tidak bisa memprediksi variabel Y. Karna tidak signifikan.

      Lalu coba lihat lagi, korelasi nya signifikan ga ? Kalo signifikan, berarti memang ada hubungan positif antara X1 dan Y. Namun tidak bisa memprediksi nilai Y (berdasarkan hasil uji regresi)

  41. christin noverina

    kak, saya mau tanya. saya punya hasil regresi berganda yang menunjukkan variabel X1 nilai prob<Ξ± (0,02<Ξ±) artinya signifikan, sedangkan uji t nya tidak signifikan (t hitung<t tabel) dan menunjukkan tanda negatif.
    itu bagaimana ya kak?? Mohon bantuannya kak.

    1. R_Mardani

      Kalo prob < Ξ±, udah pasti t-hitung > t-tabel.
      Hasil nya pasti sama kok.
      Cara pengambilan keputusannya aja yg beda kak.

      Coba kakak pastiin lagi pengambilan keputusan dari t-hitung ga salah.
      Tentukan degree of freedom (df) nya pake rumus:
      n – k
      n = jumlah sample
      k = jumlah variabel

      Kakak ini pakai uji 2 sisi atau satu sisi ?. Lihat dulu di hipotesis nya. Cara nentuin uji 1 sisi atau 2 sisi, coba kakak baca balasan komentar saya untuk kakak disrach di bawah. Klik disini untuk scroll cepat ke bawah.

      Lalu, di tabel t, pilih angka sesuai df td daan jangan sampai salah ambil data nya. Uji dua sisi atau satu sisi.

  42. vivii

    selamat malam kakak. saya mau nanya nih. semua prosedur penelitian kan sudah saya kerjakan dengan benar tapi pada hasil regresi linier berganda saya hasilnya ada yang NEGATIF DAN TIDAK SIGNIFIKAN. kebetulan judul saya Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Citra Terhadap Kepuasan Pelanggan pada XX. Nah X1 (bukti fisik) dan X2 (kehandalan) yang hasil nya negatif dan tidak signifikan. memang ada jurnal pendukungnya kak tapi objek nya berbedan masih sama2 lah jalurnya sama2 ekspedisi. kira2 kalau saya sidang nanti lalu ditanya begini alasan yang tepat untuk menjelaskan nya bagaimana ya kak, karena dosen pembimbing saya pun gak bsa kasih masukkan sama saya kak. mohon bantuannya kak. trimaksih

    1. R_Mardani

      Selamat malam kak vivi.
      Saya ngerti, pasti ada dilema ketika hasil penelitian berbeda dgn teori.
      Perlu saya kasih tau dulu deh mengenai “kekuatan hasil penelitian”

      Jadi hasil penelitian itu adalah FAKTA dari data yg kita olah.
      Siapapun tidak ada yg bisa menyalahkan, asalkan kita sudah olah data dgn benar yang berpatokan dengan sumber2 kuat, misal nya kenapa menggunakan variabel x1, x2 dan Y ? Karena menggunakan teori dari Buku ABC pengarang DEF, teori metodologi penelitian yg digunakan dll. contoh nya seperti itu.

      Mengenai alasan kenapa hasil tidak sama dengan teori ? Saya rasa ga perlu alasan spesifik. Karna kita udah punya Fakta bahwa teori A (yg digunakan) tidak mampu membuktikan bahwa variabel X2 berpengaruh signifikan trhadap Variabel Y PADA PT ABC

      Lihat kata yg saya tebalkan. Itu inti dalam penelitian. Membuktikan teori, berlaku ga pada Objek penelitian yg di pake
      Dan juga terakhir saya beri tebal PADA PT ABC. Itu artinya, SAAT INI, TEORI TIDAK BERLAKU PADA PT ABC
      Bukan berarti penelitian pada PT yg sama (di lain waktu), atau pada PT yg lain, hasil penelitian harus sama. Itu tidak wajib kak.

      1 hal yang saya yakini mengenai berlaku atau tidak nya sebuah teori bahwa…
      “Teori Tidak Selalu 100% sama dengan Lapangan”. Kecuali ilmu pasti, seperti kali, bagi, tambah, kurang.
      Hal ini juga bakal sering di temui dalam dunia kerja.

      Yg terpenting, siapkan mental sebelum sidang, pahami lebih dalam skripsinya, banyak2 makan (jd gendut :D), istirahat yg cukup, banyak berdo’a, minta perhatian lebih dari pacar, DAN JANGAN MIKIRIN MANTAN πŸ˜€

      Kalo ingin tahu Bagaimana Cara… apapun yg berhubungan dengan Karir & Bisnis, Keuangan, Teknologi dan Finansial M JURNAL lah Tempat Terbaik πŸ˜€

      Gimana ga vivi ? Kalo masih ada pertanyaan / keragu2an, monggo coret kolom komentarnya..

      1. Arfiah

        Selamat pagi kak, sebelumnya terimakasih atas penjelasan yang telah diberikan. Saya mau bertanya kak. Apakah boleh apabila suatu data penelitian jika hipotesis nya tidak sesuai kemudian mengurangi jumlah sampel sehingga hipotesis nya dapat diterima?? Terimakasih sebelumnya kak

        1. R_Mardani

          Boleh asalkan ada alasan yang kuat atau sumber yang mengatakan demikian kak.
          Setau saya, belum ada sumber yang mengatakan dapat merubah jumlah sample.
          Jangan sampai tujuan mengurangi sample hanya semata-mata untuk mendapatkan hasil yang signifikan.

          Namun ada case pengurangan / penambahan sample yang masih bisa di terima.
          Contohnya, jika peneliti keliru dalam menggunakan teknik sampling atau teknik sampling yang digunakan salah. Sehingga sample yang di gunakan tidak optimal.
          Jadi semuanya kembali lagi ke teori dan sistematika penulisan penelitian.

    2. muhammad hasbi ash shiddiq

      Selamat sore kak, saya ingin bertanya terkait hasil penelitian saya yg berjudul analisis pengaruh faaktor biaya kualitas terhadap tingkat profitabilitas, studi kasus pada perusahaan syariah yg terdaftar di di jakarta islamic index, setelah saya running data pake aplikasi eviews hasilnya negatif tidak singnifikan kak, dan klu bisa di bilang penelitian saya termasuk baru, soalnya penelitian terdahulu hanya satu objek dan data primer sedangkan saya banyak objek dengan data sekunder, nah untuk menentukan faktor biaya kualitas ada 4 bagian, cman ga ada teori yg menjelaskan secara spesifik, cuman saya ambil saya jurnal2 yg telah ada kak, setelah saya coba berkali2 tetal saja kak, data saya negatif signifikan, apakah ada solusi untuk sidang saya kak? Atau apa yg harus saya perbaharui kak, terimkasih kak

      1. R_Mardani

        Sampai kan aja apa ada nya kak.
        Mesti PeDe. Ini kan hasil penelitian kakak.
        Selama prosedur nya bener, data lolos uji asumsi, terus hasil nya negatif bahkan ga signifikan, Ya ga papa.

        Kan kita menguji teori terhadap objek dan/atau periode penelitian yg kita pilih. bukan menciptakan teori baru kak.

        Oh ya, penelitian kakak ini data panel atau bukan ?
        Kk sebut banyak objek. Apa data nya juga dalam rentang periode tertentu. Misalnya Periode 2015-2019.

        Kalo iya, kakak bisa coba pastikan proses running data nya udah klop belum. Soalnya, proses running data panel / time series / cross section di Eviews itu beda cara nya.

        Coba baca artikel saya tentang Regresi Data Panel Menggunakan E-Views

  43. ANGGA QODRI ADMINISTRASI BISNIS

    Selamat malam kang. Maaf mengganggu waktunya. Terimakasih banyak telah memberikan penjelasan yang sangat membantu dan lengkap namun disini saya masih butuh penjelasan lebih lanjut dari akang mengenai hal ini. Sebelum masuk ke pertanyaan saya judul skripsi saya “pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja”

    Saya sudah melakukan segala tahapan uji validitas hingga uji asumsi klasik semua uji tersebut hasilnya baik baik saja namun saat uji hipotesis (uji F dan uji T) hasilnya utk variabel budaya organisasi signifikan terhadap kinerja karyawan tetapi untuk lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhap kinerja karyawan. Saya belum mencari peneliti terdahulu yang mendapat hasil yang sama seperti saya kang.

    Pertanyaan saya bagaimana saya menjelaskan kesimpulan saya kang? Sementara hipotesis saya terdapat kalimat “Terdapat pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhdap kinerja”

    mohon kejelasnnya kang terimakasih banyak.

    1. R_Mardani

      Malam kak Angga,

      Mengenai hipotesis. Hipotesis itu hanya sebuah dugaan. Bukan kenyataan.
      Karena hipotesis itu dugaan, maka dilakukanlah pengujian secara statistik (dalam hal ini menggunakan regresi linier berganda).
      Setelah di uji, ternyata hipotesis nya tidak sesuai dengan kenyataan.

      Singkat aja ya kesimpulannya,
      laporkan aja hasil apa adanya. Bahwa variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan pada PT ……
      Hasil ini berbeda dengan penelitian A yang menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

      Kira-kira gitu aja. Buat kesimpulan ga perlu melebar kemana-mana. Cukup ambil hasil penelitian, lalu bandingkan dengan penelitian lain. Apakah ada kesamaan hasil atau tidak.

      Untuk bagian saran, cobalah sedikit analisa. Kenapa variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh pada PT ..
      Coba amati, apakah lingkungan kerja di PT tersebut termasuk lingkungan yang tentram sehingga pengujian variabel lingkungan kerja tidak mendukung teori. Coba lihat faktor-faktor lainnya.

      Kalau udah ketemu, tulislah pada bagian saran untuk penelitian selanjutnya.

      1. ANGGA QODRI ADMINISTRASI BISNIS

        Baik Terima kasih banyak atas saran dan masukannya ya kang.

        1. R_Mardani

          Sama2 kak Angga. Mudah2an cepat rampung penelitiannya.

  44. disrach

    Permisi kak,

    Punten sekali kak, saya dengar dari temen saya dari hasil analisis regresi tersebut perlu kita kaitkan dengan teori, dan kaka juga bilang klo perlu adanya teori kan yah? saya masih belum bisa nangkep si teori ini maksudnya bagaimana? Teori ini apakah merujuk pada menurut para ahli itu ka? Bolehkah saya mendapat arahan maupun contoh nya? Saya variabel bebas 2 likuiditas dan leverage, variabel terikat 1 yaitu Nilai Perusahaan Tobin.
    Lalu sedikit pertanyaan pada uji t ka, pada uji t itu kan ada uji satu sisi maupun 2 sisi yah kak. Cara tau kita itu pake yg satu atau dua sisi itu bagaimana ya ka? karna saya pake yg 5%, sedangkan tmn saya yg 5% dibagi 2 itu.

    Maaf ya ka klo semisal mungkin pertanyaan ini klasik, tapi saya bener” masih bingung. Mohon amat sangat pencerahannya ka atas 2 kebingungan saya ini, punten dan nuhun ka.

    1. R_Mardani

      Menurut saya, teori = para ahli
      Bisa liat2 di buku atau jurnal (dari ilmuwan) yang ngebahas variabel2 nya kak.
      Misal nya tobin’q, ambil teori2 dari James Tobin.

      Naah, kalau untuk uji 2 sisi (two tailed) atau 1 sisi (one tailed). Kunci nya ada pada hipotesis. Coba lihat bunyi hipotesis nya ada menyertakan arah hubungan ga ?
      Contoh:
      Likuiditas Secara Partial berpengaruh Positif signifikan terhadap Tobin’s Q

      Itu artinya pake uji 1 sisi (One Tailed)

      Kalo ga ada kata2 arah hubungan / lebih kecil /besar, maka pake uji 2 sisi kak.

  45. Monica

    Ka saya mau nanya, apakah suatu hipotesis yg mengatakan bahwa variabel X berpengaruh negatif terhadap variabel Y itu sama saja dengan variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y?
    Terima kasih ka πŸ™

    1. R_Mardani

      Beda Kak Monica.
      Signifikan itu untuk mengetahui apakah bener-bener ada pengaruh atau tidak.
      Sedangkan Negatif atau positif untuk mengetahui hubungan pengaruh variabel tersebut.

      Contoh 1:
      Variabel Jam Kerja secara partial berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan
      arti negatif itu: Semakin Meningkat Jam Kerja (dengan asumsi Variabel Gaji = Tetap), maka Kinerja Karyawan semakin Menurun
      Coba lihat yang saya beri huruf tebal. Karna ada hubungan negatif, maka hubungan sebab akibatnya menjadi nagatif pula.

      Contoh 2:
      Variabel Gaji secara partial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan
      artinya, semakin Meningkat Gaji (dengan asumsi Variabel Jam Kerja = Tetap), maka Kinerja Karyawan semakin Meningkat
      case ini sama-sama meningkat, karena ada hubungan yang positif antara Variabel Gaji dengan Variabel Kinerja Karyawan.

      1. Dini Herdianj

        Kalo misalkan positif tapi tidak signifikan itu bagaimana ya kak?

        1. R_Mardani

          Meskipun koefisien regresi nya positif tapi hasil uji t nya ga signifikan. Tetap Aja Tidak Berpengaruh Sama Sekali Kak Dini.
          Untuk pengambilan kesimpulan dan maknanya, kira-kira seperti ini:
          Misal X1 = Gaji. Y = Kinerja Pegawai.
          Objek Penelitian = PT. M Jurnal dot Com
          Hasil Uji t = Tidak Signifikan
          Koefisien Regresi Variabel Gaji = Positif (Misal 0.35)

          Kesimpulan:
          Koefisien Regresi Variabel gaji = 0.35. Artinya, setiap peningkatan gaji sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai akan meningkat sebesar 0,35%.

          Maknanya:
          Namun, hasil tersebut tidak bisa dijadikan acuan, karena hasil uji t menunjukkan Variabel Gaji Tidak Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada PT M Jurnal Dot Com.

          Teori mengatakan Gaji Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Lalu kenapa hasil penelitian ini tidak signifikan ? Karena, Pada PT M Jurnal Dot Com, Gaji Tidak Mempengaruhi Kinerja Pegawai. Hal ini bisa di sebabkan oleh faktor lain yang tidak ikut serta dalam penelitian. Seperti Motivasi Kerja, Jenjang Pendidikan, Jumlah Tanggungan Keluarga dan lain sebagainya.

          Boleh ga hasil penelitian nya beda dengan teori (teori bilang gaji berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai)

          Boleh Kok
          Asalkan, Kakak sudah pastikan point-point Solusi Penelitian Tidak Signifikan dan Cara Menjelaskan Hasil Penelitian di atas ya Kak Dini.

  46. Dewi Baqiatus Soleha

    Halo kak, saya mau tanya. Penelitian saya membahas tentang Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja. Di uji asumsi klasik data saya lolos semua, tpi ketika di uji regresi sederhana hasilnya tidak signifikan dan penelitian yang terdahulu hasilnya signifikan. Mohon solusinya kak apa yang harus saya lakukan πŸ™

    1. R_Mardani

      Sore Kak Dewi. Maaf nih agak telat balas nya yah.
      Menurut saya, hasil tidak sesuai teori itu gapapa. Asalkan data yang di uji udah memenuhi syarat, dan tidak ada human error.
      Pertanyaan serupa udah pernah saya jawab kak.
      Kakak bisa lihat jawaban saya dari komentar kak Resaa di atas. Atau bisa klik disini
      Daaan.. saya lihat dari judul, kakak hanya pake 1 variabel X. Bisa jadi itu penyebabnya. Karna yang mempengaruhi Motivasi Kerja bukan hanya Gaya Kepemimpinam. Banyak variabel lain yang mempengaruhi.

      Jika saya diposisi kakak, saya akan lakukan … Saya akan laporkan ke pembimbing skripsi, bahwa inilah hasil penelitian saya. Insya Allah Saya telah melakukan prosedur olah data dari awal sampai akhir dengan beran. Namun, hasil menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan.

      Hal ini saya lakukan karna menimbang ada kemungkinan sulitnya kakak menemui pembimbing, waktu batas sidang meja hijau yg udah dekat, dan keinginan untuk segera lulus

      Resikonya kak, kemungkinan pembimbing akan meminta untuk menambah jumlah variabel penelitian (Variabel X nya).

      Jika memang itu saran dari pembimbing, segeralah menyelesaikannya. Dan mudah-mudahan bisa segera rampung dan wisudah bareng teman-teman πŸ™‚

      Silahkan baca balasan komentar saya ke kak Resaa untuk nambah wawasan yaah

  47. adib

    Assalamualaikum, mau tanya kak…peneitianku menghasilkan nilai negatif atau tidak ada pengaruh, saya masih meragukan data yang saya teliti dimana variable x1 adalah tingkat pendidikan (hanya satu item), x2 adalah pengalaman mengajar (satu item) sedangkan variable y adalah profesionalitas berisi puluhan item dari angket, sementara responden hanya 23 orang… apakah dari variable dan sample tersebut bermasalah? mohon penjelasannya …terimakasih

  48. Saja

    Kalau Data lolos Uji asumsi klasik tetapi ketika melakukan uji regresi berganda yaitu uji t, tidak signifikan dan nilai t hitung minus.
    Bagaimana solusinya ?
    Terima kasih

  49. Blue Sky

    Selamat siang kak. saya baru selesai menguji untuk data saya di uji f/ uji simultan tidak terjadi silmultan apakah hal tersebut tidak apa-apa?

  50. andini febriyani

    mau bertanya jika hasil uji t dan uji f saya berpengaruh positif tetapi tidak signifikan itu bagaimana ya pak? terimakasih sudah menjawab πŸ™‚

    1. R_Mardani

      Itu artinya, baik secara partial maupun simultan, variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat. Atau dengan kata lain, setiap peningkatan variabel bebas, mampu meningkatkan variabel terikat. Begitu juga sebaliknya untuk setiap penurunan variabel bebas, akan menurun kan nilai variabel terikat.

      Itu makna dari pengaruh positif.

      Nah sekarang permasalahannya, hasil uji sama sekali tidak signifikan.
      Signifikan = Nyata / Real
      Tidak Signifikan = Tidak Nyata / Tidak Real
      Artinya, berdasarkan olah data statistik, variabel bebas itu Bukanlah Variabel yang benar-benar mempengaruhi perubahan variabel tetap.

      Dengan kata lain, varibel bebas itu emang bener berpengaruh positif terhadap variabel terikat. TAPIII bukan variabel itu yang sebenar nya mempengaruhi perubahan variabel tetap. (Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan)

      *Note: Jangan Takut Memgambil Kesimpulan Dari Hasil Uji Statistik. Jika uji statistik udah dilakukan dengan Benar, meskipun hasilnya tidak sesuai dengan teori (referensi) yang digunakan. Yaa tidak apa-apa. Katakan aja. Inilah Hasil ku, Gimana hasilmu ? πŸ˜€

      Menurut saya gitu Kak Andini.
      Kalo ada pertanyaan lagi, monggo coret2 kolom komentar nya lagi Kak πŸ™‚

  51. Resaa

    Kak saya mau tanya. Jadi hasil pengolahan data saya itu hasil uji f nya sudah signifikan tetapi hasil uji t nya tidak signifikan kak. Saya menggunakan 2 variabel bebas dan 1 terikat. Kedua variabel nilai signigikansinya besar dari taraf 0,05 artinya tidak berpengaruh. Gimna menurut kakak? Uji f berpengaruh sedangkan uji t tidak. Apakah bisa diambil kesimpulanpenelitian kak?

    1. R_Mardani

      Sepengetahuan saya, gapapa uji t ga signifikan sama sekali. Asalkan hasil regresi nya memenuhi syarat.
      Syarat2 yg penting itu ada pada uji asumsi klasik.
      Kalau data yg di olah dalam regresi sudah lolos uji asumsi klasik. Tapi hasil uji t dan uji f seperti yg kakak bilang di atas, ya gapapa kak. Emang itu hasil nya toh.

      Tinggal gmana kk nya aja lagi yg ngejelasin ke penguji atau pembimbing nanti.

      Sedikit saya bahas perihal uji f dan uji t yg hasil nya beda. Dengan asumsi, data udah layak (lolos uji asumsi klasik).

      Misal Pengaruh Motivasi Kerja (X1) dan Jenjang Karir (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y)
      Hasil uji t. Tidak 1 pun signifikan
      Hasil uji f. signifikan

      Menurut saya gini kak.
      Kenapa uji f bisa Signifikan ?
      karna, dengan adanya motivasi kerja dan jenjang karir, dapat meningkatkan kinerja karyawan

      Sedangkan, jika hanya ada motivasi kerja aja, tanpa adanya jenjang karir, kinerja karyawan tidak meningkat sama sekali (tidak signifikan). Bisa jadi meningkat, tapi tidak signifikan.

      Begitu juga sebaliknya jika hanya ada jenjang karir tanpa ada motivasi kerja.

      Dan bagi saya pribadi kak. Penelitian yg berdasarkan teori yg sudah ada, hasil nya tidak harus sama dengan teori.
      Jika teori dan penelitian terdahulu menyatakan uji t signifikan. Pada penelitian yg kita lakukan tidak wajib demikian.
      Karna penelitian (dalam contoh case ini) bertujuan untuk menguji teori. Apakah teori yg sudah ada masih sesuaikah dengan keadaan nyata (data yg digunakan) saat ini. Khususnya pada objek penelitian ini serta periode penelitian ini.

      Dan pada bagian kesimpulan.. kan ada tuuuuh sub bab kesimpulan dan saran. Di bagian saran nanti bisa kakak tulis saran untuk penelitian selanjutnya. Lihatlah kekurangan2 dari penelitian kakak. Apakah periode/objek penelitian masih kurang banyak. Ataukah variabel pada penelitian yg masih kurang lengkap.

      Bagi saya hasil penelitian2 yg menunjukkan tidak signifikan (tidak sesuai dgn teori), sangat penting mbak.

      Karna semakin banyak peneliti yg menguji suatu teori dan menemukan hasil yg sudah tidak sesuai dengan teori, bisa menjadi sebuah pertanda bahwa teori teori tersebut sudah seharusnya di perbaharui. Sesuai dengan perkembangan zaman.

      Dan dari sini pula lah, bisa memicu ditemukannya teori2 baru yang dilakukan ilmuwan2..

      Hahahaha.. panjang yaa πŸ˜‚
      Mudah2an penjelasan saya bisa di cerna, dan masuk akal wkwkwkwk..
      Wes dah.
      Good luck buat penelitiannya. Konsultasikanlah dengan Pembimbing.

      1. Anis Fajariyani

        Maaf ikut nimbrung, kak. Kasus saya sama seperti kakus kak Resaa, uji t tidak signifikan karena nilai t tabel lebih besar daripada t hitung dan nilai signifikansi >0,05. Akan tetapi pada uji F hasilnya signifikan. Yg saya tanyakan bagaimana jawaban hipotesis ketiga? Berpengaruh atau tidak, kak? Terimakasih

        1. R_Mardani

          Dimaafkan kak .. hihihi..
          Oh ya, penelitian kakak ini hipotesis ke tiga nya mengenai uji F kan ?
          Kalo iya, kesimpulannya sesuai hasil aja kak. Hasil signifikan, kesimpulan tetap signifikan.
          Cuma makna nya aja yang beda jika di kaitkan dengan hasil uji t.

          Makna hasil uji f nya,
          Secara bersama-sama semua variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen pada PT ….. Periode …
          Namun secara partial, variabel independen tidak mampu mempengaruhi variabel dependen pada PT … Periode …

          Bahasa anak muda nya ni, mempengaruhi itu = mengubah
          Artinya, butuh ke dua variabel independent untuk mengubah nilai variabel dependen.

  52. vio

    Permisi mau bertanya, biasanya rumusan masalah pakai positif dan signifikan. bagaimana jika suatu rumusan masalah tidak menggunakan kata signifikan ?
    Misalnya : Apakah ………. dan ………..secara simultan berpengaruh positif terhadap ……… ?
    dan sebaliknya, bagaimana jika suatu rumusan masalah tidak menggunakan kata positif atau negatif ?
    Misalnya : Apakah ………. dan ………..secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ……… ?

    1. R_Mardani

      Case pertama
      Itu artinya, tidak ada uji t maupun uji f dalam penelitian tersebut. Uji t dan uji f tujuan nya untuk mengetahui apakah ada pengaruh signifikan atau tidak. Sesuai hipotesis yang ada.
      Sebaiknya sesuaikan dengan penelitian terdahulu. Dan ambil sumber2 literatur yang mendukung.
      Saran kami, lebih baik menggunakan hipotesis “signifikan” buat penelitian uji pengaruh.

      Case ke 2.
      Tidak ada kata negatif atau kata positif. Hipotesis positif maupun negatif bertujuan untuk uji 2 sisi. Sedangkan hipotesis tanpa positif atau negatif bertujuan untuk uji 1 sisi.
      Perbedaannya hanya pada pengambilan keputusan hasil uji t dan f nya.

      Lebih baik sesuaikan dengan penelitian terdahulu. Jika penelitian terdahulu menghunakan hipotesis positif dan negatif, maka gunakan pula demikian.

      Menurut kami begitu kak Vio.
      Semoga Membantu πŸ™‚

      Salam
      oM Jurnal

      1. vio

        Terimakasih. Sangat membantu sekali ☺️☺️

      2. Putri

        Assalamu’alaikum kk, izin nanya apa boleh dalam penelitian hanya menggunakan variabel y tanpa variabel x? seperti contoh misalnya kita memakai masalah penelitian komparatif yg membandingkan pendapatan sebelum dan sesudah adanya usaha xxx???
        Mohon penjelasannya kk

      3. latif

        permisi kak, kalau rumusan masalah menggunakan arah dan signifikan bagaimana penjelasannya ? Trimakasih kak

        1. R_Mardani

          Contoh sederhananya gini aja. Untuk penelitian pakai 2 variabel
          Bagian Rumusan masalah..
          1. Bagaimana pengaruh Variabel X1 secara partial terhhadap variabel Y pada PT ABC ?
          2. Bagaimana pengaruh variabel X2 secara partial terhadap Variabel Y pada PT ABC ?
          3. Bagaimana pengaruh Variabel X1 dan X2 secara simultan terhadap Variabel Y pada PT. ABC ?

          Naaah.. untuk menggunakan arah, di buat pada hipotesis aja.
          Contoh bunyi nya gini.
          Variabel X1 secara partial berpengaruh Positif dan signifikan terhadap variabel Y
          Dan hipotesis sebaliknya.
          Dan perlu di perhatikan, hipotesis harus merujuk pada teori yg udah ada.

          Nah untuk uji 2 arah. Nanti pengambilan keputusan hasil regresi baik uji t maupun uji f nya beda.
          Misal kalo pengambilan keputusannya pake t tabel banding t hitung nih.
          Pada t tabel udah ada kolom nilai t tabel untuk uji 2 arah/sisi dan uji 1 arah/sisi

          Jd nilai yg di ambil beda.

          Naaah.. saya simpulkan sedikit beda tujuan uji 2 arah dan 1 arah
          Uji 2 arah ini tujuan nya untuk mengetahui apakah variabel X berpengaruh signifikan atau tidak signifikan serta untuk mengetahui apakah variabel x berpengaruh positif atau negatif terhadap variabel Y.

          Kalo uji 1 sisi. Cuma untuk mengetahui apakah variabel x berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel Y.

          Demikian kak latif.
          Mudah2an bisa membantu yaa..
          Kalo ada pandangan lain dari kak latif.. monggo coret2 di kolom komentar ini,, hihi..

  53. Yokanan

    Slmt malam kak mau tanya, misal sy penelitian dan penelitian sy itu penelitian explore atau sblmnya blm pernah dilakukan penelitian trsbt dan kemudian stelah sya teliti namun hasilnya tdk signifikan semuanya. Lantas sy hrs bgmna ya kak?

    1. R_Mardani

      Pastikan data layak di olah. Pastikan udah terbebas asumsi2 dasar masing2 metode analisis. Contoh, kalo regresi, mesti terbebas dari asumsi klasik.
      Kalo udah memenuhi, hasil signifikan atau tidak, bukan masalah. Malahan itu sebagai hasil terbaru yg dapat di pertimbangkan bagi penelitian selanjutnya.

      Penelitian itu tujuannya, membuktikan teori yg sudah ada, atau menemukan fakta baru bahwa teori yg telah ada mesti di perbaharui. Atau menemukan sesuatu yg baru dan belum ada penjelasan sebelumnya.

  54. Tyaz

    Kalau tidak ada penelitian yang mendukung bagaimana kak? Apakah ada solusi lainnya? Terima kasih

    1. R_Mardani

      Coba pastikan data terbebas dari masalah asumsi klasik.
      Jika tidak juga bisa. Coba lakukan transformasi data.
      Kalo ga juga, coba tambah periode penelitian / variabel.
      Trial & error aja.
      Inti nya, terlebih dahulu pastikan data bener2 layak di olah.
      Dan untuk penambahan periode penelitian / penambahan variabel harus merujuk pada teori yg udah ada / penelitian terdahulu. Di sesuaikan aja.
      Terus minta arahan sama pembimbing.

      1. ai atin nurbaya

        ka maap aku hanya ada 1 penelitian yang mendukung alias 1 penelitian yg uji t dan f tidak signifikan sama dengan skripsiku uji t dan uji f tidak signifikan… nah aku ga nemu skripsi terdahulu yng mendukung dengan hasil uji t dan uji f signifikan ka,, bagaimana ya solusinya terima kasih ka sebelumnya

        1. ai atin nurbaya

          ka maap aku hanya ada 1 penelitian yang mendukung alias 1 penelitian yg uji t dan f tidak signifikan sama dengan skripsiku uji t dan uji f tidak signifikan… nah aku ga nemu skripsi terdahulu yng mendukung dengan hasil uji t dan uji f signifikan ka,, bagaimana ya solusinya terima kasih ka sebelumnya

          1. R_Mardani

            Kalau data yang digunakan udah lolos uji asimsi klasik, terus tidak ada kesalahan2 dalam proses analisis (regresi memggunakan spss, eviews dan semacam nya). Ya gapapa mbak. Toh emang itu hasil nya kan.

          2. Vivian dwi yulianti

            Maaf ka boleh tau penelitian t dan f yg tidak signifikan itu apa namanya?

          3. R_Mardani

            Mungkin maksud pertanyaan kk vivian gini ya.
            “Contoh Penelitian yang tidak signifikan pada uji t dan uji f nya ?”
            Kalau contoh, itu tergantung judul penelitian nya kak. Kakak bisa cari referensi2 penelitian terdahulu. Hasilnya pasti beda2.
            Kakak bisa coba liat artikel kita tentang Kumpulan 200 Judul Skripsi Manajemen. Bisa download skripsi / jurnal terdahulu nya sesuai judul.

  55. Esti Meilinda

    Assalamualaikum, selamat siang Kak
    Saya mau tanya, penelitian saya ini membahas nengenai Dukungan keluarga dengan Self esteem. Sampel nya 151, skala nya ordinal. Di uji menggunakan uji statistik chi square. Setelah dilakukan uji statistik ddptkan p value=0.990>0.05
    Tidak ada hubungan kan kak yah?
    Terus yg saya bingung kan ini, mengenai di pembahasan menyangkut teori & penelitian terkait yg hampir tdk ada mendukung penelitian saya, mohon bantuan nya kak apakah ada solusi lainπŸ™