Anda disini: M Jurnal » Skripsi » Apakah Penelitian Harus Signifikan ?

Apakah Penelitian Harus Signifikan ?

Hasil penelitian mu signifikan ga sob ?

Gimana, signifikan semua ga ?

Duuh,, ga ada satupun yang signifikan nih. Mana pembimbing bilang harus signifikan.

Pertanyaan di atas adalah beberapa pertanyaan yang Saya dengar ketika menyelesaikan penelitian dulu. Bukan soal jawaban dari pertanyaan tersebut. Tapi lebih ke bagaimana solusi yang terbaik.

Ketika bimbingan ke dosen pembimbing, kita bawa tuh penelitian dengan harapan bisa di ACC hari itu. Mumet juga kalo harus bolak-balik, revisi lagi, ketemu pembimbing lagi. Mendingan jika pembimbingnya mudah di temui. Kalo sulit di temui ?, Dosen terbang ?, dan istilah-istilah lainnya.

Yaa.. disini Saya akan membahas, “Apakah Penelitian Harus Signifikan ?“.

Back to content. Berhubung konten ini sangat panjang, untuk mempermudah navigasi, silahkan pilih menu dan sub menu konten ini pada Daftar isi berikut:

Apa itu Signifikan ?

Apakah Penelitian Harus Signifikan

Ketahui terlebih dahulu dasarnya. Apa itu signifikan ? “Signifikan adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari suatu persoalan“. Signifikan sangat sering dikaitkan dengan hasil dari suatu penelitian / riset.

Contohnya, Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.

Dengan bahasa sendiri, signifikan dapat dikatakan sebagai berikut:

Misalnya: “Variabel Kinerja Karyawan (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Gaji (Y). Artinya:

  • Variabel X1 berpengaruh nyata terhadap variabel Y. atau,
  • Perubahan nilai pada variabel X1 dapat merubah nilai pada variabel Y. Atau,
  • Variabel X1 ini loh yang dapat merubah nilai pada variabel Y.


Nah, jika belum paham pengertian Signifikan, silahkan coret-coret pada kolom komentar. Next kita lanjut.

Apakah Penelitian Harus Signifikan ?

Apakah Penelitian harus Signifikan

Sangat sering Saya menerima pertanyaan ini, baik itu dulu (tahun 2016) sewaktu Saya sedang menyelesaikan kuliah, hingga sekarang teman-teman pembaca setia M Jurnal sering bertanya. Apakah Penelitian Harus Signifikan ?

Jawabannya : “Tidak Harus” jadi “Boleh Signifikan” maupun “Tidak Signifikan”
Dengan catatan, tidak ada kesalahan dalam melakukan seluruh prosedur penelitian.

Mari kita bahas lebih dalam ..

Penelitian, baik itu jurnal, skripsi, tesis, dsb menggunakan metode ilmiah, maka peneliti harus realistis, tidak boleh memihak, tidak boleh bertindak atas tujuan lain yang memberikan keuntungan kepada pihak lain.

Tujuan Anda meneliti itu adalah untuk menguji apakah teori yang telah ada dapat di aplikasikan pada objek penelitian dan pada periode penelitian yang telah Anda tentukan.

Peneliti pun sah-sah saja memiliki keraguan yang muncul atas sebuah pernyataan atau kesimpulan pada hasil penelitian lain. Dengan kata lain, peneliti bertujuan untuk menguji teori tersebut.

Meskipun penelitian terdahulu menyatakan bahwa variabel X berpengaruh signifikan terhadap variabel Y, bukan berarti hasil penelitian Anda juga harus signifikan.

Karena hasil penelitian harus terbuka terhadap kritik meskipun hasil penelitian satu sama lain bertentangan. Itu lah tujuan meneliti, yaitu mencari tahu kebenaran.

Cara berfikir ilmiah seorang peneliti itu adalah ragu, lalu membuktikan. Artinya, Anda harus ragu terlebih dahulu dari teori yang telah ada, lalu membuktikannya terhadap kondisi nyata saat ini.

Naah, jika masih ada yang mendengar pendapat bahwa “Penelitian harus signifikan !”, Saya hanya bisa kasih saran, “Mending gak usah di teliti deh, karena udah yakin 100% signifikan“.

Logika sederhanya, kalau Anda udah yakin bahwa hubungan Variabel X dan variabel Y tersebut sudah pasti signifikan, buat apa di teliti lagi ?

Buat apa dilakukan pengujian hipotesis dan statistik lagi ?. Cukup yakin dan katakan saja bahwa variabel X dan Y itu udah pasti signifikan. jadi ga perlu di teliti lagi.

Bagaimana Solusinya Jika Penelitian Tidak Signifikan ?

Apaka Penelitian Harus Signifikan ?

Karena penelitian sifatnya adalah menguji, maka hasil penelitian tidak perlu sama. Namun, mengapa sebagian dosen pembimbing seolah-olah ingin hasil penelitian itu harus signifikan ?

Jawabannya: Karena belum yakin apakah Anda melakukan prosedur penelitian dengan benar.

Sebagian besar Pembimbing tidak akan terima hasil penelitian yang tidak signifikan. Apalagi jika Anda tidak memiliki pengalaman meneliti secara ilmiah sebelumnya. Yaa.. bisa dikatakan, “Pemula cenderung melakukan kesalahan sebelum menjadi mahir“. Hal ini wajar.

Naah, jika kasus ini yang Anda alami. Maka sebelum bimbingan penelitian lanjutan kepada pembimbing, ada baiknya cek kembali penelitian Anda. Mulai dari awal sampai akhir.

Karena, Jika hasil penelitian Anda tidak signifikan, maka Anda harus bisa menjelaskan pertanyaan berikut:

  1. Mengapa penelitian tersebut tidak signifikan ?
  2. Apakah Anda sudah melakukan prosedur penelitian dengan benar ?

Jika sudah cek ulang dan tahu jawabannya, silahkan bimbingan kembali. Naah berikut beberapa hal yang harus Anda cek terlebih dahulu sebelum bimbingan lanjutan hasil penelitian kepada pembimbing:

#1 Hipotesis yang diajukan Tidak Mendukung Secara Statistik ?

Pada prinsipnya, Pengujian hipotesis adalah untuk menguji signifikansi variabel. Signifikansi dalam artian adalah taraf kesalahan yang mungkin terjadi ketika peneliti menganalisa objek yang dijadikan sampel pada penelitian. Dengan kata lain, Anda harus melakukan penaksiran parameter populasi berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari objek yang dijadikan sampel pada penelitian.

Jika sudah dilakukan, tetapi hasil penelitian tetap tidak signifikan, sedangkan teori menyebutkan ada keterkaitan yang signifikan. Maka artinya adalah Data objek yang dijadikan sampel pada penelitian tidak berhasil membuktikan hubungan antara variabel X dan variabel Y. It’s ok.

Dengan kata lain, bukan berarti Variabel X tidak berpengaruh terhadap Variabel Y. Hanya saja sampel penelitian tidak berhasil membuktikan teori tersebut.

Lalu mengapa hal ini bisa terjadi ? Penyebabnya adalah:

  1. Data sampel penelitian memang tidak berhasil membuktikan hipotesis.
    Jika hal ini terjadi, maka Anda harus melaporkan hasil penelitian yang sebenarnya. Atau bisa melakukan penambahan data (seperti menambah periode penelitian / objek (sample) penelitian / menambah varaibel penelitian yang termasuk dalam teori). Karena ada kalanya teori hanya dapat didukung dengan sample / periode yang lebih besar.
  2. Kesalahan dari si peneliti.
    Kesalahan peneliti yang paling sering terjadi adalah kesalahan dalam pengambilan sample, kesalahan memilih teknik analisis, salah meng-input data, hingga salah dalam menginterpretasikan penolakan / penerimaan hipotesis (kesalahan tipe 1 dan 2). Saran Saya, telitilah terlebih dahulu yaa..

#2 Kesalahan Dalam Pengambilan Sample Penelitian

Mengapa ada teori dalam pengambilan sampel (teknik sampling) ? Karena bertujuan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam memilih sampel dari sejumlah populasi.

Contoh 1: Katakanlah Anda ingin meneliti mengenai Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT ABCDEFG. Kesalahan yang sering terjadi dalam pengambilan sampel adalah ketika sampel yang Anda gunakan tidak mempertimbangkan aspek-aspek utama seperti pengalaman kerja, jenis kelamin, pendidikan, dsb.

Logikanya begini, seorang karyawan dengan Pendidikan terakhir adalah Strata 2 (S2) tentu memiliki harapan yang tinggi terhadap promosi jabatan di bandingkan dengan karyawan dengan pendidikan terakhir SMA.

Contoh 2: Katakanlah Anda ingin meneliti mengenai Pengaruh Rasio Likuiditas dan Solvabilitas terhadap Harga Saham Pada Emiten Yang Terdaftar dalam Index LQ45 Periode 2010 – 2019.

Dalam kasus ini, seiring bertumbuhnya harga saham, Emiten cenderung melakukan Stock Split (pemecahan harga saham) atau Stock Averse (penggabungan harga saham).

Jika selama periode penelitian terdapat emiten yang melakukan Stock Split atau Stock Averse, maka ada baiknya melakukan penyesuaian harga saham atau mengeliminasi emiten tersebut dari sampel penelitian menggunakan teknik sampling –>> Purposive Sampling.

Hal-hal sederhana seperti ini lah yang sering di abaikan dan menjadi kesalahan yang membuat hasil penelitian tidak signifikan (mendukung teori).

#3 Kesalahan Input Data Penelitian

Kesalahan dalam memasukkan data penelitian sangat tidak dapat di tolelir. Jadi telitilah terlebih dahulu dalam memasukkan data penelitian seperti data yang memiliki nilai negatif, jangan sampai tertulis dengan nilai positif. Kalau perlu cek beberapa kali ya..

#4 Salah Memilih Teknik Analisis

Sebelum menentukan teknik analisis yang benar, perbanyaklah membaca buku terutama buku-buku mengenai Metodology Penelitian.

Penting! Di Pusat Panduan Nyusun Skripsi M Jurnal, Saya sudah membagi cara-cara menyelesaikan penelitian berdasarkan metode analisis. Silahkan kunjungi Pusat Panduan Skripsi M Jurnal

Jangan sampai Anda memaksakan data yang digunakan untuk di analisa menggunakan teknik tertentu. Akan lebih baik lagi Anda meminta pendapat dari Pembimbing sebelum menentukan Teknik Analisis.

Karena dalam statistik, prinsip kesederhanaan (parsimony) sangat diutamakan. Semakin Sederhana suatu penelitian, maka akan semakin baik.

#5 Kesalahan Dalam Menerima atau Menolak Hipotesis Penelitian

Terdapat 2 tipe kesalahan dalam menerima / menolak hipotesis:

  1. Kesalahan Tipe I adalah kesalahan jika peneliti menolak hipotesis nol (Ho). Sedangkan sebenarnya Ho di terima.
  2. Kesalahan Tipe II adalah kesalahan jika peneliti menerima hipotesis nol (Ho). Sedangkan sebenarnya Ho di tolak.

Bagaimana Cara Menjelaskan Hasil Penelitian Tidak Signifikan ?

Skripsi tidak

Jika Anda sudah lakukan pengecekan ulang dari proses analisis di atas, namun hasil penelitian tetap tidak signifikan, maka solusi terbaiknya adalah melaporkan hasil penelitian apa adanya.

Laporkan lah penelitian tanpa mengubah apapun hasil dari penelitian dan berikan alasan yang tepat mengapa data yang digunakan tidak mendukung toeri/hipotesis (tidak signifikan).

Agar lebih mudah di terima oleh Pembimbing. Saya sarankan poin – point berikut:

  1. Cari penelitian lain yang memiliki hasil sama dengan penelitian Anda (sama-sama tidak signifikan).
  2. Cari penelitian lain yang memiliki hasil berbeda dengan penelitian Anda (hasil penelitian signifikan).

Contohnya:

Hasil Penelitian dari “M JURNAL INDONESIA” menunjukkan bahwa ROA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. Namun, hasil penelitian dari “M JURNAL ENGLISH” menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham.

Dengan adanya tinjauan dari penelitian terdahulu seperti yang disebutkan diatas, Anda bisa menjelaskan bahwa paling tidak hasil penelitian ini relevan dengan penelitian M JURNAL INDONESIA dan berbeda dengan hasil penelitian dari M JURNAL ENGLISH.

Naah, sekian saran dan penjelasan mengenai Apakah Penelitian Harus Signifikan ?. Saya yakin Anda sudah paham dan jauh lebih mengerti daripada Saya. Namun, jika ada pertanyaan, silahkan coret-coret di kolom komentar yaa.

Pintasan Panduan Problem dan Solusi Penelitian

  1. Tidak Signifikan ?: (Anda Disini).
  2. Variable Dominan: Cara menentukan Variable Paling Dominan dalam Penelitian Regresi Linier (Sederhana, Berganda, Data Time Series, Cross Section maupun Data Panel) + Contoh Hasil dari SPSS, E-Views, dan Excel.
  3. Kesalahan Uji Hipotesis: Belajar Dasar-dasar Kesalahan Dalam Pengambilan Keputusan dari Pengujian Hipotesis (uji 1 sisi atau 2 sisi).
  4. t hitung Negatif: Jika t hitung bernilai negatif, jangan buru-buru menerima H0 (tidak signifikan). Ini solusinya…
  5. Positif / Negatif Signifikan: Apa maksud dari Positif / Negatif Signifikan ? (Wajib Pahami Materi ini).
  6. R Square Rendah: Solusi jika nilai R Square terlalu rendah.
  7. Normalitas: Cara menyembuhkan Normalitas
  8. Multikolinearitas: Cara menyembuhkan Multikolinearitas
  9. Autokorelasi: Cara menyembuhkan Autokorelasi
  10. Heterokedastisitas: Cara menyembuhkan Heterokedastisitas

361 tanggapan pada “Apakah Penelitian Harus Signifikan ?”

  1. Assalamualaikum, selamat siang Kak
    Saya mau tanya, penelitian saya ini membahas nengenai Dukungan keluarga dengan Self esteem. Sampel nya 151, skala nya ordinal. Di uji menggunakan uji statistik chi square. Setelah dilakukan uji statistik ddptkan p value=0.990>0.05
    Tidak ada hubungan kan kak yah?
    Terus yg saya bingung kan ini, mengenai di pembahasan menyangkut teori & penelitian terkait yg hampir tdk ada mendukung penelitian saya, mohon bantuan nya kak apakah ada solusi lain🙏

  2. Kalau tidak ada penelitian yang mendukung bagaimana kak? Apakah ada solusi lainnya? Terima kasih

  3. Coba pastikan data terbebas dari masalah asumsi klasik.
    Jika tidak juga bisa. Coba lakukan transformasi data.
    Kalo ga juga, coba tambah periode penelitian / variabel.
    Trial & error aja.
    Inti nya, terlebih dahulu pastikan data bener2 layak di olah.
    Dan untuk penambahan periode penelitian / penambahan variabel harus merujuk pada teori yg udah ada / penelitian terdahulu. Di sesuaikan aja.
    Terus minta arahan sama pembimbing.

  4. Slmt malam kak mau tanya, misal sy penelitian dan penelitian sy itu penelitian explore atau sblmnya blm pernah dilakukan penelitian trsbt dan kemudian stelah sya teliti namun hasilnya tdk signifikan semuanya. Lantas sy hrs bgmna ya kak?

  5. Pastikan data layak di olah. Pastikan udah terbebas asumsi2 dasar masing2 metode analisis. Contoh, kalo regresi, mesti terbebas dari asumsi klasik.
    Kalo udah memenuhi, hasil signifikan atau tidak, bukan masalah. Malahan itu sebagai hasil terbaru yg dapat di pertimbangkan bagi penelitian selanjutnya.

    Penelitian itu tujuannya, membuktikan teori yg sudah ada, atau menemukan fakta baru bahwa teori yg telah ada mesti di perbaharui. Atau menemukan sesuatu yg baru dan belum ada penjelasan sebelumnya.

  6. Permisi mau bertanya, biasanya rumusan masalah pakai positif dan signifikan. bagaimana jika suatu rumusan masalah tidak menggunakan kata signifikan ?
    Misalnya : Apakah ………. dan ………..secara simultan berpengaruh positif terhadap ……… ?
    dan sebaliknya, bagaimana jika suatu rumusan masalah tidak menggunakan kata positif atau negatif ?
    Misalnya : Apakah ………. dan ………..secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ……… ?

  7. Case pertama
    Itu artinya, tidak ada uji t maupun uji f dalam penelitian tersebut. Uji t dan uji f tujuan nya untuk mengetahui apakah ada pengaruh signifikan atau tidak. Sesuai hipotesis yang ada.
    Sebaiknya sesuaikan dengan penelitian terdahulu. Dan ambil sumber2 literatur yang mendukung.
    Saran kami, lebih baik menggunakan hipotesis “signifikan” buat penelitian uji pengaruh.

    Case ke 2.
    Tidak ada kata negatif atau kata positif. Hipotesis positif maupun negatif bertujuan untuk uji 2 sisi. Sedangkan hipotesis tanpa positif atau negatif bertujuan untuk uji 1 sisi.
    Perbedaannya hanya pada pengambilan keputusan hasil uji t dan f nya.

    Lebih baik sesuaikan dengan penelitian terdahulu. Jika penelitian terdahulu menghunakan hipotesis positif dan negatif, maka gunakan pula demikian.

    Menurut kami begitu kak Vio.
    Semoga Membantu 🙂

    Salam
    oM Jurnal

  8. Assalamu’alaikum kk, izin nanya apa boleh dalam penelitian hanya menggunakan variabel y tanpa variabel x? seperti contoh misalnya kita memakai masalah penelitian komparatif yg membandingkan pendapatan sebelum dan sesudah adanya usaha xxx???
    Mohon penjelasannya kk

  9. permisi kak, kalau rumusan masalah menggunakan arah dan signifikan bagaimana penjelasannya ? Trimakasih kak

  10. Contoh sederhananya gini aja. Untuk penelitian pakai 2 variabel
    Bagian Rumusan masalah..
    1. Bagaimana pengaruh Variabel X1 secara partial terhhadap variabel Y pada PT ABC ?
    2. Bagaimana pengaruh variabel X2 secara partial terhadap Variabel Y pada PT ABC ?
    3. Bagaimana pengaruh Variabel X1 dan X2 secara simultan terhadap Variabel Y pada PT. ABC ?

    Naaah.. untuk menggunakan arah, di buat pada hipotesis aja.
    Contoh bunyi nya gini.
    Variabel X1 secara partial berpengaruh Positif dan signifikan terhadap variabel Y
    Dan hipotesis sebaliknya.
    Dan perlu di perhatikan, hipotesis harus merujuk pada teori yg udah ada.

    Nah untuk uji 2 arah. Nanti pengambilan keputusan hasil regresi baik uji t maupun uji f nya beda.
    Misal kalo pengambilan keputusannya pake t tabel banding t hitung nih.
    Pada t tabel udah ada kolom nilai t tabel untuk uji 2 arah/sisi dan uji 1 arah/sisi

    Jd nilai yg di ambil beda.

    Naaah.. saya simpulkan sedikit beda tujuan uji 2 arah dan 1 arah
    Uji 2 arah ini tujuan nya untuk mengetahui apakah variabel X berpengaruh signifikan atau tidak signifikan serta untuk mengetahui apakah variabel x berpengaruh positif atau negatif terhadap variabel Y.

    Kalo uji 1 sisi. Cuma untuk mengetahui apakah variabel x berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel Y.

    Demikian kak latif.
    Mudah2an bisa membantu yaa..
    Kalo ada pandangan lain dari kak latif.. monggo coret2 di kolom komentar ini,, hihi..

  11. Kak saya mau tanya. Jadi hasil pengolahan data saya itu hasil uji f nya sudah signifikan tetapi hasil uji t nya tidak signifikan kak. Saya menggunakan 2 variabel bebas dan 1 terikat. Kedua variabel nilai signigikansinya besar dari taraf 0,05 artinya tidak berpengaruh. Gimna menurut kakak? Uji f berpengaruh sedangkan uji t tidak. Apakah bisa diambil kesimpulanpenelitian kak?

  12. Sepengetahuan saya, gapapa uji t ga signifikan sama sekali. Asalkan hasil regresi nya memenuhi syarat.
    Syarat2 yg penting itu ada pada uji asumsi klasik.
    Kalau data yg di olah dalam regresi sudah lolos uji asumsi klasik. Tapi hasil uji t dan uji f seperti yg kakak bilang di atas, ya gapapa kak. Emang itu hasil nya toh.

    Tinggal gmana kk nya aja lagi yg ngejelasin ke penguji atau pembimbing nanti.

    Sedikit saya bahas perihal uji f dan uji t yg hasil nya beda. Dengan asumsi, data udah layak (lolos uji asumsi klasik).

    Misal Pengaruh Motivasi Kerja (X1) dan Jenjang Karir (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y)
    Hasil uji t. Tidak 1 pun signifikan
    Hasil uji f. signifikan

    Menurut saya gini kak.
    Kenapa uji f bisa Signifikan ?
    karna, dengan adanya motivasi kerja dan jenjang karir, dapat meningkatkan kinerja karyawan

    Sedangkan, jika hanya ada motivasi kerja aja, tanpa adanya jenjang karir, kinerja karyawan tidak meningkat sama sekali (tidak signifikan). Bisa jadi meningkat, tapi tidak signifikan.

    Begitu juga sebaliknya jika hanya ada jenjang karir tanpa ada motivasi kerja.

    Dan bagi saya pribadi kak. Penelitian yg berdasarkan teori yg sudah ada, hasil nya tidak harus sama dengan teori.
    Jika teori dan penelitian terdahulu menyatakan uji t signifikan. Pada penelitian yg kita lakukan tidak wajib demikian.
    Karna penelitian (dalam contoh case ini) bertujuan untuk menguji teori. Apakah teori yg sudah ada masih sesuaikah dengan keadaan nyata (data yg digunakan) saat ini. Khususnya pada objek penelitian ini serta periode penelitian ini.

    Dan pada bagian kesimpulan.. kan ada tuuuuh sub bab kesimpulan dan saran. Di bagian saran nanti bisa kakak tulis saran untuk penelitian selanjutnya. Lihatlah kekurangan2 dari penelitian kakak. Apakah periode/objek penelitian masih kurang banyak. Ataukah variabel pada penelitian yg masih kurang lengkap.

    Bagi saya hasil penelitian2 yg menunjukkan tidak signifikan (tidak sesuai dgn teori), sangat penting mbak.

    Karna semakin banyak peneliti yg menguji suatu teori dan menemukan hasil yg sudah tidak sesuai dengan teori, bisa menjadi sebuah pertanda bahwa teori teori tersebut sudah seharusnya di perbaharui. Sesuai dengan perkembangan zaman.

    Dan dari sini pula lah, bisa memicu ditemukannya teori2 baru yang dilakukan ilmuwan2..

    Hahahaha.. panjang yaa 😂
    Mudah2an penjelasan saya bisa di cerna, dan masuk akal wkwkwkwk..
    Wes dah.
    Good luck buat penelitiannya. Konsultasikanlah dengan Pembimbing.

  13. andini febriyani

    mau bertanya jika hasil uji t dan uji f saya berpengaruh positif tetapi tidak signifikan itu bagaimana ya pak? terimakasih sudah menjawab 🙂

  14. Itu artinya, baik secara partial maupun simultan, variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat. Atau dengan kata lain, setiap peningkatan variabel bebas, mampu meningkatkan variabel terikat. Begitu juga sebaliknya untuk setiap penurunan variabel bebas, akan menurun kan nilai variabel terikat.

    Itu makna dari pengaruh positif.

    Nah sekarang permasalahannya, hasil uji sama sekali tidak signifikan.
    Signifikan = Nyata / Real
    Tidak Signifikan = Tidak Nyata / Tidak Real
    Artinya, berdasarkan olah data statistik, variabel bebas itu Bukanlah Variabel yang benar-benar mempengaruhi perubahan variabel tetap.

    Dengan kata lain, varibel bebas itu emang bener berpengaruh positif terhadap variabel terikat. TAPIII bukan variabel itu yang sebenar nya mempengaruhi perubahan variabel tetap. (Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan)

    *Note: Jangan Takut Memgambil Kesimpulan Dari Hasil Uji Statistik. Jika uji statistik udah dilakukan dengan Benar, meskipun hasilnya tidak sesuai dengan teori (referensi) yang digunakan. Yaa tidak apa-apa. Katakan aja. Inilah Hasil ku, Gimana hasilmu ? 😀

    Menurut saya gitu Kak Andini.
    Kalo ada pertanyaan lagi, monggo coret2 kolom komentar nya lagi Kak 🙂

  15. Selamat siang kak. saya baru selesai menguji untuk data saya di uji f/ uji simultan tidak terjadi silmultan apakah hal tersebut tidak apa-apa?

  16. Kalau Data lolos Uji asumsi klasik tetapi ketika melakukan uji regresi berganda yaitu uji t, tidak signifikan dan nilai t hitung minus.
    Bagaimana solusinya ?
    Terima kasih

  17. Assalamualaikum, mau tanya kak…peneitianku menghasilkan nilai negatif atau tidak ada pengaruh, saya masih meragukan data yang saya teliti dimana variable x1 adalah tingkat pendidikan (hanya satu item), x2 adalah pengalaman mengajar (satu item) sedangkan variable y adalah profesionalitas berisi puluhan item dari angket, sementara responden hanya 23 orang… apakah dari variable dan sample tersebut bermasalah? mohon penjelasannya …terimakasih

  18. ai atin nurbaya

    ka maap aku hanya ada 1 penelitian yang mendukung alias 1 penelitian yg uji t dan f tidak signifikan sama dengan skripsiku uji t dan uji f tidak signifikan… nah aku ga nemu skripsi terdahulu yng mendukung dengan hasil uji t dan uji f signifikan ka,, bagaimana ya solusinya terima kasih ka sebelumnya

  19. ai atin nurbaya

    ka maap aku hanya ada 1 penelitian yang mendukung alias 1 penelitian yg uji t dan f tidak signifikan sama dengan skripsiku uji t dan uji f tidak signifikan… nah aku ga nemu skripsi terdahulu yng mendukung dengan hasil uji t dan uji f signifikan ka,, bagaimana ya solusinya terima kasih ka sebelumnya

  20. Kalau data yang digunakan udah lolos uji asimsi klasik, terus tidak ada kesalahan2 dalam proses analisis (regresi memggunakan spss, eviews dan semacam nya). Ya gapapa mbak. Toh emang itu hasil nya kan.

  21. Dewi Baqiatus Soleha

    Halo kak, saya mau tanya. Penelitian saya membahas tentang Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja. Di uji asumsi klasik data saya lolos semua, tpi ketika di uji regresi sederhana hasilnya tidak signifikan dan penelitian yang terdahulu hasilnya signifikan. Mohon solusinya kak apa yang harus saya lakukan 🙏

  22. Sore Kak Dewi. Maaf nih agak telat balas nya yah.
    Menurut saya, hasil tidak sesuai teori itu gapapa. Asalkan data yang di uji udah memenuhi syarat, dan tidak ada human error.
    Pertanyaan serupa udah pernah saya jawab kak.
    Kakak bisa lihat jawaban saya dari komentar kak Resaa di atas. Atau bisa klik disini
    Daaan.. saya lihat dari judul, kakak hanya pake 1 variabel X. Bisa jadi itu penyebabnya. Karna yang mempengaruhi Motivasi Kerja bukan hanya Gaya Kepemimpinam. Banyak variabel lain yang mempengaruhi.

    Jika saya diposisi kakak, saya akan lakukan … Saya akan laporkan ke pembimbing skripsi, bahwa inilah hasil penelitian saya. Insya Allah Saya telah melakukan prosedur olah data dari awal sampai akhir dengan beran. Namun, hasil menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan.

    Hal ini saya lakukan karna menimbang ada kemungkinan sulitnya kakak menemui pembimbing, waktu batas sidang meja hijau yg udah dekat, dan keinginan untuk segera lulus

    Resikonya kak, kemungkinan pembimbing akan meminta untuk menambah jumlah variabel penelitian (Variabel X nya).

    Jika memang itu saran dari pembimbing, segeralah menyelesaikannya. Dan mudah-mudahan bisa segera rampung dan wisudah bareng teman-teman 🙂

    Silahkan baca balasan komentar saya ke kak Resaa untuk nambah wawasan yaah

  23. Ka saya mau nanya, apakah suatu hipotesis yg mengatakan bahwa variabel X berpengaruh negatif terhadap variabel Y itu sama saja dengan variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y?
    Terima kasih ka 🙏

  24. Beda Kak Monica.
    Signifikan itu untuk mengetahui apakah bener-bener ada pengaruh atau tidak.
    Sedangkan Negatif atau positif untuk mengetahui hubungan pengaruh variabel tersebut.

    Contoh 1:
    Variabel Jam Kerja secara partial berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan
    arti negatif itu: Semakin Meningkat Jam Kerja (dengan asumsi Variabel Gaji = Tetap), maka Kinerja Karyawan semakin Menurun
    Coba lihat yang saya beri huruf tebal. Karna ada hubungan negatif, maka hubungan sebab akibatnya menjadi nagatif pula.

    Contoh 2:
    Variabel Gaji secara partial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan
    artinya, semakin Meningkat Gaji (dengan asumsi Variabel Jam Kerja = Tetap), maka Kinerja Karyawan semakin Meningkat
    case ini sama-sama meningkat, karena ada hubungan yang positif antara Variabel Gaji dengan Variabel Kinerja Karyawan.

  25. Permisi kak,

    Punten sekali kak, saya dengar dari temen saya dari hasil analisis regresi tersebut perlu kita kaitkan dengan teori, dan kaka juga bilang klo perlu adanya teori kan yah? saya masih belum bisa nangkep si teori ini maksudnya bagaimana? Teori ini apakah merujuk pada menurut para ahli itu ka? Bolehkah saya mendapat arahan maupun contoh nya? Saya variabel bebas 2 likuiditas dan leverage, variabel terikat 1 yaitu Nilai Perusahaan Tobin.
    Lalu sedikit pertanyaan pada uji t ka, pada uji t itu kan ada uji satu sisi maupun 2 sisi yah kak. Cara tau kita itu pake yg satu atau dua sisi itu bagaimana ya ka? karna saya pake yg 5%, sedangkan tmn saya yg 5% dibagi 2 itu.

    Maaf ya ka klo semisal mungkin pertanyaan ini klasik, tapi saya bener” masih bingung. Mohon amat sangat pencerahannya ka atas 2 kebingungan saya ini, punten dan nuhun ka.

  26. Menurut saya, teori = para ahli
    Bisa liat2 di buku atau jurnal (dari ilmuwan) yang ngebahas variabel2 nya kak.
    Misal nya tobin’q, ambil teori2 dari James Tobin.

    Naah, kalau untuk uji 2 sisi (two tailed) atau 1 sisi (one tailed). Kunci nya ada pada hipotesis. Coba lihat bunyi hipotesis nya ada menyertakan arah hubungan ga ?
    Contoh:
    Likuiditas Secara Partial berpengaruh Positif signifikan terhadap Tobin’s Q

    Itu artinya pake uji 1 sisi (One Tailed)

    Kalo ga ada kata2 arah hubungan / lebih kecil /besar, maka pake uji 2 sisi kak.

  27. Vivian dwi yulianti

    Maaf ka boleh tau penelitian t dan f yg tidak signifikan itu apa namanya?

  28. Mungkin maksud pertanyaan kk vivian gini ya.
    “Contoh Penelitian yang tidak signifikan pada uji t dan uji f nya ?”
    Kalau contoh, itu tergantung judul penelitian nya kak. Kakak bisa cari referensi2 penelitian terdahulu. Hasilnya pasti beda2.
    Kakak bisa coba liat artikel kita tentang Kumpulan 200 Judul Skripsi Manajemen. Bisa download skripsi / jurnal terdahulu nya sesuai judul.

  29. Meskipun koefisien regresi nya positif tapi hasil uji t nya ga signifikan. Tetap Aja Tidak Berpengaruh Sama Sekali Kak Dini.
    Untuk pengambilan kesimpulan dan maknanya, kira-kira seperti ini:
    Misal X1 = Gaji. Y = Kinerja Pegawai.
    Objek Penelitian = PT. M Jurnal dot Com
    Hasil Uji t = Tidak Signifikan
    Koefisien Regresi Variabel Gaji = Positif (Misal 0.35)

    Kesimpulan:
    Koefisien Regresi Variabel gaji = 0.35. Artinya, setiap peningkatan gaji sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai akan meningkat sebesar 0,35%.

    Maknanya:
    Namun, hasil tersebut tidak bisa dijadikan acuan, karena hasil uji t menunjukkan Variabel Gaji Tidak Berpengaruh Signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada PT M Jurnal Dot Com.

    Teori mengatakan Gaji Berpengaruh Signifikan Terhadap Kinerja Pegawai. Lalu kenapa hasil penelitian ini tidak signifikan ? Karena, Pada PT M Jurnal Dot Com, Gaji Tidak Mempengaruhi Kinerja Pegawai. Hal ini bisa di sebabkan oleh faktor lain yang tidak ikut serta dalam penelitian. Seperti Motivasi Kerja, Jenjang Pendidikan, Jumlah Tanggungan Keluarga dan lain sebagainya.

    Boleh ga hasil penelitian nya beda dengan teori (teori bilang gaji berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai)

    Boleh Kok
    Asalkan, Kakak sudah pastikan point-point Solusi Penelitian Tidak Signifikan dan Cara Menjelaskan Hasil Penelitian di atas ya Kak Dini.

  30. ANGGA QODRI ADMINISTRASI BISNIS

    Selamat malam kang. Maaf mengganggu waktunya. Terimakasih banyak telah memberikan penjelasan yang sangat membantu dan lengkap namun disini saya masih butuh penjelasan lebih lanjut dari akang mengenai hal ini. Sebelum masuk ke pertanyaan saya judul skripsi saya “pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja”

    Saya sudah melakukan segala tahapan uji validitas hingga uji asumsi klasik semua uji tersebut hasilnya baik baik saja namun saat uji hipotesis (uji F dan uji T) hasilnya utk variabel budaya organisasi signifikan terhadap kinerja karyawan tetapi untuk lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhap kinerja karyawan. Saya belum mencari peneliti terdahulu yang mendapat hasil yang sama seperti saya kang.

    Pertanyaan saya bagaimana saya menjelaskan kesimpulan saya kang? Sementara hipotesis saya terdapat kalimat “Terdapat pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhdap kinerja”

    mohon kejelasnnya kang terimakasih banyak.

  31. Malam kak Angga,

    Mengenai hipotesis. Hipotesis itu hanya sebuah dugaan. Bukan kenyataan.
    Karena hipotesis itu dugaan, maka dilakukanlah pengujian secara statistik (dalam hal ini menggunakan regresi linier berganda).
    Setelah di uji, ternyata hipotesis nya tidak sesuai dengan kenyataan.

    Singkat aja ya kesimpulannya,
    laporkan aja hasil apa adanya. Bahwa variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan pada PT ……
    Hasil ini berbeda dengan penelitian A yang menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

    Kira-kira gitu aja. Buat kesimpulan ga perlu melebar kemana-mana. Cukup ambil hasil penelitian, lalu bandingkan dengan penelitian lain. Apakah ada kesamaan hasil atau tidak.

    Untuk bagian saran, cobalah sedikit analisa. Kenapa variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh pada PT ..
    Coba amati, apakah lingkungan kerja di PT tersebut termasuk lingkungan yang tentram sehingga pengujian variabel lingkungan kerja tidak mendukung teori. Coba lihat faktor-faktor lainnya.

    Kalau udah ketemu, tulislah pada bagian saran untuk penelitian selanjutnya.

  32. selamat malam kakak. saya mau nanya nih. semua prosedur penelitian kan sudah saya kerjakan dengan benar tapi pada hasil regresi linier berganda saya hasilnya ada yang NEGATIF DAN TIDAK SIGNIFIKAN. kebetulan judul saya Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Citra Terhadap Kepuasan Pelanggan pada XX. Nah X1 (bukti fisik) dan X2 (kehandalan) yang hasil nya negatif dan tidak signifikan. memang ada jurnal pendukungnya kak tapi objek nya berbedan masih sama2 lah jalurnya sama2 ekspedisi. kira2 kalau saya sidang nanti lalu ditanya begini alasan yang tepat untuk menjelaskan nya bagaimana ya kak, karena dosen pembimbing saya pun gak bsa kasih masukkan sama saya kak. mohon bantuannya kak. trimaksih

  33. Selamat malam kak vivi.
    Saya ngerti, pasti ada dilema ketika hasil penelitian berbeda dgn teori.
    Perlu saya kasih tau dulu deh mengenai “kekuatan hasil penelitian”

    Jadi hasil penelitian itu adalah FAKTA dari data yg kita olah.
    Siapapun tidak ada yg bisa menyalahkan, asalkan kita sudah olah data dgn benar yang berpatokan dengan sumber2 kuat, misal nya kenapa menggunakan variabel x1, x2 dan Y ? Karena menggunakan teori dari Buku ABC pengarang DEF, teori metodologi penelitian yg digunakan dll. contoh nya seperti itu.

    Mengenai alasan kenapa hasil tidak sama dengan teori ? Saya rasa ga perlu alasan spesifik. Karna kita udah punya Fakta bahwa teori A (yg digunakan) tidak mampu membuktikan bahwa variabel X2 berpengaruh signifikan trhadap Variabel Y PADA PT ABC

    Lihat kata yg saya tebalkan. Itu inti dalam penelitian. Membuktikan teori, berlaku ga pada Objek penelitian yg di pake
    Dan juga terakhir saya beri tebal PADA PT ABC. Itu artinya, SAAT INI, TEORI TIDAK BERLAKU PADA PT ABC
    Bukan berarti penelitian pada PT yg sama (di lain waktu), atau pada PT yg lain, hasil penelitian harus sama. Itu tidak wajib kak.

    1 hal yang saya yakini mengenai berlaku atau tidak nya sebuah teori bahwa…
    “Teori Tidak Selalu 100% sama dengan Lapangan”. Kecuali ilmu pasti, seperti kali, bagi, tambah, kurang.
    Hal ini juga bakal sering di temui dalam dunia kerja.

    Yg terpenting, siapkan mental sebelum sidang, pahami lebih dalam skripsinya, banyak2 makan (jd gendut :D), istirahat yg cukup, banyak berdo’a, minta perhatian lebih dari pacar, DAN JANGAN MIKIRIN MANTAN 😀

    Kalo ingin tahu Bagaimana Cara… apapun yg berhubungan dengan Karir & Bisnis, Keuangan, Teknologi dan Finansial M JURNAL lah Tempat Terbaik 😀

    Gimana ga vivi ? Kalo masih ada pertanyaan / keragu2an, monggo coret kolom komentarnya..

  34. Selamat pagi kak, sebelumnya terimakasih atas penjelasan yang telah diberikan. Saya mau bertanya kak. Apakah boleh apabila suatu data penelitian jika hipotesis nya tidak sesuai kemudian mengurangi jumlah sampel sehingga hipotesis nya dapat diterima?? Terimakasih sebelumnya kak

  35. Boleh asalkan ada alasan yang kuat atau sumber yang mengatakan demikian kak.
    Setau saya, belum ada sumber yang mengatakan dapat merubah jumlah sample.
    Jangan sampai tujuan mengurangi sample hanya semata-mata untuk mendapatkan hasil yang signifikan.

    Namun ada case pengurangan / penambahan sample yang masih bisa di terima.
    Contohnya, jika peneliti keliru dalam menggunakan teknik sampling atau teknik sampling yang digunakan salah. Sehingga sample yang di gunakan tidak optimal.
    Jadi semuanya kembali lagi ke teori dan sistematika penulisan penelitian.

  36. Anis Fajariyani

    Maaf ikut nimbrung, kak. Kasus saya sama seperti kakus kak Resaa, uji t tidak signifikan karena nilai t tabel lebih besar daripada t hitung dan nilai signifikansi >0,05. Akan tetapi pada uji F hasilnya signifikan. Yg saya tanyakan bagaimana jawaban hipotesis ketiga? Berpengaruh atau tidak, kak? Terimakasih

  37. Dimaafkan kak .. hihihi..
    Oh ya, penelitian kakak ini hipotesis ke tiga nya mengenai uji F kan ?
    Kalo iya, kesimpulannya sesuai hasil aja kak. Hasil signifikan, kesimpulan tetap signifikan.
    Cuma makna nya aja yang beda jika di kaitkan dengan hasil uji t.

    Makna hasil uji f nya,
    Secara bersama-sama semua variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen pada PT ….. Periode …
    Namun secara partial, variabel independen tidak mampu mempengaruhi variabel dependen pada PT … Periode …

    Bahasa anak muda nya ni, mempengaruhi itu = mengubah
    Artinya, butuh ke dua variabel independent untuk mengubah nilai variabel dependen.

  38. muhammad hasbi ash shiddiq

    Selamat sore kak, saya ingin bertanya terkait hasil penelitian saya yg berjudul analisis pengaruh faaktor biaya kualitas terhadap tingkat profitabilitas, studi kasus pada perusahaan syariah yg terdaftar di di jakarta islamic index, setelah saya running data pake aplikasi eviews hasilnya negatif tidak singnifikan kak, dan klu bisa di bilang penelitian saya termasuk baru, soalnya penelitian terdahulu hanya satu objek dan data primer sedangkan saya banyak objek dengan data sekunder, nah untuk menentukan faktor biaya kualitas ada 4 bagian, cman ga ada teori yg menjelaskan secara spesifik, cuman saya ambil saya jurnal2 yg telah ada kak, setelah saya coba berkali2 tetal saja kak, data saya negatif signifikan, apakah ada solusi untuk sidang saya kak? Atau apa yg harus saya perbaharui kak, terimkasih kak

  39. Sampai kan aja apa ada nya kak.
    Mesti PeDe. Ini kan hasil penelitian kakak.
    Selama prosedur nya bener, data lolos uji asumsi, terus hasil nya negatif bahkan ga signifikan, Ya ga papa.

    Kan kita menguji teori terhadap objek dan/atau periode penelitian yg kita pilih. bukan menciptakan teori baru kak.

    Oh ya, penelitian kakak ini data panel atau bukan ?
    Kk sebut banyak objek. Apa data nya juga dalam rentang periode tertentu. Misalnya Periode 2015-2019.

    Kalo iya, kakak bisa coba pastikan proses running data nya udah klop belum. Soalnya, proses running data panel / time series / cross section di Eviews itu beda cara nya.

    Coba baca artikel saya tentang Regresi Data Panel Menggunakan E-Views

  40. christin noverina

    kak, saya mau tanya. saya punya hasil regresi berganda yang menunjukkan variabel X1 nilai prob<α (0,02<α) artinya signifikan, sedangkan uji t nya tidak signifikan (t hitung<t tabel) dan menunjukkan tanda negatif.
    itu bagaimana ya kak?? Mohon bantuannya kak.

  41. Kak aku mau tanya
    Aku meneliti data sekunder mengenai pengaruh rasio lancar dan margin laba bersih terhadap rasio pembayaran dividen. Jumlah sample nya 35, uji asumsi klasik nya lolos semua.
    Tapi hasil regresi X1 negatif, kolerasi nya positif dan uji t tidak signifikan.
    Kak aku bingung menginterpretasikannya ketika regresi positif tapi kolerasi negatif. Gimana ya kak 😔

  42. Uji t X1 tidak sig & negatif = tidak ada arti apa2 / var. X1 tidak bisa memprediksi variabel Y. Karna tidak signifikan.

    Lalu coba lihat lagi, korelasi nya signifikan ga ? Kalo signifikan, berarti memang ada hubungan positif antara X1 dan Y. Namun tidak bisa memprediksi nilai Y (berdasarkan hasil uji regresi)

  43. Kalo prob < α, udah pasti t-hitung > t-tabel.
    Hasil nya pasti sama kok.
    Cara pengambilan keputusannya aja yg beda kak.

    Coba kakak pastiin lagi pengambilan keputusan dari t-hitung ga salah.
    Tentukan degree of freedom (df) nya pake rumus:
    n – k
    n = jumlah sample
    k = jumlah variabel

    Kakak ini pakai uji 2 sisi atau satu sisi ?. Lihat dulu di hipotesis nya. Cara nentuin uji 1 sisi atau 2 sisi, coba kakak baca balasan komentar saya untuk kakak disrach di bawah. Klik disini untuk scroll cepat ke bawah.

    Lalu, di tabel t, pilih angka sesuai df td daan jangan sampai salah ambil data nya. Uji dua sisi atau satu sisi.

  44. Selamat malam kak, mau nanya penelitian saya kan ada satu variabel tidak signifikan saat uji regresi linier sederhana, waktu saya mau uji berganda pembimbing saya bilang tidak bisa dilakukan uji berganda (simultan) di karenakan satu variabel sudah tidak signifikan, apa bener prosedurnya seperti itu kak ??

  45. Halo kak Maha.
    Saya mau menyamakan persepsi dahulu. Berikut pemahaman mengenai metode analisis:
    1. Penelitian dengan 1 variabel bebas (X) dan 1 variabel terikat (Y), metode analisis yg di pake regresi linier sederhana
    2. Penelitian dengan 2 atau lebih variabel bebas dan 1 variabel terikat, metode analisis nya regresi linier berganda

    Terus pertanyaan saya, kakak pake berapa variabel bebas ?
    Kalo cuma 1, cukup pake regresi sederhana aja.
    Kalo 2, cukup pake regresi berganda. Regresi sederhana ga perlu lagi kak.

    Atau maksud kakak, uji regresi sederhana itu = uji t ? Terus uji berganda = uji f ? Dan jumlah variabel bebas lebih dar 1 kah ?

    Kalo iya.
    Jika salah satu variabel pada uji t menunjukkan hasil tidak signifikan, maka hasil uji f masih bisa di lakukan.

    Kalo kakak olah data pake SPSS / E Views, hasil uji t dan uji f langsung terlihat dalam 1x proses.

    Kalo kakak mau tau lebih lanjut mengenai makna hasil uji t dan uji f, coba baca balasan komentar saya ke kasus kak Resaa di bawah (Klik disini) untuk scroll cepat kebawah.

  46. Assalamualaikum kak, selamat sore
    Saya mau bertanya terkait dengan skripsi saya. Judul saya “hubungan antara harga diri dengan kecenderungan narsistik pengguna instagram pada siswa SMA X. Hipotesis saya ada hubungan negatif antara harga diri dengan kecenderungan narsistik. Yaitu smakin tinggi harga diri maka kecenderungan narsistik semakin rendah. Namun setelah saya menganalis data hasilnya positif signifikan. Artinya hipotesis saya ditolak. Jika dilihat dr hasil analisis deskripsi saya kecenderungan narsistik ada di kategori rendah, sedangkan harga diri ada di kategori sedang. Dari uji hipotesis saya menunjukan hasil positif dan signifikan, uji normalitas dr kedua variabel hasilnya normal. Dan uji linieritasnya dikatakam bahwa kedua variabel tersebut memliki hub yg linier karna p<0,05.
    saya ada kendala dipembahasan bab 4 saya bingung untuk menjelaskan kenapa hipotesis saya ditolak. Mohon bantuan serta sarannya. Terimakasih kak😊

  47. Slamat malam kak Nadya.
    Terus terang, mengenai variabel yg kakak gunakan udah diluar bidang saya.
    Tapii.. Saya kasih gambaran scara garis besar aja ya kak.

    Variabel pd penelitian kakak itu kan, masing2 punya indikatornya.
    Misalnya, Harga Diri punya 7 Indikator penilaian. Sedangkan Narsistik punya 9 indikator penilaian.

    Di bagian pembahasan, coba jelaskan lebih rinci per indikator. Bukan per variabel. Hubungkan hasil analisis hubungan dengan indikator2 tsb.

    Jadikan statistik deskriptif sebagai gambaran data, lalu gunakan hasil uji hipotesis sebagai fakta yg berlaku khususnya untuk sample yg digunakan (Pengguna IG Siswa SMA X).

    Hasil

  48. Assalamualaikum kak, mau nanya gimana cara menjelaskan dan solusi ke dosen pembimbing apabila uji t nya salah satunya tidk signifikan dan uji f ny signifikan. Disini saya menggunakan 2 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Mohon bantuannya…

  49. assalamualikum kak, kak hasil penelitian ku uji t parsial smua ditolak tpi uji f simultan diterima, udh konsultasi sama dosen pembimbing tidak masalah katanya, hanya diminta untuk mencari penelitian yang bisa mendukung penelitian ku ini. Cuma aku udh cari tpi gak nemu. Kira2 ada referensi buku yg mengatakan jika uji t ditolak tpi uji f diterima tidak menjadi maslah gak kak?
    Soalnya aku pernah baca asumsi kakak yg bilang kalo gak semua teori bisa diterima pada perusahaan dan periode tertentu, jdi wajar kalau ada penelitian yg tdk signifikan.
    Terimakasih sebelumnya kak..

  50. Malam kak. Kak penelitian saya menggunakan data sekunder dengan judul pengaruh laju pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan terhadap indeks pembangunan manusia. Tapi hasil kedua variabel tidak signifikan. Udah pakek spss sama eviews tetep sama kak. Bagaimana ya solusinya dan mohon bantuannya kak. Terima kasih

  51. Malam kak Rofi.
    Meskipun beda software, hasilnya akan tetap sama kak.
    Tidak signifikan sama sekali = tidak masalah kak.
    Case yang serupa ada dr beberapa komentar sebelum nya.
    Silahkan pahami isi nya ya kak 🙂

  52. assalamualikum kak, kak hasil penelitian ku uji t parsial smua ditolak atau tidak berpengaruh tpi uji f simultan diterima atau berpengaruh, udh konsultasi sama dosen pembimbing tidak masalah katanya, hanya diminta untuk mencari penelitian yang bisa mendukung penelitian ku ini. Cuma aku udh cari tpi gak nemu. Kira2 ada referensi buku yg mengatakan jika uji t ditolak tpi uji f diterima tidak menjadi maslah gak kak?
    Soalnya aku pernah baca asumsi kakak yg bilang kalo gak semua teori bisa diterima pada perusahaan dan periode tertentu, jdi wajar kalau ada penelitian yg tdk signifikan.
    Terimakasih sebelumnya kak..

  53. assalamualaikum wr wb
    hasil penelitian saya menunjukkan uji t kedua variabelnya tidak signifikan tapi uji f hasilnya signifikan, mohon bantuanya bagaimana menyimpulkan hasil tersebut.
    wassalamualaikum wr wb

  54. Halo, saya mau tanya. kalo penelitian saya X1 terhadap Y uji t tidak signifikan, X2 terhadap Y uji t tidak signifikan, dan X1 X2 terhadap Y uji f tidak signifikan. Jumlahnya lebih besar (>) dari 0,05 (uji 2 tailed). Apakah itu gapapa? saya bingung banget, terimakasih sebelumnya

  55. Mutia mutmainna

    Kak H1 saya tdk berpengaruh signifikan tetapi sy cari penelitian terdahulu tdk ada yang sama kak semuanya berpengaruh,btuh sarannya kak untuk berikan alasan

  56. Halo kak Mutia.
    Case nya hampir sama dengan case kak Angga.
    Karna saya ga tau variabel apa yg kk pake, jadi coba di pahami balasan komentar saya untuk kak Angga di bawah aja ya kak (Klik Disini)
    Mudah-mudahan bisa membantu.
    Kalo masih ragu, coret-coret aja dikolom komentar ini ya. Sampaikan semuanya biar kita selesaikan.

  57. selamat siang kak. saya ingi bertanya, koefisien regresi saya positif namun tidak signifikan. bagaiaman cara interpretasinya ya kak? kemudian saya juga bingung interpretasi koefisien regresi yang kurang masuk akal seperti Y = 14,167 + 0,020X2 (Y=kejadian stunting X2=cakupan ASI eks) klo diinterpretasikan jadinya jika cakupan ASI eksklusif meningkat, maka kejadian stunting akan meningkat sebesar 0,020.
    mohon bimbingannya kak. Terimakasih

  58. Halo kak ita.
    Meskipun koefisien regresi positif (berlawanan dengan teori / Tidak masuk akal), tidak dapat dijadikan acuan karena hasil uji hipotesis tidak signifikan.
    Untuk pengambilan kesimpulan, buat aja kesimpulan sesuai hasil.

    Misalnya, hasil uji t menunjukkan X2 berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Y.
    Jika X2 bertambah sebesar 1% dengan Asumsi nilai variabel lain tetap, maka Y akan bertambah sebesar 0,02%. Namun estimasi ini tidak bisa dijadikan acuan karena secara statistik, Variabel X2 tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y pada alpha 5%.

    Tipsnya: Tetap buat kesimpulan sesuai model regresi, lalu di akhir kalimat berikan penegasan pada hasil uji t tersebut.

    Case kakak hampir sama dengan case kak nadya. Silahkan klik disini untuk membacanya ya

  59. Maaf kak izin bertanya, hasil penelitian saya kan tidak ada perbedaan profesional guru berdasarkan kualifikasi akademik dan masa kerja. Sebelumnya saya menulis tidak ada perbedaan yang signifikan. Nah pas bimbingan boro2 diminta hrus signifikan. Malah ditanya kenapa dia signifikan? Dan saya udah baca beberapa artikel tapi ttp belum paham

  60. Halo kak Devi.
    Dosen nya mau tau tuh seberapa paham kakak dengan penelitian itu.

    Maksud nya gini,
    Penelitian kk mau nguji apakah ada perbedaan profesional guru berdasarkan kualifikasi akademik dan masa kerja.

    Tentu ada hipotesis yg menyatakan signifikan dan tidak signifikan.

    Nah si dosen nanyain hipotesis signifikan itu loh.
    Kenapa dia signifikan ?

    Ya dijawab aja. Bisa pake teori atau logika sendiri aja.

    Kalo pake logika misalnya

    • Semakin berilmu seseorang (kualifikasi akademik) tentu akan semakin profesional
    • Semakin berpengalaman seseorang (masa kerja), maka profesionalitas semakin terbangun

    Tapiii lebih baik gunakan teori yang mengatakan kualifikasi akademik dan masa kerja mempengaruhi profesional guru.

    Karna logika hanya sebatas opini. Sementara teori yg sah tidak bisa dibantah kecuali si pembantah memiliki teori berbeda yang sudah terbukti kebenarannya.

    Contoh pake teori:
    Dospem: Kenapa dia signifikan ?
    Saya: Karna menurut Teori M Jurnal, Kualifikasi Akademik dan Masa kerja dapat mempengaruhi Profesional Guru. Maka saya coba uji dengan sampel sekian org pada SMA 2 Negeri. Ternyata, hasil penelitian dengan sample yg tersebut berbeda dengan teori / tidak signifikan.

    Saya rasa jawaban gini aja udah klop kak.

    Gimana menurut kak devi ?

  61. Siang kak mau tanya, kalo jurnal panduan menggunakan regresi panel dengan eviews apakah penelitian kita juga harus menggunakann eviews juga ya kak, takutnya kalo menggunakan spss hasilnya tidak signifikan.
    Terimakasih

  62. Siang juga kak titi.
    Dalam panduan yang Saya susun itu, aplikasi yang Saya pake hanya eviews.
    Tutorial regresi data panel pake SPSS belum Saya buat.

    Kalo mengenai hasil, Eviews dan SPSS kurang lebih sama aja.

    Saya sarankan pake eviews aja. Biar mudah ikuti step by step nya.

  63. KIKI SUNDARI 2016052472-61201-P

    Ass, kak saya mau tanya disini saya pakai judul pengaruh cr, der, terhadap roa. Jadi x1 saya tidak ada pengaruh secara sig, x2 terdapat pengaruh negatif dan sig, x1x2 dan y terdapat pengaruh sig secara simulatan, disini saya masih bingung kak cara menjelaskan nya seperti apa kenapa bisa negatif terus kalo ditanya kenapa semua negatif secara teori ga berpengaruh terhaday y dong? Nah itu saya masih bngung harus menginterprestasikan nya gimana

  64. Halo kak Kiki. Untuk hasil negatif atau positif hanya sebuah arah hubungan. Beda dengan signifikan atau tidak

    Jadi, X2 (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Y (ROA).
    Artinya, Setiap kenaikan nilai DER akan mengurangi Nilai ROA
    Sebaliknya setiap penurunan nilai DER akan menambah nilai ROA
    Dan hasil ini signifikan pada alpha 0.05

    Signifikan = berpengaruh nyata / bahasa awamnya, bisa dijadikan acuan atau patokan

    Kalo hasil nya negatif tapi tidak signifikan, kesimpulan yg dibuat di atas itu ga bisa dijadikan acuan.

    Kakak bisa baca konten saya tentang Interpretasi Hasil regresi SPSS (kalo pake SPSS) dan Interpretasi Hasil Regresi Eviews (kalo pake Eviews)

  65. Malam ka, klo semisal ditanya oleh dewan penguji darimana kamu tahu bhwa penelitian kmu tdk berpengaruh atau tdk signifikan? Nah itu saya hrs menyajikan data seprtti apa kak terimakasih sebelumnya mohon dijwab ya kak

  66. Selmat malam kak
    Kalau misalnya, dlam uji t, hnya stu variabel yg berpengaruh trus pas uju f tidak ada pengaruh.. itu bagaimana cara penjelasannya untuk uji f kal?? Mohon bantuannya kak🙏
    Terima kasih🙏🙏

  67. Ambil kesimpulan dari hasil kak.
    Kalo ga signifikan, tulis tidak signifikan. Gtu juga sebaliknya.
    Misal
    Dari hasil uji regresi linier berganda, var x1 berpengaruh signifikan terhadap var y. Hal ini ditunjukkan oleh nila prob. < alpha
    Sementara, hasil uji F menunjukkan var x1 dan x2 secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap var y. Dan seterusnya.

    Coba baca2 lagi komentar dari kawan2 sebelumnya. Ada case yg serupa kak

  68. Ooh iya kak, tapi saya ingin memperkuat faktor yg mnyebabkn hasil penelitian ini tdk berpengruh dengan menambhkan data hasil wawancara kpd pihak instansi tntg judul yg saya angkat tdk berpengaruh gtu kak, jadi tidak hanya angka yg saya sajikan
    Apa itu diperbolehkan ? Dalam penelitian

  69. Waah bagus itu kak.
    Jadi case kakak ini udah hampir sama dengan case kak Angga dibawah
    Mencari faktor-faktor yang mendukung hasil penelitian.
    Ini bisa jadi landasan yang kuat juga kenapa hasil penelitian kakak tidak signifikan (tidak sesuai teori).

    Kakak bisa juga menambahkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang sama dengan penelitian kakak (sama-sama tidak signifikan).

  70. Selamat malam kak, saya mau bertanya kalo pada uji t nilai t nya negatif tapi nilai signifikan nya lebih kecil dari pada 0,05 kan berarti signifikan ya. pada hasil hipotesis nya bagaimana ya kak? Apakah hipotesis diterima atau ditolak? Lalu pada hasil hipotesisnya itu jadi tidak berpengaruh atau berpengaruh ya kak? Mohon bantuan nya kak, soalnya aku masih bingung banget. Terimakasih

  71. Halo kak Firdaniati,
    Nilai t yang dimaksud coeficient regresi kan ya bukan t-hitung nya.
    Kalo iya, arti negatif itu hanya arah sebuah hubungan.
    Hasil uji t signifikan, maka tetap signifikan. Negatif atau positif hanya untuk menunjukkan arah hubungannya.
    Case kakak serupa dengan Case kak Kiki dibawah.
    Coba pahami balasan komentar saya ke Kak kiki ya.

    Untuk tambahan, kakak bisa baca konten saya tentang Interpretasi Hasil Regresi E-Views (kalo pake E-Views) dan Interpretasi Hasil Regresi SPSS (kalo pake SPSS)

  72. Itu kan saya x2 nya leverage y penghindaran pajak berarti kalo begitu hasil hipotesisnya variabel leverage berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak ditolak ya kak? Trs untuk signifikannya itu penjelesan tentang hipotesis tersebut kenapa tidak berpengaruh, begitu bukan ka? Atau aku salah tangkep? Hehe

  73. Agak panjang sih kalo saya jelasin t hitung negatif di koment. Ntar saya buatkan 1 artikel khusus aja ya.

    Untuk sekarang saya kasih cara cepat nya aja ya
    t hitung negatif artinya pengujian dilakukan disisi kiri.

    Terus gimana cara uji hipotesis nya ?
    Hilangkan tanda negatif pada t hitung kemudian bandingkan dengan t tabel.

    Contohnya ini hasil dari SPSS, lihat tabel coefficient ya.

    • Variabel X2 = Leverage
    • Variabel Y = Penghindaran Pajak
    • t hitung = -2,345 menjadi 2,345
    • t tabel = 1,546
    • Sig. = 0,021
    • Alpha Penelitian = 0,05
    • Coefficient B = -5,32

    Dari data itu, bisa disimpulkan:

    • t hitung > t tabel (2,345 > 1,546) artinya X2 berpengaruh signifikan terhadap Y
    • Sig. < Alpha (0,021 < 0,05) artinya X2 berpengaruh signifikan terhadap Y
    • Coeficient B = -5,32. Artinya X2 berpengaruh negatif terhadap Y

    Lihat, saya membandingkan t hitung dengan t tabel serta membandingkan Sig. dengan Alpha untuk menguji hipotesis signifikan atau tidak.

    Hasil perbandingan t hitung : t tabel udah pasti sama dengan hasil perbandingan Sig. : Alpha. Ga bakal beda.

    Terus, coefficient B bernilai -5,32. Ini yg saya maksud arah hubungan variabel X2 dan Y. Nilai negatif ini akan dimasukkan dalam persamaan regresi. Coeficient B tidak bisa digunakan untuk menguji hipotesis

    Maknanya, jika variabel X2 meningkat, maka variabel Y akan menurun. Itu maksud arah hubungan. Dan tidak ada sangkut pautnya dengan berpengaruh signifikan atau tidak.

    Hasil signifikan atau tidak, didapatkan dari membandingkan t hitung dan t tabel atau membandingkan sig. dan alpha.

  74. Kak, kalau penelitian saya dari 5 variabel x ada 1 yang tidak berpengaruh yaitu variabel citra destinasi terhadap minat kunjungan wisatawan generasi Y ke wisata halal Aceh menjelaskannya bagaimana ya kak?

  75. Sampaikan aja hasilnya kak. Bahwa variabel x tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.
    Coba cari hasil penelitian lain yang memiliki hasil sama dan memiliki hasil berbeda dengan penelitian kakak.
    Kemudian bandingkan dan masukkan kedalam pembahasan

  76. Halo kak, saya mau mau tanya jika seluruh variabel X signifikan namun C tidak signifikan > o,o5. bagaimana interpretasinya dan apakah bisa dimasukkan kedalam model? lalu pengaruhnya terhadap hasil penelitian? Terimakasih

  77. Bisa kok dimasukin ke dalam model.
    Interpretasi nya seperti biasa tapi sampaikan tidak signifikan.
    Kalo pengaruh nya. Model regresi tidak bisa digunakan untuk estimasi nilai Y.
    Gapapa kok kak.
    Sampaikan aja hasil nya.

  78. Kak kalau misalnya saya melakukan suatu penelitian, namun penelitian saya adalah yg pertama dan tidak ada penelitian terdahulu, kira2 bagaimana ya kak. mohon bantuannya kak
    mohon maaf kalau pertanyaannya sedikit keluar

  79. ada 2 kemungkinan judul kak
    1. KAMPANYE PEMUTUSAN RANTAI COVID 19 (STUDI KASUS PADA PROGRAM KAMPANYE KARANG TARUNA KOTA KUPANG KEPADA MASYARAKAT EKSTERNAL)
    2.STRATEGI HOTEL DALAM MENJAGA SAFETY DAN COMFORTABELITY PELANGGAN DITENGAH PANDEMI COVID 19 (STUDI KASUS PADA HOTEL SWISS BERLIN KRYSTAL KUPANG)

    kedua judul tersebut masih berupa opsi kak, mohon bantuannya karena saya baru pertama membuat proposal skripsi. terima kasih kak

  80. Variabel yang dipake apa kak ? Masih merujuk pada teori bukan ?
    Kalo ga ada teorinya, pasti akan sangat sulit. Karena tidak ada landasannya.
    Sekedar saran aja kak.

    • Kalo masih pertama kali nyusun skripsi, lebih baik angkat judul yang variabel didalam nya menggunakan teori-teori yang udah ada (bisa lihat dari buku atau jurnal juga bisa)
    • Kalo ingin angkat topik tentang covid, boleh-boleh saja. Tapi, variabel yang dipake harus merujuk ke teori yang udah ada.

    Ohya, kakak jurusan apa ?
    Kalo Ekonomi: Manajemen, Keungan, Pemasaran, Akuntansi dan sejenisnya, Silahkan kunjungi Artikel saya tentang Judul Skripsi Manajemen Keuangan, 200 Judul Terbaik. Saya juga bahas judul skripsi terkait tentang covid disana. Ada juga kawan-kawan lain yang nanya kasus serupa dengan kakak. Mudah-mudah membantu. Klik aja tulisan berwarna biru itu.

  81. Kak mau tanya judul skripsi saya: Pengaruh EWOM dan CITRA DESTINASI Terhadap minat kunjungan generasi Y ke wisata halal di Aceh dengan pendekatan TPB, nah hasil penelitian saya ini setelah di uji dengan menggunakan SmartPLS untuk yang variabel Citra destinasi hasilnya positif tapi tidak berpengaruh, lalu bagaimana ya kak cara saya interpretasi ke Dosen Penguji? kenapa kok bisa ga berpengaruh?

  82. Kak, mohon bantu dijawab, apakah kakak punya referensi penelitian ttg variabel x terhadap variabel y yang mana Y adalah kesediaan membayar? sebagian besar orang variabel Y-nya tuh kepuasan pelanggan, saya kesulitan dengan dasar teori walaupun ini adalah model penelitian…please bantu kak.
    Pertanyaan kedua, jika uji t ternyata hasil x1 dan x3 tidak berpengaruh signifikan terhadap y, apakah dalam pembahasan disajikan saja atau dilakukan penelitian ulang agar hasil signifikan?
    atas perhatian dan jawabannya saya haturkan terima kasih ya kak

    1. Referensi Variable Y (Kesediaan membayar) ya, Saya belum punya sumber referensi nya kak. Saran saya, coba kakak cari di google pake keyword “Variabel Kesediaan Membayar”. Namun jika tidak ditemukan, baik itu penelitian terdahulu ataupun teori (buku2 dll), lebih baik tidak angkat judul tersebut.
    2. Tidak ada paksaan penelitian harus signifikan selama semua prosedur dilakukan dengan benar. Jadi sajikan hasil apa adanya. Banyak kok contoh-contoh kasus kawan-kawan lain tentang hasil penelitian yang tidak signifikan. Silahkan baca-baca lagi artikel diatas dan komentar-komentar kawan-kawan lainnya ya.
  83. Jawab aja: Karena datanya menunjukkan demikian (tidak signifikan). Mau diapain lagi coba hahaha.. Engga gitu juga ya.
    Case kakak ini udah hampir sama dengan case kak Ita Mufida.
    Untuk mencari alasan kenapa tidak berpengaruh, silahkan baca balasan komentar saya ke Kak Hafifah di bawah ya kak.
    Silahkan di baca-baca lagi komentar-komentar yang udah ada ya, banyak contoh kasus yang serupa dengan kakak.

  84. Maaf saya mau bertanya.

    uji f saya tida berpengaruh terhadap variabel dependen, solusinya gimana ya?a ap itu baik atau gimana butuh solusi banget udah buntu ga ketemu help, terimakasih banyak sebelumnya T_T

  85. Gapapa kak Dera.
    Selama prosedur olah data dilakukan dengan benar serta Data lolos uji asumsi klasik. Tidak signifikan pun tidak apa-apa.
    Karena itulah hasil pengujian dari data yang kakak gunakan.

    Saya pikir, pada artikel diatas udah saya jelaskan kalo Penelitian itu bertujuan untuk menguji Data (dari sample / objek) penelitian berdasarkan teori. Data tersebut diuji menggunakan statistik (misal: Regresi Linier).

    Jadi apapun hasilnya, itu lah kenyataannya. Asalkan kakak udah ngelakuin semua prosedur dengan benar serta data lolos uji asumsi klasik.

    Saran saya, Sampaikan hasilnya bahwa tidak signifikan. Kemudian coba cari penelitian terdahulu yang memiliki hasil sama dengan hasil penelitian kakak. Dan cari juga yang memiliki hasil berbeda dengan penelitian kakak. Kemudian bandingkan dengan hasil penelitian kakak. Masukin ke BAB pembahasan.

    Mungkin contoh kasus kak Hafifah di bawah bisa jadi inspirasi buat kk Dera.

  86. Selamat malam kak, Saya mau tanya kak, sekarang saya sedang mengerjakan skripsi kebetulan saya menggunakan beberapa uji analisis terus di sini ada beberapa kendala
    1. Saya menggunakan SPSS untuk menganalisis data yang saya peroleh ternyata setelah saya teliti antara hasilahasil dengan data pendukung yang ada itu tidak sinkron, hasil dari analisis saya menggunakan uji t-test bahwa rata-rata dari perolehan indeks prestasi kumulatif mahasiswa itu sama dengan 75% tapi ternyata data pendukung yang ada itu tidak sama dengan 75%
    2. Masih sama pakai t-Test, untuk keputusan hasil analisis data itu menggunakan dua cara yang satu bisa dilihat dari nilai t hitung dan yang kedua bisa dilihat dari nilai signifikansi, logikanya antara kita menggunakan t hitung maupun menggunakan signifikansi hasilnya sama tapi ternyata saat saya menggunakan keputusan t hitung dengan menggunakan keputusan signifikansi ternyata hasilnya berbeda

    Lalu bagaimana solusinya ya kak?? Terima kasih

  87. t hitung negatif artinya uji dilakukan disisi kiri.
    Kalo mau dibandingin dengan t tabel. Hilangkan minus nya. Hasilnya signifikan.
    Ada komentar dibawah dengan case serupa dengan kakak.

  88. Saya ingin bertanya, jadi hasil olah data sy untuk X1 menggunakan uji t ditemukan bahwa koefisien beta sebesar .122 yg menunjukkan arah positif.
    Dan thitung(1.066)<ttabel(1.991) dengan tingkat sig 0.289>0.05. Kesimpulannya bahwa hipotesis pertama ditolak yg berarti X1 menunjukkan arah positif namun tdk signifikan terhadap Y.
    •saya ingin bertanya mengenai apakah sudah betul kesimpulannya ?
    •apa arti dari X1 menunjukkan kearah positif ?
    Trimakasih

  89. Yaa bener kak
    X1 menunjukkan ke arah positif artinya setiap kenaikan nilai X1 dengan asumsi nilai variabel lainnya adalah tetap, maka nilai Y akan meningkat. Sebaliknya jika nilai X1 turun, maka Y akan turun.

    Kalo X1 menunjukkan ke arah negatif artinya:
    setiap kenaikan nilai X1 dengan asumsi nilai variabel lainnya adalah tetap, maka nilai Y akan menurun. Sebaliknya jika nilai X1 menurun, maka Y akan meningkat.

  90. Selamat sore
    Saya melakukan uji f dan hasilnya signifikan (ada pengaruh) dan saya menyimpulkan scr simultan berpengaruh positif dengan dasar bahwa persamaan regresi saya bernilai positif Y = 14,435 + 0,626X1 + 0,463X2 + 1,093X3. Apakah benar begini menyimpulkanya? Atau uji f tidak bisa diketahui arah pengaruh positif/negatifnya? Terimakasih

  91. Berarti untuk uji f hasilnya: secara simultan, variabel x berpengaruh terhadap y, ya? Hanya uji t yg bisa diketahui arah pengaruh positif/negatif
    Terimakasih informasinya

  92. Ya betul kak. Tapi lebih bagus kesimpulannya disebutkan semua variabel seperti ini:
    Secara simultan, variabel x1, x2,dan x3 berpengaruh signifikan terhadap variabel y.
    Mudah-mudahan cepat rampung penelitiannya ya 🙂

  93. halo kak, saya stuck dihitung rumus variabel Y (kecurangan), jurnal” yg saya jadiin patokan pada pake rumus “sederhana” yg beda dri rumus asli penciptanya, krna rumus aslinya jauh lebih susah dan panjang. jadi saya binggung hrus mengikuti yg mana sementara tidak ada yg menjelaskan scr detail akun” mana yg hrus di gunakan dalm menghitung rumusnya (jdi hrus asumsi sndri) terkait pembahasan prosedur hrus tepat dalam melakukan uji yg kakak bahas, saya jadi tkut kesalahan menghitung variabel Y akan buat seluruh uji tidak berpengaruh kak, jdi sedikit kslhn dlm hitung rumus akan berpengaruh bnyk kak?
    mohon bantuannya kak, terimakasih

  94. Coba lihat lagi, jurnal2 itu pake teori yang mana ? Lihat landasan teori nya.
    Terkadang ada teori dari penemu yang diperbaharui oleh peneliti lain (note: peneliti yang saya maksud bukan penulis skripsi. Tapi lebih ke seorang ilmuan)
    Kalo jurnal-jurnal itu menggunakan teori yang diperbaharui, boleh-boleh aja ikuti jurnal itu. Asalkan teori yang diperbaharui ini sudah sah. Misalnya, seperti ada bukunya dll.
    Tidak bisa menggunakan asumsi sendiri. Harus ada landasan teori nya. Itu guna bab 2 (landasan teori) kan ? dan daftar pustaka sebagai sumber dasar penelitian ?

    Kalo ga ketemu sumber-sumber yang di pake jurnal itu. Pake aja teori dari penemunya.
    Menggunakan teori dari penemunya aja belum tentu hasilnya bakal signifikan.
    Tapi signifikan atau tidak, itu tidak penting.
    Yang penting, kakak harus punya landasan teori yang valid.

  95. dia ada rumus misalnya {total liabilities – current liabilitis – long term debt} dan tidak ada yg menjelaskan “long term debt” disini apakah menggunakan long term liabilities atau berbeda? dan akun pada tiap LK berbeda” dan sulit untuk diklasifikasikan, bagaimana menghitungnya kalau tidak boleh menggunakan asumsi kak?

  96. Iya betul kak Alvina.
    Ga semua LK perusahaan sama. Termasuk akun nya. Misal LK perbankan cenderung beda dengan LK perusahaan Manufaktur.
    Tapii.. tetap tidak bisa menggunakan asumsi sendiri. Terutama yg berhubungan dengan rumus perhitungan variabel. Itu udah ada teori nya, udah ada penemunya, udah ada pengembang nya.

    Misal kalo kakak masih ingin pake asumsi sendiri. Terus ditanyain penguji. Referensi kamu buat ngitung variabel Y ini dari mana ? Bisa tunjukkan sumber nya ?
    Terus kakak bakal jawab apa ?
    Sementara Penelitian itu harus memiliki sumber yang jelas dan akurat.

    Terus mengenai long term debt atau akun lainnya. Ada beberapa perusahaan yg ga pake nama akun long term debt, melainkan pake nama akun lain.

    Coba kakak share akun apa aja yg beda menurut kakak ? Untuk perusahaan apa aja dan tahun berapa ?
    Biar saya coba liat laporan keuangan nya.
    Kalo bisa share juga contoh jurnal yg kk jadikan patokan. Kirim aja link tempat kk download file jurnal nya di koment ini.

    Kalo memang data yg dibutuhkan tidak tersedia dalam LK perusahaan tsb, Eliminasi perusahaan itu pake metode sampling.

  97. saya pake infrastruktur, cth salah stu nya XL axiata, coba kakak lihat bagaimana menghitung short term debt & long term debt secara tepat? mohon kak bantuannya :’)

  98. Saya udah baca2 contoh skripsi nya. Berarti variabel Y ini pake F-Score ya kak. Yang mana F-Score ini dihitung menggunakan akun Long Term Debt.
    Jadi ada 2 hal yang mau Saya kasih tahu dulu.

    • Short Term Debt = Current Liabilities
    • Long Term Debt = Long Term Liabilities

    Kalo mau baca-baca sumbernya di website Investopedia ya kak.
    Atau kalo kakak punya sumber yang mengatakan long term debt tidak sama dengan long term liabilities, tolong nanti di share di kolom koment ya. Mau Saya liat2 juga sumber nya.

  99. halo.. selamat malam kak.
    sy mau bertanya, sy mempunyai variabel bebas ada 3. stelah sy uji untuk uji t gak ada satupun baik itu X1, X2, dan X3 gak ada pengaruhnya sama skli trhdap variabel Y otomatis untuk uji f juga gak ada pengaruhnya. tp untuk uji asumsi klasik lolos semua kak. menurut pendapat kk gimana ?
    sy sdh cari untuk penelitian sebelumnya smuanya berpengaruh sedangkan untuk analisis sy tdk berpengaruh sama skli, sy bingung kak. mohon bantuannya. trimakasih 🙂

  100. kak.. sy sdh uji ulang utk X1 pada uji t berpengaruh negatif signifikan sedangkan utk X2 dan X3 pada uji t tdk berpengaruh signifikan, sedangkan X1,X2,X3 utk uji f tdk berpengaruh signifikan. krna sy bingung kak salah satu variabel X nya ada yg ‘berpengaruh’ negatif signifikan. yang mw sy tanyakan berarti untuk di bagian pengujian hipotesis baik itu uji t dan f ditolak kan hipotesisnya ?? apakah betul kak ???. mohon dijawab. mksih kak 🙂

  101. Tidak masalah kalo tidak signifikan.
    Tapi Saya mau tanya dulu.
    Kakak lihat negatif signifikan untuk variabel X1 dari mana ? dari t hitung atau dari coeficient beta ?
    Terus bunyi hipotesis untuk variabel X1 seperti apa ?

  102. Tapi kak klo long term debt = long term liabilities, kenapa rumusnya {total liabilities – current liabilities – long term debt} auto hasilnya 0 dong? buat apa di hitung klo gitu kak?? bagaimana menjelaskan bagian ini ?:’)

  103. Oooh bagian ini jd biang kerok nya toh.
    Hm.. kita mulai dari Long term debt ya.
    Dalam suatu kondisi, long term debt bisa terbagi 2.

    • Long Term Debt (LTD): Merupakan kewajiban yg harus dibayarkan perusahaan dengan jatuh tempo lebih dari 1 tahun. Bisa 2 tahun, 5 thn, 10thn atau lebih
    • Current Portion of Long Term Debt (CPLTD): merupakan bagian dari LTD yg jatuh tempo kurang dari 1 tahun tanggal neraca. Seperti Biaya Pokok dari LTD

    CPLTD tidak termasuk LTD karena jatuh tempo pembayaran tidak lebih dari 1 tahun tanggal neraca. Dan juga bukan termasuk current liabilities karena CPLTD merupakan bagian dari LTD.
    Dalam neraca, CPLTD dicatat pada akun terpisah dari LTD dan Current Liabilities.

    Contoh:
    PT M JURNAL memiliki hutang pinjaman sebesar 5.000.000 yg akan jatuh tempo 5 tahun kedepan. Sementara Pokok pinjaman sebesar 1.000.000. Maka dalam neraca, 1.000.000 akan masuk ke akun CPLTD, sedangkan sisanya 4.000.000 masuk ke akun LTD.

    Dengan adanya akun CPLTD, perusahaan bisa menjaga agar LTD tidak diklasifikasikan sebagai current liabilities, melainkan bagian dari LTD yg dicatat terpisah karena jatuh tempo pembayaran tidak lebih dari 1 th tanggal neraca.

    Terus artinya ?
    Coba masukin rumus variabel kakak.
    Katakan current liabilities 400.000.
    Total liabilities = 5.400.000
    Jadi Total Liabilities – Current Liabilities – Long Term Debt = 5.400.000-400.000-4.000.000 = 1.000.000
    Kenapa selisih ? Itu dia CPLTD= 1jt

    Trus gimana kalo ga ada CPLTD dan LTD ? Pake Long Term Liabilitas
    Kenapa gtu ? Karna ga semua perusahaan punya CPLTD.

  104. nah solusi ujungnya juga menggunakan long term liabilities kan kak.. makanya saya tkut nnti malah menyebabkan rumusnya kurang akurat.. klo rumus variabel Y kurang akurat gini bisa pengaruh ke hasil akhir kak? nnti malah semua variabel ga berpengaruh :’)
    soalnya semalam saya coba 50 sampel ga berpengaruh semua :’) kata dosen coba naikkan sampelnya… emang perubahan sampel bisa mengubah hasil akhir kak? :’) syaa uji pake PLS

  105. Tidak signifikan sama sekali ga masalah kak. Karna memang itu hasilnya.
    Alaskan ga salah dalam prosedur pengolahan data. Serta data lolos uji asumsi klasik.

    Saya ngerti, kakak ga mau ada kesalahan yg menyebabkan hasil menjadi tidak signifikan, padahal jika tidak ada kesalahan hasil bisa saja signifikan.

    Regresi linier itu, mengolah data variabel Y dan X. Apakah ada hubungan linier antara 2 variabel tsb. Regresi tidak memandang variabel Y atau X menggunakan teori mana pun.

    Sedikit saja data berubah, hasil nya udah pasti berubah.
    Menambah / mengurangi sample, menambah / mengurangi variabel, menambah / mengurangi periode bisa merubah data. Yg selanjutnya hasil regresi juga ikut berubah. Tapi, belum tentu hasilnya bakal signifikan

  106. semoga saja beneren ga ngaruh rumus nya :’) btw terimakasih bnykkk ya kak buat jwbannya sebanyak ini dan mau menjelaskan juga.. semoga kakak bnyk dilimpahin berkah 🙂 thankyou so much again

  107. Sama-sama kak Alvina.
    Mudah-mudahan cepat rampung penelitiannya. 🙂
    Oh ya, Saya lihat penelitian kakak ini pake Data panel. Ada data time series (periode 2014 – 2018) dan Ada juga data Cross section (data masing-masing perusahaan).
    Tapi metode analisis nya Saya ga tau, apakah pake Regresi Linier Data Panel atau Regresi Linier aja.
    Kalo pake Regresi liner aja, Saya cuma mau kasih saran. Coba pake Regresi Linier Data Panel.
    Tapi ada Syaratnya. Minimal data Time Series harus lebih banyak dari pada data cross section.
    Misalnya,
    Data Time Series = 2014 – 2018 (ada 5)
    Data Cross Section = 4 perusahaan (ada 4).
    Kalo kondisi begini, jumlah perusahaan ga boleh lebih dari 4.
    Tapi kalo perusahaan lebih dari 4, misalnya ada 10. Periode penelitian nya di perpanjang.
    Buat minimal periode penelitian 11 tahun.
    Itu kalo kakak mau pake Regresi Data Panel.
    Soalnya, Tipe data gabungan (time series dan cross section) lebih efektif diolah menggunakan Metode Analisis Regresi Linier Data Panel ketimbang Regresi Linier biasa.
    Tapi ini kalo memungkinkan ya. Soalnya, kalo jumlah perusahaan terlalu banyak (misal 30). Apa mungkin data setiap variabel untuk 30 tahun tersedia ? Tambah lagi beberapa variabel di hitung manual (rumus nya panjang lagi).
    Bakal panjang banget penelitiannya nanti. 500 halaman atau lebih mungkin :D.

    Jadi dipilih aja dengan bijak ya. Regresi Linier Data Panel Ga Wajib. Tapi sangat disarankan untuk penelitian yang menggunakan data gabungan /data panel (time series + cross section)

    FYI, untuk tutorial olah data Regresi Data Panel pake Aplikasi E-Views udah Saya susun. Kunjungi aja halaman Pusat Panduan Skripsi M Jurnal ya.

  108. dari t hitung kak.
    klw utk hipotesis sy gabung kak. ” diduga bahwa PAD, Angkatan Kerja, dan IPM mempunyai pengaruh parsial terhadap pertumbuhan eokonomi ”
    dan jujur sy bingung kak untuk masuk di pembahasan hasil analisis harus seperti apa nanti untuk yg tidak signifikan itu baik itu parsial maupun simultan. krna sy cari di penetian sebelumnya semuanya signifikan . sudah stuck . gimana ini kak, mohon bantuannya

  109. ooh gitu toh.
    Ada beberapa saran nih.
    1. Perbaiki Hipotesis nya dahulu. Buat per variable untuk secara partial. Dan Gabungan secara simultan
    Misalnya. untuk variabel x1
    Ho= Variabel X1 secara partial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.
    Ha= Variabel X1 secara partial berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.
    itu baru variabel X1. Buat lagi untuk variabel X2, X3 dst..
    Terus, buat hipotesis untuk semua variabel secara simultan. Nah, yang ini hipotesis yang digabung semua variabel itu kak. Tapi secara simultan.
    Biar nanti mudah dalam bab pembahasannya. Karena uji t itu kan dilakukan satu per satu untuk masing-masing variabel.

    2. Cara mengetahui pengaruh negatif atau positif
    Untuk mengetahui pengaruh negatif dan positif lihat dari coeficient beta kak. Kalo di spss itu coeficient B.
    Kalo nilai coeficient beta negatif. Artinya pengaruh nya aja yang negatif. Dan Bukan Sesuatu yang Buruk. Pengaruh negatif atau positif ini nanti bisa kakak bahas di bagian interpretasi hasil model regresi linier Y = a + B1(X1) + B2(X2) + e

    3. Untuk mengetahui pengaruh signifikan atau tidak
    Kalo mau lihat berpengaruh signifikan atau tidak, lihat dari t hitung atau kolom sig.
    t hitung negatif bukan berarti pengaruh nya negatif. Hanya saja pengujian dilakukan disisi kiri. Ga ada hubungannya dengan pengaruh positif maupun negatif kak Ini ada saya bahas di balasan komentar yang lain di bawah kak.

    Ada contoh-contoh yang serupa dengan kasus kak Melan ini. Coba scroll ke bawah. Baca-baca komentar yang lain.
    Kayak kasus kak Resaa, Angga, Vivian dll. Saya juga ada bahas tentang kekuatan hasil penelitian bahwa Hasil penelitian itu adalah FAKTA dan tidak bisa dibantah. Scroll aja kebawah ya kak 🙂
    Sory ya kak. Saya ga bisa mengulang-ngulang komentar. Ntar web Saya dianggap Spam

  110. kak saya stuck di uji hipotesis jadi penelitian saya ada 2 variabel bebas. untuk uji t (x1 berpengaruh sig thd y sedangkan x2 nya tidak berpengarug sig thd y) terus saat di uji f malah hasilnya x1 dan x2 berpengaruh secara sig. kemudian di bagian koef determinasi nya sumbangsih persentase sangat kecil hanya 6,8 %. itu gimana ya kak? apa ada yang salah?
    secara uji asumsi klasik sudah lolos semua dengan adanya perubahan data transformasi pada satu variabel yg tdk normal

  111. kak, dlm LK selalu disajiin dlm 2 tahun teruss klo yg disajikan dlm dollar mau diubah ke rupiah itu yg 2017 pake kurs pada tahun 2018 juga kah??
    *saya mengambil saldo 2017 itu dlm LK 2018 (krna dosen blg ambil yg terbaru/stlh disajikan kembali)

  112. Bisa juga ambil saldo 2017 dalam LK 2018.
    Kalo kursnya tetap pake yang 2017 kak.
    Kakak ambil data nya dari Annual Report atau Financial Statement Tahunan, atau Ringkasan Performa Perusahaan Tercatat ?

    Kalo di financial statement / annual report, biasanya data dalam satuan Rp.
    Di Ringkasan performa biasanya dalam dollar.
    Contohnya Punya EXCL barusan Saya liat. Financial Statement nya dalam Rp.

  113. saya ambil dri laporan tahunan, contoh perushaan yg pake dollar PT gas negara.. cmn ada 1 versi ga sih kak??

    klo ngambil data 2017 dri laporan 2018 otomatis ada angka yg berbeda antara yg ada di laporan 2017 dan di laporan 2018, klo kek gini kak bagaimana dong? klo pake kurs 2017 tkutnya malah beda ga sih? hmm…

  114. Penyajian LK setiap perusahaan ga sama persis kak.
    Ada yang membuat 2 versi (IDR dan USD). Ada juga yang 1 versi.
    Tapi… Seharusnya kalo perusahaan pake versi USD, ada keterangan Kurs / Nilai tukar yang di pake.
    Saya udah liat nih LK PGAS.
    Saya ambil disini Website IDX, ini Link nya
    Filter bagian ini:
    Jenis laporan: Laporan Tahunan
    Jenis Efek: Saham
    Kode: PGAS
    Tahun: 2018
    Period: Tahunan
    Download FS PT Perusahaan GAS Negara Tbk 31 Desember 2018 pdf kayak screen shoot ini nih
    Terus di file PDF nya, search kata kunci “Tukar” atau “Kurs” atau kata kunci yang berhubungan dengan nilai tukar.
    Saya coba search “tukar” dapet nih kurs yang di pake. Halaman 37 bagian Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian
    Kayak Screenshot ini
    Untuk data lainnya, disesuaikan aja. Harusnya ada keterangan mengenai kurs yang dipake kak.

  115. iya kak.. sudah lihat kursnya di laporan tahunan, cmn saya binggung pake kurs yg mana untuk itung 2017 nya…jadi walaupun ngambil saldo 2017 dri laporan tahunan 2018, trus pake kurs 2017 tu ga berpengaruh kak??

  116. gak kok kk.
    Itu kan udah ada keterangannya. Kalo data tahun 2018 pake kurs USD/IDR 14.481.
    Nah untuk data tahun 2017, data yang ditampilkan itu pake kurs USD/IDR 13.548
    Jadi kalo mau jadiin IDR, memang harus disesuaikan dengan kurs masing-masing tahun kak.

  117. soalnya saldo 2017 di laporan tahunan 2018 sma laporan thunan 2017 itu berbeda krna sudah di restatement, jdi tkut klo saldo 2017 itu ternyata uda diubah krna selisih kurs..

  118. Ya betul kak, ada sebagian yang seperti itu.
    Jadi usahakan kakak ngambil data dengan cara yang sama.
    Misalnya, seperti arahan pembimbing untuk ngambil data tahun 2017 dari LK 2018.
    Untuk data 2016, harus ngambil dari LK tahun 2017.
    Untuk data 2015, ambil dari LK thn 2016.
    Jadi seragam kak. Yang penting cara ngambil data nya gimana, gitu kak

  119. iyaa saya ambilnya begitu.. konsisten smua, cmn skrng malah stuck di kurs nya :’)
    jadi kurs dipake ttp pada thun itu? misal 2017 ttp pake 2017 wlaupun data dri 2018 lalu 2016 ttp pake 2016 wlaupun data dri 2017 begitu kah kak??

  120. Maksudnya kak ?
    Hmmm.. Saya ngeri salah paham nih. Coba kita samain dulu pemahaman kita kak.
    Kakak ngambil data gini kan:

    • Data thn 2017 –> Ambil di LK thn 2018 –> Pake Kurs data thn 2017 pada LK thn 2018.
    • Data thn 2016 –> Ambil di LK thn 2017 –> Pake Kurs data thn 2016 pada LK thn 2017.
    • Data thn 2015 –> Ambil di LK thn 2016 –> Pake Kurs data thn 2015 pada LK thn 2016.

    Kalo gini, Ya aman. Konsisten dan sumbernya jelas.

  121. Ka saya ingin bertama beberapa pertanyaan. Pertama, semisalnya data yang saya gunakan saat ingin menguji uji normalitas ternyata hasilnya yaitu data tidak berdistribusi normal, apa yang harus saya lakukan ya ka?. Kedua, bagaima jika menemukan hasil penelitian yang tidak sesuai dengan teorinya, apa yang harus kita lakukan dan haruskah mencari jurnal lagi?

    Terimakasih ka

  122. Coba transformasi data. Ubah satuan datanya.
    Ada banyak cara transformasi data.
    coba pakai logarithma natural. Jadi semua data diubah menggunakan logarithma natural, terus olah lagi dari awal (uji asumsi klasik dan regresinya.

    Selama prosedur olah data dilakukan dengan benar, terus data lolos uji asumsi klasik. Tidak signifikan pun tidak apa2 kak.
    Banyak contoh2 kasus yang serupa di tanyain. Coba scroll lagi ke bawah ya.. baca2 komentar nya.
    Ada juga saya bahas tentang kekuatan hasil penelitian, bahwa hasil penelitian itu adalah fakta.

  123. Malam kak may tanya, sya kan sdh mlakukan uji t 2 variabel tapi ad satu yg tidak signifikan. Pas saya lakukan uji F hasilnya signifikan. Apakah ini hal yang wajar? Kalau iya bagimana penjelasannya. Terimakasih

  124. Malam kak Ika.
    Gapap kok kak. Asalkan data lolos uji asumsi klasik serta proses olah data dilakukan dengan benar.
    Mengenai cara menjelaskannya udah Saya jelaskan dalam artikel Interpretasi Hasil Regresi SPSS atau EVIEWs.
    Lihat Pusat Panduan Skripsi ya kak. Di Menu utama website ini.

    Lalu silahkan baca2 lagi ya komentar2 dibawah kak. Banyak case yang sama kok.
    Tolong jangan buat Saya mengulang komentar ya kak 😀
    Ntar website kecil Saya ini di anggap spam komen, Maaf…

  125. Halo, saya mau tanya kalimat “Data objek yang dijadikan sampel pada penelitian tidak berhasil membuktikan hubungan antara variabel X dan variabel Y.” bersumber dari mana ya?
    Kebetulan tempat saya tdk signifikan (>0.05)

  126. Oh iya kak mo nanya lagi, kan salah satu varibel yg saya teliti tdk signifikan artinya tdk ad pengaruh, tpi di koefisien determinasinya mampu menjelaskan 45,6% itu ad hubungannya kah kak?

  127. Hmm ga ada hubungan apa2 kok.
    Uji t dan Koefisien determinasi itu cuma temenan kok kak, ga lebih 😀
    Jadi uji t itu kan uji secara partial. Uji untuk 1 variabel X terhadap Y.
    Sementara koefisien determinasi ini secara simultan. Yaitu besaran pengaruh seluruh variabel X terhadap Y.
    Kalo uji F untuk uji secara partial atau simultan ? Simultan toh ?
    Jadi koefisien determinasi ini, memiliki hubungan yang spesial dengan si uji F itu.

  128. Brrti aku yg salah pengertian ini kak, R squared yg ditabel measures of association itu menjelaskan apa ya?

  129. Menjelaskan tentang porsi seluruh variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat.
    Misalnya gini
    Katakanlah nilai R Squared sebesar 0.421459, artinya variasi seluruh variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat sebesar 42.15% (0.421459). Sedangkan sisanya sebesar 57.85% (0.578541) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
    Kurang lebih gitu kak.

  130. halo, kak.
    misalnya begini, untuk judul pengaruh x1, x2, x3 terhadap y pada Perusahaan yg terdaftar di BEI periode 2018-2019.
    akan lebih cocok pakai model apa ya?
    ini kan banyak datanya selama 2 tahin. saya bingung untuk pakai Regresi linier berganda tau data panel.

  131. Regresi Data Panel gak wajib kak.
    Tapi Di Rekomendasikan Menggunakan Regresi Data Panel dari pada Regresi linier berganda.
    Kakak kan udah tahu datanya bukan cuma time series. Tapi juga ada data cross section nya.

  132. Hallooo… gimana jika koefiesien detrminasinya lebih besar sisa variabel yang belum diteliti daripada yang sudah diteliti bahkan nilainya dibawah 50%…misalnya yang R sequernya 3% dan sisanya 97 %…apakah penyebab sehingga terjadi demikian dan solusinya gimana?

    terima kasih

    NB: semua prosedur penelitian telah sesuai dilakukan mislanya tabulasi dta benar, kuesioner valid dan realibel, lolos uji asumsi klasik

  133. Sebenarnya penyebab utamanya adalah data (note: sesuai NB yang kakak sampaikan pada komentar ini). Tapi ga masalah kak. Itulah hasilnya.
    Saya kasih gambaran tentang makna hasil penelitian aja ya kak.
    Hasil penelitian kakak ini bisa disimpulkan seperti berikut:
    Bahwa teori yang digunakan hanya mampu membuktikan pengaruh variabel X terhadap Y secara partial maupun simultan dengan koefisien determinasi sesuai hasil penelitian ini sebagai berikut… bla bla bla….
    Koefisien Determinasi sebesar 3% artinya 97% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
    Hasil ini hanya berlaku untuk Objek Penelitian (seperti: perusahaan / sample dll) pada Periode …… (jika menggunakan periode).
    Dan belum tentu hasil penelitian lain juga memberikan hasil yang serupa.
    Itu makanya setiap penelitian tidak memberikan hasil yang sama. Terkadang ada yang tidak sesuai dengan teori.

    Kenapa Saya sebut data yang menjadi penyebab nya ? Karena regresi itu hanya mengolah data. Tidak peduli teori variabel apa pun yang digunakan. Dan regresi itu, sebuah pola. Jika pola data variabel X mengikuti atau berlawanan arah dari variabel Y, maka bisa ditebak hasil nya akan signifikan dan koefisien determinasi akan mendekati 1.
    Coba kakak regresi kan data 3 variabel berikut:
    X1 = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
    X2 = 5, 6, 7, 8, 4, 9, 10, 11, 12, 13
    Y = 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20

    Lihat, pola data X1 dan X2 mengikuti pola data Y yaitu cenderung naik.
    Hasilnya udah pasti signifikan semua. dan Koefisien Determinasi = 1.

    Sebenarnya kakak boleh2 aja mempertahankan hasil penelitian tersebut. Karena itu sudah mutlak hasilnya. Dan memiliki kekuatan kok.
    Tapi, kalo kakak bener2 mau solusi. Coba tambah Variabel X nya. Atau tambah sample (kalo pake responden) atau periode penelitian.
    Tapi bukan berarti menambah variabel, sample atau periode penelitian bisa membuat hasil menjadi signifikan atau meningkatkan koefisien determinasi.

  134. Oh ya buat tambahan. Untuk periode data 2 tahun, lebih baik menggunakan data bulanan saja.
    Kalo pake data tahunan, hasilnya cenderung tidak akan bagus.
    Upayakan ambil 6 – 10 tahun.
    Kalo mau pake data panel, Syaratnya, jumlah periode data harus lebih banyak dari pada jumlah perusahaan yang dijadikan sample.

  135. Hallo kak.. Pada penelitian saya, saya menggunakan data primer. dari 4 variabel X yang saya gunakan ada 1 variabel yang dimna saat dilakukan uji t ternyata memiliki hasil yang tidak berpengaruh signifikan (sig>0,05) padahal rata-rata responden menjawab setuju dan sangat setuju pada kuesioner saya. kira-kira yang menyebabkan hal tersebut apa yah kak?

  136. Hallo kak Atalya. Meskipun rata-rata responden menjawab setuju dan sangat setuju pada quetioner, bukan berarti hasil olah data regresi akan signifikan pula.
    Regresi itu sebuah pola data kak dan hanya mengolah data. Jika data berubah, hasilnya pasti berubah.
    Ada juga teman-teman lain yang nanya case serupa dengan kakak. Saya pikir jawabah ini lebih lengkap.
    Coba kakak baca balesan komentar Saya ke kak Sitti Aisyah dibawah ya.

  137. Oh iya kak, saya menanyakan hal ini karena kemarin pada saat sya bimbingan skripsi dosen pembimbing saya menanyakan hal demikian, menyuruh saya mencari alasan atau justifikasi mengapa hal tersebut bisa terjadi, dimna pada hasil uji hipotesis variabel x sya tidak berpengaruh tetapi ketika melihat analisis deskriptif pernyataan ternyata nilai rata2 menunjukkan nilai yg baik (cenderung setuju dan sangat setuju). Dosen saya mengatakan jika data yg dimiliki bagus seolah2 variabel x yg dimaksud akan mendukung variabel Y. Tetapi ternyata tidak pada saat uji tidak.

    Berarti saya bisa menjawab jika data hasil kuesioner yg baik tidak menjamin bahwa variabel x tsbt akan berpengaruh terhadap variabel y yah kak?

    Untuk jawaban seblmnya terimakasih banyak kak. 🙏

  138. Ooh, jadi dospem nya minta justifikasi kakak tentang hasil uji t yang ga signifikan itu ya.
    Bisa juga kakak jawab ke dospem ( Jika data hasil kuesioner yang baik tidak menjamin bahwa variabel x tsbt akan berpengaruh terhadap variabel y ). Boleh aja jawab gitu. Ini hanya salah satu nya.

    Saya ada tambahan melengkapi jawab tsb.

    Karena dospem nya minta alasan / pendapat dari kakak kenapa uji t tidak signifikan padahal secara deskriptif nilai nya bagus. Coba kakak

    Saran Saya jangan beranggapan bahwa responden memilih sangat setuju merupakan hal yang baik. Menurut Saya itu tidak tepat.
    Kenapa ? Karena akan tergantung dengan pertanyaan / pernyataan pada Quetioner. Coba bandingkan 2 pernyataan ini dengan Skala likert:
    1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju

    Pernyataannya:
    1. Gaji di PT A Sangat Kecil. (Jawaban Responden 5 = Sangat Setuju)
    2. Gaji di PT A Cukup Besar (Jawaban Responden 5 = Sangat Setuju).

    Pertanyaan Saya, apakah makna hasil quetioner kedua pernyataan di atas sama ? Tentu tidak kak.

    Terus tambahan lagi nih. Biar jawaban kakak ke dospem makin klop. Coba kakak lihat lagi kondisi internal perusahaan yang terkait dengan variabel x yang tidak signifikan itu.
    Berhubung Saya tidak tahu variabel apa yang kakak pake. Coba kakak baca balasan komentar Saya pada komentar kak Angga di bawah.
    Mudah-mudahan bisa membuka pandangan baru kak.

    Ohya terakhir, komentar di artikel ini udah cukup banyak kak. Kasian kawan-kawan yang baru datang kesulitan scroll2 kebawah. Sesuai himbauan dari @teameditor M Jurnal, kolom komentar akan ditutup hari minggu besok.
    Sesi diskusi bisa dilakukan di Forum M Jurnal ya kak.
    Kalo ada pertanyaan lagi, kakak sampaikan di Forum M Jurnal. Terima kasih 🙂

  139. Kak.. penelitian saya kan kalau mengacu pada penelitian terdahulu harusnya tidak signifikan. Akan tetapi karena data saya tidak berdistribusi normal maka harus saya log. Namun setelah saya log datanya kok jadi signifikan hasilnya……
    Gimana sih kak. Penggunaan log apakah memang akan membuat data signifikan apa gimana… t hitung juga berubah kesimpulan setelah saya log. Gmn nih kak????

  140. Ya ga papa kak. Itu hasil nya kok.
    Kalo sebelum log tapi data tidak berdistribusi normal, maka hasil uji Regresi tidak bisa digunakan.
    Tapi setelah log data berdistribusi normal. Apa pun hasil nya, hasil itu lah yang bisa dijadikan patokan pada penelitian kakak (khusus nya).
    Mengenai penggunaan log apakah membuat hasil menjadi signifikan ?
    Tidak Selalu kak.
    Karena regresi ini hanya mengolah data variabel X dan Y. Berubah aja salah satu data, hasil nya pun pasti akan berubah.

  141. Hallo kak, aku mau tanyaa .. Penelitian ku pake data panel pda eviews .. Aku udh chow hasilnya fem , dan uji haustman nya rem . Sedangkan yg uji rem itu tidak ada yg signifikan sdngkan yg uji fem ada yg signifikan walaupun cuma 1 . Jadi itu bgmana kak ..

  142. Data panel kan ada 3 pengujian kak.

    • F test (Chow Test)
    • Hausman Test
    • Langrangge Multiplier (LM) test

    Udah dilakukan apa belum ketiga-tiga nya ? Kalo belum, Saya ada nulis panduannya di Cara Memilih Model Regresi Data Panel E-Views
    Hasil ketiga uji tersebut kan menentukan model mana yang akan terpilih (CEM, FEM atau REM).
    Walaupun yang terpilih REM sementara tidak ada hasil yang signifikan sekalipun. Tetap pake REM kak. Asalkan, harus dipastikan data lolos uji asumsi klasik dan tidak terjadi kesalahan selama proses olah data.

    Kalo mau diskusi lebih lanjut, lebih seru di forum kak. Ntar mampir aja ke Forum Mahasiswa M Jurnal ya.

  143. halo kak, maaf nnya lagi hehe
    misalnya dalam teori disebutkan ada 4 variabel X mempengaruhi variabel Y tapi penelitian saya hanya mengambil 2

    nnti klo diuji, ditnya kenapa variabel yg lain tidak diambil, itu bagaimana kak? 🙁

  144. Halo kak…
    Seharusnya menyesuaikan dengan teori yang digunakan kak. Jadi kalo teori pake 4, kita pake 4 juga.
    Tapi, teori itu kan bukan cuma ada 1. Banyak teori2 lain. Ada teori A mengatakan 3 variabel, sedangkan teori B mengatakan 4 variabel. Pake aja salah satu.

    Jadi menurut Saya coba kakak cari teori terkait yang mendukung penelitian kakak.

    Kalo ga ada, Saya punya solusi lainnya.

    Sedikit cerita deh… ada beberapa alasan kuat kenapa penelitian tidak menggunakan jumlah variabel yang sama dengan jumlah variabel pada teori.
    1. Data tidak tersedia.
    Sepengalaman Saya, tidak semua data variabel tersedia di lapangan. Ga mungkin peneliti menghabiskan waktu mencari data yang tidak tersedia.

    2.Mengembangkan hasil penelitian terdahulu.
    Dalam penelitian terdahulu, kan ada tuh bagian Kesimpulan dan Saran. Di bagian Saran, peneliti terdahulu memberikan saran kepada penelitian selanjutnya. Saran ini beda-beda isi nya. Ada yang memberikan saran untuk menambah jumlah variabel, menambah periode penelitian, ada juga yang memberikan saran untuk mengurangi jumlah variabel penelitian. Ini bisa dijadikan alasan yang kuat kok.

    3. Keterbatasan Peneliti.
    Kalo jumlah variabel terlalu banyak dan tidak memungkinkan dilakukan seorang diri dalam waktu yang tidak panjang. Boleh – boleh aja mengurangi jumlah variabel.

    4. Hasil penelitian cenderung bias (tidak signifikan / tidak sesuai teori).
    Banyak hasil penelitian yang tidak signifikan. Salah satu nya disebabkan oleh gejala multikolinearitas antar variabel bebas. Kalo variabel bebas saling berkorelasi, hasil penelitian tidak bisa dijadikan patokan / acuan / tidak bisa digunakan. Salah satu solusi nya, sembuhkan terlebih dahulu multikolinearitas. Jika sudah melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan multikol tapi hasil nya tetap tidak berubah, lakukan cara terakhir. “Singkirkan salah satu Variabel Bebas yang terkena multikol”

    Misalnya, X1 dan X2 berkorelasi tinggi sementara X3 tidak. Maka singkirkan X1 atau X2. Misal mau singgkir kan X1, maka peneliti hanya menggunakan variabel X2 dan X3.

    Nah, untuk mempertanggung jawabkannya, peneliti udah ada pegangan yang kuat. Bahwa variabel X1 dan X2 itu berkorelasi tinggi. Sehingga salah satu dari variabel tersebut tidak mungkin di masukkan dalam penelitian.

    Ini juga alasan kenapa di komentar2 sebelumnya Saya pernah bilang bahwa “Teori tidak selalu 100% sama dengan lapangan / realita”. Teori itu menjadi patokan kita untuk penelitian, tapi tidak harus 100% ikut teori. Karena “Beda Orang, akan Beda Rasa”, “Beda Peneliti, Beda hasil”

    Ohya kak @alvinaa , Diskusi nya pindah ke Forum M Jurnal aja ya biar lebih gampang :D.
    Tadi Saya dapat notifikasi balasan komentar dari kakak. Saya scroll2 kebawah kok ga nemu2.. Eeeeh rupanya paling atas. wkwkwkwk

  145. DEAR ALL! Kami Himbau menggunakan Forum M Jurnal Untuk Diskusi.

    Berhubung komentar pada artikel ini sudah cukup banyak, kami sarankan diskusi menggunakan Forum M Jurnal aja ya.

    Kenapa ? Karena kasian kawan-kawan yang baru datang, tapi artikel nya terlalu panjang. Dari pada sulit scroll2 ke bawah, maka dari itu sesi tanya jawab lebih baik di Forum Mahasiswa M Jurnal saja.

    Forum M Jurnal memiliki Fitur diskusi yang lebih lengkap.
    Kami membangun Forum M Jurnal dengan Konsep Q&A.
    Semua team (Penulis, Editor, maupun Administrator) dan semua member M Jurnal akan membantu menjawab pertanyaan Anda.

    Silahkan kunjungi Forum M Jurnal

    Terima kasih. Semoga harimu menyenangkan 🙂

  146. Apakah Artikel ini Membantu Anda ?: Ya

    Silahkan Berikan Kami Saran Terbaik Anda:: Bagimana jika data penelitian ada yang kosong?
    misalnya ingin mengambil data dari tahun 2010-2019 namun data 2016 ternyata tidak tersedia apakah bisa dilanjutkan ?

  147. Hehe untuk komentar ga perlu di ketik pooling nya kak. Bagian itu form saran untuk website M Jurnal.
    Terkait pertanyaan kakak nih.
    Untuk data, kakak menggunakan objek penelitian (perusahaan) tunggal atau banyak ?
    Kalo banyak perusahaan, eliminasi aja perusahaan yang tidak memiliki kelengkapan data.

    Kalo cuma 1 perusahaan, Saya mau nanya lagi. Data variabel apa yang ga lengkap ?
    Kakak udah nyari dimana aja ?

  148. Indah Nur Fazriah

    Hallo ka, slmt malam.
    Saya ingin bertanya, jika uji linear & signifikan berhasil (f), tapi korelasinya tidak signifikan (t) itu dugaan hipotesisnya bagaimana ya ka? Terimakasih

  149. ass.. bang mau tanya dong, peneltian saya kan data tahunan 1985 sampai 2017 terus uji T dan F tidak signifikan, uji asumsi klasik semua lolos. apakah penelitian ini bisa di pertahanin atau ada solusi biar jadi signifikan.
    terimakasih\

  150. Wa’alaikumsalam.
    Tepatnya bukan di pertahanin bg. Tapi hasil penelitian abg itu lah fakta dari data yang digunakan dalam penelitian.
    Selama lolos uji asumsi klasik serta proses olah data dilakukan dengan benar, apapun hasilnya adalah fakta dari data yang digunakan.
    Mestinya mindset yang diubah bg. Tujuan penelitian bukan mencari hasil yang signifikan.
    Tapi bertujuan untuk menguji / membuktikan.

  151. Halo kak, saya Afika. Saya memiliki pertanyaan terkait uji t. Jadi, saya diminta oleh dosen pembimbing saya untuk menjelaskan kenapa dari 7 variabel penelitian saya hanya 2 yang berpengaruh. Saya sudah jawab bahwa mungkin karena terdapat uji asumsi klasik yang terjadi sehingga mungkin mempengaruhi regresi, jadi banyak yang tidak berpengaruh. Lalu juga saya bilang bahwa data penelitian masih relatif pendek sehingga data yang digunakan sedikit (kurang kuat). Namun,kata beliau jawaban tersebut masih kurang tepat kak. Saya jadi bingung:( Kira-kira jawaban yang tepat seperti apa ya kak? Uji F saya bagus kak hasilnya. Terimakasih kaaa.

  152. Tidak ada hasil “Berpengaruh tapi tidak signifikan” kak.
    Yg ada “Berpengaruh signifikan” dan “tidak berpengaruh signifikan”

    Kalo mau liat hasilnya, lihat di hasil uji statistik seperti uji t, uji F, t-test dll. Tergantung kakak pake yg mana.

  153. Kalo jawabannya: karna terjadi asumsi klasik, memang kurang tepat. Karena kalo terjadi asumsi klasik, seharusnya disembuhkan dahulu sebelum lanjut ke regresi. Kalo udah sembuh, baru boleh regresi kak.

    Kalo jawabannya karna periode terlalu pendek, Saya pikir bisa jadi. Tapi, mungkin dosen nya ngerasa jawaban itu terlalu klasik.

    Coba lihat solusi2 dari kak hafifah
    Link Mencari faktor2
    Dan kak angga
    Link: Solusi tidak signifikan angga
    Baca setiap komentar dan balasannya ya kak 🙂

  154. Cukup jelas kak. Terima kasih yaaa kak saya kmrn scroll gak sampe disitu kak maka dari itu gak keliatan😭

  155. kak saya mau tanya saya sudah cek di spss data saya dan semuanya tidak ada yang siginifkan baik secara simultan maupun parsial, pdahal saya merasa sudah benar dalam mengerjakan penelitian saya, itu bagaimana ya?

  156. Irsa meutiha kasih

    Assalamualaikum kak, saya mau tanya bedanya berpengaruh negatif sama berpengaruh tidak signifikan apa? Saya mengambil hipotesisnya berpengaruh negatif karena mengacu pada penelitian terdahulu bahwa variabel x itu berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel y itu liat di kesimpulannya tetapi melihat di hasil uji parsial(t) bahwa variabel x itu berpengaruh negatif jadi bingung apakah sama berpengaruh negatif sama berpengaruh tidak signifikan

  157. halo kak, saya mau nanya variabel penelitian saya 7 pada 190 sampel yg berpengaruh 4 tapi nilai r2 nya rendah kak cmn 15 koma sekian persen, itu kenapa ya kak??

  158. Selama lolos uji asumsi klasik serta tidak salh dalam proses olah data, ya gapapa kak.
    Artinya, besar kemungkinan ada variabel lain yg dapat mempengaruhi variabel dependen.
    It’s ok kok. Karna variabel yg lain itu ga termasuk ke dalam penelitian kakak.
    Ini bisa kakak jadikan sebagai saran untuk penelitian selanjutnya.
    Tapii.. kalo terjadi geja asumsi klasik, disembuhkan dulu baru bisa lanjut regresi linier nya.

  159. Wa’alaikum salam kak Iraa.
    Berpengaruh negatif tidak sama dengan tidak berpengaruh.
    Kalo tidak berpengaruh, artinya perubahan variabel x tsb bukan penyebab berubahnya nilai variabel Y
    Berpengaruh negatif, artinya, setiap kenaikan variabel x, akan menurunkan nilai variabel Y.
    Kalo hipotesis berbunyi berpengaruh negatif “saja tanpa kata signifikan”, maka tidak bisa menggunakan uji t.
    Hipotesis harua nya menyertakan kata “signifikan”. Sedangkan positif / negatif tidak wajib.

  160. siang kak, mau nanya.
    saya menggunakan data panel random effect. var x saya ada 6. adj r2 saya kecil kak cuma 0.346 dan hasil uji t saya hanya 1 variabel yang berpengaruh. itu gapapa kak? kalo nanti ditanya knp adj r2 bisa rendah, kalo jawabnya “karna ada variabel2 lain yg tdk ada di dalam penelitian ini mampu mempengaruhi var y dan karena hasil hipotesis nya terdapat 5 var yg tidak berpengaruh” apakah alasan ini sudah cukup? kalo iya atau tidak apa alasannya ya kak?
    terimakasih banyak kak huhu tolong bantu:((

  161. Bisa saja kak.
    Tapi tambahin “kemungkinan”…menjadi
    karna “kemungkinan” ada variabel2 lain……
    Gitu aja Insya Allah bisa kok kak.
    Pandai2 deketin dospem nya yaa.. 😄

  162. Hasil penelitian saya ada yg negatif dan tidak signifikan.
    Kalau arah pengaruh negatif saya sudah paham. Artinya apabila Varibel X1 meningkat maka variabel Y juga akan meningkat.

    Namun yg saya bingung tidak signifikan itu artinya apa ya?
    Dan apa makna dari hasil negatif dan tidak signifikan?

    Terima kasih

  163. Assalamualaikum ka, mau nanya variabel saya hanya satu dari 8 yang signifikan, uji asumsi klasik hanya multikolinearitas dan heteros yang lolos, tapi data tidak normal dan terdapat autokolerasi. karena saya data panel OLS makanya saya ikut artikel di sini yang uji asumsi untuk data panel OLS yang wajib cuma dua yaitu multikol dan heteros. itu bagaimana ya ka?? apa hasil penelitian saya sudah valid dengan hanya dua uji asumsi klasik saja?? Terimakasihh

  164. Data Panel ga perlu uji autorkorelasi kak.
    Selama proses olah data nya bener, ya ga apa2 mbak. Itu lah hasil pengujian hipotesis nya

  165. Tasya Dewi Azzahra

    Halo kak. Saya mau nanya regresi linier berganda saya constanta nya hasil nya minus apakah itu berpengaruh terhadap variabel lainnya ?
    Dan saya mau nanya lagi, saya tidak merumuskan masalah tentang variabel saya berpengaruh secara simultan apa tidak tetapi saya menguji uji F(simultan). Apakah boleh? Terima Kasih

  166. Constanta minus boleh apa gak ya ? Tergantung variabel Y nya apa kak.
    Maksud Saya gini. Jika semua Variabel Independent = 0, maka nilai Variabel Y = Nilai Constanta.
    Pertanyaan Saya, Variabel Y nya apa ? Mungkin gak nilai Variabel Y bisa negatif ?
    Contohnya, jika Variabel Y adalah Return Saham, maka Constanta negatif sah-sah saja. Karena Return Saham ada yang bernilai negatif.
    Beda ceritanya jika Variabel Y adalah Harga Saham. Karna ga mungkin harga saham itu negatif. Jadi constanta nya tidak bisa digunakan.
    Jika variabel Y tidak mungkin bernilai negatif, maka lihat signifikansi constanta nya. Signifikan atau tidak ?
    Jika constanta tidak signifikan, serta variabel Y tidak mungkin bernilai negatif, maka tidak apa-apa. Toh nilai constanta nya juga tidak signifikan.
    Kedua, tentang rumusan masalah.
    Kalo ga ada rumusan masalah secara simultan, boleh-boleh aja hasil uji F di bahas. Tapi menurut Saya tidak efisien. Karna ga ada tujuannya membahas hasil uji F. Sementara Rumusan masalah secara simultan tidak ada. Otomatis hipotesis secara simultan juga tidak ada.

  167. Kal mau tanya kalo pas uji t itu variabel x1 dan 2 tidak memiliki pengaruh terhadap variabel y jadi hanya x3 saja, namun saat uji F hasilnya berpengaruh secara signifikan. Itu gimana ya kak

  168. Ga papa kak Farah.
    Jika uji F signifikan, bukan berarti uji t juga harus signifikan. Karena metode nya berbeda.
    Uji t = Uji secara partial (individu / sendiri).
    Uji F = uji secara simultan (bersamaan / semua variabel bebas).
    Ibarat semut, kalo kerja sendiri, udah pasti tenaganya kecil. Kalo kerja bersama-sama, udah pasti tenaga nya beda.
    Paham kan maksud Saya ?

  169. Kak, variabel Y saya adalah Harga Saham dan memiliki konstanta negatif, apa penelitian saya salah prosedur atau bagaimana? mohon pencerahannga

  170. Yaaaa mana Saya tau kak 😀
    Kan Saya ga tau proses kakak ngolah data nya gimana…
    Tapi kalo soal konstanta negatif, apa lagi Variabel Y nya Harga Saham. Seharusnya tidak bisa dijadikan patokan (hasilnya). Karna harga saham ga mungkin negatif.
    Tipsnya: Coba lihat Signifikansi Konstanta nya. Signifikan atau nggak ? Kalo nggak signifikan, ya gapapa. Aman-aman aja. Karna tidak signifikan = tidak bisa dijadikan patokan.
    Tapi kalo konstanta nya signifikan, nah ini yang perlu di benahi.
    Coba cek hasil uji Asumsi Klasik nya aman gak ? Terus pastikan lagi proses olah data nya udah bener.

  171. kak, hasil penelitian saya negatif signifikan tetapi setelah saya cari data ter nyata ndak ada penelitian yang memiliki hasil yang serupa?
    itu bagaimana ya kak?

  172. Gpp kak. Membandingkan hasil penelitian sendiri dengan penelitian terdahulu hanya salah satu cara cari aman biar ga panjang lebar pertanyaan penguji nya :D.
    Kalo soal hasil tidak signifikan, mau di apain lagi. Toh itu lah hasilnya. Asalkan Uji Prasyarat dan proses olah data nya udah bener ya gapapa. Itu lah hasil yang valid.
    Dari pada nyari2 cara buat hasil menjadi signifikan, ujung-ujungnya manipulasi data karna tertekan, kenapa hasil penelitian Saya tidak signifikan ? Sementara dospem seolah-olah ingin hasil yang signifikan.
    Jadi harus kuat mental juga mempertahankan hasil penelitian kak. Karna hasil itu fakta dari data yang kakak olah.

  173. Hallo, kak. kak saya mau tanya lebih detail mengenai berpengeruh signifikan dan tidak signifikan. karena saya ada tugas dari dospem untuk menjelaskan lebih detail mengenai signifikan dan tidak signifikan tersebut. Kemudian apakah berpengaruh positif dan negatif itu sama dengan berpengaruh signifikan dan tidak signifikan. karna selama ini saya sudah mencari-cari materi ini di berbagai media tp saya belum menemukan jawaban yang bener-bener saya paham. mohon bantuannya ya kak.

  174. ka mau nanya, hasil penelitian saya uji T nya dari 3 variabel X, 2 variabelnya diterima
    tapi hasil uji F tidak sesuai kriteria Fhitung lebih kecil dr Ftabel dan Sig lebih besar dr 0.05. nah itu gimana ya ka?

  175. Positif & Negatif = Arah hubungan X terhadap Y
    Berpengaruh signifikan = Benar-benar mempengaruhi / berpengaruh nyata / pokonya, intinya variabel X itu sudah sah betul-betul mempengaruhi variabel Y. Sudah ijab kabul pokok nya.
    Tidak Berpengaruh signifikan = Kebalikan Berpengaruh signifikan.
    Ada beberapa penjelasan lengkap tentang Positif & Negatif, Signifikan & Tidak Signifikan di komentar-komentar di bawah kak.
    Coba cari kata “Negatif”. Kalo kakak pake laptop, tekan CTRL dan F aja. Terus cari kata “Negatif”.

  176. assalamualaikum kak, saya mau tanya. jadi hasil penelitian saya kan di analisis deskriptif nya semua variabel saya berpengaruh(dinilai baik) namun di uji parsial (uji t) ada 3 variabel yang tidak berpengaruh. bagaimana ya kak cara menyimpulkan hasil nya?apalagi saya diminta oleh dospem untuk mencari tau kenapa hasil analisis deskriptif dan uji t bisa bertolak belakang

  177. Wa’alaikum salam kak Fitriyanti.
    Don’t Judge a Book by Cover kak. Hahaha 😀
    ya kurang lebih gitu kak.
    Analisis deskriptif itu hanya melihat cover. Misal, cuma liat rata-rata. Jumlah data standar deviasi dsb..
    Sedangkan uji statistik t dan f mengevaluasi lebih dalam…. apakah ada hubungan sebab-akibat antara variabel x dan y.
    Apakah variabel X betul-betul mempengaruhi nilai variabel Y atau tidak ?

    Saya pikir tidak bisa membanding bandingkan hasil uji t serta uji F VS Analisis Deskriptif. Karna rumus ngitung nya beda.
    Analisis Deskriptif pake rumus apa ? Rata-rata, std deviasi, n dsb hanya untuk melihat gambaran data.
    Sementara hasil uji t dan F digunakan untuk menjawab hipotesis dengan mempertimbangkan pola data setiap variabel.

    Jadi baik di depan (Analisis Deskriptif), belum tentu betul-betul baik dibelakang kita (uji t & F) 😀
    Yaaah… disesuaikan aja kata-katanya dengan variabel penelitian kakak…
    Saya yakin kakak bisa merangkai katanya.

    Oh ya, buat tambahan….
    Coba scrol2 ke komentar di bawah. Ada beberapa case yang serupa dengan kakak ini.
    Mudah-mudahan bisa menambah pemahaman.

    Kalo mau diskusi lebih lanjut, Saran Saya di Forum M Jurnal aja kak.
    Nyari Q&A nya lebih enak, diskusi nya lebih nyaman. Soalnya lebih tertata daripada kolom komentar.
    Kalo kolom komentar, scrol2 nya jauh ke bawah 😀

  178. kak saya mau bertanya kembali mengenai hipotesis. saya sudah di kolom komentar dan saya menemukan bahwa kk mengatakan “berpengeruh negatif” tidak sama dengan “tidak berpengaruh”. Dan di hipotesis saya, pada penelitian terdahulunya,

    2 peneliti mengatakan bahwa manajemen laba berpengaruh negatif terhadap integritas laporan keuangan. Dan

    1 peneliti mengatakan bahwa manajemen laba berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan.

    jika seperti itu di hipotesis saya harus menulisnya berpengaruh saja, atau signifikan, atau bagaimana ya kak?

  179. Tergantung tujuan penelitian kakak apa…
    Mencari pengaruh / hubungan sebab-akibat ?
    Atau
    Mencari arah hubungan ?
    Berpengaruh signifikan dan berpengaruh positif itu sesuatu yg beda. Pengukurannya beda. Kalo (signifikan) di lihat dari hasil uji t. Kalo arah hubungan (Positif / negatif) di lihat dari nilai Beta

  180. Izin bertanya kak, saya sdg mengerjakan proposal penelitian kuantitatif. Namun oleh dosen saya di komentari begini “Untuk variabel Y bisa ditambahkan satu lagi sehingga jika mau kuantitatif, bisa ditambahkan siginifikansi dari variabel baru ini.” Itu maksutnya bagaimana ya kak? Terimakasih sebelumnya🙏

  181. Hallo kak saya mau bertanya ,
    jadi dalam penelitian saya menggunakan variabel bebas nya strategi bisnis, dan dalam penelitian ini ada 3 proxy pengukuran. menggunakan EMP sales, MtoB dan PPEINT. ketiga proxy ini nantinya diberi skor sesuai kriteria, dan kemudian pengukurannya menggunakan variabel DUMMY.
    untuk kriterianya jika dalam suatu perusahaan nilai 1 = menggunakan strategy prospector, jika nilai 0 = menggunakan strategy defender.
    yang ingin saya tanyakan nanti di dalam kesimpulan itu bagaimana saya menjelaskan mengenai prospector dan defendernya ya kak?
    jika hasil penelitian uji t adalah berpengaruh signifikan negatif?
    terimakasih

  182. Halo Ka saya mau bertanya,
    Penelitian saya memiliki 1 variabel dependen dan 5 variabel independen dengan kurun waktu 5 tahun dan jumlah sampel 50. Penelitian ini setelah dilakukan pemilihan model untuk analisis regresi data panel yang terpilih adalah REM. Mengenai hal signifikansi ini hasil REM dari ke 5 variabel independen hanya 1 yang signifikan sedangkan jika saya menggunakan coef covariance method white cross section pada saat melakukan estimasi yang signikan menjadi 3 variabel. Yang mau saya tanyakan apakah model REM boleh menggunakan white cross section? Dan fungsi dari coef covariance method white cross section itu sebenarnya apa ya?
    Sebelumnya terima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk membalas komentar saya

  183. Terima kasih ilmu nya kak. Saya Yoshua Dari jogja mau nanyak. Di atas di bilang penambahan variabel, nah di bab berapa di tambah variabel nya ? Apa langsung di judul ?
    Terima Kasih kak

  184. Beberapa dospem mungkin akan berbeda pendapat.
    Saya pernah diskusi dengan beberapa dosen, pendapatnya beda-beda. Ada yang bilang tambahkan di awal (dari judul). Kalo gini, semua isi (dari BAB 1 sampai akhir di tambahin tentang variabel tsb.
    Tapi ada juga yang bilang tambahin pada BAB 4 aja. Kalo gini, cuma dari BAB 4 (Pembahasan) yang akan dimasukan tentang variabel tsb.
    Kalo Saya, lebih condong ke penambahan pada BAB 4 aja.
    Namun, di BAB 4, kalo bisa di awal2 pembahasan dijelaskan bahwa peneliti menambah jumlah variabel dengan alasan……
    Alasannya harus akurat.
    Jangan lupa konsultasi dengan pembimbing ya…

  185. Halo, kak..
    Mohon bertanya, saya melakukan penelitian dengan 5 variabel independen, 3 variabel tidak signifikan. Lalu, saya disarankan dosen untuk menggunakan hasil dari statistik deskriptif variabel yang tidak signifikan tersebut sebagai alasan di pembahasannya. Tapi saya bingung bgmn penjelasannya, bagaimana contoh hasil statistik deskriptif tersebut yg bisa dijadikan alasan? Apakah dilihat dari std deviasi atau dr nilai range, atau apa ya? Terima kasih..

  186. halo kak..
    saya ingin bertanya, kalau mau lihat tinggi dan rendah nya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dilihat dari angka hasil penelitian itu dilihat dari mana ya kak?

  187. kak saya mau nanya, makna atau arti dari berpengaruh signifikan positif dalam uji hipotesis itu apa ya? waktu itu dospem saya menanyakan itu dan saya jawa berpengaruh tapi katanya bukan. mohon bantuannya kak terimakasih sebelymnya;

  188. Hallo kak, saya ingin bertanya. Pada penelitian saya menggunakan teknik analisis regresi logistik, namun dari semua variabel x tidak ada yang berpengaruh terhadap y, tapi setelah saya transformasi data mendapat hasil 3 variabel x berpengaruh terhadap y. Jadi pertanyaan saya, apakah boleh menampilkan hasil penelitian ini dari transformasi data kak?

  189. Ga boleh kalo transformasi data dilakukan semata-mata untuk mendapatkan hasil yang signifikan.
    Karna transformasi data itu dilakukan untuk menyelesaikan problem dari data. Salah satunya untuk menyamakan satuan data.
    Tidak signifikan Bukan sebuah Problem

  190. Berpengaruh, lawannya Tidak Berpengaruh. Ini yang menentukan hubungan antara variabel.
    Positif, lawannya Negatif. Ini yang menentukan arah hubungan variabel tersebut.
    Coba rileks dulu.. Scroll – scroll ke bawah kak. Baca-baca komentar yang udah ada.
    Ada banyak pembahasan terkait ini. Mudah-mudahan dapet insight yang baru.

  191. Assalamualaikum kak. 

    Kk saya masih belum paham pengujian uji T pada variabel shariah compliance . Karenna variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap Y. Hasil uji analisis uji t diperoleh besarnya t hitung untuk variabel shariah complaince sebesar 0,634 dengan t tabel 1,985 lalu nilai t hitung < t tabel. sedangkan nilai signifikansi variabel shariah compliance 0,528 > 0,005, dospem kasih saran untuk nampilin diagram kuisionernya kak. Kata beliau bisa memperkuat data. Tapi ketika saya lihat hasil yg setuju lebih banyak drpd yg Tdk setuju. Mohon pencerahannya kak

  192. Halo Kak, selamat pagi.
    Saya mau tanya kak, saya sedang melakukan penelitian korelasional. Untuk variabel bebas hasil akhir akhirnya adalah total skor keseluruhan aitem di jenisnya, sedangkan variabel terikat hasil akhirnya adalah rata-rata dari skor keseluruhan. Apakah secara statistik diperbolehkan untuk mengkorelasikan total skor dengan rata-rata skor? Jika tidak, apa yang dapat dilakukan ya Kak?
    Terima kasih, semoga sehat selalu Kak..

  193. Wa’alaikum salam kak.
    Ini kakak Pake Regresi Linier ya ?
    Sejauh yang Saya pahami, Regresi itu sebuah pola. Meskipun pada kuesioner banyak yang memilih Setuju, bukan berarti hasil Regresi menunjukkan ada pengaruh yang signifikan.
    Pada komenter-komentar di bawah, ada beberapa pertanyaan terkait ini, misalnya, pembahasan tentang Hasil Analisis Deskriptip hanya sebuah Cover, klik disini
    Ada juga pembahasan tentang Regresi itu sebuah pola. Klik disini
    Saya harap dengan memahami kedua pembahasan itu, kakak bisa paham bahwa hasil Kuesioner yang (hanya terlihat baik) belum tentu demikian jika dianalisis menggunakan Regresi. Hasil Regresi inilah hasil yang menggambarkan hubungan kedua variabel tersebut.

  194. Halo kak Margareth…. Saya belum pernah nemu teori yang mengatakan “boleh”. Tapi kalo kakak menemukan ada teori yang mengatakan “boleh”, ya lanjutkan aja. Yang penting ada landasan teori nya.

  195. Namun di uji kelayakan model regresi, menunjukkan bahwa model dikatakan tidak fit sehingga model tidak dapat diterima. apakah dengan adanya problem ini bisa digunakan transformasi data?

  196. Ga apa-apa… Tapi makna tanda negatif itu ada. Ada pembahasan terkait tentang ini. Coba tekan CTRL dan F pada keyboard. Terus search kata “Negatif”. Ada banyak kok. Kalo masih belum menjawab permasalahannya, silahkan komen lagi.

  197. Assalamualaikum
    Kak mau tanya bila nilai adjusted R² saya tinggi 91,2% sedangkan sisanya 8,8% dan hasil yg diterima cuma 2 variabel sedangkan yg ditolak 3 variabel. Gimana solusinya untuk memecahkan masalah itu bila kita ditanya dosen hasil ajusted R² tinggi tapi hasil yg diterima sedikit?

  198. Wa’alaikum salam kak Rizky.
    Artinya, 8.8% perubahan variabel dependen dipengaruhi oleh variabel lain yg tidak digunakan dalam penelitian.
    Dan ini bukan sebuah masalah, tapi hasil penelitian
    Mau angkanya besar atau pun kecil, tetap lah itu sebuah hasil
    8.8% itu bisa aja berasal dari 1 variabel, bisa juga 2, bisa juga lebih serta bukan angka mutlak.
    Dan adjusted R² 91.2% itu juga bukan mutlak persentase untuk 2 variabel yg di terima aja. Tapi hasil kombinasi perhitungan dari ke 5 variabel (termasuk 3 yg ga di terima).
    Coba buktikan sendiri.. regresiin 2 variabel yg di terima aja. Pasti adjusted R² berubah, ga sama persis 91.2%.
    Jangan dilupakan peran ke 3 variabel yg ga diterima itu.
    Lalu kenapa dikatakan 8.8% di pengaruhi oleh variabel lain ? Karna meskipun 3 variabel di tolak, dia tetap dimasukkan dalam model regresi.. kemudian menghasilkan adjusted R² tsb.

  199. Lalu bagaimana cara mengetahui masing” nilai korelasi setiap variabel? Itu dari β di analisis regresi linear berganda apa gimana?

  200. β (beta) untuk mengetahui besaran pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent.
    Misal beta = 1,5. Artinya setiap kenaikan variabel independen sebesar 1 satuan, akan meningkatkan variabel dependen sebesar 1,5. Bisa disebut berapa kali lipat.
    Ini kan termasuk interpretasi model regresi kak.

  201. berarti untuk mengetahui variabel independen berpengaruh signifkan pada variable dependen itu dilihat dari nilai sig nya <0.05 ?

  202. Kak kalau hasil uji saya tidak signifikan namu tidak menemukan jurnal pendukung yg hasilnya tidak signifikan bagaimana ya kak ?

  203. Assalamuallaikum Wr.Wb kak, saya sudah membaca/scroll hingga bawah mengenai Kata Negatif. Tetapi saya agak sedikit bingung dengan hasil penelitian saya, saya meneliti “Pengaruh Intellectual Capital (VAICTM) Terhadap Kinerja Keuangan (ROA) dengan Keunggulan Competitive (PPC) Sebagai Variabel Mediasi”. Disini saya menggunakan Path Analysis dengan SPSS, yang ingin saya tanyakan ada 3:
    1. Hasil uji VAICTM terhadap PPC menyatakan ada pengaruh signifikan (0.00<0.05) tetapi memiliki arah yang NEGATIF, Sedangkan PPC disini merupakan variabel mediasi saya, apakah bisa seperti itu kak? Karena interpretasinya, jika VAICTM meningkat maka PPC saya turun, begitu juga sebaliknya. Jika saya salah, boleh minta pendapat kakak bagaimana cara menginterpretasikan kasus tersebut ya kak. Hipotesis saya berbunyi "Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap Keunggulan Kompetitif", dan Ha ini saya tolak karena "VAIC memiliki pengaruh sig 0.00 terhadap PPC, hanya saja dengan arah yang NEGATIF tidak sesuai dengan Ha yang diajukan (Berpengaruh Positif)".

    2. Uji Path saya menggunakan Sobel Test dengan perhitungan otomatis quantypsy, hasil dari sobel test (a,b,Sa,Sb) menyatakan signifikansi p-value sebesar 0.000 dimana ini signifikan -1.96, apakah tanda minus itu boleh dihapus kak? Karena jika menggunakan perhitungan dari (ta dan tb) hasil saya sig 0.000 dan t-hitung 6.817, apa ada perbedaan jika menggunakan (a.b,Sa,Sb) dengan (ta dan tb)???

    3. Karena hasil VAICTM terhadap PPC hasilnya minus maka pengaruh indirectnya juga kecil (minus), jadi jika dilihat dari direct dan indirect, variabel mediasi saya tidak mampu memediasi, karena direct > indirect, beda dengan hasil uji sobelnya.

    Lalu bagaimana ya kak solusinya? saya bingunggg, mohon ARAHAN dan BIMBINGANNYA kak. TERIMAKASIH….

  204. Selamat siang kak
    Saya ingin bertanya kak, jadi saya sedang melakukan penelitian skripsi. Hipotesis saya adalah variabel independen berperan positif terhadap variabel dependen. Tetapi, setelah dianalisis hasilnya signifikan p value < 0,05 tetapi koefisien Betanya – / negatif, dimana hipotesis saya ditolak karena beda arah. Apakah tidak apa-apa kak? Lalu untuk pembahasannya kira-kira bagaimana ya kak dan apakah saya perlu menambah variabel?Terima kasih

  205. tiara putri rizki

    Assalamualaikum, izin bertanya kak.
    Apabila saya menggunakan path analysis dengan bantuan software Smart PLS dan data sampel saya adalah perusahaan manufaktur 2016-2019(sekunder) dgn variabel rasio. Kalau saya dalam input ke PLS menggunakan rata2 4 tahun tsb (tiap variabel) apakah sudah benar?
    Apabila hipotesis yg saya ajukan ada 10. Namun yg diterima hnya 1 saja, dan kebetulan yg diterima adalah variabel Z – Y. Apakah wajar?

    Terimakasih.. mohon penceharannya, saya sudah buntu 😃😃

  206. Assalamualaikum, maaf mengganggu waktu kak. ijin bertanya kak, mengenai hasil skripsi saya. dalam pemilihan model yang terpilih adalah CEM. namun ada kendala dalam uji normalitas tidak lulus, ditambah dalam baik model FEM, CEM, REM tidak terjadi signifikan sedangkan r square juga kecil 0,0XX, bagaimana cara penyembuhannya uji BLUE ya pak? dan dalam skripsi apakah boleh jika hasil tidak signifikan semua ?
    mohon pencerahannya kak. terimakasih

  207. Wa’alaikum salam kak.
    Uji Normalitas ga termasuk dalam Best Linear Unbiased Estimated (BLUE)
    Bisa di abaikan aja hasil uji normalitas nya (khusus untuk model FEM dan CEM).
    Kalo model REM, wajib uji Normalitas.
    Coba baca Artikel Saya tentang Uji Normalitas Regresi Data Panel
    Terus tentang hasil yang tidak signifikan.. Saya pikir artikel di atas udah menjawab pertanyaan..

  208. halo kak , pada Y penelitian saya adalah return saham, kemudian adjusted R square bernilai -0,0xx dan signifikansi pada uji T dan uji F bernilai > 0,05 semua, mohon bantuannya ya kak . terimakasih

  209. apakah boleh ya kak jika hasil adjusted R square bernilai negatif ? bukankah jika negatif dapat disimpulkan variabel x1 x2 dan x3 tidak dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap y ?
    x1 profitabilitas, x2 likuiditas, x3 leverage, Y return saham.
    terimakasih,,

  210. Iya ga apa2 kak.. Itu lah hasilnya..
    Pada dasarnya, nilai R Square ataupun Adjusted R Square kisaran 0 – 1.
    Dalam beberapa keadaan, bisa saja menemukan R Square ataupun Adjusted R Square bernilai Negatif.
    Ini biasanya terjadi ketika Uji F menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan.
    Dan penelitian kakak uji F nya juga tidak berpengaruh signifikan toh ?
    Kalau uji F tidak berpengaruh signifikan, seharusnya R Square ataupun Adjusted R Square ga perlu di pake ataupun di bahas.
    Karna ga ada artinya buat penelitian.
    Tapi kalo tetap mau di bahas…. Buat aja keterangan bahwa uji F tidak berpengaruh signifikan.
    Misalnya gini..
    Nilai Adjusted R Square sebesar -0.0xx. Nilai tersebut tidak bisa dijadikan acuan karena hasil uji F menunjukan tidak ada pengaruh signifikan secara simultan…
    Kurang lebih gitu kak.. Coba dirangkai lagi kata2 yang lebih keren atau gimana gitu hahahah..

  211. Assalamualaikum kak:)
    Ada yang mau saya tanyakan mengenai transform data,karena nila adjusted r square saya -0,00xx dan uji t nya tidak berpengaruh tetapi uji f nya berpengaruh itu apakah disebabkan bahwa data yang dientry dieviews itu ada yg bernilai positif dan negatif?…
    Sehingga perlu melakukan transform data dieviews,skripsi saya y ttg return saham sedangkan xnya kinerja keuangan…
    Terima kasih sebelumnya kak🙏

  212. Wa’alaikum salam kak Urfa..
    Adjusted r square negatif sering terjadi karena uji F tidak signifikan.
    Kalo uji f tidak signifikan, bisa aja adjusted r square jadi negatif atau positif..
    Karena uji f tidak signifikan, yaa adjusted ga bisa dijadikan patokan..
    Tapi ga masalah kok. Selama semua prosedur udah bener. Ga perlu transformasi data.. hasil itu aja udah bisa kok.
    terus ini bukan karena data return saham (negatif).

  213. ka, hasil penelitian uji t pada salah satu variabel saya negatif. Penyebab dari hasil uji t bisa negatif itu apa ya ka?
    saya juga ingin bertanya, apakah dalam penelitian uji normalitas harus menggunakan analisis grafik histogram dan p-plot atau boleh menggunakan uji kolmogorov smirnov saja ka?

    terima kasih sebelumnya

  214. Yang negatif itu nilai t hitung ya kak ? Kalo iya ga apa-apa..
    Saat pengambilan keputusan, yang agak beda sedikit. Misal kalo pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan t hitung dan t tabel.
    Jadi ketika membandingkan nilai tersebut, hilangkan tanda negatif pada t hitung. Anggap aja ga ada.. kemudian bandingkan dengan nilai t tabel yang di ambil berdasarkan alpha penelitian di bagi 2. Misal alpha 0.05, jadi t tabel nya pake 0.025.
    Karna kalo t hitung bernilai negatif, yang di pake itu uji 1 sisi.
    Di t tabel kan ada tuh nilai berdasarkan alpha dan uji 1 sisi atau 2 sisi.
    Teruuus..
    Untuk uji normalitas, boleh pake kolgomorov kalo data memenuhi syarat. Salah satunya minimal N >= 30.

  215. Selamat malam kak mau menanyakan, bagaimana jika pada uji t, nilai t tabel memenuhi atau positif sedangkan sig nya >0.05 ?
    Terimakasih

  216. Jika t hitung > t tabel
    Bakal sama hasilnya
    Sig < 0.05 Kalo ga sama gitu, coba cek lagi pengambilan nilai t tabel nya.. perhatikan degree of freedom dll..

  217. Selamat siang, kak saya meneliti 4 Variabel X dan 1 Variabel Y metode analisis linier berganda.
    Lolos uji normalitas, normalitas grafik, normalitas ks, multikolinieritas, autokorelasi dan uji hetero. Hasil Uji t : keempat variabel X berpengaruh signifikan terhadap Y. Sementara hasil Uji F, secara simultan tidak berpengaruh.
    Apakah ini menjadi masalah? karena uji t dan uji F seperti bertolak belakang.

  218. Kak mau nanya. untuk memaknai jika pengaruh tidak langsung variabel X terhadap Z memalui Y bagaimana ya kak? karena disini variabel langsung nya positif dan tidak langsung nya negatif, kan itu pengaruh negatif menurun, cara memaknai pengaruh tersebut bagaimana ya kak, terimakasih

  219. Kak mau tanya bagaimana jika penelitian saya ketiga hipotesisnya ditolak dan tidak berpengaruh semuanya, begitupun dengan Uji F juga tidak berpengaruh.
    Tetapi sebelumnya sudah lolos uji asumsi klasik.
    Dan salah satu hipotesa saya yg ditolak ini juga tidak ada jurnal atau teori yg menyatakan kalau ini ditolak kak
    Bisa minta tolong sarannya kak gimana
    Terimakasih

  220. Maaf ada kesalahan pengetikan
    untuk Uji F lebih ke tidak signifikan penelitian saya
    Jadi bagaimana ya kak

  221. Selagi proses olah data udah bener, terus memenuhi uji prasyarat, ya ga apa2 kak.
    Saran Saya cuma: Percaya Diri
    Karna itu lah hasil nya.. dari data yang digunakan pada penelitian kakak. Tidak berpengaruh signifikan bukan sebuah masalah kok

  222. hallo ka, sya mau tanya untuk uji f simultan. kalo hasilnya tidak memiliki pengaruh secara simultan bagaimana ya ? sedangkan secara parsial ada variabel yang berpengaruh signifikan. minta solusinya ka hhe

  223. Assalamualaikum kak..
    Saya mau tanya, saat uji hipotesis nilai t hitung > t tabel. Sedangkan nilai untuk sig. 0.06 yang artinya lebih besar dari pada 0.05.
    Itu pengambilan keputusannya gimana ya kak?
    Terima kasih

  224. Hasil perbandingan t hitung vs t tabel harusnya sama dengan hasil perbandingan sig. vs alpha (0.05)
    Coba pastikan kembali pengambilan nilai t tabel nya.
    Atau coba screenshoot hasil uji t nya.. Terus upload di website ini: https://prnt.sc/
    Terus screeshoot yang di upload bakal jadi sebuah link.
    Nanti copy link nya, terus paste di komentar. Biar Saya bantu cek.

  225. Oooh. kakak salah baca untuk nilai sig nya.
    Di SPSS, kalo ada titik sebelum angka, itu artinya ada angka 0 sebelum titik itu.
    Coba liat kolom Sig. hasilnya .000 dan .006. Itu sama dengan 0.000 dan 0.006 kak.
    jadi kesimpulan hasil sig vs alpha = 0.006 < 0.05

  226. Arya Pandhu Perkasa

    mas, kalau berpengaruh negatif tidak signifikan itu artinya gimana ya ? apakah berpengaruh negatif itu jika variabel x nilainya tinggi maka variabel y nilainya turun ? terus kaitanya dengan tidak signifikan gimana ? bukanya kalo variabel y nilainya turun itu mengindikasi bahwa terjadi perubahan signifikan ya ? thankyou mas sebelumnya

  227. Negatif / Positif = Arah hubungan variabel.
    Sama seperti yang mas Arya sampaikan..
    Misal X berpengaruh negatif terhadap Y. Jadi ketika X naik, Y turun atau ketika X turun, Y jadi naik. Dengan kata lain, hubungannya berlawanan arah.
    Sebaliknya jika X berpengaruh Positif terhadap Y, maka ketika X naik, Y juga Naik atau ketika X turun, Y juga turun. Dengan kata lain, hubungannya searah.
    Arah hubungan ini berguna untuk mengetahui ketika X naik, maka Y bakal turun atau naik ? Itu arah hubungan.

    Nah, kalo Signifikan / Tidak Signifikan = nyata atau benar-benar mempengaruhi.
    Didalam penelitian kan ada namanya alpha (taraf signifikansi). Biasanya 5% (0,05). Ini ada kaitannya dengan signifikan atau tidak.
    Misalnya, jika X berpengaruh Signifikan terhadap Y. Maka variabel X ini benar-benar mempengaruhi variabel Y. Yang mana keputusan itu dapat di percaya sebesar 95% (hasil 100% – alpha atau 100% – 5%).
    Jika tidak signifikan, ya bisa dikatakan Bukan Variabel itu yang mempengaruhi perubahan variabel Y.

    Contoh 1: X berpengaruh positif Signifikan terhadap Y, Jadi ketika X naik, maka Y juga naik. Atau ketika X turun, Y juga turun. Keputusan ini dapat dipercaya 95% (benar) berdasarkan hasil analisis regresi linier.

    Contoh 2: X berpengaruh positif Tidak Signifikan terhadap Y. Jadi ketika X naik, maka Y juga naik. atau sebaliknya. Namun, keputusan ini tidak dapat dijadikan acuan karena tidak berpengaruh signifikan pada taraf alpha 5%.
    Dengan kata lain, Tidak perduli apakah arah hubungannya positif / negatif, namun pada kenyataannya bukan variabel X yang mempengaruhi variabel Y.

    Kalo contoh 1 menurut mas gimana kesimpulannya ?

  228. Kak gimana cara mengatasi nilai t hitung lebih kecil dari t tabel?mohon arahannya kak🙏

  229. Tambah atau ganti variabel, tambah objek penelitian, atau tambah sample.. Atau gunakan data yang lain dan jangan gunakan data yang sekarang. hasil nya udah pasti beda kak. Tapi hasilnya ga menjamin t hitung > dari t tabel.
    Emangnya di penelitian kakak wajibkah nilai t hitung > t tabel ?
    ini Saya anggap nilai t hitungnya bukan negatif ya kak (tapi positif). kalo t hitung negatif, beda ceritanya.

  230. Kak, gimana liat hasil penelitian itu signifikan atau tidak jika hasilny menggunakan distribusi Z statistik bukan t statistik ? 🙏🏻

  231. Tergantung, kakak menggunakan uji dua arah atau satu arah.
    Hipotesis untuk uji 2 arah kurleb seperti ini:
    H0: μ = μ0
    Ha: μ ≠ μ0
    Jadi pengambilan keputusan untuk menerima atau menolah H0 begini…
    Tolak H0 apabila Z < Zα/2 atau Z > Zα/2
    Hipotesis uji 1 arah:
    H0: μ = μ0
    Ha: μ < μ0 atau H0: μ = μ0 Ha: μ > μ0
    Tolak H0 apabila Z < Zα atau Z > Zα

  232. Hallo ka
    Izin bertanya.. apakah untuk penelitian 3 variabel dari 2 variabel bebas dan 1 variabel terikat harus memakai uji regresi linear berganda?
    Atau boleh langsung melakukan uji f dan uji t tanpa harus memakai regresi linear berganda ?
    Terimakasih sebelumnya ka 🙏

  233. mas bagaimana kalau t hitungnya itu negatif ya? kebetulan sajaa saya mendapatkan hasil beberapa item yang t hitungnya negatif.. mohon bantuannya kak, terimaa kasihh :))

  234. Selama variabel bebasnya lebih dari 1, maka pake Regresi Linier Berganda. Berganda itu artinya variabel bebas lebih dari 1. Kalo cuma 1 variabel bebas, pake Regresi Linier Sederhana. Sederhana itu Rumah makan :D.. Hahaha.. tau lah kan kak.
    Saya pikir, boleh-boleh aja kalo kakak cuma mau pake uji t dan F. Karena itu tergantung tujuan penelitian.
    Tapi pertanyaan Saya, Buat apa nanggung gitu ??
    Karena Regresi linier (baik sederhana / berganda) bisa dilakukan barengan dengan uji t dan uji F kak. Nggak perlu ngulang-ngulang tahap lagi.
    Selain itu, Uji t dan F itu hanya untuk mengetahui apakah variabel x benar-benar mempengaruhi variabel Y.
    Sementara regresi linier bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X tersebut terhadap variabel Y.
    Pengujian ini sejalan kak. Jadi setelah mengetahui berpengaruh apa enggak, kita juga bisa mengetahui seberapa besar pengaruh nya.
    Tapi kalo tetap ga mau pake… yaa… resiko nya bakal disuruh pake sama dospem 😀

  235. Abaikan negatif nya dan gunakan uji 1 sisi mas.
    Misal t hitung -2.345, maka pake 2.345.
    terus angka yang di t table ambil angka pada alpha/2…
    Misalnya alpha penelitian 0.05 (5%), nilai yang di ambil pada kolom 0.025 (hasil dari 0.05/2)
    Tetap perhatikan degree of freedom nya ya…

  236. Assalamu’alaikum kak
    Saya mau tanya, kalo hasil spss uji t <,001 itu artinya gimana yaa? Apakah <,001 itu sama dengan 0,000 apa beda ya kak?? Apakah <,001 itu itu menunjuk signifikan apa tidak kak???

  237. Wa’alaikumsalam
    <.001 ya nilai yg lebih kecil dari 0.001 kak. Bisa 0.0009, 0.0008 dan bilangan yg lebih kecil lagi seperti 0.0000000000987.. itu juga lebih kecil dari 0.001

  238. Slmt sore kak, saya lgi melakukan penelitian.. judulnya, analisis pengaruh inflasi, suku bunga(bi), dan kurs terhadap indeks harga saham(ihsg).. na maslahnya, nilai r square sya menunjukan hubungan yg sangat kuat. Yaitu 0.909, tpi pengujian t dan f tidak menunjukan signifikan, atau dgn kata lain, nulainya diatas alpha (0.05).. mohon bantuanya kak🙏

  239. r square nya ga bisa dijadikan patokan..
    Kan ga signifikan.
    Jd seberapa pun nilai r square nya, ya tetap ga bisa di pake
    Kalo berpengaruh signifikan (simultan), baru deh r square nya bisa di pake.

  240. Kak, bagaimana cara mengatasi Uji Kendall’s tau-b, di mana uji tersebut kan jika sig diatas 0,05 maka h0 diterima dan jika nilai sig dibawah 0,05 maka ditolak.
    Realitanya datanya didapatkan hasil 0,524

  241. Artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel tsb.
    Di penjelasan artikel di atas sudah Saya jelaskan, Hasil Penelitian itu Tidak Wajib Signifikan karna itu lah kenyataannya.
    Tapi kalo kakak tetap mau hasilnya berubah…
    Coba tambah sample nya..
    Tapi tetap tidak menjamin bakal dapet hasil yang signifikan (menolak H0)

  242. Halo kak selamat siang, saya mau nanya. Hasil uji variabel saya harusnya negatif tapi keluarnya kok positif ya kak?
    Variabel saya Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intentions kak 🙏
    Kalau begini solusinya selain harus mengadakan kuesioner ulang bagaimana ya kak?
    Terimakasih kak 🙏

  243. Kak saya mau tanya kalau misalnya variabel x ditahun 2016 kosong untuk kab/kota tapi untuk provinsinya ada, apakah boleh data yg kosong itu data kab/kota bisa kita gunakan data di tahun sebelumnya? Kalau misalnya bisa menggunakan thn sebelumnya, apakah hanya copas saja atau ada rumus buat menyama ratakannya? Terima kasih

  244. Kak mau tanya apakah boleh jika variabel x dikab/kota tahun 2016 yang kosong menggunakan data kab/kota di tahun 2015? Soalnya data pusat memang kosong untuk kab/kota dan hanya tersedia data provinsi saja. Jikalau boleh menggunakan tahun sebelumnya apakah langsung copas saja atau ada perumusan kembali untuk menyama ratakannya? Terima kasih

  245. Ini data yg mau di olah untuk variabel x nya pake data kab/kota bukan ? Kalo iya…
    Dalam statistik, ga bisa gitu.. harus pake data kab/kota th 2016.
    Ga bisa di sama ratakan..
    Kalo masih mau mempertahankan variabel tsb… Eliminasi sample nya.. eliminasi kab/kota yg ga punya kelengkapan data. Pake teknik sampling “Purposive Sampling”

  246. Bunyi hipotesis nya gimana ?
    H0 dan Ha…
    Hasil uji variabel harus negatif itu atas dasar apa kak ?

  247. Hallo kak, saya mau bertanya.

    Judul skripsi saya itu pengaruh konsumsi (x1) dan investasi (x2) terhadap PDRB (y) di DKI Jakarta periode 2010-2019. Uji F nya signifikan, sedangkan Uji t nya pada variabel investasi (x2) tidak signifikan terhadap PDRB (y). Dospem saya menyuruh untuk mencari justifikasi kenapa bisa tidak signifikan, jika saya memberikan alasan seperti ini pada kesimpulan bab V apakah cukup akurat?

    Data investasi yang digunakan dalam penelitian hanya berupa data Penanaman Modal Asing (PMA) saja yang cenderung tidak stabil selama 10 tahun terakhir dikarenakan iklim investasi yg tidak kondusif.

    Bagaimana menurut kaka? Terimakasih.

  248. Bisa juga kak.
    Mungkin coba di tambahin lagi penelitian terdahulu yang menggunakan data lain (untuk investasi) sebagai pembanding hasil kak.

  249. hipotesis saya cuman ‘ada hubungan antar variabel’ dan karena normalnya semakin tinggi komitmen organisasi karyawan maka akan semakin rendah keinginan untuk berpindah (turnover intentions) kak. jadi kemarin hasilku yang positif ditolak sama dosbingku dan disuruh penelitian ulang sehingga nanti mencapai hasil signifikan negatif…

    jadi saya mau bertanya yang bisa membuat hubungan variabel negatif itu seperti apa, apakah rata-rata tinggi skor data tiap variabel harus bertentangan, yang satu tinggi yang satu rendah, atau bagaimana ya kak? mohon pencerahannya 🙏

  250. Halo ka izin bertanya, saya telah melakukan sidang skripsi. Judul saya “pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian”.
    Lalu, terdapat revisian dari penguji untuk menambahkan data mengapa hanya menggunakan brand image dan harga saja di latar belakang? sedangkan sebelumnya telah dibicarakan oleh penguji kalo mungkin saja terdapat variabel X lain yg dapat memengaruhi variabel Y, karenq nilai r square masih sekitar 51%, seperti variabel kualitas produk.

    Sebaik nya data apa ya ka yang tambahkan? Apakah saya menambahkan data dari jurnal bahwa variabel citra merek dan harga pada model regresi nya memiliki nilai koefisien regresi yang lebih tinggi dari variabel X lain yang diteliti? dalam hal ini jurnal nya memiliki X selain citra merek dan harga ka, seperti ada tambahan variabel kualitas produk dan promosi dan tetap variabel Y nya keputusan pembelian.
    Terima kasih ka. Stay safe!

  251. Dalam hal ini variabel independen baik parsial dan simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian ka. Makasi ka.

  252. Ini kakak pake regresi kan ya ?
    Kalo bicara soal regresi nih… Itu cuma teknik olah data.. jadi hasilnya ya tergantung data itu sendiri.
    Regresi itu sebuah pola… ketika pola data variabel X menyerupai variabel Y, kemungkinan besar hasilnya bakal signifikan.
    Misalnya data variabel ini…
    X = 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, dan 20
    Y = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10
    Lihat pola data naik sama naik… Udah pasti hasilnya Positif Signifikan. Begitu juga sebaliknya jika turun sama turun hasilnya bakal positif signifikan.

    Kalo pola data berlawanan arah…
    X = 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, dan 20
    Y = 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, dan 1
    Ini hasilnya bisa Negatif Signifikan. Karena ketika X naik.. Y malah turun. Atau sebaliknya ketika X turun, Y malah naik. Itu berlawanan arah (negatif).

    Saya jadi kepo, kenapa dosbing kakak mewajibkan hasil “Harus” Negatif Signifikan.
    Sementara penelitian itu bukan seperti menyelesaikan soal matematika.
    Misalnya, 1+1 = …
    Udah pasti hasilnya 2. Ga ada jawaban lain yang benar selain itu…

    Sementara penelitian bukan seperti itu… Ada hipotesis yang disusun. Kemudian dilakukan analisa data (misal pake Uji F dan t Regresi Linier). Nama nya juga pengujian, bisa jadi hasilnya menerima H0, bisa jadi menolak H0.
    Kalo hasilnya udah pasti Negatif Signifikan, buat apa di teliti lagi ??? Kan udah tahu jawabannya bahwa variabel X pasti berpengaruh negatif signifikan terhadap Y. Uji t dan uji F jadi ga guna dong ?
    Kalo hasilnya wajib demikian, ya bukan penelitian lagi namanya… tapi CONTOH SOAL…
    Mungkin point ini yang perlu dibicarakan 4 mata kak 😀

  253. Hm… bisa juga kak. Karna ini point revisinya soal r-square yang rendah. Sementara hasil penelitian semua variabel menolak H0.
    Untungnya udah sidang skripsi.. Kalo belum… bakal jadi pertanyaan tuh… Kenapa ga gunain variabel itu aja sekalian hahaha :D…
    Lanjutkan aja kak…

  254. Nah iya ka saya kemarin ditanya kenapa ga pake variabel lain aja seperti kualitas produk.
    Maka dari itu disuruh tambahin data alasan saya kenapa pakai variabel X nya cuma citra merek dan harga.

    Berarti ka, kalo alesan saya pake variabel citra merek dan harga saja karena pada suatu jurnal bahwa kedua variabel tsb memiliki nilai koefisien regresi lebih tinggi dari variabel X lainnya seperti kualitas produk dan promosi itu, apakah sekiranya alasan tsb bisa diterima ka?

    Terima kasih ka, sehat terus ka.

  255. Maaf ya ka banyak bertanya, saya sedikit khawatir soalnya ini dengan revisi saya yang ini ka.
    Makasi banyak ka.

  256. Koefisien regresi dinilai bukan dari tinggi atau rendah nya. Tapi apabila semakin menjauhi 0 (negatif/positif), maka variabel tsb semakin mendominasi hubungan. Ini juga sudah Saya bahas pada Panduan Menentukan Variabel Paling Dominan
    Mungkin bisa2 aja pake alasan ini..
    Ga ada salah nya dicoba…

    Atau, kalo mau… cari teori pendukung kak… teori yg menyatakan bahwa hanya 2 variabel tersebut yg mempengaruhi variabel Y.
    Ini bisa jadi alesan yg kuat.
    Jd peneliti melakukan penelitian berdasarkan teori tersebut.

  257. ga apa2 kak.
    Itu lah tujuan situs M Jurnal ini ada..
    Oh ya, terkait revisi setelah sidang nih… biasa nya bobot nya ga begitu tinggi dibanding revisi sebelum sidang.
    Jadi ga perlu stress2 amat..
    Yg penting kerahkan yg terbaik aja.

  258. Kaa, terima kasih banyak atas masukannyaa… benar benar sangat membantu ka. Saya doakan semoga kaka dilancarkan rezeki dan slalu sehat. aamiin.
    Ka Rolan big thanks!

  259. Assalmualaikum kak, perkenalkan saya rifa. Saya lagi ngerun data menggunakan spss dengan regresi logistik. Tetapi dari kamarin saya ngerun tetep uji t tidak signifikan itu kenapa yaa kak. Mungkin kakak ada saran untuk saya? Terimakasih

  260. Wa’alaikum salam kak…
    Coba tambah periode penelitian… Atau tambah variabel, tapi harus tetap merujuk ke teori ya…

  261. Oh iya kak, R square saya kan jumlahnya 100%. tapi ada uji t yg hipotesisnya ditolak, itu buruk atau tidak ya?

    Cara menjelaskannya bagaimana ya kak jika ditanya saat sidang?

  262. Hahaha.. kok bisa 100% angka nya ?
    Waduuuh…
    Padahal ada 1 variabek yg ga signifikan ya…
    Bisa jadi bakal jd pertanyaan bagi penguji…
    Oh ya… uji F nya signifikan ga ?

  263. Assalamualaikum..
    Saya sedang mengerjakan skripsi dan memakai 2 variabel independen. Tapi setelah saya lihat kok di uji t tuh Thitung minus semua tapi x1 signifikansi 0.05.
    Tapi pada uji semuanya pengaruh dan signifikan.
    Itu disebabkan oleh apa ya ? Dan gmana solusi buat mengatasinya ?

  264. Itu disebabkan oleh datanya… Coba aja pake data lain kak… Pasti hasilnya beda 😀 hahahaha…
    Ya dengan informasi yang terbatas gini, mana bisa Saya nebak2 kak… ampun deeh…

    Coba perhatikan ilustrasi ini deh kak.
    Budi membeli 2 pasang baju lebaran di Toko A. Harga celana Rp 250.000/pcs. Sedangkan harga baju Rp 210.000/pcs. Kemudian budi membayar dengan 10 lembar uang Rp 100.000. Pertanyaannya, siapa nama pemilik Toko A ?
    Hahaha…

    Yang bisa Saya jelaskan palingan cuma tentang t hitung bernilai negatif aja..
    Itu maknanya = Uji 1 sisi.
    Kalo bernilai positif = Uji 2 sisi.
    Bedanya, ketika mengambil nilai t table.
    Kalo uji 1 sisi, ambil nilai t table dari alpha penelitian/2. Jika alpha penelitian = 0.05, maka 0.05/2 = 0.025.
    Jadi ambil nilai t hitung dari signifikansi 0.025.
    Terus, untuk pengujian hipotesis, abaikan simbol negatif dari t hitung.
    Misalnya, jika t hitung = -2.1256, maka pake t hitung yang akan dibandingkan adalah 2.1255 banding t table.

  265. Uji F nya signifikan kak, dari awal tidak bermasalah dgn uji F.

    Waktu itu sempat tanya ke dosen statistik, beliau bilang r square nya 100% karena model regresinya sudah ketebak jelas yaitu Y = C + I.

    Tadinya variabel saya bukan yg saya sebutkan di atas kak, tapi dosen pembimbing mengarahkan untuk ganti variabel jd seperti ini, alhasil model regresinya jd 100% hehehe😅

  266. Tapi yang jadi masalah disini, variabel Investasi tidak signifikan.
    Sementara R Square nya 100%.
    Udah dijelasin belum ke dosen statistiknya tentang variabel investasi yang tidak signifikan ini ?

    Oh ya… Untuk variabel investasi, berapa hasil uji t nya kak ?
    Kalo pake SPSS, lihat di kolom Sig pada tabel coefficient.
    Kalo pake E-Views, lihat nilai Prob dari variabel investasi.

  267. Sudah kak, kata beliau disuruh cari justifikasi nya saja kenapa bisa tidak signifikan.

    Saya sudah coba terus pakai data yg berbeda tapi R square nya tetap 100%.

    Hasil uji t variabel investasi 0,087 > 0,05 kak.

  268. Kak mau nanya, kalau nilai adjused R square saya negatif lalu uji T dan Uji F juga ga signifikan kak. Dan variabel X saya ada 3 jd semua nya tidak berpengaruh. Apakah penelitian saya ini gagal kak ? Atau gpp kalau ga berpengaruh semua . Dan saya ada satu jurnal yg sama seperti saya hasilnya semua variabel ny tidak berpengaruh. Tapi saya ga tau ka alasan kalau di tnya kenapa bisa ga berpengaruh. Soal ny saya cuma ikut hasil dr spss ny aja kak. Gimana ya kak solusi nya ???

    Terimakasih sebelumnya kak

  269. Saya pikir artikel di atas sudah ngejawab pertanyaan kak Vela
    Biar semakin paham, coba baca dari awal kak

  270. Malam ka, Maaf mau bertanya, saya sedang melakukan penelitian dengan hipotesis, dimana X berpengaruh NEGATIF terhadap Y, namun setelah melakukan pengumpulan data, dan diuji (sudah signifikan dan berpengaruh) tapi justru mengarah ke X berpengaruh POSITIF terhadap Y
    Apakah tidak apa” ka seperti itu?? soalnya memang responden nya tidak menyetujui X berpengaruh negatif (tapi justru positif)
    atau sebaiknya bagaimana ya ka?

  271. Selamat malam Mas,
    Saya mau tanya untuk translasi ke dalam bahasa Inggris berikut ini bagaimana ya:
    1. H0 : βi = 0 (Variabel bebas ke-i tidak berpengaruh secara parsial)
    2. H1 : βi ≠ 0 (Variabel bebas ke-i berpengaruh secara parsial)
    3. Hal tersebut menunjukkan nilai probabilitas lebih kecil dari alpha sebesar 5% yang berarti tolak H0 atau Household Waste Management Services Perception berpengaruh terhadap nilai WTP.

    Untuk nomor 3, apakah ada perbedaan antara berpengaruh dan berpengaruh nyata?

  272. Kalo hasilnya variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y itu bagaimana ya? Apa tidak apa-apa?

  273. Di artikel di atas sudah Saya jelaskan kak.
    Coba dibaca lagi dari awal yaa.. biar paham isi nya..

  274. Azizatil Puspita Sufiawati

    permisi kak, terimakasih atas tulisannya sangat membantu. Apakah boleh minta referensinya dari mana kak ? kalau boleh saya mau mengutip tulisannya

  275. Kak kalau nilai adjused R square ny -0,015 itu kadi ny gimana kak ngejelasin ny di bab 4 di Koefisien Determinasi (R2
    ). Kalau positif kan berpengaruh kalau negatif artinya tidak ada variabel yg berpengaruh ya kak. Jadi -0,015% tidak ada variabel yg berpengaruh. Gitu ya ka

  276. Sumber: https://mjurnal.com/
    Itu aja kak..
    Atau copas URL lengkap dari artikel ini…
    Kalo mau bilang dari buku, Saya ragu… karna sebagian besar isi konten ini dari pikiran Saya sendiri.

  277. Untuk pengambilan keputusan atas hipotesis simultan, tetap menggunakan hasil uji F. Bukan R Square dan lain sebagainya…
    Sementara, nilai Adj R Square negatif Biasanya terjadi ketika uji F ga signifikan.
    Jd kadang bisa juga uji F ga signifikan dengan Adj R Square Positif.

    Kalo pembuatan kesimpulan, buat aja kesimpulan yg makna nya: nilai Adj R Square tersebut tidak bisa dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan bagi praktisi.

    Misalnya: Hasi uji F menunjukkan variabel X1 dan X2 secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Sehingga nilai Adj R Square sebesar -0,015 tidak dapat dijadikan acuan.

    Dirangkai aja kata2 nya. Yg penting makna hasil penelitian tsb tersampaikan ke pembaca.

  278. Kak aku mau nanya deh, misalnya dalam uji signifikan hasil variabel x1 itu nilai sig dan t hitung itu sama-sama di terima ( sig dari t tabel) sedangkan variabel x3 ini nilai sig.ya juga <0,05 (diterima) tapi t hitungnya hasilnya negatif dan itu lebih kecil dari t tabel (ditolak) . Apakah hasil itu bisa di katakan layak kak?

  279. T Hitung negatif bukan berarti tidak signifikan Kak. Cenderung banyak yang keliru disini.
    FYI, hasil perbandingan Sig vs Alpha dengan t hitung vs t tabel udah pasti sama. Ga mungkin beda.
    Tentang kendala ini udah banyak pertanyaan sebelumnya…
    Biar lebih mudah, Saya buatkan 1 Panduan Khusus terkait t hitung bernilai negatif.
    Coba pelajari SUB-BAB t Hitung Negatif. (Lihat Pintasan Panduan).
    Mudah-mudahan membantu ya…

  280. siang kak, saya mau tanya. pada penelitian saya, saya menggunakan 2 variabel bebas dan satuvariabel terikat. pada uji parsial ke dua variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. sedangkan pada uji simultan kedua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. kalau seperti ini bagaimana untuk penjelasannya kak? mohon bantuannya

  281. kak izin bertanya, saya dapat pertanyaan dari dosen penguji ketika sedang skripsi. saya mempunyai 4 variabel X1 X2 X3 dan X4 dari 4 variabel tersebut hanya 2 yang signifikan. terus pertanyaan nya, apakah boleh hanya 2 dari 4 variabel yang signifikan? kalao boleh kenapa ? kalau tidak kenapa? dan kalau ke 4 nya tidak signifikan bagaimana?. bantu saya untuk menjawab nya..

  282. Kak ijin bertanya jika hasil uji t saya X2 terhadap Y itu hasilnya positif signifikan, tetapi seharusnya kalo sesuai teori variabel yang saya gunakan beban kerja berlebih terhadap keterikatan kerja harusnya hasilnya negatif signifikan. Itu saya harus menulis kesimpulannya bagaimana kak ?

  283. halo kak, apakah kakak sudah mendapat jawaban untuk adjusted R square negatif ini bagaimana menginterpretasikannya? karena saya juga mengalami hal yang sama. terima kasih

  284. Biasanya karena uji F tidak signifikan.
    Beberapa komentar dibawah udah ada jawabannya kak.

    Coba pake laptop… tekan CTRL F. Terus ketik Negatif.
    Terus enter enter aja… Ada beberapa pembahasan tentang R Square negatif.

  285. kak saya mau bertanya. jika variabel kita tidak berpengaruh secara simultan bagaimana? apa penelitian tersebut gagal dan bagaimana cara menjawabnya jika tidak berpengaruh secara simultan terhadap Y.
    Terimakasih

  286. Ga apa apa..
    Selama prosedur olah datanya udah bener.. ya ga apa apa kak..
    ga apa apa
    ga apa apa
    yaa ga masalah…
    Itu lah hasilnya

    Uji t kan uji pengaruh masing-masing variabel X terhadap Y.
    Sedangkan uji F kan uji pengaruh semua variabel X (bersama-sama) terhadap Y.

    Kalo Saya ngebacanya gini…
    Uji t variabel X1 terhadap Y hanya mencari tahu pengaruh variabel X1 terhadap Y. Tidak ada ikut campur variabel lainnya.
    Begitu juga uji t x2 terhadap Y.
    Sedangkan Uji F, itu mencari tahu pengaruh kedua variabel X1 dan X2 secara bersama2 terhadap Y.
    Ini kombinasi ke 2 variabel X.
    Dalam kata lain, mencari tahu apakah variasi nilai (perubahan nilai) kedua variabel X secara bersama-sama terhadap variabel Y.

    Memang bener secara partial variabel x1 berpengaruh signifikan terhadap Y. Gitu juga dengan variabel X2. Tapi, secara simultan bukan berarti mereka harus berpengaruh signifikan terhadap Y.

    Atau bisa juga gini..
    Model Regresi yang tepat untuk penelitian kakak ini bukan menggunakan variabel X1 dan X2 terhadap Y. Bisa jadi variabel X1 dengan variabel lain atau variabel X2 dengan variabel lain atau variabel x1, x2 bersama variabel lain terhadap Y.

    Ini bukan masalah. Tapi hasil penelitian

    Lalu variabel X1 harusnya dipasangkan dengan variabel apa ? Atau X2 dipasangkan dengan variabel apa ?
    Itu beda cerita… Itu bisa jadi tujuan bagi peneliti selanjutnya…
    Tugas kakak udah selesai…
    kan rumusan masalah sudah terjawab. Hipotesis sudah diuji…
    Cuma sebatas itu kok… yang penting rumusan masalah terjawab, bahwa Variabel X1 dan X2 secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Y.
    berdasarkan data penelitian yang digunakan…

  287. Terimakasih kak sudah menjawab pertanyaan saya sebelumnya 🙏 Semoga jawaban kakak bermanfaat, lancar terus untuk blog kakak 🙏

  288. Untuk regresi berganda, Saya belum pernah ketemu sumber yang menyatakan “boleh”.

  289. Malam kak, saya mau tanya penelitian saya hasil nya arah negatif tetapi signifikan itu bagaimana penjelasan hipotesisnya ya ?

  290. H0 di terima karna signifikan kak.
    Negatif / positif = arah hubungan.
    Signifikan / tidak = untuk mengetahui apakah benar2 berpengaruh atau tidak.

  291. Halo kak, izin bertanya..

    penelitian saya menggunakan metode regresi data panel. untuk pengujian asumsi klasik menurut beberapa ahli tidak semua harus dilakukan seperti normalitas dan autokorelasi. karena normalitas bukan syarat blue dan autokorelasi hanya terjadi pada data yg time series, sedangkan data panel lebih mendekati cross section.

    jadi, saya sudah melakukan analisis data tanpa ditransform dan hasil regresi semua variabel signifikan sedangkan untuk uji asumsi klasiknya khusus normalitas dan autokorelasi tidak terpenuhi lalu saya coba jika ditransformasikan ke bentuk log10 (saya penasaran) dan hasilnya ada 1 variabel yg tidak signifikan namun untuk normalitasnya terpenuhi (berdistribusi normal) sedangkan autokorelasi tetap tidak terpenuhi (terjadi autokorelasi). Yang saya ingin tanyakan adalah data mana yang harus saya gunakan kak? apakah yang sebelum transformasi atau sesudah? karena jika menggunakan asumsi para ahli, saya tidak perlu transformasi data hanya untuk melihat normal atau tidaknya..

  292. Melakukan transformasi data harus ada dasarnya karena apa..
    Misalnya data tidak normal dll…
    Dalam case kakak ini, Saya rasa ga perlu transformasi data. Pake model regresi yang pertama aja.

  293. Baik kak.. izim bertanya satu lagi kak, apakah membagi data termasuk pada cara transformasi data? misal datanya dalam jutaan rupiah lalu semua data dibagi dengan 10.000.. terima kasih banyak kak

  294. ka aku mau nanya gimana sih bikin pembahasan untuk pengaruh x terhadap y secara simultan yang gak signifikan, aku bingung carinya gimana ka

  295. Sama aja seperti membahas hasil yang signifikan.
    Cuma kalo ga signifikan, ya di sampaikan bahwa hasil uji t ini tidak signifikan pada alpha (…isi alpa penelitian yang digunakan…).

  296. Kak, bantuin dong… gimana kalo casenya tu kaya gini: hasil dari variabel x menunjukan tinggi, terus hasil dari variable y hasilnya juga baik… tapi pas di cari korelasinya, hasilnya menunjukan gak ada korelasi….

    kira-kira kak…. aku mau ngambil kesimpulan kaya gimana ya kak?

    variabel yang aku teliti itu; X:Motivasi dan Y: pencapaian
    hipotesisnya, aku taro ada korelasi tapi hasilnya gak ada kak…

    mohon bantuannya ya kak…….

  297. kak, hipotesis saya kan : 1. X1 berpengaruh positif dan signifikan terhadap y
    2. x2 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap y
    nah kata dosen ga boleh positif negatif gitu, kalo negatif negatif aja, kalo positif ya positif aja. nah kalo hipotesis nya aku ganti jadi berpengaruh signifikan aja bisa ga kak tanpa positif dan negatif? krn positif dan negatif itu kan arahnya. mohon bantuannya kak, makasih.

  298. Jika permasalahannya seperti ini, itu artinya pada saat studi permasalahan awal ke lokasi penelitian tidak dilakukan dengan baik. Kita melakukan suatu riset di suatu lokasi jika ditemukan ada masalah penelitian di tempat tersebut. Ini akibat dari menulis proposal dulu baru ke lokasi penelitian. Semestinya temukan dulu permasalahan penelitian di lokasi penelitian, baru buat proposalnya. tidak buat proposal lebih dulu baru ke lokasi. itu sesuatu yang keliru.

  299. Permisi, saya izin bertanya. Bagaimana kalau uji asumsi klasik terpenuhi namun hasil uji F tidak signifikan? Apakah penelitian tidak bisa dilanjutkan atau tetap bisa? Terimakasih sebelumnya 🙏🏼🥺

  300. Guidels Clarita Huwae

    kak, mau tanya bgmna cara jelaskan hasil penelitian kalau hasilnya berpengaruh negatif dan tidak sig? variabel X (tingkat suku bunga kredit) variabel Y (laba)
    makasih sebelumnya kak

  301. Biarpun hasilnya positif atau negatif, kalau sudah tidak signifikan, artinya ya tetap tidak ada hubungan / pengaruh antar variabel (sesuai metode analisisnya).

    Jadi hasil penelitian yang tidak signifikan itu tidak bisa dijadikan patokan oleh praktisi. Tidak bisa dijadikan patokan ini bukan sebuah masalah / kesalahan peneliti, melainkan hasil yang sebenarnya dari data yang digunakan.

    Kalau soal kesimpulan yang sampai kan aja, bahwa menurut hasil uji (misal uji t), bahwa variabel X berpengaruh negatif terhadap Y tapi tidak signifikan pada alpha (misal 5%). Jadi kalo ditarik kesimpulan dari persamaan regresi, ya ga ada artinya. Karna tidak signifikan.

    Nah hasil ini hanya berlaku untuk data penelitian yang kakak gunakan dengan alpha 5%. Kalau ada penelitian lain yang menggunakan variabel yang sama dengan kakak, tapi data yang berbeda, hasil nya udah pasti berbeda juga.

    Atau dengan kata lain, data yang digunakan dalam penelitian tidak mampu membuktikan pengaruh variabel x terhadap Y.

  302. Bisa kak Dini… Tidak signifikan bukan sebuah masalah. Itu lah hasil pengujiannya.

    Penelitian bukan seperti mengerjakan soal matematika yang jawabannya udah pasti hanya satu. Misal 1+1 udah pasti jawaban yang benar 2. Selain dari itu pasti salah.

    Kalo penelitian itu seperti uji logika. Jika A = 100, maka Lulus. Jika A tidak sama dengan 100, maka Gagal. Ada 2 jawaban… Karena penelitian itu menguji untuk mencari tahu jawaban yang tepat.

    Lihat lagi Hipotesis… Ada 2 (Hipotesis Null dan Hipotesis Alternatif). Nah, uji statistik ini untuk mencari tahu hipotesis mana yang akan diterima.

  303. assalammualaikum kak
    saya mau tanya, kalau variabel independen tidak signifikan terhadap variabel dependen, namun saat dimoderasikan dengan variabel moderasi hasilnya signifikan, itu bagaimana ya kak? saya menguji pengaruh family CEO terhadap dividen dimoderasi oleh usia CEO kak
    mohon pencerahannya ya kak, terima kasih banyak sebelumnya

  304. Berarti variabel Family CEO tidak bisa berdiri sendiri sebagai variabel yang mempengaruhi dividen. Tetapi Family CEO hanya akan mempengaruhi dividen dengan mempertimbangkan Faktor Usia CEO. Selanjutnya, variabel Usia CEO ini kedepannya bisa dipertimbangkan sebagai variabel independent dalam penelitian selanjutnya

    Jangan lupa pula, hasil ini hanya berlaku untuk penelitian kakak berdasarkan data yang digunakan. Jadi, tidak menutup kemungkinan hasil yang berbeda dari penelitian lain meskipun penelitian tersebut menggunakan variabel yang sama dengan penelitian kakak namun menggunakan object / sample yang berbeda.

    Ini ga masalah. Karna hasil penelitian kakak berdasarkan hasil olah data. Jadi kesimpulan yang diambil tetap sah secara statistik.

    Cukup ambil kesimpulan dari hasil olah data seperti yang Saya sebutkan diatas.

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59.