Anda disini: M Jurnal » SEO » Trafik Meningkat 2.567%, Pahami Search Intent Google

Trafik Meningkat 2.567%, Pahami Search Intent Google

Search Intent Google: Studi kasus trafik meningkat 2.567%

Pada Akhir SUB-BAB Research Keyword, Saya menekankan bahwa Anda harus memahami tentang Search Intent dalam SEO. Ini bukan bualan belaka. Saya punya buktinya.

Efek Search Intent

Joshua Hardwick dari ahrefs menerapkan Search Intent pada sebuah konten dan mengejutkan sekali, konten tersebut mendapatkan peningkatan trafik yang sangat signifikan (677%) dalam waktu kurang lebih 4 bulan.

Saya tidak melebih-lebihkan apa yang mereka terapkan karena Saya sendiri pun juga menerapkan teknik yang sama. (Studi kasus ini melibatkan salah satu artikel M Jurnal).

Pada mulanya, trafik artikel tersebut rata-rata 15 view per hari. Setelah Saya menerapkan Search Intent yang tepat, apa yang terjadi ?

Cara meningkatkan trafik: Pahami Search Intent Google

Anda bisa lihat, bahkan trafik untuk 1 artikel tersebut meningkat tajam. dengan trafik tertinggi mencapai 400 view per hari atau meningkat 2.567% dalam waktu kurang lebih 1 bulan.

Note: Gambar di atas Saya ambil dari Google Analytics dan telah di Filter berdasarkan URL 1 artikel serta Tayangan Halaman Unik (Organik). Perhatikan tanda (lingkaran) berwarna biru.

Ini salah satu contoh hasil Search Intent yang Saya terapkan sendiri untuk mengoptimalkan SEO Website M Jurnal.

Nah pada Panduan ini, Saya akan jelaskan seperti apa itu Search Intent dan bagaimana cara Saya menerapkannya ke dalam konten. Selamat membaca dan jangan lupa praktik !

Apa itu Search Intent ?

Search intent biasa juga dikenal dengan sebutan keyword intent. Setelah update algoritma Google Hummingbird dan Google RankBrain, saat ini mesin pencari Google dapat mengetahui maksud dari seseorang menggunakan suatu keyword.

Jika kita merujuk pada pengertian search intent dari Semrush, maka : Search Intent adalah tujuan akhir dari orang yang menggunakan mesin pencari.

Atau bisa juga menggunakan pengertian dari Yoast : Search Intent adalah alasan mengapa orang melakukan pencarian tertentu

Dengan kata lain, search intent adalah alasan mengapa seseorang mengetik beberapa karakter pada search engine kemudian menekan enter untuk mencarinya.

Ada banyak sekali tujuan orang mencari sesuatu menggunakan search engine. Misalnya untuk mempelajari sesuatu, mencari suatu website ataupun ingin mencari produk dan melakukan pembelian.

Untuk memudahkan Anda memahami apa itu Search Intent, coba jawab, apa tujuan Saya ketika menggunakan kata kunci berikut ini di search engine:

Note: Upayakan tidak mengetik keyword berikut ke search engine untuk mendapatkan jawaban. Silahkan tebak saja jawaban yang paling tepat menurut Anda.

Bagaimana dengan keyword ke 3 ? Pada mulanya Saya juga agak kesulitan mencerna maksud keyword tersebut. Sekarang, coba Anda ketik keyword tersebut ke search engine google… dan lihat hasil apa yang diberikan google…

Apa itu Search Intent ? Dan Bagaimana pengaruhnya dalam meningkatkan trafik

Lihat, konten yang masuk peringkat pertama adalah artikel yang memberikan informasi terbaru tentang Sepeda Lipat. Kemudian dilanjutkan dengan konten informational dan produk.

Untuk perbandingan, Saya mengganti keyword agar lebih spesifik.

Belajar SEO: Pahami Search Intent Google terlebih dahulu.

Dan lihat, saat ini konten yang masuk peringkat 0 (Featured Snippet) berupa konten informational yang memberikan list sepeda-sepeda lipat serta beberapa keterangan.

Sudah sangat jelas Search Intent dari keyword “Jenis Sepeda Lipat” bukan bertujuan untuk membeli produk.

Coba buka konten tersebut, dan lihat isinya berupa konten informational (list sepeda lipat) serta bukan berupa sebuah halaman produk tunggal, kategori produk ataupun konten tutorial.

Informational Intent Google

Sekarang Sedikit Latihan…

Coba gunakan Keyword “Sepeda Lipat Termurah”. Jenis konten seperti apa yang mendapatkan peringkat 0 ataupun 1 ? Apakah halaman produk tunggal ? Halaman kategori Produk ? Atau artikel berita ? Atau artikel tutorial ?

Jika sudah mendapatkan jawaban, silahkan ketik di kolom komentar ya…

Apa Benar Search Intent itu Penting ?

Tentu saja sangat penting. Jika Anda tidak betul-betul memahami Keyword Intent, maka besar kemungkinan Anda akan gagal merebut peringkat di Search Engine.

JIKA ANDA BENAR-BENAR INGIN MENDAPATKAN PERINGKAT PERTAMA, MAKA WAJIB PAHAMI SEARCH INTENT PENGGUNA

ROLAN MARDANI

Faktanya, google benar-benar tahu apa tujuan seseorang menggunakan keyword.

Ketika seseorang menggunakan keyword “Beli Iphone 12”, maka google akan memberikan konten produk dari toko online sebagai peringkat pertama.

Dan sangat mustahil konten Panduan / Tutorial atau jenis konten lain akan menduduki peringkat 1.

Sedangkan jika seseorang mencari dengan keyword “Iphone 12”, google tahu bahwa pengguna yang menggunakan keyword tersebut belum sepenuh nya ingin membeli Iphone 12, melainkan ingin mencari informasi lebih detail sebelum memutuskan untuk membeli produk.

Seberapa penting belajar Search intent ?

Berhubung keyword ini merupakan sebuah brand (yang sudah besar), tentu google lebih mengutamakan pemilik brand untuk menduduki peringkat 1.

Note: Dengan catatan, halaman pemilik brand bukan halaman sebuah produk. Tetapi halaman yang memberikan informasi detail tentang produk tersebut.

Selain itu, hasil pencarian ini juga bisa berubah dan tergantung dengan kebiasaan Anda dalam mencari informasi di search engine. Misalnya:

Makna Kata kunci

Saya menggunakan browser dari pengguna yang sering membaca berita… Hasilnya, artikel news lah yang menduduki peringkat pertama.

Kenapa demikian ? Karena pada dasarnya, google adalah bisnis data.

Mereka mengumpulkan banyak sekali data yang kemudian memberikan hasil yang paling relevan (dengan mempertimbangkan kebiasaan pengguna) sesuai keyword yang dicari.

Ketika google memberikan hasil yang tidak sesuai dengan tujuan pengguna, maka Google gagal menjadi Search Engine terbaik. Jika sudah gagal, tentu pengguna akan lari ke search engine lain, tentunya…

Hasil SERP selalu relevan

Anggap saja memperebutkan peringkat di search engine google merupakan sebuah game. Anda adalah peserta yang ikut berkompetisi dan google adalah panitianya.

Jika Anda ingin memenangkan permainan, maka Anda harus mengikuti aturannya… Keyword Intent inilah salah satu aturannya… paham ?

Oke… mari kita pelajari lebih dalam…

Pahami 4 Jenis Search Intent Google

Setiap pemula yang ikut dalam permainan memperebutkan peringkat di search engine berpikir bahwa setiap keyword itu sama dan hanya sebuah kata yang di incar dengan tujuan mendapatkan banyak trafik.

Salah satu yang membedakannya hanya: seberapa banyak orang yang mencari kata tersebut di search engine atau seberapa populer keyword tersebut.

Semakin populer suatu keyword, tentu akan semakin berpotensi mendatangkan trafik ke website kita…

Namun kenyataannya, ada sedikit kekeliruan dari mindset tersebut. Karena satu-satunya yang membedakan antara keyword A dan keyword B adalah “Nilai Keyword Tersebut”.

Nilai ? Ya, Anda tidak salah baca…

Setiap keyword memiliki nilai masing-masing. Sehingga tidak semua keyword dengan volume pencarian tinggi, maka bernilai tinggi. Begitu juga sebaliknya, tidak semua keyword dengan volume pencarian rendah yang bernilai rendah.

Selain itu, menentukan nilai sebuah keyword akan bergantung masing-masing website. Karena tidak semua keyword memiliki nilai tinggi untuk semua website.

Ada keyword yang tidak bernilai sama sekali meskipun memiliki nilai tinggi bagi website lain.

Agar bisa menentukan keyword mana yang bernilai tinggi bagi website Anda, pahami terlebih dahulu 4 jenis search intent berikut:

#1 Informational Intent

Informational Intent artinya pengguna bertujuan mencari informasi detail mengenai keyword tersebut. Jenis keyword ini umumnya berupa pertanyaan.

Misalnya: Kapan Idul Fitri ? Coba Anda search, google langsung memberikan informasi yang tepat dan akurat (dalam contoh ini tanggal hari Raya Idul Fitri tahun ini).

Contoh keyword informational lainnya seperti:

Panduan Keyword Informational
  1. IHSG hari ini
  2. Kapan hari guru ?
  3. Cara membuat Website
  4. Apa itu WordPress ?

FYI, Keyword Informational ini memiliki volume pencarian tertinggi dibandingkan keyword lainnya. Oleh karena itu ada banyak sekali web / blog yang ngincar keyword ini.

Namun perlu berhati-hati memilih keyword informational, karena saat ini google sudah menerapkan Quick Answer Box.

Keyword Informational sering menjadi Quick Answer Box Google

Lihat, untuk keyword IHSG hari ini, Google menampilkan chart IHSG sebagai peringkat 0.

Kemudian diikuti artikel berita dari website-website besar. Nah disinilah pemula cenderung keliru mengincar keyword informational.

Sudah sangat tidak mungkin mendapatkan peringkat teratas. Sementara peringkat ke 2, 3, 4 dst… sudah diisi website-website besar, tentu website-website baru akan kesulitan merebut peringkat.

Jadi, apakah mustahil mengalahkan website-website besar seperti Tribun, Kompas, M Jurnal (mungkin 😀 ) dll ?

Sulit bukan berarti tidak mungkin yaaa… Kalau Anda selalu saja punya alasan untuk mundur, lebih baik tutup laptop dan cari pekerjaan lain. Belajar SEO tidak butuh dunia tipu-tipu. Jadi…

SELEKTIFLAH MEMILIH KEYWORD INFORMATIONAL

rolan mardani

Khusus website baru, lebih selektiflah memilih keyword informational. Karena keyword jenis ini memiliki volume tertinggi, tentu banyak pakar SEO yang mengincar peringkat teratas.

Penting! Selengkapnya nanti bisa anda pelajari pada SUB-BAB Analisis Kompetitor.

Karena banyak yang ngincar, tentu persaingan merebut peringkat semakin ketat. Alternatifnya, Anda bisa mengincar LSI Keyword.

Gunakan Long tail keyword untuk mendapatkan posisi Featured Snippets

Dengan memilih LSI Keyword yang tepat, bahkan website Anda pun bisa tampil sebagai featured Snippets (posisi 0).

Lalu informational intent ini akan bernilai tinggi untuk website seperti apa ?

Tidak ada batasan. Keyword Informational sangat fleksibel yang dapat digunakan pada jenis website apapun.

Entah website Anda hanya sebuah blog, berita, personal profile, company, E-Commerce ataupun sebuah Forum, pasti membutuhkan keyword informational untuk mendongkrak trafik.

Namun yang perlu diperhatikan, lebih selektiflah memilih keyword informational yang sesuai dengan tema website Anda.

Katakanlah website Anda membuka jasa SEO, apa mungkin mengincar keyword tentang “Cara menghilangkan jerawat” ? Jadi pikirkanlah yang terbaik…

Tidak semua pengguna search engine mengerti tentang domain TLD (.com atau .net) ataupun ccTLD (.id atau .my.id).

Google memberikan kemudahan untuk pengguna. Jadi ketika pengguna menggunakan nama website / domain sebagai keyword, maka google memberikan peringkat 1 untuk website tersebut.

Keyword Navigational Intent Google.

Lihat, dengan keyword “M Jurnal”, google memberikan website saya sebagai peringkat 1.

Dengan kata lain, Navigational Intent adalah keyword yang bertujuan untuk mengunjungi suatu situs tanpa mengetik nama domain secara lengkap.

Pengguna hanya menggunakan search engine google sebagai perantara sebelum mengunjungi situs tujuan mereka.

Namun perlu dicatat, keyword navigational biasanya hanya akan tersedia pada website-website yang sudah punya nama serta sudah ada orang-orang yang mencari situs Anda menggunakan Nama situs / domain..

Bagaimana dengan website baru ? Mungkin tidak langsung ada. Anda perlu bersabar sampai google benar-benar memahami website Anda.

Setidaknya website anda sudah memiliki visitor organik. Karena keyword navigational ini identik dengan sebuah brand.

Note: Faktanya google mengerti dalam membedakan brand. Misalnya keyword “WA Web”. FYI, volume keyword ini berkisar 1 Juta – 10 Juta pencarian perbulan.

Menurut Anda, apa tujuan seseorang menggunakan keyword tersebut ? Sudah pasti ingin mengunjungi WhatsApp Web untuk menggunakan WA melalui browser bukan ?

Keyword Navigational bertujuan untuk mengunjungi suatu situs melalui search engine

Meskipun volume pencarian keyword ini sangat tinggi, namun tidak mungkin konten website anda menduduki peringkat 1. Jadi…

JANGAN TARGET KEYWORD NAVIGATIONAL KECUALI UNTUK NAMA BRAND ANDA SENDIRI

Rolan Mardani

Misalnya seperti keyword navigational berikut:

  1. Login Facebook
  2. Twitter
  3. Jenius BTPN
  4. Prakerja
  5. Internet Banking BCA

Kelima contoh keyword tersebut memiliki Volume tinggi dan menyertakan nama brand. Ketika brand tersebut sudah mulai banyak dicari orang, maka website yang bersangkutan akan menduduki peringkat 1.

#3 Commercial Investigational Intent

Commercial Investigational sedikit mirip dengan Informational Intent. Yang membedakannya, seseorang yang menggunakan keyword Commercial Investigational sudah memiliki rasa ingin membeli suatu produk namun masih ingin mencari informasi tambahan.

Sementara, pengguna yang menggunakan keyword Informational cenderung belum memiliki rasa (ketertarikan) untuk membeli produk. Dan kebanyakan hanya ingin menambah wawasan ataupun kemampuan.

Ada anak bertanya kepada bapaknya… Bukannya ketika orang yang sudah memiliki rasa ingin membeli produk akan langsung mengunjungi marketplace ?

Tunggu dulu… Fokus pemabahasan Search Intent ini untuk memahami apa tujuan pengguna yang melakukan pencarian di search engine (seperti google). Tentu posisi hasil pencarian yang diperebutkan.

Sementara jika pengguna langsung mengunjungi marketplace seperti shopee, tokopedia dll… Itu sudah diluar ranah Search Engine, karena mereka langsung mengunjungi situs tersebut dan melakukan pencarian disana.

Beda ceritanya jika pengguna menggunakan keyword berikut di search engine:

  1. Laptop Gaming di bawah 10 juta
  2. Web Hosting Lokal Terbaik
  3. Review Macbook Air M1
  4. Elementor Pro vs Divi
  5. Kursus Bahasa Inggris terdekat
Search Intent: Commercial investigational juga bisa mendapatkan posisi Featured Snippets Google.

Misalnya seperti keyword pertama “Laptop Gaming di bawah 10 juta”, saat ini konten tokopedia menempati feature snippets (peringkat 0).

Coba buka halaman tersebut dan lihat isinya berupa artikel list laptop gaming yang menyertakan spek ringkas serta harga.

JANGAN GUNAKAN HALAMAN PRODUK TUNGGAL UNTUK MENARGET KEYWORD COMMERCIAL INVESTIGATIONAL

ROLAN MARDANI

Inilah yang dipelajari Google dari Intent pengguna. Ketika menggunakan keyword “Laptop Gaming di bawah 10 juta”, Google tahu bahwa pengguna memiliki rasa ingin membeli laptop tersebut, namun masih membutuhkan informasi tambahan sebelum membeli.

Sehingga tidak ada halaman produk tunggal yang menduduki peringkat 1.

Sama halnya dengan keyword ke empat, pengguna ingin membandingkan kualitas Elementor Pro dan Divi Page Builder sebelum memutuskan untuk membeli yang mana.

Jadi jika Website Anda menjual suatu produk / jasa, siapkanlah halaman yang menarget Keyword Commercial Investigational. Upayakan pengguna mendapatkan apa yang dia inginkan dari halaman tersebut.

Note: Khusus Keyword ke lima menunjukkan bahwa Commercial Investigational Intent juga berlaku pada pencarian lokal.

Contoh lainnya seperti “Hotel Termurah di Jakarta, Service Komputer Terdekat” dll… Dan faktanya sebagian besar hasil pencarian berupa Lokasi Bisnis di Google Maps.

#4 Transactional Intent

Ini dia Intent dengan tingkatan kesulitan yang paling tinggi.

Kenapa ? Karena ketika seseorang menggunakan Keyword Transactional, maka Intent nya adalah pengguna tersebut sudah siap dan ingin membeli suatu produk / jasa. Misalnya seperti keyword berikut:

  1. Jual kemeja batik pria
  2. Beli Iphone 12
  3. Diskon Asus Rog strix-G Gaming
  4. Macbook Pro Air M1 Murah
Gunakan Keyword transactional untuk meningkatkan konversi penjualan

Lihat, hanya website E-Commerce dengan halaman produk tunggal atau kategori produk yang menduduki peringkat 1. Tidak ada satu pun halaman artikel (panduan / tutorial / berita / tips dll).

Note: Bahkan halaman resmi website apple.com tidak diposisi 1, melainkan posisi 7 (untuk keyword: Macbook Pro Air M1 Murah).

Kenapa ? Karena keyword tersebut tidak mengutamakan brand dan bukan keyword Navigational. Fokusnya adalah kata “murah” dalam keyword.

Google tahu bahwa marketplace memiliki banyak penjual serta harga produk bervariasi. Bahkan ada yang lebih murah daripada harga di Website Resmi apple.

Jadi, jika Anda mengoptimalkan SEO untuk keyword transactional, tentu berpotensi meningkatkan Konversi Penjualan yang ujung-ujungnya meningkatkan keuntungan bukan ?

Namun Faktanya, ada banyak sekali pebisnis yang mengincar keyword ini.

Jika website Anda menjual produk-produk populer, tentu akan bersaing dengan situs E-Commerce besar seperti Shopee, Tokopedia dll.

Sudah pasti website baru tanpa pengalaman mengoptimalkan SEO akan sulit bersaing mendapatkan peringkat 1.

Namun sulit, bukan berarti tidak bisa!. Untuk itulah Anda disini belajar SEO yang benar.

Variasi Kata Setiap Search Intent…

Pada dasarnya, keyword yang digunakan setiap pengguna di search engine tidak selalu sama persis satu sama lain.

Dari ke empat jenis Search Intent di atas, Saya memberikan beberapa contoh keyword. Ya hanya beberapa.

Dan terkadang, Search Intent dapat Anda ketahui dengan jelas dari susunan setiap kata dari keyword tersebut.

Misalnya seperti keyword “Cara Membuat Website”. Dalam keadaan lain, mungkin pengguna menggunakan keyword “Panduan Membuat Website”.

Perhatikan, hanya terdapat perbedaan pada kata pertama “Cara dan Panduan”. Kedua kata ini memiliki maksud yang sama. Google tidak membedakannya dan termasuk ke dalam Informational Intent.

Nah, berikut ini beberapa variasi keyword yang memiliki intent yang sama:

Search IntentVariasi Keyword
InformationalCara, Tutorial, Tips, 5W+1H (What, Where, Why, Who, When, dan How), Panduan, Ide (opini), Belajar, Contoh
NavigationalNama Brand, Nama Produk, Nama Jasa
Commercial InvestigationalTerbaik, Review, Perbandingan (seperti versus), Jenis Produk (seperti pilihan warna Laptop…
TransactionalBeli, Kupon, Pesan, [Nama Kota] dan dilanjutkan dengan jenis toko (SEO Local), Murah, Harga,.

Dari variasi ini, Anda perlu menentukan keyword intent mana yang perlu difokuskan.

Lalu Keyword Intent Mana yang Cocok Untuk Website Anda ?

Tergantung. Ya… tergantung seperti apa website Anda. Karena tidak semua keyword cocok untuk Website tertentu.

Dari ke empat jenis keyword diatas, hanya 3 keyword yang perlu Anda optimalkan sebagai tahap awal, yaitu Informational, Commercial Investigational, dan Transactional. Dari ketiga ini, perlu Anda filter kembali sesuai jenis situs Anda.

Lalu bagaimana dengan keyword Navigational ? Tidak perlu terburu-buru. Karena jika website Anda terus bertumbuh dan memberikan nilai lebih dimata pengguna, keyword atas brand Anda akan tumbuh dengan sendirinya.

Note: Tidak perlu membuat konten yang menarget keyword navigational untuk brand lain. Karena jika brand tersebut sudah banyak dicari orang, maka konten Anda tidak akan pernah memenangkan keyword navigational.

Berikut ini Keyword Intent yang paling cocok untuk beberapa jenis website:

#1 Jika Sebuah Blog (Personal / Berita dsb) atau Forum

Sebagian besar Blog, baik itu personal ataupun website berita tidak menjual produk (fisik / digital) ataupun jasa.

Sumber pendapatannya sebagian besar hanya dari periklanan seperti Google Adsense, MGID, Content Placement, Banner Ads, ataupun Afiliasi.

Karena tidak ada produk yang dijual, tentu tidak perlu mengoptimalkan Keyword Transactional. Jadi Anda bisa mengoptimalkan Keyword Informational dan Commercial Investigational.

Sementara untuk Forum, sebagian besar konten dihasilkan oleh orang lain (anggota) yang pada umumnya berupa keyword Informational. Meskipun ada juga berupa keyword Commercial Investigational.

Solusi terbaik, Anda juga bisa membuat konten sendiri (seperti artikel) untuk mendongkrak trafik dan mendatangkan calon anggota forum yang baru. Ini salah satu goals dari sebuah Situs Forum.

Disamping itu, gunakan Keyword Transactional hanya jika situs Anda menjual Produk / Jasa.

#2 Jika Sebuah E-Commerce (Produk Fisik / Digital dan Jasa)

Menurut Anda, keyword intent mana yang paling cocok untuk website E-Commerce ?

Transactional bukan ? ya… gunakan keyword itu pada halaman produk tunggal ataupun kategori produk. Disamping itu, Anda juga perlu menarget keyword Informational dan Commercial Investigational.

Kenapa ? Lihat Cara Saya mengoptimalkan Search Intent…

BONUS: Bagaimana Cara Saya Mengoptimalkan Search Intent ?

Fakta yang menyedihkan, Jumlah orang yang benar-benar siap melakukan pembelian (transactional) jauh lebih sedikit daripada jumlah orang yang suka ngebanding-bandingin (commercial investigational).

Sementara itu, jumlah orang yang kepo (informational) jauh lebih banyak lagi dari 2 jenis sebelumnya.

Disinilah Anda perlu memutar otak.

Keyword Transactional memiliki volume pencarian rendah, tapi jauh lebih berpotensi meningkatkan konversi penjualan.

Sementara itu, diluaran sana, ada banyak sekali website yang menjual produk. Tentu mereka juga mengincar keyword transactional.

Alhasil… persaingan semakin ketat. Tentu website E-Commerce yang baru, semakin sulit berkembang.

Namun coba Anda pikirkan… Ada peluang dari kondisi ini.

Keyword Informational memiliki volume pencarian tertinggi, Anda bisa mendatangkan pengunjung yang banyak dari sana.

Sementara itu, keyword Commercial Investigational memiliki volume pencarian sedang sampai tinggi, Anda juga bisa mendatangkan sebagian pengunjung lagi yang jauh lebih berpotensi dibandingkan keyword informational.

Penting! Anda ingin belajar membuat website E-Commerce ? Saya juga menulis panduannya. Silahkan kunjungi Pusat Panduan WooCommerce.

Selanjutnya yang Saya lakukan adalah…

Memikirkan bagaimana cara mengubah orang yang kepo (informational) menjadi tertarik (commercial investigational). Kemudian mengubahnya menjadi pembeli (transactional)…

Sekilas terlihat mudah… tapi nyatanya butuh upaya keras… Setidaknya, Anda bisa menggunakan strategi keyword berikut:

  1. Buat konten Informational sebanyak mungkin.
  2. Konten Informational “harus” berhubungan dengan produk / jasa yang Anda jual.
  3. Jika tidak sanggup membuat konten informational yang banyak, maka konten Commercial Investigational harus lebih banyak.
  4. Jangan buat terlalu banyak konten transactional. Karena dalam mengkonversi kunjungan menjadi penjualan membutuhkan kualitas daripada kuantitas.

Lalu Apa Boleh “Hanya” Mengincar Keyword Transactional Dengan Kualitas Yang Bagus?

Jangan… jangan… dan jangan… Google benci dengan yang namanya website kurus. Apa itu website kurus ? Ya itu… Website yang minim akan informasi.

Keyword Informational dan Commercial Investigational memiliki informasi yang banyak di cari orang. Ketika website Anda kaya akan informasi, maka google akan mempertimbangkan untuk menaikkan peringkat website Anda.

Tentu berpotensi mendatangkan pengunjung bukan ?

Itu hanya dari sudut pandang google, belum lagi dari sudut pandang pengguna.

Faktanya, tidak ada orang yang suka ditawarkan sebuah produk.

Bayangkan jika isi website Anda hanya berupa konten produk. Tidak ada konten blog berupa artikel, tips ataupun panduan yang bahkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pengunjung Anda.

Tentu pengguna akan kecewa, tidak mendapatkan informasi berharga. Bahkan dimana-mana hanya melihat daftar produk dengan harga sekian-sekian.

Note: Coba jawab pertanyaan ini… Apakah orang lebih suka mengeluarkan uang daripada diberi uang ?

Tentu diberi uang jauh lebih enak dong ?

Nah, ketika pengunjung datang ke website Anda, berikanlah mereka konten yang berharga seperti tips, tutorial ataupun kursus gratis.

Upayakan konten tersebut dapat menyelesaikan permasalahan ataupun memberikan wawasan baru bagi mereka.

Jika ini yang Anda lakukan dan mereka pun senang, maka website Anda sudah berhasil mendapatkan kepercayaan dari calon konsumen.

Nah dari sinilah lahir Keyword Navigational untuk situs Anda. Orang-orang akan mulai mencari menggunakan nama brand / website Anda seperti keyword: M Jurnal.

INGAT! MENANGKAN HATINYA, MAKA ANDA AKAN MENDAPATKAN SEGALANYA

ROLAN MARDANI

Pintasan Panduan Riset Keyword

Ingin Membuat Website ? Kunjungi Pusat Panduan WordPress M Jurnal

  1. Research Keyword: Kenali terlebih dahulu apa itu Riset Keyword, Tujuan, dan Manfaatnya dan kenapa ini penting + Contoh Kasusnya
  2. Search Intent: (Anda Disini)
  3. Cara Riset Keyword: Cara Riset Keyword yang benar untuk membuat Konten SEO Friendly.
  4. Analisis Kompetitor: Cara analisis kompetitor untuk bersaing mendapatkan peringkat 1 search engine.

Komentar Paling Lambat di Balas Pukul 23:59 :)